
Di negeri Ki......
Ketika itu Pangeran Siao Pek sudah mendengar khabar di negeri Cee telah terjadi huru-hara dan ayahnya telah binasa. Tetapi si pengkhianat Kong-sun Bu Ti sudah binasa juga. Dan sampai saat ini belum diangkat raja baru sebagai penggantinya. Kemudian dia berunding dengan Pao Siok Gee. Mereka mencari akal dan apa yang harus mereka lakukan. Dalam perundingan diputuskan bahwa Siao Pek harus segera pulang ke negeri Cee untuk menerima kedudukkan bekas ayahnya. Beruntunglah Siao Pek, ketika dia meminjam tentara dari negeri Ki, dia mendapat pinjaman sebanyak seratus kereta perang dan tentara dari Raja Ki. Sesudah mendapat kekuatan maka berangkatlah Lao Pek dengan diiringkan oleh pasukan Ki untuk pulang ke negeri Cee.
**
Koan Tiong yang memimpin tentara pinjaman dari negeri Louw, siang dan malam dengan cepat berjalan menuju ke negeri Cee. Ketika sampai di Cek-pek, dia mendengar khabar bahwa tentara dari negeri Ki sudah lewat di tempat itu. Waktunya sudah cukup lama juga. Koan Tiong kaget dia buru-buru memacu kudanya dengan cepat. Niatnya menyusul tentara Ki yang sudah ada di depannya. Sesudah berjalan tiga puluh li lebih, barulah dia bertemu dengan tentara negeri Ki. Ketika itu mereka sedang istirahat. Tampak tentara Ki sedang masak nasi. Melihat Siao Pek sedang duduk di dalam kereta, Koan Tiong maju ke dapan Pangeran Siao Pek dan memberi hormat.
”Kong-cu, sejak berpisah dulu apakah Anda baik-baik saja? Sekarang Kong-cu (Pangeran) hendak pergi ke mana?” tanya Koan Tiong.
”Ya, aku selalu sehat walafiat. Sekarang aku hendak pu;ang ke negeri Cee untuk menjenguk ayahku yang katanya sudah wafat,” sahut Siao Pek.
”Pangeran Kiu lebih tua dari Anda. Seharusnya dia yang memimpin upacara berkabung Ayahanda kalian. Maka aku harap Kong-cu bersedia menunggu sebentar sampai dia datang bertemu dengan Kong-cu di sini. Dengan demikian Kong-cu tidak cape sendiri,” kata Koan Tiong.
Koan Ting bermaksud hendak mengakali Pangeran Siao Pek.
”Ha, ha, ha, pandai sekali Koan Tiong bicara!” kata Pao Siok Gee.
Ketika itu Pao tidak jauh dari situ. Sambil tertawa dia keras berkata pada Koan Tiong.
”Ayo, lekas kau mundur! Kita wajib membela junjungan kita masing-masing!”
__ADS_1
Tentara negeri Ki pun kelihatan geram dan garang-garang mereka siap maju jika diperlukan.
Melihat tentara negeri Ki matanya melotot semua dan alisnya berdiri. Mereka seperti hendak menggerakin tangan dan menyerang; Koan Tiong jadi khawatir. Dia sadar jumlah tentaranya sangat sedikit. Jika terjadi pertempuran, pasti mereka akan kalah. Kemudian Koan Tiong pura-pura menurut dan pergi. Tetapi tiba-tiba sambil melompat ke atas kudanya, Koan Tiong segera mengeluarkan busur dan anak panah. Dia membidik dan menarik tali busur. Anak panahnya dia tujukan ke arah Pangeran Siao Pek.
Ketika busur panah menjeprat, terdengar Siao Pek berteriak kesakitan. Dari mulut Siao Pek segera menyembur darah segar! Dia muntah darah dan jatuh dari atas kereta yang dinaikinya.
Pao Siok Gee buru-buru menolongi junjungannya itu.
”Celaka!” teriak Pao Siok Gee.
Mereka menangis tersedu-sedu. Melihat kejadian itu Koan Tiong memimpin tentaranya segera pergi. ketika itu Koan Tiong menduga Pangeran Siao Pek sudah binasa. Dengan demikian Pangeran Kiu akan mendapat rejeki menjadi raja di negeri Cee.
Koan Tiong memacu kudanya untuk menemui Raja Louw bersama Pangeran Kiu dan rombongannya.
**
Apa yang sebenarnya telah terjadi atas Pangeran Siao Pek?
Di luar dugaan Koan Tiong, yang terjadi sebaliknya. Anak panah Koan Tiong ternyata hanya mengenai gaetan ikat pinggang Pangeran Siao Pek!
Karena Pangeran Siao Pek tahu benar ketangkasan Koan Tiong menggunakan busur panah, ketika terkena anak panah dia kaget. Tetapi dia ingat jika tak menggunakan akal dia khawatir dipanah lagi oleh Koan Tiong. Maka seketika itu juga dia gunakan sebuah tipu muslihat. Begitu kena anak panah, Siao Pek buru-buru menggigit ujung lidahnya sehingga berdarah. Lalu dia pura-pura muntah darah sambil pura-pura jatuh dari keretanya.
__ADS_1
Sesudah Koan Tiong kabur dan Pao Siok Gee menggetahui muridnya hanya pura-pura mati, dia senang sekali, Pao Siok Gee memuji kecerdikan Siao Pek yang dia anggap sangat pandai. Tetapi dia tetap khawatir Koan Tiong akan kembali lagi. Maka mereka tidak berani ayal lagi. Dia minta Pangeran Siao Pek segera mengganti pakaiannya. Dia juga diminta pindah ke sebuah kereta tertutup. Kemudian rombongan itu berangkat lagi dengan memotong jalan lewat jalan kecil.
Ketika sudah hampir sampai ke kota Lim-cu, Pao Siok Gee lebih dahulu masuk ke dalam kota untuk menemui para menteri negeri Cee. Di hadapan para menteri tersebut Pao Siok Gee memuji-muji kepandaian Pangeran Siao Pek. Pao Siok Gee mengusulkan agar Pangeran Siao Pek-lah yang diangkat menjadi raja di negeri Cee.
Semua menteri tampak masih sangsi, di antaranya lalu ada yang bertanya, ”Apabila Pangeran Kiu datang juga ke sini? Bagaimana kami harus memberi alasan, jika dia datang menuntut? Karena Pangeran Kiu putera tertua dari almarhum Raja kita!”
”Sudah beruntun dua Raja Cee terbunuh, jika kita tidak mendapatkan seorang Raja yang pandai, pasti negara ini tetap kacau,” kata Pao Siok Gee. ”Ingat, mana boleh kalian menyambut Pangeran Kiu, pada hal yang sampai lebih dahulu Pangeran Siao Pek. Apakah ini bukan takdir Allah maunya begitu? Lebih jauh pikirlah, Raja Louw yang mengantarkan Pangeran Kiu pulang. Aku yakin dia bermaksud buruk, dan ingin menjadi raja di sini. Apa kalian lupa dulu. Ketika Raja Song mengangkat Pangeran Tut menjadi raja di negeri Cee. Tidak henti-hentinya dia minta suap, sehingga pecah perang bertahun-tahun lamanya. Ingatlah, negeri kita sudah lama dalam keadaan susah. Apakah kalian kelak mau menuruti perintah dari Raja Louw?”
”Tetapi bagaimana caranya kita mengucapkan terima kasih kepada Raja Louw yang mau bersusah-patah mengantarkan Pangeran Kiu kemari?” tanya pula salah satu menteri yang lain.
”Kita sudah punya Raja yang baru, yaitu Pangeran Siao Pek. Dengan demikian pasti dia akan mundur sendiri jika dia tahu hal ini!” sahut Pao Siok Gee.
”Kami kira omongan Pao Siok Gee benar sekali!” kata Sek Peng dan Tong Kok Gee.
Semua menteri ikut menyetujui rencana itu. Mereka setuju akan mengangkat Pangeran Siao Pek menjadi raja di negeri Cee.
Pangeran Siao Pek segera diundang ke dalam kota Lim-cu.Kemudian dia dinobatkan menjadi raja dengan gelar Cee Hoan Kong.
Selesai pengangkatan Pao Siok Gee membisiki agar berlaku bijaksana.
Dalam sidang Raja Cee Hoan Kong mengeluarkan perintah. Dia minta semua panglima perangnya mengatur penjagaan. Kemudian Raja Cee Hoan Kong memerintahkan Tiong Sun Ciu pergi menemui Raja Louw Cong Kong. Maksud kepergiannya untuk memberitahukan bahwa di negeri Cee sudah ada raja baru.
__ADS_1
**