
Sesampai Kut Goan di perkemahan tentara gabungan, dia langsung menemui Raja Cee. Kut Goan menyerahkan kiriman barang dari rajanya. Tentu saja Raja Cee dan kawan-kawannya girang. Barang itu dibagi-bagikan di antara raja dan anak buahnya. Sesudah memeriksa antaran rumput mao, Raja Cee berpesan.
"Sebaiknya anda yang mengantarkan ke Kerajaan Ciu!" kata Raja Cee pada Kut Goan.
"Apakah Tay-hu sudah pernah melihat angkatan perang Tiongkok?" tanya Cee Hoan Kong.
"Karena hamba tinggal di Selatan, belum pernah melihatnya. Hamba sangat bersyukur jika Tuanku mau menunjukannya kepada hamba." Kata Kut Goan.
Cee Hoan Kong mengajak Kut Goan naik kereta bersamanya, mereka menjalankan kereta itu untuk melakukan pemeriksaan barisan tentara Raja-raja Muda. Karena banyaknya perjalanan mereka cukup makan waktu.
Tidak lama dari pasukan Cee terdengar suara genderang. Kemudian suara genderang disambut oleh pasukan lainnya, sehingga suaranya gemuruh sekali.
"Coba Tay-hu perhatikan," kata Cee Hoan Kong dengan angkuh, "aku memiliki angkatan perang demikian besar. Apa jika kami berperang tidak akan menang?"
__ADS_1
Kut Goan tersenyum, dia berkata: "Kehebatan Tuanku hingga bisa menjadi pemimpin Perserikatan Raja Muda di Tiongkok, semua karena Tuanku bernaung di bawah Kaisar Ciu! Memang Tuanku sendiri bijaksana, sehingga raja mana yang berani membantah? Tetapi sebaliknya, jika Tuanku hanya mengandalkan tentara Tuanku dan kegagahan sendiri.....Ambil contoh negeri Couw kami. Sekalipun terhitung negara kecil, dia punya Hong-shia yang tinggi, dan sungai Han-sui yang airnya dalam. Sekalipun Tuanku serang habis-habisan belum tentu bisa direbut!"
Mendengar sindiran itu Raja Cee Hoan Kong merasa malu, sehingga mukanya berubah merah, dia berkata sambil tertawa.
"Ha, ha, ha! Ternyata Tay-hu seorang menteri Couw yang berbudi luhur!Aku ingin mengikat tali persahabatan dengan negaramu. Bagaimana pendapat Tay-hu?" kata Raja Cee.
"Atas budi Tuanku ingin membagi rejeki pada negeri kami maka sepatutnya Raja kami berserikat dengan Tuanku!" kata Kut Goan. "Mana berani Raja kami mengasingkan diri, tentu dia akan senang sekali berserikat dengan Tuanku!"
Raja Cee Hoan Kong merasa girang sekali, malam itu dia minta Kut Goan bermalam di perkemahannya. Kemudian diadakan pesta besar.
Di Siao-leng telah didirikan sebuah panggung, di atas panggung telah berkumpul semua raja-raja dan menteri-menteri besar. Di situ segera diadakan perjanjian, mulai dari saat itu sampai di kemudian hari semua negeri-negeri tidak boleh bertikai satu sama lain.
Sesudah selesai melaksanakan upacara, Kut Goan menghaturkan terima kasih kepada semua raja-raja.
__ADS_1
Sementara itu Koan Tiong mengadakan pembicaraan dengan Kut Goan, dia minta panglima negeri The, bernama Tam Pek, supaya dikembalikan, sedang Kut Goan juga mengajukan permintaan supaya Raja Coa dihapus dosanya. Begitulah kedua pihak sepakat, masing-masing menerima baik perjanjian tersebut.
Kut Goan pamit pulang ke kotanya, akan memberi tahu pada Raja Couw Seng Ong bagaimana kesudahan misinya itu.
Koan Tiong mengeluarkan perintah akan menarik seluruh angkatan perang gabungan akan kembali ke negaranya masing-masing.
Ketika Raja Couw sudah mengetahui angkatan perang semua Raja-raja Muda sudah ditarik mundur, pikiranya berubah. Dia mau membatalkan pengiriman rumput Mao ke Kerajaan Ciu. Kut Goan kaget lalu membujuk Raja Couw agar tidak ingkar janji.
Sesudah dibujuk oleh Kut Goan dan Chu Bun baru Raja Couw menurut. Dia perintahkan Kut Goan mengantarkan upeti itu ke Kerajaan Ciu.
Baginda Ciu Hui Ong sangat girang ketika menerima upeti rumput Mao, sekalipun harga barang itu tidak seberapa, tetapi dia senang. Terutama selama ini Raja Couw telah membangkang, sekarng dia taat mengirim rumput Mao.
Kaisar Ciu memuji Kut Goan dengan kata-kata manis. Dia juga berpesan pada Kut Goan supaya menyampaikan pesannnya, agar Raja Couw mengamankan daerah Selatan dan jangan mengganaggu daerah Tiong-goan.
__ADS_1
"Hamba akan memperhatikan pesan ini, hamba berjanji!" kata Kut Goan.