Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Cemburu


__ADS_3

BRAAKK!


Arjuna menendang keras pintu unit apartemen Emilia sebelum membuka unitnya sendiri. Dia pun menghempaskan tubuhnya di kasur sambil memejamkan matanya. Dia merasa sudah melewati hari yang cukup berat.


Gadis cabe cabean itu sepertinya ngga pulang lagi ke unitnya.


Pasti Bima mengajaknya menginap di hotel, duga Arjuna sangat marah.


Arjuna membuang nafasnya kesal. Dia benci dirinya yang menjadi marah akibat mengingat tingkah murahan Emilia. Ada apa dengan dirinya. Seharusnya dia biasa saja. Gadis itu juga ngga berharga untuknya.


Tapi hati kecilnya menolak hal itu. Bibirnya yang manis ingin lagi dilu*matnya. Dia sudah semakin gila dengan perasaannya yang ngga bermoral.


Tiba tiba pintu kamarnya diketuk. Dengan malas Arjuna membukanya. Ternyata si kembar.


"Ada apa?" tanya Arjuna sambil melebarkan pintunya memintanya masuk.


"Mengganggu ya, kak?" Cila memamerkan cengirannya. Sedangkan Cleo langsung duduk di tempat tidur kakak sepupunya.


"Iya," jawab Arjuna datar tapi malah disambut dengan kikikan keduanya.


"Kalian mau apa?" tanya Arjuna langsung. Dia sudah tau sepupu kembarnya pasti punya permintaan yang hanya bisa dia mengabulkannya.


"Kata Kak Galih, Kak Juna mau ke Bali. Kita ikut, yaaa," rengek Cila manja.


Dasar Galih.


Arjuna mendengua kesal.


Sahabat tengilnya pasti sudah mengabarkan akan keberangkatan mereka ke Bali. Galih sengaja melakukannya agar dirinya mengajak sepupu kembarnya, khususnya Cila. Galih tau, Arjuna pasti ngga akan tahan dengan rengekan Cila yang ngga bisa berhenti kalo keingimannya ngga dikabulkan.


"Kalian, kan, kuliah. Kakak ngga mau ngeganggu konsentrasi kalian," tolak Arjuna diplomatis.


"Engga ngeganggu, kak. Iya, kan, Cleo," tukas Cila sambil menatap kembarannya minta dukungan.


"Kuliah, kan, sanntai, kak. Apalagi kata Kak Galih hanya beberapa hari saja," imbuh Cleo mencoba mempengaruhi.


"Nggak! Kalian terlalu santai. Kapan bisa lulus kalo gitu," ceramah Arjuna bijak, ngga mau dibantah.


Mata Cila mulai berkaca kaca. Arjuna melengos. Adik sepupunya mulai mengeluarkan senjata andalannya.


"Boleh, ya, kak," rengeknya dengan wajah memelas.


Arjuna ngga menjawab, dia melirik sebal pada Cleo yang malah santai memainkan ponselnya. Ngga peduli kembarannya ntar sampai nangis darah.


"Mama udah ijinkan. Ikut ya kak," kata Cila terus merengek.


Tuh kan.


Galih tau kelemahannya.


"Benar tante udah tau dan setuju?" tanya Arjuna dengan tatapan ngga percaya.


"Udah, kak. Iya, kan, Cleo," tukas Cila kembali minta dukungan kembarannya.


"Iya," tandas Cleo tegas.


Arjuna melirik sebal pada Cleo yang mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum penuh kemenangan.


"Oke. Kalian boleh ikut," ujat Arjuna menyerah. Langsung saja wajah Cila yang tadi hampir mewek berganti terkekeh saking senangnya.

__ADS_1


"Makasiih, kak," kata keduanya berbarengan.


"Kita pulang dulu ya, kak," pamit Cila dengan wajah sumringah.


"Pulang dulu, kak," pamit Cleo sambil nyengir, tambah membuat Arjuna kesal.


"Kalian ke sini cuma mau ngomong itu?" tanya Arjuna dongkol, tapi keduanya membalasnya dengan tawa riang.


"Oiya, kak, enak pastelnya?" tanya Cleo sambil menghentikan langkahnya di depan kakak sepupunya. Hampir lupa Cila ingin mengetahui reaksi kakak sepupunya akan pastel itu.


"Tunben kalian bisa buat pastel yang cantik dan enak," sindir Arjuna datar.


"Bukan buatan kita, kak. Tapi kak Emilia. Tadi siang dia ke sini mengantarkan sekotak berisi pastel dan risoles," cerita Cila penuh semangat.


DEG


Jantung Arjuna berdebar keras.


"Dia ke sini?" tanya Arjuna ngga percaya.


Kenapa selalu datang saat dia ngga ada di rumah, batinnya kesal.


"Lusa dia akan datang ke rumah. Mama memesan kue kue dengannya untuk arisan sosialitanya, kak," jelas Cila.dengan wajah berseri seri.


"Dia cantik banget loh, kak. Sayang udah punya pacar," usik Cleo sebelum mereka beranjak meninggalkan kamar kakak sepupunya. Cila tertawa menanggapi ucapan Cleo.


JEDDER!


Arjuna kaget mendengarnya.


Memesan kue? ulangnya dalam hati, kemudian tersenyum sinis


Itu kerjaan asli lo, tawa Arjuna dalam.hati. Mencela.


Arjuna masih terdiam.


"Daah, kak Juna," pamit keduanya sambil melambaikan tangan tanpa menunggu respon Arjuna. Keduanya pun pergi meninggalkan Arjuna yang masih terdiam karena sibuk dengan berbagai isi pikirannya.


Arjuna mengingat pastel yang cantik dan enak yang dimakannya bersama sahabatnya di kantor. Wajahnya menyeringai.


Tangan itu ngga hanya terampil menggoda laki laki, ternyata juga terampil mengadon kue, decihnya menghina.


*


*


*


"Emil, tadi kamu kok, ngga mampir ke divisi kita?" tanya Maria yang langsung masuk ke kamarnya bersama Arinka dan Zeta.


Mereka bertiga baru saja pulang dari kantor. Setelah mandi, ketiganya ngga sabar ingin bertemu sepupunya.


"Iya," jawab Emila sambil terus melihat rincian bahan yang akan dibelinya untuk snack box tante Carol dari keluarga Taksaka. Hatinya masih enggan melakukannya. Gimana reaksi mereka kalo tau dia adalah putri dari Revi Sagara.


"Teganya ngga mampir," kesal Maria dengan wajah cemberut.


"Maaf ya," ucap Emilia tulus.


"Lagian kita juga lagi sibuk tadi," Zeta membela Emilia. "Ngga bisa juga diganggu Emil," sambung Zeta lagi.

__ADS_1


"Iya, sih," kata Maria baru ingat, seharian tadi mereka disibukkan dalam pembuatan iklan terbaru.


"Kamu ngapain nemuin mas Bima?" tanya Arinka curiga.


Emilia menarik nafas sebelum akhirnya membuka mulutnya.


"Arjuna Taksaka masih dendam sama kita," kata Emilia serius. Kini dia menyandarkan tubuhnya sambil menghela nafas panjang.


"Memang, kan. Mereka selalu berulah. Padahal kita ngga pernah mengusiknya," dengus Maria yang jadi merasa kesal.


"Mereka buat ulah apa lagi?" tanya Zeta kini menatap Emilia serius.


Emilia menghembuskan nafasnya perlahan.


"Desain hotel kita di Bali sudah disabotase mereka."


"APA?" kaget ketiganya dengan raut kesal.


"Kurang ajar banget," maki Zeta marah. Selama setahun bekerja di perusahaan kakaknya, sudah beberapa kali Taksaka grup merugikan mereka. Tapi anehnya kakak dan sepupu sepupunya sama sekali ngga ada niat membalas. Malah terkesan membiarkan.


"Ingin gue bejek bejek tuh Arjuna. Sayang ganteng," omel Maria yang langsung ditoyor lagi sama Zeta keningnya.


"Aduuuh... apa sih, Zeta. Dia memang ganteng banget, kan," ngeyel Maria sambil meringis.


"Ganteng ganteng iblis," sergah Zeta membuat Arinka dan Emilia tersenyum tipis Sedangkan Maria mencibirkan bibirnya mengejek.


"Kamu tau dari mana?" tanya Arinka kembali ke topik pembicaraan.


Emilia terdiam. Dia belum.cerita apa pun pada ketiga sepupunya. Setelah menimbang nimbang akhirnya Emilia pun memutuskan untuk menceritakan semuanya. Tanpa ada yang dia sembunyikan, kecuali adegan vulgar di club. Itu rahasianya.


"Haaahh!"


"Haaahh!"


"Haaahh!"


Itu saja reaksi ketiganya berulang kali dengan ekspreai wajah kaget yang amat sangat.


"Apa kalian berjodoh," tuding Maria menebak. Padahal Emilia sudah berusaha menjauh, tapi seakan akan ada kuasa yang.mendekatkan mereka.


"Ngawur," bantah Zeta sambil menoyor kening sepupunya yang suka asal bicara.


"Siapa tau, Zeta. Jodoh, kan, udah di atur Yang di Atas. Kita ngga bisa menolak takdir," ngeyel Maria kesal, ngga terima dengan perlakuan sepupunya yang selalu menoyor atau menyentil jidatnya.


"Enggak!" sergah Zeta ngotot.


Arinka hanya diam mengamati perdebatan keduanya.


Dia ingat Mars. Setelah hampir setengah tahun, mereka bertemu lagi.


Dulu mereka kenal waktu di dalam pesawat saat Arinka telah menyelesaikan kuliahnya di Inggris. Mars pulang dari perjalanan bisnisnya.


Laki laki tampan itu meminta nomer ponselnya dan mereka pun menjadi akrab dalam beberapa hari.


Ngga butuh waktu lama, hanya sepuluh hari Mars memintanya jadi kekasih. .Mars sangat baik dan lembut, juga sabar dan memperlakukannya seperti seorang putri. Hati Arinka selalu berbunga bunga karenanya.


Secepat mereka mengikrar janji secepat itu pula mereka memutuskannya.


Seminggu sesudahnya, Mars kaget saat tau dia adalah seorang Sagara. Mars pun langsung memutuskannya. Arinka menerima keputusan Mars tanpa protes sama sekali. Dia berisaha melupakan Mars, hampir berhasil, tapi pertemuan mereka kembali membuat hatinya goyah.

__ADS_1


Gimana dengan Emilia. Apa nasib cintanya juga akan setragis dirinya.....


Arinka menghembuskan nafas dengam kasar. Apalagi dia benar benar berurusan langsung dengan keluarga Taksaka. Arinka yakin kalo sepupunya sudah jatuh hati pada Arjuna Sagara. Tapi Arinka takut kalo laki laki itu akan menyakitinya. Mungkin lebih dalam sakitnya dari pada yang dia alami bersama Mars, sahabat Arjuna.


__ADS_2