Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Karma Sahabat Taksaka


__ADS_3

Vania menatap maminya dengan sedih.


"Maaf mam. Maaf," isaknya lagi.


Saat ini dia masih berada di rumah sakit. Tempat ini yang teraman buatnya. Papinya sudah mengamankan rumah sakit ini demi kenyamanan keluarganya, terutama dirinya.


Bahkan Papinya sudah menyuruh para pengawalnya mengusir kerumunan para pencari berita di sekitar rumah sakit.


Neneknya yang selama ini sangat menyayanginya terlihat sangat kecewa padanya. Beliau masih mendiamkannya.


Vania mencoba mengingat kejadian malam itu. Bodohnya dia ngga tau siapa nama laki laki yang sudah tega mempermalukan dirinya sampai seperti ini.


Harga dirinya hancur. Video dan foto fotonya sudah tersebar luas. Dan kini mami tersayangnya dalan keadaan kondisi kritis. Semua karena ulahnya yang sok baik mau menolong laki laki itu.


Vania yakin, laki laki itulah yang dengan tega menyebarkan affair mereka. Padahal apa salahnya. Laki laki itu seperti sangat mendendam padanya dan keluarganya, mungkin? Sampai tega melakukan hal kotor seperti ini.


Vania menghapus titik air yang jatuh di pipinya. Ngga ada yang mau menghiburnya. Ngga ada yang mau mendekat. Dia seperti hama. Dia sendirian padahal butuh banyak dukungan. Ngga ada yang nau mengerti. Ngga ada yang mau memaafkan kesalahannya yang baru kali ini dia lakukan.


Selama ini Vania dipuja karena selalu berjalan dalan garis trek lurusnya. Prestasi dunia modelnya dan kehidupan positifnya banyak di puji puji. Bahkan keluarga besarnya sangat bangga padanya.


Kini karena kesalahan satu malamnya, semua hilang begitu saja. Vania seakan menjadi tersangka utamanya. Padahal dirinya adalah korban pelecehan. Bukan dia juga yang menyebarkan foto foto dan video adegan ngga pantas itu. Tapi dia yang akan kena tuntutan sanksi sosial karenanya.


Yang lebih menyakiti hati Vania karena maminya sedang dalam berada dalam keadaan yang sangat parah parahnya.


Tapi ada yang Vania masih syukuri, papinya selalu berada di sampingnya. Tetap akan melindunginya. Dan dengan mudah memaafkan kesalahan bodohnya.


Ada rasa penasaran yang kini menguasai Vania. Siapa laki laki itu? Tapi kalo bisa Vania ngga ingin ketemu lagi dengannya. Laki laki itu adalah kesalahan terbodohnya.


"Andra, kita harus hajar si Mars. Beraninya dia mendekati Arin. Aku ngga terima," marah Dewa ketika Andra membawanya pergi.


Andra hanya menghela nafas berat.


Ternyata Emilia bukan satu satunya yang ada hubungan dengan Taksaka. Arinka juga. Tapi sejak kapan?


Sepupu sepupu perempuannya ternyata sangat ahli menyembunyikan rahasia. Atau mereka yang terlalu sibuk dan sangat mempercayai kalo para sepupunya patuh terhadap larangan keras itu? batin Dewa ngga abis pikir.


"Si Mars itu sudah mau nikah. Dilihat dari pertemuan tadi sepertinya dia ngga mau melepaskan Arin," gedek Dewa.


"Kita lihat saja, apa Mars berani mutusin tunangannya?" Andra berujar pelan.


"Huuhh," dengus Dewa meremehkan.


"Masalah Emilia aja belum tuntas, ditambah lagi masalah ini," sambung Dewa lagi.


Ya, masalah Emil-Arjuna belum selesai. Kini Arinka-Mars. Bahkan tanpa setau Dewa dan yang lain dia sudah membuat masalah besar dengan Vania.


Andra menghela nafas berat. Sekarang seluruh pemberitaan di tivi maupun media online sudah penuh dengan cerita aib Vania.

__ADS_1


Itu memang aib yang dengan kejam dia buka.


Anehnya Andra ngga merasa senang sudah membuat Taksaka dan teman temannya kena masalah besar. Dia justru merasa kalo dialah orang terkejam yang pernah lahir ke dunia.


Gimana kalo Vania mengenalnya dan melaporkannya? Bima dan Dewa pasti ngga akan suka dengan perbuatannya. Papa dan omnya pasti juga begitu. Mungkin mama dan neneknya lebih terluka dengan perbuatannya yang memalukan perempuan.


Dada Andra terasa penuh dan sesak.


"Lo kenapa?" tanya Dewa heran ketika Andra meminggirkan mobilnya di sebuah mini market dengan nafas tersengal.


"Kenapa lo?!" tanya Dewa lagi tambah cemas.


Andra menggeleng sambil menarik nafasnya dalam dalam dan menghembuskannya berkali kali. Jendela mobil di sampingnya sudah dia turunkan dan ac mobil juga sudah di offkan.


"Kita ke rumah sakit?" tanya Dewa masih panik.


"Gue ngga apa apa," kata Andra kemudian membuka pintu mobil.


"Lo yang nyetir, ya," katanya sebelum menutup pintu mobil.


"Oke."


Andra menatap baliho foto Vania yang sangat cantik sedang tersenyum di depannya.


Maaf, gumamnya dalam hati. Mungkin sebentar lagi baliho baliho foto iklan gadis itu akan segera diturunkan.


"Papi, aku ngga bisa menikahi Sita," tegas Mas saat berada satu ruangan dengan papinya.


Dia sudah mengumpulkan semua keberaniannya untuk menentang keinginan papinya. Ini yang pertama kali untuknya.


Dia berdiri di samping Arjuna. Bahkan Galih pun juga berani berbohong pada Om Arga dan Om Haykal-papanya tentang keberadaan Arjuna.


Karena mereka Mars merasa dapat imunisi tambahan. Harapannya semoga jantung papinya tetap kuat dan beliu tetap sehat sehat saja.


Papinya baru saja kembali ke perusahaannya setelah hampir setengah hari menemani sahabatnya di rumah sakit. Mars pun baru kembali setelah mengantar Arinka.


Saat dia datang, kata sekertarisnya, baru setengah jam papinya tiba di ruangannya.


"Mars! Jangan tambah bikin pusing pikiran papi!" bentaknya keras.


Masalah sahabat dan putrinya saja belum selesai, ditambah lagi keinginan Mars yang aneh. Padahal hari pernikahan sudah ditetapkan dan semua persiapan sudah dilakukan oleh dua keluarga mereka.


Kenapa tiba tiba Mars membatalkannya?


"Aku serius, Pap. Aku ngga bisa menikahi Sita."


BUGH

__ADS_1


Papimya meninju meja kerjanya yang terbuat dari kayu jati yang sangat kuat.


Tubuh Mars agak tersentak, karena terkejut.


"Apa.alasanmya!"


"Aku sudah punya seseorang yang aku suka sejak dulu," jawab Mars tetap memberanikan diri dan mulai menatap wajah papinya yang sudah mengelam menahan marah.


"Siapa?"


Mars terdiam. Dia tau belum bisa menyebut nama Arinka Sagara saat ini. Terlalu beresiko dan dia pun masih belum tau apa yang akan dilakukan papinya jika tau yang dia inginkannya adalah salah satu putri keluarga Sagara


"Siapa!" Kali ini suara bentakan papinya sangat menggelegar.


Sangat mengintinidasi keberaniannya.


"Aku ngga bisa bilang sekarang, Pap. Yang jelas aku ngga bisa menikahi Sita," kata Mars langsung berjalan keluar meninggalkan ruangan megah papinya dengan jantung berdebar sangat keras.


Dia takut ngga kuat menghadapi papinya lebih lama dari ini. Mungkin dia memang penakut dan pengecut. Tapi yang penting dia sudah menyatakan keinginannya yang sejak dulu dipendamnya.


Jupiter-papi Mars memegang dadanya yang mulai terasa sakit. Dia menopang tubuhnya dengan kedua tangannya di atas meja.


Mengambil nafas perlahan. Melakukan inhale dan exhale.


Setelah itu beliau pun menyandarkan punggungnya di kursi kerjanya.


Sebenarnya ada apa? Mengapa Mars jadi begini?


Jupiter ngga abis pikir dengan sikap anak bungsunya yang selalu penurut dan mendadak jadi pembangkang.


Mars jadi seperti Arjuna dan Arsen. Kenapa ketiganya bisa berubah drastis?


Ngga lama.kemudian ponselnya bergetar. Istrinya menelponnya.


"Ada apa?" tanya Jupiter dengan suara bergetar. Detak jantungnya masih belum kembali normal.


"Suara kamu kenapa honey?" tanya mama Mars cemas.


"Ngga apa. Aku hanya terlalu lelah," bohong Jupiter pada istrinya.


"Mungkin kamu terlalu lelah."


"Yah, kurasa begitu. Tumben kamu menelpon di jam begini?"


"Emm... begini. Mars ngga datang saat fitting jas pengantinnya. Telponnya pun ngga aktif," kata istrinya pelan.


Anak itu, geram Jupiter dalam hati.

__ADS_1


"Dia ingin membatalkan pernikahannya," kata Jupiter terus terang.


"Apa?" suara istrinya terdengar sangat kaget.


__ADS_2