Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Bertepuk Sebelah Tangan?


__ADS_3

Arjuna menatap punggung gadis itu sampai menghilang di dalam mobil yang menjemputnya. Dia menghela nafas kasar.


Mengapa.rasa bersalah bercokol di hatinya ketika melihat mata Emilia yang bengkak. Arjuna mulai resah.


Dia melirik Veli yang terus memeluk erat lengannya tanpa memberikannya kesempatan untuk melepaskannya.


Tadi pun saat dia keluar dari kamarnya, ketiga sahabatnya sudah menunggu bersama Veli dan csnya. Gadis itu seperti biasa tanpa malu memeluknya.


"Kamu ngga apa apa, kan, Juna?" tanya Veli senang campur khawatir karena Arjuna membiarkan dirinya memeluk Arjuna.


"Aku ngga apa apa," ucap Arjuna datar. Kemudian dengan perlahan melepaskan pelukan Veli. .Dia pun melangkahkan kakinya memasuki lift


Melihat sikap Arjuna yang beda dari biasa membuat Veli makin berani. Dia pun tanpa segan kembali memeluk lengan Arjuna. Dan Veli merasa sangat bahagia karena Arjuna kali ini ngga melepasnya.


Ketiga sahabatnya bahkan Tantri dan Sita menatap bingung. Tapi Sita sendiri akhirnya melangkah ke samping Mars dan memeluk lengannya manja. Mars hanya tersenyum melihatnya.


Akhirnya peristiwa tatap tatap itu terjadi. Dan Arjuna melepaskan tangan Veli saat mobil yang membawa Emilia sudah pergi.


Tanpa disadari Arjuna, Mars pun menatap sedih pada mobil yang sudah membawa Arinka.


"Juna?" tanya Veli yang masih ingin memegang tangan Arjuna, tapi Arjuna cepat mengangkat tangannya, menolak.


"Juna?" gumam Veli lagi dengan hati terluka.


Tapi Arjuna ngga mempedulikannya dan langsung masuk ke dalam mobil yang menjemputnya. Galih, Arby dan Jery mengikuti Arjuna memasuki mobil yang sama tanpa berkata sepatah kata pun pada Veli dan teman temannya.


"Aku sama teman teman aku, ya," pamit Mars sambil melepaskan tangan yang memeluk lengannya dengan lembut.

__ADS_1


"Oke. Kita ketemu di bandara ya," ucap Sita lembut.


"Ya. Kalian hati hati," kata Mars sebelum masuk ke dalam mobil. Begitu mobil mereka melaju, Mars melambaikan tangannya. Sita membalasnya dan memperhatikan sampai mobil itu menghilang. Senyum bahagia terukir di bibirnya. Begitu juga Veli.


"Gue rasa laki laki yang kalian cintai ngga gentle," decih Tantri sambil masuk ke dalam mobilnya.


Kedua ya tersentak.


"Ngomong apaan, sih," kesal Veli yang dari tadi hatinya sudah memendam kesal. Makin kesulut dengan kata kata pedas Tantri.


Sita menepuk bahu Veli untuk meredakan kemarahannya.


"Iya, Tantri, maksud kamu apa?" tanya Sita sambil membuka pintu mobil.


"Dimana mana itu lady first. Bukan man first," sindir Tantri yang ngga jadi masuk ke dalam mobil karena kedua sahabatnya belum juga mengerti maksudnya.


Lemot banget, batinnya kesal.


DEG


Sita merasakan dirinya seperti dilempar dari gedung belasan lantai hingga mendarat ke tanah dengan tulang tulang patah ngga berbentuk.


Baru dia sadari, hari ini sikap Mars agak aneh. Mars ngga peduli padanya.


Veli ngga ambil pusing. Baginya Arjuna sudah memberikannya kesempatan dengan ngga menolak sentuhannya, itu yang lebih penting dab membuatnya sangat bahagia.


Tantri pun menjalankan mobilnya ngga berkata apa apa lagi. Sudah lelah dirinya menasehati kedua sahabatnya. Mereka pintar dalam bisnis, tapi bodoh dalan cinta.

__ADS_1


*


*


*


"Lo ngasih harapan ke Veli, Juna," tukas Arby mengoreksi sikapnya tadi.


Arjuna ngga menjawab. Di kepalanya haya ada bayangan mata sembab Emilia.


Kenapa dia nangis? Bukannya harusnya dia merasa senang karena kakaknya memenangkan tender.


Arjuna membenci hatinya yang lemah. Padahal gadis itu sudah mempermainkannya seperti orang bodoh.


"Besok besok Veli akan tambah berani sama lo," tambah Arby lagi.


Galih menyenggol lemgannya dan memberikan isyarat agar dia menutup mulutnya.


Dengan kesal Arby pun menurut. Padahal dia hanya heran kenapa Arjuna memberikan Veli harapan lagi. Kalo sudah begini Veli akan msrasa sah sah saja mendekatinya. Arby pun mendengus kesal sebagai ungkapan protesnya.


Galih menatap ke arah luar jendela tanpa mempedulikan kegusaran Arby. Begitu juga Jery dan Mars. Mereka hanya diam membuat suasana mobil terasa hening.


Galih melirik Arjuna sebentar. Dia ingin bocorkan rencana Om Arga agar Arjuna ngga terlalu kaget begitu mendengar langsubg dari papinya itu. Tapi momennya sepertinya ngga pas. Ngga tau apa isi pikiran Arjuna sekarang? Apa Emilia masih ada di otaknya? Tanpa sadar Galih menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Peringatan dari papanya agar ngga ikut campur urusan Arjuna dengan papinya terngiang ngiang terus di kepalanya. Baru kali ini Galih merasa ngga berguna sebagaai sahabat Arjuna sejak kecil.


Sementara Mars pun sibuk dengan pikirannya sendir. Arinka yang selalu melengos jika mereka bertatapan membuatnya berpikir kalo gadis itu sudah melupakannya.

__ADS_1


Lalu dia teringat Sita. Calon tunangannya. Apa dia setuju saja dengan rencana kedua orang tua mereka?


Mars memejamkan mata. Di saat seperti ini yang dibutuhkannya hanyalaah tidur. Lumayan sebelum sampai ke bandara.


__ADS_2