Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Berakhir


__ADS_3

Emilia memalingkan tatapannya dari netra elang Arjuna yang terus mengawasinya dengan jantung masih berdebar kencang. Kilasan kilasan kemesraan mereka terbayang jelas di pelupuk matanya.


Semua sudah berakhir, batinnya sedih. Dia akan melupakan semuanya tentang Arjuna. Mengingat Arjuna hanya akan menorehkan luka. Mengingatkannya lagi betapa jahat papa dari laki laki yang sudah membuatnya jatuh cinta. Emilia akan mencoba memulai hidup dengan lembaran yang baru. Bersama keluarganya yang sedang terluka. Mengobati luka ini bersama sama.


Arjuna menghela nafas melihat Emilia memalingkan tatapannya. Dia tau harus segera mengakhirinya. Dia akan bertunangan dan menikah dengan gadia lain dalam waktu dekat. Tapi perasaan ini tidak dipintanya dan susah untuk dia hilamgkan.


Dengan konflik di antara keluarga mereka, jenjang pernikahan adalah omong kosong. Mereka ngga mungkin akan mendapat restu kecuali mereka melakukan kawin lari.


Hah!


Arjuna mengumpati ide bodoh yang menyelinap di kepalanya. Bisa bisanya dia mempunyai pikiran aneh yang ngga masuk akal.


Ngga mungkin dia akan membuat papinya terkena serangan jantung, apalagi sampai harus berakhir seperti papanya Emilia.


Arjuna melihat rombongan itu mulai beranjak pergi. Begitu juga Emilianya. Ngga sekali pun gadis itu memalingkan tatapan padanya. Arjuna terus melihat sampai mobil yang membawa rombongan keluarga Sagara menghilang.


Arjuna menghembuskan nafas kasar. Gadis itu mulai menghindarinya seperti yang dia lakukan waktu terakhir di Bali.


Apa kematian papanya membuatnya merasa bersalah?


Ngga mungkin papanya meninggal dunia karena mengetahui hubungan mereka.


Arjuna lagi lagi mengejek isi pikiran bodohnya yang penuh dengan berbagai asumsi liar.


"Pulang sekarang?" tanya Galih memyadarkannya dari lamunan.


"Gue ingin takziah di makam papanya Emilia," ucap Arjuna sambil melangkah memasuki area pemakaman.


"Hei."


Galih yang ngga menyangka kata kata Arjuna hanya mengikuti langkah sahabatnya di belakangnya.


Akhirnya mereka sampai di depan tanah merah yang ditutupi dengan taburan kelopak bunga dan ada buket mawar putih besar di tengahnya. Masih terdapat beberapa buah karangan bunga yang masih segar di dekatnya.


Arjuna belum pernah sekali pun bertemu dengan Papa Emilia, karena Arjuna lebih sering terlibat konflik dengan Bima, Andra dan Dewa.


Arjuna pun mengirimkan do'a yang dia bisa, agar papa Emilia diampuni dosa dosanya dan tenang di sana.


Setelahnya dia menghela nafas.


Apakah papa Emilia seperti papanya juga? Sangat keras membenci keluarganya?

__ADS_1


Dia menatap lekat buket bunga mawar putih.


"Aku menyukai putri Om. Maafkan, mungkin aku sudah menyakitinya," Arjuna menjeda ucapannya dan menarrik nafas perlahan.


"Tapi aku akan selaku mencintainya," tutupnya sambil memejamkan mata. Terasa berat beban dalam hatinya.


Baru kali ini ada keinginannya yang ngga bisa dia raih dengan materi dan kerja keras. Cintanya terhalang dendam dua keluarga.


Galih bergeming sambil melihat punggung Arjuna yang bergetar karena menahan berbagai perasaan dengan tatapan kasian.


Sahabatnya itu bukan don juan seperti dirinya dan dua temannya Arby dan Jery. Arjuna seperti Mars, Stidak menganggap penting perempuan selain pekerjaan. Tapi sekalinya Arjuna jatuh cinta langsung dapat halangan berat. Sedangkan Mars langsung dijodohkan rdengan rekan bisnis keluarga.


*


*


*


"Apa apaan ini," seru Bima kasar. Dia sangat terkejut dengan video dan foto doto yang ditunjukkan Dewa. Saat ini mereka bertiga berkumpul di ruangannya.


"Sebagian sudah gue hapus. Untung gue cepat sadar. Tapi terus bermunculan. Anehnya dari situs situs baru yang belum dikenal. Tapi sudah gue hack. Sepertinya juga ada pihak lain yang ikut membantu menghapus. Sudah aman," kata Dewa menenangkan Bima.


Bagaimana Bima bisa sabar. Itu adalah video dan foto adiknya saat berada di Bali bersama si Arjuna brengsek. Tapi wajah Arjuna dibllurkan. Sengaja ngga diperlihatkan teman kencan adiknya.


Mereka ingin menjatuhkan Emilia Sagara tanpa melibatkan Arjuna Taksaka.


Memuakkan dan menjijikan.


Foto dan video itu untuk membuat netizen menghujat Emilia yang terlihat bersenang senang saat papanya masuk rumah sakit. Bahkan sampai papanya meninggal dunia.


Sungguh pembohongan publik yang kejam.


BUGH


Bima meninju keras dinding di dekatnya sampai foto foto yang tergantung bergetar karenanya.


"Orang itu memang ngga punya perasaan. Padahal kita sedang berduka," kecam Andra penuh geram. Dadanya bergejolak penuh amarah. Untunglah Dewa cepat menyadarinya. Semoga Emila, dan ketiga adiknya ngga menyadari video dan foto foto ini.


"Mereka ingin menjatuhkan mental Emilia," tukas Dewa pelan.


"Ngga tau Arjuna terlibat atau engga dalam rencana papanya. Atau Arjuna terlibat membantu memghapus situs situs ini," sambungnya lagi.

__ADS_1


"Terlalu cepat mengira Arjuna membantu. Menghancurkan Emilia mungkin iya," tandas Bima meremehkan.


Ngga mungkin si brengsek itu melakukannya, kan?


"Kenapa Taksaka selalu melakukan hal hal ngga terpuji untuk menjatuhkan kita? Apa dia ngga punya kerjaan lain?" kesal Dewa. Gara gara hal ini dia jadi kehilangan waktu berharganya.


"Mereka ngga akan membiarkan kita bangkit. Bahkan setelah papa meninggal."


Andra dan Dewa menatap wajah Bima yang mengeras. Bahkan tangan Bima sudah terkepal.


"Sekarang kita harus selalu waspada. Bahkan ngga semua rekan kerja kita orang baik. Sudah terbukti dengan Pak Suswo," kata Bima lagi.


"Iya," jawab keduanya berbarengan.


Ngga ada teman baik di dunia bisnis. Hanya saling menusuk tiap ada kesempatan.


"Tadi gue melihat Arjuna dan Galih di pemakaman Om," kata Dewa membuat keduanya terhenyak kaget.


"Kenapa lo ngga bilang tadi?" kesal Andra. Kalo dia tau, pasti akan ditonjoknya laki laki brengsek itu.


"Nanti ada keributan," bela Dewa ngga mau disalahkan.


"Emilia juga sadar kalo ada Arjuna di situ," sambung Dewa lagi.


"Apa yang dilakukan mereka?" tanya Andra ingin tau.


"Ngga ada. Emilia ngga mempedulikannya.'


"Syukurlah," ucap Andra lega.


"Ngga mungkin dia masih mengejar Emilia. Kabar terbaru yang gue dapat barusan, Arjuna akan bertunamgan dan akan segera menikah," info Dewa lagi.


Dewa ngga sengaja menatap ke arah mana netra adik sepupunya tadi tertuju Ternyata ke arah Arjuna. Ada Galih juga di belakangnya.


Mau apa Arjuna sampai berada di luar pemakaman. Apa dia tau pergerakan Emilia? batin Dewa sambil meggelengkan kepalanya.


"Baguslah. Jadi lebih mudah Emilia melupakan si brengsek itu," pungkas Bima cepat.


"Tapi kenapa Arjuna ada di pemakaman? Dia mengikuti Emilia? Ngga mungkin, kan, ada mata mata di rumah kakek," kata Andra demgan asumsinya.


"Biarkan saja dia berbuat apa saja. Selagi Emilia tidak menyambutnya, kita bisa tenang," ucap Bima dengan kilat marah di sepasang mata teduhnya.

__ADS_1


Andar dan Dewa hanya menganggukkan kepalanya.


Tidak ada yang tau isi pikiran Arjuna Taksaka. Beda dengan papanya, yang sangat terlihat jelas gebrakannya.


__ADS_2