Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Kemarahan Arjuna


__ADS_3

"Siapa yang melakukan ini," geram Arjuna yang berada di dalam ruangan kerjanya. Tangannya sibuk menghapus situs situs dan blog blog yang memuat video dan foto foto seksi Emilia.


Yang membuat Arjuna semakin kesal, kenapa wajah dirinya di blur kan. Apa dia ngga cukup tampan untuk bersanding dengan seorang Emilia Sagara.


Kembali dia mendengus kasar.


*Siapa yang membuat foto foto dan video ini?


Ini waktu di Bali*.


Ada orang lain yang mengawasi mereka? batin Arjuna penuh tanya ngga abis pikir.


DEG


Papi?


Arjuna menggelengkan kepalanya. Tapi jantungnya terus saja beedegup kencang ketika nama yang paling dicurigainya muncul di kepalanya.


Ngga mungkin, batinnya menolak percaya.


Memang keluarga mereka diuntungkan dengan tidak tereksposnya wajah dirinya. Jika saja wajahnya ngga diblurkan, pasti akan terjadi kehebohan yang amat sangat luar biasa.


Dua keluarga yang bermusuhan akan segera berbaikan, atau


Putra dan putri dari dua keluargq yang bermusuhan sedang menjalin hubungan secara diam diam, *atau bisa juga


Keluarga besar bermusuhan, tapi anak anaknya menjalin cinta*.


Begitu mungkin headline news yang akan beredar.


Arjuna menghembuskan nafas dengan kasar berkali kali.


Dia maupun Bima kecolongan soal ini. Cuma satu orang yang bisa melakukannya. Tangan Arjuna mengepal menahan marah.


Arsen.


Arjuna menghela nafas kasar. Ada beberapa foto Emilia yang disimpannya sebelum di hapus. Baru kali ini dia memiliki foto Emilia yang sangat cantik dan sekai. Harusnya foto dirinya juga tampak jelas. Sayangnya mereka berdua ngga sempat foto bersama.waktu itu.


Ingatanya kembali saat dia mengecup lembut bibir Emilia di tengah laut. Bibirnya tersenyum dan hatinya berbunga. Mereka sangat dekat dan Arjuna tau, Emilia sudah takluk dengannya.


Situs situs ini ngga resmi. Arjuna mencoba melacaknya, tapi langsung melenyapkan diirinya. Hanya situs situs kecil yang sengaja dimanfaatkan.


Apa Om Sujatnata juga terlibat?


Arjuna sudah bisa memastikan ini adalah kerjaan papi dan calon papa mertuanya. Ngga ada orang lain yang tertarik mengekspos.berita ini. Apalagi menurut Emilia, dia belum lama kembali dari luar negeri. Pastinya dia belum seterkenal hingga orang orang berkomba lomba untuk mmfoto dirinya. Arjuna sendiri jarang menanpakkan diri di dunia luar. Hanya orang orang tertentu yang mengenal mereka.


Arjuna ingat betapa setianya Om Sujatnata pada Papinya. Peristiwa beberapa tahun yang lalu, media sangat heboh dan panas memberitakan kejahatan keluarga Sagara sampai mereka terpuruk. Itu semua karena Om Sujatnata dan perusahaan medianya yang menguasai pertelevisian, maupun media cetak. Begitu juga dengan sosil budaya. Betapa rapi dan terencana berita itu menyebar.

__ADS_1


Waktu itu Arjuna sangat mendukung keterpurukan keluarga pembunuh kakek dan neneknya. Tapi kini dia merasa langkah yang dilakukan papi dan Om Sujatnata salah dan ngga punya perasaan. Apa lagi Emilia baru kehilangan papinya. Judul beritanya pun membuatnya geram.


Emilia saat itu ngga tau dan menyangka papinya baik baik saja seperti saat dia tinggalkan untuk berlibur ke Bali.


Arjuna beranjak dari kursinya. Dia harus menemui papinya. Padahal dia sudah berjanji pada papinya akan menurut, asal papinya ngga menggamggu keluarga Emilia. Sekarang papinya sudah melamggar janjinya.


"Papi ada di ruangannya?" tanya Arjuna sambil menatap pintu ruangan papinya yang tertutup.


"Ada tuan muda," kata Rina, sekretaris papinya dengan suara dilembut lembutkan.


Pewaris Taksaka grup yang sangat tampan dan berkharisma tapi belum punya kekasih. Banyak digilai perempuan perempuan cantik.


Walaupun Rina sekretaris dan seumuran dengan Arjuna, tapi penampilannya sopan. Mungkin karena dia adalah sekretaris bos besar. Sedangkan sekretaris Arjuna sangat modis dan seksi, walaupun masih bisa dianggap sopan.


"Oke," kata Arjuna tanpa menoleh padanya, membuat Rina memendam kecewa.


Dia bingung juga, tipe seperti apa yang disukai anak bos besarnya itu. Para pegawai yang masih muda dan belum menikah, sama sekali ngga diliriknya. Padahal mereka cantik cantik dan seksi.


Tapi Rina ngga tau tentang pergaulan tuan mudanya di luar. Mungkin mereka bukan kelasmya. Karena itu ngga dilirik sama sekali.


TOK TOK TOK


Arjuna mengetuk pelan pintu ruangan papinya.


"Masuk."


Arjuna pun membuka pintu dengan perlahan . Matanya beradu pandang sesaat dengan papinya sebelum papinya mengalihkan tatapannya ke arah laptopnya kembali.


Dengan tenang Arjuna melangkah ke hadapan papinya dan kini jarak mereka hanya terpisahkan oleh meja kerjanya saja.


"Pi," panggil Arjuna membuat papinya kini menoleh padanya.


"Ada apa?" tanya papinya-Arga Taksaka sambil membetulkan letak kaca matanya yang sedikit melorot.


Arjuna berdehem sebenar kemudian menatap papinya dalam.


"Apa papi yang menyebarkan foto foto dan video putri dari Sagara grup?" tanyanya terus terang.


"Kamu nuduh papi?" sergah papinya kesal.


Insting anak ini memang tajam, batin papi memuji.


"Ada yang aneh dengan video.dan foto yang beredar."


"Anehnya dimana?" tanya papinya dengan kening berkerut. Tetap mempertahankan sikap pura pura ngga taunya.


"Wajahku ngga terlihat jelas," ucapnya datar.

__ADS_1


Arga Taksaka tersenyum miring.


"Harusnya kamu bersyukur ngga ada wajahmu," tandas Papinya juga datar.


DEG


Arjuna merasa papinya mencoba mengintinidasinya.


"Karena itu aku jadi curiga kalo papi sudah melangga kesepakatan kita," jawab Arjuna berani. Kali ini kedua tangannya dimasukkan ke saku jasnya. Posisi berdirinya sangat santai tapi wibawanya terlihat jelas.


"Kamu meragukan papi?" tanya papi sedikit menggertak. Emosinya cepat naik kalo menyangkut keluarga Sagara. Ada sedikit rasa kecewa di hatinya melihat putranya begitu membela putri dari Revi Sagara.


"Aku sudah menawarkan kesepakatan dengan papi. Aku bersedia bertunangan dengan putri Om Sujatnata dengan syarat papi ngga mengganggu keluarga Sagara," ucap Arjuna tenang.


Arga Taksaka mendengus kesal.


"Kamu terlihat seperti orang bodoh yang jatuh cinta pada putri musuh keluarganya," sarkas Arga Taksaka.


"Terserah papi mau mengatakan apa. Yang jelas aku ngga mau kita berurusan lagi dengan keluarga mereka. Apalagi keluarga mereka juga sudah ngga mengganggu keluaga kita," tegas Arjuna membuat papinya mendelikan matanya.


"Aku melakukan ini juga demi kesehatan papi. Soal hitung hitungan dosa dan kesalahan, biar malaikat saja yang mengurusnya," sambung Arjuna lagi.


Emosi Arga Taksaka yang mulai naik kini mengendur.


Mungkin yang dikatakan anaknya benar. Tapi rasa sakit kehilangan orang tua dalan waktu mendadak sudah mendarah daging dalam dirinya. Sukar untuk dia lupakan.


Arga Taksaka mengambil nafas berulang kali. Dia harus mengalah dan lebih baik memikirkan pertunangan putranya. Sebelum kebongkar kalo dialah penyebab Revi Sagara mendapat serangan jantung. Aga Taksaka yakin, kako itu terjadi Arjuna pasti akan membangkangnya lebih dari ini.


"Baiklah," katanya mengalah.


Mengalah sekarang, untuk menang ke tahap berikutnya, batinnya yakin.


"Terimakasih, Pi," kata Arjuna, kemudian dia membalikkan tubuhnya bermaksud akan meninggalkan ruangan papi.


"Papi harap kamu ngga mengingkari kesepakatan kita untuk menikahi Vania."


Kata kata papinya membuat Arjuna menghentikan langkahnya. Tanpa berbalik diapun menyahutinya.


"Tentu, aku akan menikahi Vania."


"Perasaan kamu dengan gadis itu harus kamu lupakan," tegas Arga Taksaka dingin


"Papi ngga perlu memikirkan perasaanku," balas Arjuna ngga kalah dinginnya.


Kemudian dia melangkahkan kakinya meninggalkan ruangan papi dengan hati menahan marah.


Emil, carilah penggantiku, batinnya dengan rahang yang mengeras.

__ADS_1


__ADS_2