
"Mama ngga apa apa?" tanya Arsen langsung menghampiri mamanya yang berada bersama Maria.
Perempuan Sagara itu memeluk mamanya yang nampak shock dan berusaha menenangkannya.
Mamanya pun menangis dan langsung memeluk Arsen.
"Mama takut...."
"Tenang, Ma. Tenang, sudah ngga apa apa," ucap Arsen lembut menenangkan mamanya yang kini masih gemetaran tubuhnya dalam isakannya.
Maria menatap laki laki dingin itu dengan takjub.
Ternyata dia sangat menyayangi mamanya, batin Maria tersentuh.
DEG
Jantung Maria berdebar aneh ketika mata elang itu menatapnya penuh rasa terima kasih.
Maria hanya hanya tersenyum tipis.
Dalam hati Arsen heran, kenapa gadis ini bisa berada di apartemen ini. Juga Arjuna dan temannya. Ngga mungkin mereka tinggal di sini. Benak Arsen penuh tanda tanya.
"Kita harus segera pergi," kata Arjuna memecah kesunyian.
Arsen menatap sengit adik satu ayahnya. Dia yakin yang datang tadi adalah orang suruhan Arga Taksaka, papa mereka. Tepatnya Papa Arjuna.
Kalo dugaan Arsen ngga meleset, Arga Taksaka pasti berniat akan menyandera mamanya agar dia kembali mematuhinya.
Ciiih,,, dia ngga akan pernah sudi!
"Aku akan membereskan barang barang tante dan kamu," kata Maria berinisiatif lalu melangkah masuk ke dalam kamar.
"Bawa dua koper itu aja," tukas Arsen sambil menunjuk dua koper yang berada di samping tempat tidur.
Untung dia meminta mamanya agar ngga membongkar pakaian mereka yang ada di koper.
"Oke." Ada satu koper ukuran besar dan satu lagi ukuran kecil. Maria segera menarik pegangan keduanya.
'Biar aku yang bawa," kata Arjuna sambil mengambil alih.
"Aku ambil kopermu dulu, Juna," ucap Mars sambil masuk ke dalam kanar mereka. Perasaannya ngga tenang.
Kalo memang orang orang tadi suruhan Arga Taksaka, mereka semua dalam bahaya.
Kini mereka sudah berada di depan lift.
Perasaan Arsen ngga tenang. Juga Arjuna. Mereka yakin, sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
TING
__ADS_1
Benar saja. Begitu pintu lift terbuka sedikit, terlihat ujung pistol tertuju pada mereka.
Arjuna nekat menekan tombol close pada pintu lift.
Sambil menarik Maria menepi bersama mamanya, Arsen menembakkan senjata di tangannya. Begitu juga Arjuna dan Mars.
DOR DOR DOR!
DOR DOR DOR!
Para pengawal itu juga balas menembak. Untunglah pintu lift segera tertutup.
Arjuna menekan tombol lantai paling atas. Root top.
"Ngapain kita ke atas?!" sentak Arsen kesal.
"Lo mau kita jadi perkedel di bawah?" balas Arjuna ngga kalah kesal.
Arsen terdiam. Dalam hati membenarkan. Apalagi mereka membawa dua orang perempuan. Jika hanya mereka, ngga terlalu sulit menembus barikade pengawal. Paling tertembak sedikit saja.
Tapi ada mamanya yang terlihat lemah dan Maria yang sedikit diluar prediksinya. Saat melirik ke bawah, Arsen melihat gadis itu ngga menggunakan alas kakinya lagi.
Kemana sepatunya?
Sekarang kalo sudah tiba di root top hotel mereka bisa apa. Yang ada mereka bakal terjebak di sana. Sementara para pengawal Arga Taksaka pasti saat ini sedang memburu mereka. Mereka akan mudah ditangkap.
Mereka sudah mati langkah dan pasti akan tertangkap dengan mudah.
"Kak Dewa, Kak Andra," seru Maria sambil berlari ke arah mereka berdua yang juga sedang mendekat.
Dewa dan Andra menghampiri mereka sambil berlari dengan wajah penuh tawa.
"Kemana sepatu kamu?" tanya Dewa dengan suara.keras berusaha mengalahkan suara angin dari helikopter, saat menyadari telapak kaki adiknya tanpa alas.
"Hilang," sahut Maria cuek.
"Sudahlah. Ayo cepat naek," seru Andra memutus obrolan ngga penting dua saudara kandung itu
Maria pun segera naek duluan di susul Mama Arsen, kemudian Arsen, Arjuna dan Mars.
"Terimakasih," ucap Arjuna terharu atas pertolongan ngga terduga ini. Apa lagi dari keluarga Sagara yang dulu selalu dicuranginya.
"Hemm... sama sama," sahut Andra dengan perasaan ngga menentu. Mengingat kesalahannya pada Vania, mantan tunangan Arjuna.
"Kak Bimaaa," seru Maria senang melihat kakak sepupunya yang mengendalikan helikopter.
Bima tersenyum, dalam hati bersyukur karena belum terlambat menyelamatkan adik sepupunya dan yang lainnya.
Pengawal pengawal yang mengikuti Maria melaporkan hal yang aneh. Ada satu pasukan yang memasuki lift dengan tujuan lantai yang sama dengan nona muda Maria.
__ADS_1
Bima yang sedang berada di perusahaannya, kemudian berlari ke arah root top, tempat helinya diparkir.
Andra dan Dewa yang melihatnya menyusulnya dengan heran.
Bima hanya menjelaskan secara singkat kalo Maria dalam bahaya.
Saat ini mereka memang harus cepat cepat meninggalkan root top apartemen ini, karena orang orang jahat itu pasti sebentar lagi akan sampai.
Dan benar saja, baru saja Heli itu lepas landas, orang orang itu tiba di root top.
Ada satu tangan yang mengomando agar pistol yang teracungkan itu di tarik lagi. Tidak ditembakkan.
Arga Taksaka.
Dia menahan anak buahnya agar ngga menembak. Biar bagaimana pun ada dua putranya di dalam Heli itu.
Arjuna pun menahan tangan Arsen yang akan menembak papa mereka dan menatap netra papanya yang menyorot tajam.
Arjuna tau arti tatapan papanya. Papanya sedang menahan marah. Pasti beliau sudah tau kalo yang menyelamatkan mereka adalah keluarga Sagara. Keluarga yang papanya benci sampai ke dalam sumsum tulangnya.
"Untung aja papamu ngga membiarkan anak buahnya nembak heli ini," kata Maria lega.
Arjuna ngga menjawab. Demikian juga Arsen. Mars hanya menanggapi dengan senyuman tipisnya.
Dalam hati Mars tau kalo Papa Arjuna pasti sedang menahan kemarahannya. Dan itu akan sangat mengerikan di kemudian hari efeknya pada mereka.
Sementara itu Arga Taksaka menatap tajam helikopter dengan tulisan Sagara di dekat ekornya yang sangat terlhat jelas.
Ngga disangkanya, putra kebanggaannya dan putra yang baru diakuinya bekerja sama dengan keluarga Sagara.
Mereka memperalat putrinya untuk membuat Arjuna mengkhianatinya.
Sebelum penculikan mama Arsen dimulai, Arga Taksaka sudah menunggu di basemen apartemen. Ngga diduga penculikan gagal.
Dan informasi yang di dapat malah sangat mengejutkan. Arjuna ada di apartemen itu bersama dengan Mars, bukan Galih.
Karena itu mereka menunggu di depan lift untuk menyergap Arjuna dan teman temannya
Sayangnya kedua putranya sangat tanggap dan gesit. Beberapa anak buahnya sampai terluka terkena tembakan yang ngga mereka sangka.
Arga Taksaka memaki panjang pendek. Kemudian memerintahkan semua pengawalnya mengejar sampai kemana pun mereka pergi.
Ternyata root top.
Hati Arga Taksaka sangat senang. Mereka semua terperangkap di sana.
Tapi dia kecele. Ternyata helikopter keluarga Sagara menjemput mereka.
Amarah Arga Taksaka sudah sampai ke ubun ubun. Ngga disangkanya, hubungan putranya cukup dekat dengan anggota keluarga Sagara. Bahkan mereka mau menyelamatkan putranya.
__ADS_1
Ini ngga bisa dia biarkan. Dia ngga akan memberikan Arjuna dengan mudah. Dia papanya. Ngga ada yang bisa memiliki putranya, apalagi dari keluarga penjahat itu.