Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Membingungkan


__ADS_3

'Ngga mungkin papa. Ngga mungkin Mars membatalkan pernikahan ini," ucap Sita dengan bibir bergetar.


Papa Sita memeluk putrinya yang sedang terguncang. Mamanya pun sedang menangis


"Bang Harfi udah kasih tau, kan. Mars pastu suatu saat akan menolak kamu," geram Harfi, kakak laki laki Sita.


Harfi tau kalo Mars terpaksa menerima perjodohan mereka. Karena Harfi juga tau kalo Mars ngga bisa menolak. Seperti dirinya.


Kini pernikahannya yang hasil dari perjodohan pun sedang berada di ujung tanduk. Mereka selalu bertengkar. Hanya karena putri mereka yang baru berumur setahun membuat dia bertahan.


Padahal Harfi sudah ngga tahan dengan neraka rumah tangganya.


Karena itu Harfi pernah menyarankan agar adiknya menolak perjodohan ini. Tapi Sita sangat keras kepala. Katanya dia sudah jatuh cinta pada Mars. Sedangkan Mars terlihat biasa saja dengannnya.


"Abang, sih, ngga pernah baik dengan Mars. Jadinya Mars menolak di saat saat akhir," nyolot Sita tajam. Selama ini Harfi selalu cuek setiap bertemu Mars


"Loh, kok, abang yang disalahkan. Dengar ya, kalo dia suka kamu pasti dia.akan lanjut terus," sarkas Harfi kesal.


Adiknya dari dulu paling susah dinasehatin jika menyangkut Mars.


"Papa, bang Harfi keterlaluan," adu Sita dalam tangisnya.


Papa pun memberikan isyarat mata dan gelengan kepala agar Harfi ngga bicara lagi.


"Sekarang kita harus gimana, Pa. Undangan sudah disebar," isak mama bingung.


Mereka akan jadi topik hangat. Sita-putri mereka nantinya pasti akan jadi pembicaraan negatif kenalan mereka.


Papanya masih terdiam. Masih bingung. Setelah Jupiter menelponnya tadi, dia masih ngga percaya. Setaunya hubungan Mars dan Sita baik baik saja. Karena itu beliau masih ngga bisa percaya.


*


*


*


"Kamu pulang, nak?" tanya Mama Arsen ketika.melihat anaknya membuka pintu masuk apartemen mereka.


"Ya, mama. Aku bawakan makanan, ma," kata Arsen sambil meletakkan paper bag ke atas meja makan.


"Laen kali belikan mama bahan makann aja. Biar mama yang masak. Mama kangen masakin kamu," ucap wanita paruh baya itu lembut .


"Nanti sore akan aku belikan ma," kata Arsen dengan.wajah tersenyumnya.


Mamanya membantunya menata makanan di atas meja.


"Arsen, bisakah nanti sore kamu membawa mama ke pemakaman sahabat mama?" tanya beliau sambil menatap Arsen sesaat sebelum menindahkan makanan itu ke piring piring mereka


Arsen mengerutkan keningnya.


Bukannya mamanya belum mau ke area publik?


"Tadi mama melihat beritanya di tivi. Ternyata dia sudah meninggal," jelas mamanya pelan. Ada nada sedih dalam ucapannya.


"Siapa ma? Kekasih mama?" Arsen mencoba bercanda untuk kembali membuat mamanya tersenyum.

__ADS_1


Berhasil. Mamanya tersenyum tipis.


"Dulu dia sahabat mama waktu kuliah. Dia sangat baik. Keluarganya juga," jelas mamanya lagi


"Oooh." Kali ini bibir Arsen melengkung ke atas. Hatinya senang karena dulu mamanya dikelilingi orang orang yang baik.


Tapi yang dia herankan, kemana orang orang itu saat mereka menderita.


Mamanya mengamati wajah putranya dalam dalam, seakan tau apa yang sedang dipikirkan Arsen.


"Emm... Setelah papa kamu meninggalkan kita, mama menghilang dari peredaran orang orang yang mengenal mama."


Sejak rudapaksa yang dilakukan Arga Taksaka, dia memang pergi meninggalkan kota kelahirannya bersama ibunya. Mama Arsen ngga mau kalo Arga Taksaka menemukannya. Juga sahabatnya. Mereka pasti akan berkelahi karena sahabatnya pasti akan menghajar Arga Taksaka abis abisan.


Tapi mama Arsen ngga ingin itu terjadi. Dia ngga ingin sahabatnya terluka. Tapi sekarang, kenyataan pahit menderanya. Sahabatnya malah sudah meninggal dunia ternyata.


Rasanya teramat sedih begitu tau orang yang dulunya sangat dekat tapi malah sudah pergi sejak lama. Tanpa dia ketahui.


Arsen terdiam. Sebenarnya dia ingin bertanya tentang papanya yang selama ini selalu mamanya rahasiakan.


Apa yang sudah terjadi. Apa pikirannya benar kalo Arga Taksaka sudah memaksa mamanya dan membuatnya depresi?


Tapi Arsen masih takut kalo gara gara dugaannya akan membuat mamanya kembali depresi lagi.


Mamanya kembali menyuapkan makanannya.


"Siapa nama.sahabat mama itu?" Arsen lebih memilih mengganti arah pertanyaannya.


"Nama Revi Lukman Sagara."


Dada Arsen langsung bergemuruh hebat.


Sagara. Revi Sagara


Lidahnya langsung kelu.


Kenapa kenyataan yang dia ketahui sangat mengerikan?


Bagaimana kalo mamanya tau selama ini dia bekerja pada Arga Taksaka untuk menghancurkan keluarga Revi Sagara? Sahabat mamanya yang selalu melindunginya?


Uhuk uhuk uhuk


"Kamu kenapa? Minum dulu," ucap Mama Arsen cemas sambil menyodorkannya segelas minuman.


Arsen menerima tanpa menjawab. Dia pun langsung meneguk abis. Rasanya tenggorokannya sangat kering.


"Nanti sore Arsen akan bawa mama ke sana," tukas Arsen setelah ketenangan menyelimuti dadanya lagi.


"Kamu tau di mana kuburannya?" tanya Mama Arsen dengan binar di sepasang mata teduhnya.


"Tentu saja, Ma. Revi Sagara, orang terkenal. Aku tau di mana beliau dimakamkan."


Saat Revi Sagara meninggal dunia, Arsen merasa cukup bersalah. Karena pastinya Arga Sagara sudah memanfaatkan foto foto yang dia berikan.


Arsen sama sekali ngga nyangka kalo jantung Revi Sagara ngga kuat mengetahui kenyataan kalo putrinya berhubungan dengan anak Arga Taksaka, Arjuna.

__ADS_1


Arsen pun mengikuti semua prosesi pemakamannya. Jadinya dia tau dimana letak makam itu berada.


"Jika saja Revi masih hidup dan bertemu kamu, dia pasti akan sangat senang," kata mamanya bangga.


Arsen tersenyum kecut. Pastinya dia merasa Revi Sagara akan kecewa berat terhadapnya.


*


*


*


Arjuna dan Emilia saling bertatapan ketika melihat seorang laki laki muda dan seorang perempuan paruh baya sedang berdiri di makam papanya. Makam Revi Lukman Sagara.


Wanita paruh baya itu tersenyum pada Emilia. Sepasang matanya terlihat masih basah.


"Putri Revi Sagara?" tebaknya yakin. Garis wajah Emilia sangat mirip dengan Revi. Seakan melihat sahabatnya itu dalam versi perempuan.


"Ya, tante," sahut Emilia kemudian mengambil tangan kanan wanita itu dan menyalimnya.


Wanita itu mengelus rambutnya. Air matanya menitik dan segera dia hapus.


"Tante temannya papa?" tanya Emilia menebak.


Wanita itu tersenyum lembut.


"Iya. Tante sahabat papa dan mama kamu," jelasnya membuat Emilia tersenyum senang. Udah lama ngga bertemu dengan sahabat mama dan papanya.


Sementara Arsen dan Arjuna saling beradu tatap dengan sangat tajam.


Kedatangan Arsen di makam papanya Emilia tentu saja membuat Arjuna selain bertanya tanya juga geram.


Laki laki ini termasuk salah satu yang menyebabkan papa Emilia meninggal dunia. Walau memang sudah jalan takdir.


"Nama kamu siapa?" tanya Mama Arsen lembut.


"Saya Emilia, tante," sahut Emilia juga lembut.


"Nama yang indah. Ini pacar kamu?" tanya Mama Arsen sambil mulai memperhatikan Arjuna. Keningnya sedikit mengernyit dan jantungnya tiba tiba berdebar keras.


Laki laki muda ini mirip sekali dengan Arga Taksaka, batinnya tiba tiba ngga tenang.


"Iya, tante," sahut Emilia agak ragu memberitahukan nama Arjuna. Takut tante ini malah shock, jika tau anak sahabatnya malah berpacaran dengan anaknya Arga Taksaka.


Mama Arsen tersenyum tipis.


"Ini putra tante, namanya Arsen," kata mama Arsen mengenalkan.


Reaksi Emilia biasa saja, tersenyum dan mengangguk kecil pada Arsen.


Tapi Arjuna harus menahan dirinya agar ngga berseru saking kagetnya.


Sangat mengejutkan ketika mengetahui kalo mama Arsen adalah sahabat papa Emilia. Tapi kenapa dia malah bekerja dengan papanya untuk menghancurkan sahabat mamanya? Revi Sagara?


"Ehemm...

__ADS_1


__ADS_2