Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Kesakitan Hati Emilia


__ADS_3

"Summer," ucap.Arjuna berbisik di telinga Emilia kerika gadia itu baru keluar dari toilet.


Emilia terkejut sekaligus senang(?) melihat Atjuna sudah berada di dekatnya.


Summer? Kenapa dia tau? Matanya membulat menatap Arjuna yang berdiri sangat dekat denganmya.


"Summer?" balas Emilia tanpa sadar.


"Ikut aku," tegas Arjuna sambil menarik tangan Emilia yang mengikutinya tanpa bisa menolak.


Mereka melewati pintu samping restoran dan berjalan keluar menuju lift.


"Juna! Kamu mau bawa aku kemana?" tanya Emilia sambil menncoba menariik paksa tangannya yang digenggam Arjuna. Tapi genggaman itu terlalu kuat membuat Emilia ngga bisa melepaskan diri.


Dengan susah payah karena heelsnya yang setinggi lima belas centi, Emilia terpaksa mengikuti Arjuna yang berjalan sangat cepat.


Arjuna.sudah seperti sangat mengenal situasi dan kondisi root top hotel dengan sangat baik. Dia terus berjalan cepat menuju lorong kecil di dekat lift yang akan membawa mereka ke kolam.renang.


"Juna! Aku harus segera kembali," marah Emilia bercampur takut dengan sikap Arjuna yang begitu memaksa.


Begitu sampai di ujung lorong, Arjuna mendorong.Emilia.dengan paksa ke dinding. Dia langsung menghimpit Emilia dan menghisap kuat bibir merahnya.


Emilia melenguh kaget, antar hasrat dan logika. Dia pun shock dengan ciuman Arjuna yang begitu mendadak.


"Gadis nakal, beraninya kamu melakukan kencan buta," kata Arjuna setelah melepaskan ciuman panjangnya untuk menarik nafas dan menghirup oksigen sebanyak banyaknya sebelum menyerang Emilia lagi.


Jiwa Emilia masih berada di langit langit yang sangat tinggi. Matanya masih terpejam dengan bibir setengah terbuka membuat hasrat Arjuna semakin tinggi.


"Kamu ingin menggoda ku di acara kencan buta, manis?.Kamu masih saja suka dengan baju yang memperlihatkan bahu putihmu," kesal.Arjuna dengan suara bergetar. Dia pun mencecap bahu dan pundak yang terhampar menantang di depannya.


Gadis nakal ini hanya menggunakan gaun satin yang hanya menutup sampai dadanya.


"Kenapa kamu mengoleksi baju baju seperti ini," racau Arjuna dengan nafas mengengah. Dia sudah gila dalam hasratnya.


Emilia sendiri mengeluarkan suara suara anehnya membuat Arjuna semakin dibakar keinginan untuk menaklukan gadisnya yang suka memancing gairah terdalamnya.

__ADS_1


Tangannya meraih kartu di saku celana dan menggesekkannya di pintu di samping dinding tempat mereka bersandar.


Begitu pintu terbuka, Arjuan langsung mengangkat tubuh Emilia yang sudah seperti gel lebih tinggi hingga hidung Arjuna menyentuh dada atas gadis itu yang terbuka lebar.


"Kamu harum, sayang, " racau Arjuna sambil menggendong Emilia dan melamgkah memasuki kamar hotel yang pintunya sudah terbuka itu.


Dengan akinya dia menutup pintu kemudian memempelkan.Emilia di dinding kamar sambil terus mencium dan menghisap aroma harum dada Emilia.


Arjuna benar benar terbakar gairah. Emilia hanya pasrah menerima semua perlakuannya. Dari mencium, menghisap bahkan mere*mas membuat Emilia yang juga merindukan sentuhan Arjuna membiarkannnya dan menikmatinya. Bahkan tanpa disadarinya dia menahan kepala.Arjuna di dadanya. Bahkan laki laki pujaannya itu sudah menurunkan gaunnya dan mencecep dengan rakus dua puncak gunung kenikmatan dunia tiada tara.


Emilia dan Arjuna sama meracaunya. Setelah menahannya berhari hari, keduanya terus mendaki kenikmatan yang tiada duanya.


Bahkan kini Arjuna sudah membaringkan tubuh Emilia, dengan pakaiannya yang sudah terbuka di sana sini.


"Aku, kan, yang kamu inginkan, sayang?" bisik Arjuna sangat dominan.


Di dera kenikmatan yang tiada henti, Emikia tersadar, bagai di guyur es ketika Arjuna akan melepas under wearnya.


Kesadarannya mumuncak, bayangan wajah papanya yang meninggal membuat Emilia menjerit tiba tiba. Dia mendorong Arjuna dengan sekuat tenaganya, kemudian Emilia menutup wajahnya sambil mengisak.


Dia merasa hancur, Arjuna kembali membuatnya merasa sangat bersalah dan kembali berdosa. Emilia terus saja menangis dengan memilukan.


Arjuna yang lagi lagi jatuh teejengkang di lantai jadi mematung melihat reaksi histeris yang diperlihatkan Emilia. Tangisan gadis itu membuatnya mamaki dirinya yang ngga bisa menahan hasratnya yang membungbung sangat tinggi.


"Apa yang sudah aku lakukan?" gumamnya sambil memukul kepalanya sendiri.


Padahal tujuan awalnya ingin memarahi gadis nakal itu karena berani beraninya melakukan kencan buta. Untung targetnya dia yang menyambut. Jika orang lain?


Sedari tadi dada Arjuna sudah panas melihat gaya berpakaian Emilia yang sangat seksi. Dia ingin segera membuka kemejanya untuk menutupi bahu dan dada yang terekspos.dan dinikmati banyak orang.


Arjuna pun geram melihat Bima, Andra dan Dewa ngga mempermasalahkan gaya berpakaian adik adik mereka yang sangat seksi.


Tapi begitu mencium harum.tubuh gadis itu, yang muncul adalah keinginan.untuk mengecup dan melu*mAt tubuh seksi yang terbuka seperti sengaja dipamerkan untuknya.


Melihat Emilia masih menangis Arjuna segera naik ke tempat tidur.dan membawa Emilia.dalam pelukannya.

__ADS_1


"Maaf," katanya lemah. Arjuna membiarkan Emilia menangis di dadanya. Arjuna mengeratkan pelukamnya. Sesekali dia mengecup punggung putih polos di depannya.


"Aku cinta kamu, Emilia. Sangat cinta. Aku ngga bisa membiarkan ada laki laki lain yang meniliki kamu," bisiknya sambil mencecap punggung yang harum itu.


Emilia ngga menjawab. Kelembutan Arjuna mulai menenangkannya.


"Kita ngga mungkin," bantahnya masih dalam isakannya yang kencang.


"Aku ngga mau melepas kamu lagi. Mari kita berjuang bersama sama," bisiik Arjuna dengan suara bergetar. Dia sudah memantapkan hatinya untuk bersama.Emilia. Gadis yang sangat dia.cintai dan dia inginkan.


Emilia ngga menjawab, malah air matanya yang tambah deras mengalir.


Semua sudah terlambat, desisnya dalam hati. Papanya sudah meninggal. Itu karena papanya Arjuna.


"Kita akan menikah Emilia. Aku hanya ingin menikah dneganmu," kata Arjuna sambil mengeratkan pelukannya. Inilah yang dia rasakan, takut melepas Emilia lagi.


"Papaku... sudah tiada Juna," isak Emilia setengah meratap.


"Aku akan melindungimu. seperti papamu melindungimu," janji Arjuna.


"Nggak mungkin.... Papamu yang sudah membuat papaku meninggal."


Tubuh Arjuna menegang. Telinganya bagai diperas dengan kuat. Dan tangisan Emilia semakin pecah.


"Apa maksudmu?"


Arjuna melepaskan Emilia dan menatapnya nyalang.


Emilia.sudah merasa matanya mengabur karena air matanya yang ngga berhenti menetes.


"Papamu ... mendatangi papaku ke kantornya. Dia menentang hubungan kita, Juna. Papaku.... papaku kaget dan jantungnya bereaksi kuat." Emilia berteriak dalam tangisnya.


"Papamu jahat, Juna! Papamu kejam!" jerit Emilia lagi tepat di depan wajah Arjuna yang bergeming bagai patung. Kini Emilia menangis sejadi jadinya setelah meluapkan seluruh beban kesakitan dalam hatinya.


Arjuna tersadar dan menariknya dalam pelukannya dengan tubuh bergetar hebat.

__ADS_1


Bodoh, harusnya aku sadar saat papi sudah tau hubungannya dengan Emilia. Papi pasti ngga sekedar memberitahu, pasti dia sudah melakukan hal buruk, geram Arjuna dengan nafas memburu menahan kemarahan akibat dengan mudahnya dia masuk dalam tipu daya papinya.


__ADS_2