Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Emilia Ketahuan?


__ADS_3

Arjuna masih menatap tajam pada si kembar yang kini sudah keluar dari mobil mereka dengan salah tingkah.


"Ini rencana kalian?" tuduhnya tenang.


"I iya," sahut Cleo jujur, sedangkan Cila hanya menunduk dengan memainkan jari jarinya saking takut akan kemarahan Arjuna.


"Kenapa kalian lakukan itu," keluh Arjuna setengah kesal. Apalagi si kembar sampai berani menjejakkan kakinya di club. Terutama Cila. Kalo Cleo, Arjuna ngga begitu khawatir karena lebih berani.


"Ki kita mau mastiin kalo kakak ada hubungan dengan Kak Emilia," ucap Cleo mulai berani walau agak tergagap.


"Hemmm," dengus Arjuna sambil memperhatikan kedua adik kembarnya dengan tajam.


Mereka mulai berani menjawab, batinnya kesal


"Kakak, teganya membuat bibir Kak Emilia bengkak," semprot Cila mulai memberanikan diri karena melihat wajah kakak sepupunya masih baik baik saja.


"Dia suka juga," jawab Arjuna asal membuat keduanya melotot.


"Kakak sangat mengerikan," unpat Cila setelah kagetnya hilang mendengar kata kata santai Arjuna tadi.


"Laki laki ganas," cerca Cleo sinis.


Arjuna menghela nafas.


"Pulang sekarang, atau kakak laporkan kalo kalian maen ke club dengan tante....," titahnya menjeda sambil menatap wajah si kembar yang mulai pias.


"Atau om?" ancamnya sangat tenang. Dia tau kartu truf yang bisa membuat kedua adik sepupunya langsung mingkem.


Keduanya saling pandang dan mulai takut. Ngga bisa dibayangkan kemarahan mama kalo tau. Mereka bakalan dipingit sebulan. Apalagi kalo sampai papa juga tau. Segala fasilitas akan dicabut, mereka harus menjalani hidup sebagai orang miskin dan menggantikan kerjaan pelayan di runah.


"Kita minta maaf, kak. Tolong rahasiakan, ya," pinta Cila memelas. Sedangkan Cleo hanya diam, dia sudah beberapa kali menohon begitu karena pernah ketahuan maen ke club. Dia sudah pasrah kalo harus menjadi si iyem.


"Cleo, kamu ingin kakak laporkan?" ancam Arjuna dingin sambil melirik Cleo karena ngga memohon padanya. Padahal daftar kesalahannya sudah banyak banget.


Eh, dia juga akan diampuni? Cleo yang tadinya ngga percaya kalo Arjuna akan memaafkannya jadi merasa sedikit lega.


"Ya, kak Juna. Aku juga minta maaf, Rahasiakan, ya" pinta Cleo dengan nada ngga kalah merayunya dari Cila.


"Pulang sekarang," serunya kesal.


Tanpa kata si kembar pun masuk ke dalam mobil dan berlalu pergi meninggalkan Arjuna sendiri.


Arjuna tersenyum tipis melihat kelakuan keduanya. Paling engga, campur tangan mereka membuatnya bisa mencicipi bibir manis itu lagi.

__ADS_1


Lagi laki ganas? Alis Arjuna berkerut mengingat umpatan adik sepupunya, kemudian tanpa sadar melebarkan senyumnya.


*


*


*


Arjuna masih memikirkan kata kata Emilia. Kalo dia bukan pacar Bima. Tapi kenapa dia menggunakan fasilitas Bima dan mengunjungi perusahaan Sagara grup.


Arjuna menghela nafas, kemudian menatap kembali berkas berkas yang harus dia tanda tangani.


Tiba tiba hpnya bergetar.


Papi, batinnya.


"Ya, pi?"


"Kamu yakin bisa memenangkan tender hotel di Bali, kan?" suara tegas papa terdengar.


Arjuna yakin, kalo papanya hanya ingin jalan jalan ke luar negeri bersama maminya dan meninggalkan setumpuk pekerjaan dan dendam padanya. Berobat hanya alasan.


"Juna?" tanya papinya lagi karena Arjuna ngga menjawab.


"Ingat. Kamu harus hancurkan mereka lagi, seperti yang papi lakukan dulu. Uhuk uhuk uhuk."


"Juna, mami tutup dulu telponnya, ya," kata mami dan kemudian sambungan telpon terputus.


Arjuna terdiam. Dia masih mendengar suara batuk papinya yang ngga bisa berhenti sampai maminya menutup telpon.


Papinya masih belum sembuh?


Ada notif pesan masuk ke ponselnya dari maminya.


Papimu selalu kumat sakitnya kalo menyangkut dendamnya. Juna, mami harap kamu ngga seperti papi. Kita sudah harus mengikhlaskan semuanya.


Arjuna termenung setelah membacanya. Masih ada rasa ngga rela jika mengingat kematian opa omanya. Mungkin mami sudah lelah. Apalagi sekarang kesehatan papi ngga seperti dulu.


Papi sehat sehat saja. Tapi jika membicarakan keluarga Sagara, pasti nafas beliau akan sesak dan batuknya menjadi parah.


TOK TOK TOK


CEKLEK

__ADS_1


Arjuna menatap Galih yabg sudah membuka pintu dan berjalan tergesa gesa.


"Bima sudah punya kekasih. Putri kedua grup Ajidharma, Magdalena," info Galih membuat Arjuna terdiam.


Dia ngga bohong ternyata, batin Arjuna.


"Jadi siapa sebenarnya Emilia itu, ya," ucap Galih sambil duduk di depannya.


"Anggota keluarganya, mungkin," balas Arjuna ngga yakin. Dadanya berdesir.


Kalo Emilia saudara Bima, ini akan menjadi sangat sulit, batinnya pusing.


"Sangat sulit mencari data keluarga mereka. Informasi yang diketahui hanyalah Bima, Andra dan Dewa adalah saudara sepupu. Soal adik adik mereka seakan sudah dihapus dari daftar keluarga," jelas Galih.


Arjuna mengerti. Saat kakek mereka di penjara, papinya mengerahkan berbagai media untuk mengecam dan membuly keluarga mereka. Sampai kakek Bima meninggal, papa terus saja melakukan teror dengan media. Karena dengan media, segala informasi cepat tersampaikan.Setelah itu ngga ada kabar cucu cucu mereka, hilang ngga tau kemana.


Papi sangat mendendam karena pada hari yang sama, beliau kehilangan orang tuanya.Papinya sempat membangkrutkan Sagara Grup. Tapi grup itu bisa bangkit walau perlahan. Apalagi sejak kedatangan Bima, Andra dan Dewa beberapa tahun yang lalu. Tangan dingin ketiganya dalam menjalankan perusahaan perusahaan di bawah bendera Segara grup sehingga semakin maju dan berkembang.


"Gue rasa keempat perempuan itu bersaudara dengan Bima, Dewa atau Andra," kata Galih sambil menatap Arjuna serius.


Arjuna ngga menjawan, dia tau kelanjutan omongan Galih.


"Jika Emilia ada hubungan darah dengan Sagara grup, akan sulit bagi lo mendekatinya."


"Ya," jawab Arjuna jujur membuat Galih terperangah. Sahabatnya yang dingin dan selalu malas berurusan dengan perempuan kini dipermainkan takdir.


"Jangan bilang lo akan jadi bucin," ejek Galih dengan senyum sinisnya


Arjuna hanya menarik sedikit sudut bibirnya.


*B*ucin atau bulol, entahlah, batin Arjuna dengan wajah dingin yang mencair.


"Lo berubah sejak mengenal Emilia. Gue senang. Tapi kalo Emilia adik Bima, lo ngga akan ada kesempatan. Om Arga sangat membenci keluarga mereka," kata Galih panjang lebar.


"Gue tau," sahut Arjuna kembali membaca berkas di meja kerjanya. Banyak yang harus dia tandatangani sebelum berangkat ke Bali. Kalo memang Emilia adik Bima, dia akan menikmatinya dulu sebelum nanti dihenti paksa oleh papinya.


"Keluarga Sagara pasti juga masih memendam kebencian pada keluargamu," sambung Galih lagi.


Arjuna terdiam. Pulpen di tangannya yang hendak digunakan untuk menandatangani berkas yang sudah dibacanya jadi menggantung.


Dia memejamkan matanya sebentar sebelum menandatangani berkas di depannya.


Galih ngga perlu mendengar jawaban lisan Arjuna. Jawaban yang tersirat di wajah dan gerak geriknyapun sudah bisa dia baca.

__ADS_1


Ngga ada jalan keluar kecuali keluarga mereka berbaikan dan melupakan semuanya.


__ADS_2