Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Menyimpan Kenangan


__ADS_3

BYUUR BYUUR BYUUR


"Senangnyaaa.....," seru Maria sambil berlari lari mengejar ombak yang ngga begitu jauh dari tepian pantai bersama Emilia dan Arinka. Ketiganya saling menyiramkan air dan berkejaran tanpa alas kaki. Jangan lupakan dengan bikini seksi yang mereka kenakan.


Seperti yang Zeta rencanakan, dia tiduran di kursi pantai dengan kaca mata dan payung bulat yang melindunginya dari panas sore matahari yang sudah ngga begitu terik. Sentuhan angin pantai membuatnya betah bermalas malasan di sana.


Ngga begitu rame pengunjung di pantai ini. Karena pantai ini milik sebuah resort yang sangat mahal. Tentu saja ketiga sepupu laki lakinya yang sudah menyewa demi privasi adik adik sepupu perempuan mereka.


Para pengawal pun berjaga ngga jauh dari situ untuk mengusir para pengganggu yang mendekat.


Selain bermain air, ada juga yang bermain jetski dan papan seluncur.


Setelah puas bermain air, mereka pun menuju ke Zeta yang benar benar menikmati pasir pantai dalam gemgggamannya.


"Lo ngga mau maen air?" tanya Arinka sambil berkacak pinggang. Heran melihat kelakuan sepupunya yang lebih suka tiduran dengan mengubek ngubek pasir.


"Ngga. Nanti aja," tolak Zeta cepat.


"Gue mau maen jetski," ucap Maria sambil berjalam ke arah jetski jetsi yang terparkir.


"Lo juga, Mil?" tanya Arinka sambil menatap sahabatnya.


"Gue mau maen papan seluncur aja," jawab Emilia yang mengalihkan tatapannya pqda papan seluncur yang beraneka motif terang. Letaknya pun ngga jauh dari jetski jetski yang terparkir.


"Oke."


Berdua mereka menyusul Maria yang sudah mendapatkan jetskinya.


"Gue duluan," pamit Maria heboh sambil melajukan jetski kuning terang pilihannya.


"Yaa," sahut keduanya sambil melambaikan tangan pada Maria.


Arinka pun memilih jetskinya, begitu juga Emilia yang sudah memilih papan seluncurnya.


"Oke, Mil, duluan," pamit Arinka saat meninggalkannya dengan tersenyum lebar.


Emilia pun menggotong papan seluncur itu ke arah ombak.


BYUUR


Air laut langsung menampar tubuhnya saat Emilia mulai meluncur bersama ombak yang datang. Rasanya segar sekali ditambah tiupan angin laut. Saat sudah mulai yakin kalo sudah menyatu dengan ombak, secara perlahan Emilia berdiri. Dan lagaknya sudah seperti atlet profesional. Tubuhnya meliuk liuk bersama papan seluncurnya mengikuti ombak yang bergulung gulung..Sangat menantang keberanian.

__ADS_1


Tanpa dia sadari Arjuna dengan kaca mata hitamnya menatap takjub pada kemahiran Emilia bersanding dengan ombak menggunakan papan seluncurnya.


"Mereka seksi seksi ya," puji Arbi yang pandangannya jauh ke depan. Menatapi empat gadis itu bergantian.


"Iya," balas Jery dengan senyum yang merekah di bibirnya.


Sementara Mars hanya diam. Dia masih menatapi Arinka yang sudah melumcur dengan jetskimya.


"Mereka mahir juga ya," puji Galih kagum dengan keluwesan Arinka dan Maria mengendarai jetskinya. Juga Emilia yang lincah dengan papan seluncurnya. Ngga lama kemudian mereka melihat Zeta yang juga meraih papan seluncurnya dan berlari lari kecil ke arah laut.


Bukan hanya mereka berempat saja yang ada di situ, tapi ada juga beberapa bule seksi dan pengunjung lainnya. Tapi tatapan keempatnya selalu mengarah pada empat gadis seksi itu. Mereka terlihat menyolok dengan bikini two piece nya yang sangat seksi menaikkan hasrat.


Sebagai laki laki dewasa, darah mereka sudah mengalir sangat kencang di pembuluhnya.


Arjuna melepas kacamata hitamnya.


"Lo mau ke sana?" tanya Arbi juga melepas kaca mata hitamnya.


"Ya."


"Ayok," kata Jery ngga sabaran sambil melangkah ke jetski yang terparkir. Begitu juga Mars. Sedangkan Galih mengikuti Arjuna mengambil papan seluncur.


Ternyata mereka berempat pun sangat ahli. Arbi dan Mars yang melakukan tikungan tikungan tajam sambil ngebut, atau pun Arjuna dan Galih yang meliuk liuk dengan frontal bersama ombak.


Arinka kaget saat dipepet oleh Mars. Reflek dia mengerem dan melirik sebal pada wajah yang tersenyum simpatik itu. Arinka pun memutar cepat meninggalkan Mars yang dengan tenang mengejarnya.


Jery pun mendekati Maria.


"Hai," sapa Jery dengan senyum ramahnya.


Maria menoleh sebentar tapi tetap fokus dengan laju jetskinya.


Tampan, batinnya tersenyum.Tapi Maria tetap jual mahal dengan mengacuhkan si tampan ini.


Jery tanpa sadar tertawa. Dia suka perempuan seperti ini. Jinak jinak merpati. Malu malu kucing. Entah apalagi istilahnya. Dia suka perempuan yang menjual mahal dirinya dan membuatnya susah diraih.


Emilia yang merasa cukup lama bermain papan seluncur bermaksud menepi. Tapi dia sangat kaget saat menoleh ke samping, karena ada seorang laki laki cukup dekat berada di sampingnya.


DEG DEG


Jantungnya seakan mau melompat ketika menyadari siapa laki laki yang kini tersenyum hangat padanya.

__ADS_1


"Hai," sapa Arjuna dengan wajah sumringah. Terlihat semakin tampan.


Hampir saja Emilia kehilangan keseimbangannya ketika ombak membawanya ke pinggiran pantai.


Arjuna tersenyum melihat gadis itu yang menjadi gugup dan pipinya merona, menambah kecantikannya.


Kemudian mereka sama sama turun dari papan luncur. Dengan iseng Arjuna menyenggol bahu Emilia hingga gadis itu jatuh terduduk karena lagi lagi kehilamgan keseimbangan karena grogi.


"Juna!" sergahnya kesal. Tapi laki laki tampan di depannya tertawa lepas.


Emilia yang mau marah jadi terpana karena wajah dingin Arjuna sudah menghilang. Dia seperti laki laki normal lainnya, yang bebas berekspresi.


"Ayo," kata Arjuna sambil mengulurkan tangannya, masih menyisakan tawa renyahnya.


Emilia menepis tangan Arjuna kesal..Dia memilih membawa papan seluncurnya.


Arjuna hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kekeraskepalaan gadis seksi di depannya.


Arjuna menendang air laut ke arah kaki Emilia dengan wajah cerianya. Dia terus menggoda Emilia. Bahkan dia menaruh papan seluncurnya dan memerciki air laut berkali kali ke wajah Emilia.


"Juna!" teriak Emilia kesal tapi juga merasa aneh akan tingkah Arjuna yang ngga seperti biasa.


Dia kesambet? batin Emilia menatap Arjuna penuh selidik.


"Kita main main sebentar ya. Anggap aku bukan Taksaka dan kamu bukan Sagara," kata Arjuna riang sambil terus menyiram Emilia dengan air laut.


DEG


Emilia tersentak. Matanya terasa panas.


Arjuna sudah tau dia Sagara? batinnya perih.


Melihat reaksi terguncang Emilia yang tampak nyata, Arjuna merasa hatinya sakit karena dia semakin yakin, Emilia adik salah seorang dari Bima, Andra atau Dewa.


"Ayo Emilia. Biar aku punya kenangan terindah tentang kamu di sini," tukas Arjuna berusaha menyembunyikan kepahitan hatinya dengan senyum hangatnya.


Emilia mengangguk. Dia pun melepaskan pegangannya pada papan seluncurnya. Kemudian dengan air mata yang mulai menetes, Emilia ganti menyiram Arjuna dengan air laut. Emilia tertawa dalam tangisnya.


Arjuna lebih tegar, dia pun berlari menghindar dan Emilia mengejarnya dengan siraman siramannya. Sesekali Arjuna balik memerciki Emilia.


Mereka terus tertawa, karena mereka sama sama ingin menyimpan kenangan manis ini di hati yang paling dalam. Pantai ini, Pulau Dewata ini, memiliki kenangan indah tentang Taksaka dan Sagara.

__ADS_1


Emilia, teruslah tertawa. Malam bentar lagi akan turun. Dia akan membawa tawamu dengan kegelapannya, batin Arjuna getir.


Juna, besok mungkin kita ngga akan bisa sama seperti ini lagi, batin Emilia pedih.


__ADS_2