Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Blind Date Yang Gagal


__ADS_3

"Juna, dari pada setres mikir kerjaan, mending kita maen maen di kencan buta," usul Jery setelah meeting perusahaan mereka selesai.


Karena beberapa hari ini Juna seperti orang yang ngga ada waktu buat bersenang senang. Bahkan dia terlihat ngga mempedulikan tunangannya dan menyerahkan segala konsep pertunangannya pada orang tuanya saja.


Selain kerjaaan, dan mereka sebagai sahabat yang menemaninya, juga rokok yang sudah habis berbungkus bungkus dianggapnya sahabat juga.


"Blind date maksud lo?" tebak Arby langsung connect. Dia sudah merapikan berkas berkasnya.


"Udah banyak yang berhasil," kekeh Jery.


"Maksud lo kita ikut Blind Date Memory yang viral itu?" sergah Galih yang menghentikan gerakan tangannya menutup laptop sesaat.


"Si Vino behasil dapat cewe seksi loh. Bagian marketing jadi heboh," cerita Jery penuh semangat.


"Vino kepala marketing di perusahaan lo?" tanya Mars tertarik. Bibirnya tersenyum miring.


"Iya. Model, bro. Gimana ngga beruntung dia. Ngga perlu nyari nyari, langsung dapat yang hot," lanjut Jery menggebu gebu.


"Makanya anak kantor sekarang pada semangat ikutan kencan buta," kekeh Jery.


"Katanya memang banyak ketemu yang cocok, sesuai permintaan," kata Arby ikut membantu Jery mempengaruhi yang lainnya.


'Sesuai permintaan?" Arjuna menatap Arby heran.


"Iya, bro. Kita bebas minta kualifikasi cewe.yang kita mau. Basanya ready stok," jawab Arby meyakinkan.


Apa dia melakukannnya juga? Arjuna menyembunyikan senyum tipisnya. Setelah beberapa hari tanpa kabar, Arjuna jadi. merindukan gadis itu.


"Lo mau ikutan, Juna?" tanya Galih ngga berminat. Di sudah ingin memfokuskan hatinya pada Cila. Ngga mau maen maen lagi. Kalo Cila tau dia ikut biro jodoh, gadis polos pujaan hatinya itu pasti akan kecewa padanya.


"Boleh juga," respon Arjuna membuat Galih mencibir. Ngga nyangka Arjuna mau ikutan juga.


Patah hati lo parah banget ya, hina Galih dalam hati.


Galih beneran salut sama Emilia yang bisa membuat Ajuna jadi aneh dan sedikit gila karena kandasnya hubungan mereka.


"Lo udah mau tunangan Juna," cela Galih mengingatkan membuat Mars merasa tersindir.


Dia bahkan sudah bertunangan, batin Mars.


"Justru itu, sebelum nikah, sah sah saja maen marn kayak gini. Apalagi lo baru mau tunangan," bela Arby membuat Galih terkekeh.


'Setelah nikah baru tobat," kekeh Jery.


"Asal setelah nikah lo jangan begin lagi," pungkas Arby bijak.


Yang lain hanya bisa geleng geleng kepala mendengat prinsip hidup Arby.


"Oke, kita ke kantor bironya. Ngga jauh dari sini," kata Jery memberi komando.


"Oke," sahut Mars membuat Jery dan Atby tergelak..


Ini baru kemajuan besar, Mars yang lurus juga ingin mencoba yang aneh aneh, batin Jery.

__ADS_1


"Lo mau ikut juga Mars?" tanya Galih ngga percaya. Ngga nyangka Mars bisa terbujuk.


"Sebelum gue nikah, senang senang dulu aja," kekehnya cuek..Arby dan Jery balas tertawa juga.


Tanpa setahu sahabatnya yang laen, Mars pun sama seperti Juna. Berharapa ketemu gadis pujaan mereka.


"Lo beneran ngga mau ikut?" tawar Jery berusaha membujuk Galih.


"Nggak!" tandas Galih bersikukuh dengan pendapatnya.


"Lo beneran mau nganbil hati Juna, ya? Ngga mempan," gelak Jery mengejeknya.


"Lo kira gue hombereng," maki Galih galak.


Ngga penting baginya Arjuna setuju hubungan dia dengan Cila atau enggak. Yang penting Cila dan Tante Carol bisa menerima dirinya. Itu jauh kebih penting.


Kembali Jery dan Arby ketawa ngakak.


Akhirnya mereka pun meluncur ke kantor biro yang sedang viral itu. Biro ini menginginkan peminatnya daftar secara langsung ke kantornya. Ngga menerima pendaftaran via telpon, bahkan video call juga ditolaknya. Mungkin hanya orang tertentu yang bisa lewat jalur sms atau pesan aplikasi.


"Empat gadis ingin kencan bareng?" kaget Arby membuat mereka saling pandang.


Saat ini mereka sedang diwawancarai seorang gadis manis yang berkerja di biro Blind Date Memory.


Mungkin kah mereka? batin Arjuna makin tambah berharap. Matanya tanpa sadar bertatapan dengan Galih yang menggelengkan kepalanya, seakan tau apa yang dipikirkan Arjuna.


Nggak mungkin lah, batin Galih dalam hati.


Mars melirik Arjuna. Dia memiliki harapan yang sama, semoga ini kesempatan tak terduga pertemuan mereka.


"Apa diantara kalian sudah ada yang bertunangan?" tanya gadis cantik yang merupakan pegawai biro kencan buta..Gadis itu ngga henti hentinya melirik kelima laki laki tampan.yang sedang mendaftar sebagai peserta kencan buta di depannya dengan jantung berdebar keras.


Mustahil kalo mereka ngga laku, batinnya penuh tanda tanya. Dirinya pun mau jadi partner kencan buta mereka. Sangat sayang untuk dilewatkan.


"Kenapa?" tanya.Mars cepat dan merasa aneh.


"Ada dua orang gadis yang menginginkan laki laki yang bertunangan," sahut gadis itu membuat Arjuna dan Mars saling tatap.


"Apa mungkin dia?" tebak Arby sambil meledek Arjuna yang diam seolah berpikir.


"Boleh tau identitas ke empat gadis itu?" tanya Jery penasaran.


"Maaf, kita ngga bisa membocorkannya. Kalian akan tau saat bertemu," jelas gadis itu agak kecewa karena ngga bisa membantu. Dia ngga bisa melangga kode etik pekerjaannya.


Mars tersenyum miring, untung sahabat sahabatnya ngga tau kisah cintanya dengan Arinka. Jadi fokus teman teman dekatnya hanya pada Arjuna.


"Mereka juga mau duda," tambah gadis itu lagi.


"Duda?" Mereka berlima sangat kaget mendengarnya.


"Salah satu gadis itu yang minta," tambah gadis itu lagi.


Kelimanya saling pandang. Jangan, kan, duda. Menikah aja belum.

__ADS_1


"Deal, saya duda," tukas Jery sambil mengedipkan sebelah matanya pada para sahabatnya secara sembunyi sembunyi.


Keempatnya mengembangkan senyum miring tanpa membantah lagi.


Jery pun berharap semoga yang mengajaknya kencan itu para bidadari Sagara Grup.


*


*


*


"Ternyata memang mereka," kata Galih menatap keempat gadis yang menyebutkan kode pertemuan mereka saat resevasi. Mereka sengaja bersembunyi di salah satu pilar.


Awalnya mereka sudah terpana melihat kedatangan empat orang gadis itu dengan hati penuh tanya. Untung saja mereka sempat menyelinap, menghindari keempat gadia itu.


Tatapan Arjuna sangat dalam pada Emilia membuat keempat temannya menghela nafas. Baru kali ini Arjuna memperlihatkan ketertarikannya pada perempuan secara terang terangan.


"Tapi ada yang aneh, Juna..Diantara mereka, berempat, siapa yang minta duda?" celutuk Jery heran membuat mereka saling pandang. Bingung dan ngga mengerti.


"Mereka minta dua yang udah tunangan. Kalo lo, udah clear memang mau tunangan. Kok, mereka juga minta Mars?" cetus Jery lagi masih bingung.


"Mars, apa lo ada hubungannya dengan salah satu diantara mereka?" tuduh Galih curiga.


"Apaan, sih," bantah Mars ngga enak hati terpaksa membohongi teman teman dekatnya.


"Iya, ngga mungkin lah, Galih," bela Jery. Apalagi Mars sudah bertunangan dengan Sita, salah satiu teman perempuan mereka.


"Siapa tau aja," ucap Galih enteng..Tapi dia memang belum bisa menemukan bukti kedekatan Mars dengan salah satu dari keempatmya. Ngga tau siapa yang mungkin pernah Mars dekati.


"Itu, kan, Bima," kaget Arby kemudian menyeret sahabatnya untuk lebih bersembunyi.


"Kenapa Bima bisa ada di sini," bisik Jery lagi.


Mereka kini sama terdiam sambil menatap tiga laki laki dari Sagara grup.


"Bisa bisanya mereka ikut kencan buta," suara Bima terdemgar cukup jelas ketika.melewati mereka.


"Permintaannya jugq aneh aneh," kekeh Dewa.


"Untung Magda sadar kalo yang daftar itu Maria," kekeh Andra membuat Bima tersenyun miring.


Biro kencan buta Blind Date Memory milik Magdalena, tunangannya. Dan gadis itu pula yang membocorkan rencana keempat adiknya yang cukup nyeleneh permintaannya.


"Kelihatannya pasangan kencan buta mereka belum datang," kata Bima sambil.melirik jam tanagn mahal di tangannya.


"Ngga ontime banget," sinis Andra.


"Ayo kita kagetin empat gafis yang suka buat ulah aneh aneh itu," tawa Dewa lagi sebelum memasuki Restoran yang dua minggu lalu sudah mereka resmikan.


"Oke," sambut Andra juga tergelak.


Bima mengikuti langkah Andra dan Dewa dengan tenang. Sebenarnya Bima ingin mrlihat teman kencan adik adiknya Tapi sepertinya mereka ngga jadi datang, sehingga acara kencan buta adik adiknya menjadi gagal.

__ADS_1


__ADS_2