Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Arga Taksaka


__ADS_3

Emilia masih terpaku sambil mobil yang dinaiki Cila dan Cleo pergi. Begitu juga mobil yang membawa Arjuna. Laki laki itu bahkan sampai mobilnya menghilang ngga menatapnya sekalipun.


"Mobil kita sudah menunggu," kata Bima lembut menyadarkan Emilia.


"Ya kak."


Emilia pun ikut melangkah di samping kakaknya dengan perasaan gundah, merasa tercampakkan.


Satu kesadaran merayapi hatinya.


Bukamnya memang harusnya begini. Kemarin adalah kemarin. Hari ini dan hari hari selanjutnya akan tetap seperti ini. Mereka sudah sepakat kemarin. Kenapa dia bisa lupa?


"Emil patah hati," bisik Dewa pada Andra. Melihat kemurungan Emilia, Dewa yakin kalo adik sepupunya masuk ke dalam perangkapnya sendiri. Senjata makan tuan. Dia yang ingin menggoda malah tergoda.


"Lebih baik begitu. Kalo bersama Arjuna, dia akan lebih tersakiti," balas Andra juga berbisik.


Andra ngga yakin Arjuna berani menentang orang tuanya demi Emilia. Adiknya akan lebih menderita kalo bersama laki laki itu.


Lihatlah, sekarang saja Arjuna sidah ngga menganggap Emilia sama sekali, batinnya geram.


Bima pun memendam rasa dongkol. Seenaknya saja mengakhiri hubungan. Apalagi saat melihat Emilia sangat sedih dengan sikap Arjuna membuat Bima murka. Tapi dia menahannya.


Bima berusaha pura pura ngga tau dengan keadaan adiknya. Emilia sudah dewasa, dia pasti bisa mengatasinya. Dia cuma butuh waktu.


*


*


*


Setelah dua hari Arga Taksaka di ICU, beliau sudah dipindahkan ke ruang perawatan biasa. Kesehatannya pun sudah membaik. Para dokter dan tenaga medis lainnya tercengang akan keajaiban yang diperoleh pasiennya.


Saat istrinya sedang menyuapinya makan, seorang lelaki tegap, berumur tiga puluhan mendekat. Dia Arsen, pengawal pribadi yang ditugaskan mengawasi Arjuna tanpa setahu putranya itu.


"Sudah mi," kata papi sambil membetulkan duduknya.


"Kemari, Arsen," kata Mami karena melihat isyarat mata dari suaminya.


"Ya, nyonya besar," jawab Arsen sambil mendekat.


"Ada kabar yang kamu bawa?" tanya Arga Taksaka langsung.

__ADS_1


"Ada, tuan," kata Arsen agak ragu karena melihat kondisi kesehatan tuan besarnya. Tapi kalo ngga dilaporkan, tuan besarnya bisa marah besar padanya. Kabar dan kemarahan tuan besar sama sama bisa menjebol jantungnya.


"Apa?" tanya Arga Taksaka sambil mengangkat sebelah alisnya. Firasatnya mengatakan kalo kabar yang dibawa Arsen sangat penting.


"Saya akan melaporkannya kalo keadaan tuan besar sudah lebih baik," tolak Arsen halus.


"Jangan buat aku marah Arsen," bentak Arga Taksaka mulai emosi.


Nah, kan, mulai marah, batin Arsen.


Istrinya langsung mengusap lengannya suaminya untuk menenangkannya.


"Arsen benar, sayang. Kamu belum begitu sehat. Nanti saja Arsen memberitahukan," bujuknya lembut.


Suaminya ngga peduli. Dia menatap Arsen horror.


"Katakan sekarang sebelum aku memecatmu," bentak Arga Taksaka dalam.


Arsen menghela nafas. Apalagi saat mendapat anggukan dari nyonya besarnya. Dia menyesal dalam hati menyadari ketidaktepatan waktu kedatangannya.


"Baiklah, tuan besar," katanya sambil mengambil amplop coklat seukuran kertas A4 dan memberikan pada tuan besarnya.


"Apa ini?" tanya Arga Taksaka sambil menerima dan menimang amplop yang ringan itu.


Begitu amplop dibuka, tangannya menarik beberapa helai foto yang ada di dalamnya. Matanya membesar melihat putranya sangat mesra dengan seorang gadis. Istrinya pun terpana, ngga menyangka kalo putra dinginnya sudah memiliki seorang kekasih.


"Cantik sekali," puji istrinya saat melihat foto foto itu. Arsen sangat profesional, karena foto foto yang diambilnya tepat saat sesi sesi romantis putranya dengan gadis jelita itu.


Bahkan ada foto yang membuat darah keduanya tersirap, saat Arjuna dan gadis itu saling berciuman di atas jetski yang berada di tengah laut.


"Siapa gadis ini?" tanya Arga Taksaka tertarik. Baru kali ini dia melihat putranya bisa seintim ini dengan seorang gadis.


"Dia...." jawab Arsen bimbang.


"Dia siapa?" tanya istri Arga Taksaka ngga sabar.


Arsen membalas tatapan Arga Taksaka yang mengintimidasinya tanpa takut. Dia hanya mengkhawatirkan informasi yang dia peroleh menjadi bom waktu buat jantung bos besarnya.


"Namanya Emilia Sagara, anak kedua dari Revi Sagara."


DEG

__ADS_1


Istri Arga Taksaka langsung menutup mulutnya. Foto foto.di tangannya terlepas dan berjatuham di lantai. Sementara Arga Taksaka menremas foto yang berada di tangannya


"Adiknya Bima?" tanya Arga Taksaka memastikan


"Ya, tuan besar," sahut Arsen cepat.


Hening dan sunyi melingkupi mereka bertiga.


Pikirannya langsung menebak kenapa tender putranya dikalahkan dengan mudah oleh Revi Sagara. Ternyata dia menggunakan putrinya untuk menggoda putranya.


Yang membuat dirinya kesal kenapa putranya bisa goyah seperti ini. Gampamg tergoda. Secantik atau seseksi apa pun, belum pernah putranya bisa tertangkap foto seperti ini.


Setahunya Arjuna sangat selektif dengan perempuan. Banyak yang mendekat, tapi selalu dikacangin. Banyak putri putri relasinya yang dianggurin begitu saja oleh Arjuna


*Tapi kenapa anak dari Revi Sagara bisa membuat putranya kasmaran seperti ini*, rutuknya dalam hati.


Arga Taksaka langsung tau begitu melihat foto foto itu. Putranya yang tanpa ekspresi bisa sangat mendamba putri dari Revi Sagara.


Sepertinya putri Revi Sagara sengaja memancing hasrat putranya dengan pakaian pakaiannya yang kurang bahan. Apalagi pada foto saat berciuman di atas jetski. Wajar putranya kelepasan dan ngga bisa menahan na*fsunya.


Hanya yang ada di pikirannya apakah putranya serius berhubungan dengan putri Revi Sagara. Bukankah dia sangat tau dendam keluarga mereka.


"Sepertinya tuan muda belum tau kalo gadis itu Emilia Sagara, tuan besar," kata Arsen memecah kesunyian. Dia seperti tau jalan pikiran bos besarnya.


Pantas aja, decihnya dalam.hati. Arga Taksaka semakin yakin kalo Emilia memiliki misi menghancurkan putranya.


Istrinya menatap wajah suaminya yang ngga terbaca. Dia yakin suaminya sudah punya rencana untuk menjauhkan putranya dari putri Revi Sagara.


Awalnya beliau cemas akan keadaan jantung suaminya yang pasti akan bertambah parah saat tau kenyataan yang dibeberkan Arsen.


Tapi yang mencengangkan suaminya malah tampak tambah sehat. Seakan lembaran lembaran nyawanya sudah bertambah lagi. Informasi yang dibawa Arsen adalah vaksin dari penyakitnya.


"Sayang, katakan pada dokter James, aku mau pulang sekarang. Aku sudah sehat."


"Ya, aku pergi dulu. Arsen, ibu titip bapak, ya," kata istrinya patuh sekalian pamit pada Arsen. Beliau sudah menduga, suaminya pasti punya satu rencana besar buat putranya.


Tanpa sadar dia menghela nafas sedih. Sampai kapan suaminya akan mendendam. Penyakit yang menggerogoti jantungnya ngga dipedulikannya. Yang penting pikiran dan hatinya puas jika sudah membalaskan segala dendamnya.


Beliau sendiri merasa lelah melihat suaminya selalu meracuni putranya untuk membenci keluarga Sagara. Arjuna adalah peluru emasnya. Dia sengaja memberikan kursi CEO untuk putranya, tapi sebenarnya dialah pengendalinya


Arjuna, batinnya sedih saat menyebut nama putra semata wayang mereka yang menjadi alat balas dendam suaminya.

__ADS_1


Melihat sikap putranya, sebagai ibu yang melahirkannya, beliau tau kalo Arjuna tertarik pada putri keluarga Sagara. Walaupun jauh dalam lubuk hatinya, beliau lebih suka kalo Arjuna menyukai gadia lain yang bukan dari keluarga Sagara. Beliau ngga mau ada konflik.


__ADS_2