Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Resah


__ADS_3

Kondisi Arjuna cukup parah. Tapi untunglah Dino cepat tanggap. Saat ini Arjuna berada di apartemen Mars. Galih, Arby dan Jery duduk mengelilinginya.


"Kalo papi lo tau bisa jadi perang dunia lagi, Juna," kata Arby khawatir sambil menggelengkan kepalanya. Kondisi sahabatnya sudah seperti mumi. Penuh perban dan plester.


Arjuna hanya diam. Dia masih merasa sakit di seluruh tubuhnya. Bima menghajarnya dengan kekuatan penuhnya


Dia memejamkan mata. Kecemasan Arby wajar, karena papinya punya satu mata mata kepercayaannya yang kemampuannya di atas rata rata. Layaknya seperti intel BIN.


"Gue sudah menghapus data cctv. Tapi kalo orang itu bergerak....." kata Mars menggantung.


Galih menggeram kesal.


Arsen, intel papi Arjuna yang sangat reseh. Galih hanya khawatir kalo usaha Mars akan sia sia.


"Jangan jangan dia yang melapotkan kegiatan kita di Bali," tuduh Arby curiga.


"Mungkin juga," tambah Jery.


Mereka kurang waspada. Pasti dari Arsen lah diketahui informasi tentang hubungan Arjuna dengan Emilia.


Arjuna ngga menjawab. Dia dan Arsen ngga pernah dekat, walaupun usia Arsen hanya setahun lebih tua darinya.


Arsen tangan kanan papinya sejak anak anak. Papinya mengambilnya dari jalanan karena kemampuan berkelahinya yang hebat. Arsen selalu menjadi bayangannya tanpa bisa di dekati.


Sekarang Arsen memata matai geraknya. Walaupun tujuannya untuk membalas bidi, tetap ngga bisa dibenarkan. Tanpa dia sadari, informasinya menjadi sebab kematian papa Emilia.


Arjuna ngga menyalahkan Arsen. Keadaanlah yang membuat dia jadi begitu.


"Kita harus lebih hati hati," kata Galih mengingatkan sahabatnya.


Sekarang dia harus memikirkan alasan yang dapat diterima logika Om Arga tentang keberadaan Arjuna. Galih menghembuskan nafas panjang panjang


"Kabar pertunangqn lo makin sering di ekspos," kata Jery pelan.


"Mungkin karena itu Bima sampe sengamuk ini. Lo bilang cinta ke adiknya, tapi lo akan secepatnya juga bertunangan dengan perempuan lain," tambah Jery lagi.


Dia juga punya adik perempuan dan bisa merasakan bagaimana sakit hatinya Bima karena adiknya dipermainkan.


Mars menatap Jery dengan perasaan tersindir. Dia akan bertunangan dengan Sita, tapi dia masih memberikan harapan pada Arinka. Mars merasa hidup ini ngga adil buat mereka berdua.


Apalagi Om Sujatnata memiliki beberapa saluran tivi nasional yang saat ini berulang ulang menayamgkan kapan pertunangan anak anak mereka.


"Berita pertunangan kalian sedikit menutupi berita Emilia di Bali. Papimu sudah sangat memperhitungkannya," lanjut Jery masih dalam kekehannya.


"Papimu sedang menggiring opini masa dan netizen. Pasti ada yang sempat membuka foto Emilia bersama laki laki yang wajahnya diblurkan," sambung Arby memggelengkan kepalanya.


Papimu sangat licik, batinnya kasian pada Arjuna yang masih memejamkan


"Ngga perlu ada yang lihat, pasti nanti foto Emilia bersama laki laki lain akan di lempar lagi sebagai gosip panas jika lo membatalkan pertunangan, Juna," tandas Galih tajam.


Ya, Juna tau, itu pasti akan terjadi.

__ADS_1


"Gimana ngilangin bengkak dan luka lo waktu ngga nyampe.seninggu," keluh Jery.


"Lo ngga mungkin, kan, tunangan denga wajah bengkak," dengus Arby.


Tiga hari lagi pesta pertunangannya akan di di gelar. Gimana cara menghentikannya?


Arjuna memijat kepalanya yang mendadak pusing.


*


*


*


Andra kaget saat melihat foto profil putri satu satunya Sujatnata dari Media Gemintang Grup. Tunangan dari Arjuna.


Dia?


Andra masih mengingat gadis cantik di bandara yang sudah membuat hasratnya naik tinggi.


Tanpa sadar Andra mendengus kesal.


Penjahat pasangannya memang sama penjahat.


"Langkah apa yang akan lo ambil, Bim," tanya Dewa hati hati.


Setelah mengantarkan adik adik perempuan mereka pulamg ke rumah, Bima.


"Ini rencana Arga Taksaka. Setelah melemparkan foto !Emilia dengan laki laki yang diblur, skr dia melemparkan lagi pengumuman kapan anaknya bertunangan," kata Bima pahit.


'Sekaramg wajah anaknya ngga di blur," kekeh Dewa menghina. Foto foto keduanya tersebar jelas di sosial media. Sekarang ini pun televisi menayangkan isu pertunangan mereka.


"Memang terlihat dia ingin memaksa Arjuna. Jika Arjuna membatalkan pertunangan dan memilih bersama Emil, saar itulah Emilia akan dihujat masa," kesal Andra sambil membuang nafas kesal


Walaupun dia ngga suka Arjuna, tapi dia salut dengan keberanian laki laki itu berterus terang pada mereka.


Tapi resikonya sangat besar. Selain Emilia,


orang sejahat Arga Taksaka itu bisa saja akan menyakiti anggota keluarganya yang lain.


*


*


*


"Galih, om tau kanu lagi sama Juna, kan?" seru Arga Taksaka kesal saat menelpon anak sahabatnya.untuk mencari keberadaan Arjuna.


"Enggq, Om," bohong Galih ketika melihat isyarat menggeleng dari kepala Arjuna.


"Kamu jangan bohong. Om perlu bicara dengan Arjuna," katanya dengan nada memerintah.

__ADS_1


Belau bingung karena brlum bisa menghubungi putranya sedari tadi.


"Nanti Galih cari Arjuna dulu, Om," kata Galih bersikeras dengan kebohongannya karena masih melihat gelengan kepala Arjuna.


Terdengar helaan nafas kesal.dari Arga Taksaka. Beliau sepertinya sadar kalo Arjuna yang ngga ingin berbicara dengannya.


"Baiklah. Katakan pada Arjuna untuk segera menenui Om," titahnya.


"Iya, Om," jawab Galih pelan. Kemudian telpin pun ditutup Arga Taksaka.


"Gue belum siap ketemu papi," kata Arjuna langsung sebelum Galih membuka mulut untuk bertanya.


"Sampai kapan? Tiga hari lagi pesta pertunangan lo," kata Galih mengingatkan.


"Biar saja," jawab Arjuna asal membuat teman temanya melongo sebentar menghela nafas kasar.


"Lo.emang udah gila, Juna," semprot Jery.


Arjuna ngga peduli. Matanya tetap terpejam. Hatinya masih sangat marah dengan kenyataan yang baru saja dia dapatkan.


Papinya sangat tega. Setelah menjadi penyebab papa Emilia meninggal dunia, bahkan tanpa perasaan mengekspos berita kedekatan Emilia dengan foto wajahnya yang diblurkan.


Pantasan Bima sangat marah dan melampiaskan dengan banyak pukulan dan tendangan ke sekujur tubuhnya.


"Sudahlah. Biarkan Juna istirahat dulu," kata Mars kemudian bangkit dan berlalu menatap ke arah luar dari balik jendela apartemennya.


Pesta pertunangannya dengan Sita juga tinggal menghitung hari juga.


Sita juga cantik, tapi pertemuannya akhir akhir ini dengam Arinka menggoyahkan hatinya.


Melihat Arjuna yang akan memperjuamgkan Emilia membuat hatinya tergelitik untuk beraama Arinka.


*


*


*


Emilia merasa resah di kamaenya. Setelah mengantar mereka ke kamar, kakaknya ngga mengucapkan sepatah kata pun


Emilia merisaukan kemarahan Bima sekaligus mengkhawatirkan keadaan Arjuna yang babak belur.


Apa dia baik baik saja? batinnya resah.


Wajah kaget Arjuna diyakini Emilia kalo laki laki itu ngga tau kejadian sesungguhnya yang telah terjadi.


Bolehkah berharap? batinnya kesal. Apalagi laki laki itu akan bertunangan tiga hari lagi.


Emilia ngga tau, apa pantas dia berharap.agar Arjuna memutuskan tidak jadi bertunangan.


Tap itu juga bukan akhir yang baik untuk mereka berdua walaupun pertunamgan itu ngga terjadi.

__ADS_1


Emilia mengambil nafas dalam.dalam dan menghembuskannya perlahan


Papa, Emil kangen, batinnya sedih.


__ADS_2