
Andra membaca laporan yang diberikan anak buahnya tentang Vania. Beberapa hari ini Andra menyuruh anak buahnya memata matai kegiatan Vania. Bahkan anak buahnya sampai menyamar sebagai perawat di rumah sakit karena aktivitas Vania lebih banyak.di rumah sakit.
Andra menghela nafas panjang. Ternyata semua kontrak gadis itu sudah dibatalkan secara sepihak oleh brand brand yang menggunakan jasanya selama ini.
Sebenarnya kalo dia ngga punya perasaan pada Vania, pembalasan dendam ini sudah sangat sempurna. Putri Sujatnata-Vania mengalami keterpurukan yang nyata. Mamanya yang masih berada di rumah sakit dan bisnis keluarga Sujatnata pun mengalamani penurunan cukuo drastis.
Tapi masalahnya Andra ngga bisa melupakan gadis itu. Sampai sekarang. Malah perasaan bersalahnya sangat merasuk dalam jiwanya. Karena dendamnya dia sampai buta hingga melakukan hal yang sangat kotor dan memalukan. Andra yakin kalo.para sepupunya tau perbuatannya, bukan ucapan selamat yang dia dapat, tapi pastilah kecaman. Apalagi Bima sudah mewanti wanti dirinya dan Dewa agar ngga melakukan hal hal buruk pada antek antek Taksaka. Karena mengingat pesan terakhir papanya.
Entah seperti apa nantinya kemarahan Bima jika tau apa yang sudah dia lakukan.
Kini Andra tau kalo besok pagi pagi sekali gadis itu akan pergi ke Venezia. Meninggalkan kepahitannya di sini. Membangun karirnya dari awal lagi di tempat yang baru. Andra akan meluangkan waktunya agar bisa melihat keberangkatan Vania.
Mungkin saatnya mereka berpisah. Dia pun akan mencoba melupakan. Walau mungkin sulit.
Andra menghela nafas panjang. Rasanya sesak sekali di dadanya. Beban ini ngga tau sampai kapan akan menghilang.
*
*
*
Vania tepekur di dalam kamarnya. Besok dia akan pergi. Mungkin ngga pernah kembali lagi.
Ngga ada lagi yang bisa dia lakukan. Semua kontraknya dibatalkan. Untungnya dirinya ngga dituntut brand brand itu. Mba Mer dan pengacara papanya berhasil mendiskusikannya.
Beberapa hari berada di rumah sakit menemani mamanya dan dihindari oleh oma serta om dan tantenya membuat perasaannya tersisih. Sepupunya pun memilih menjauh darinya. Untunglah Vania masih memiliki papa yang sangat menyayanginya dan selaku membelanya.
Vania jadi malu sendiri jika ingat kelakuannya yang begitu mudah menyerahkan dirinya pada laki laki mesum itu. Walau laki laki itu tidak sampai merenggut mahkotanya.
Tapi semua anggota keluarganya terutama omanya mengira dia sudah ngga virgin lagi dqn berpikir sangat jauh.
Karena itu omanya memintanya menghilang selama setahun untuk memastikan apakah dirinya hamil atau tidak. Jangan sampai ada rumor buruk untuk keluarga besar mereka lagi karenanya. Sekarang saja keluarga besar sudah menanggung malu yang amat sangat akibat skandal yang dia lakukan tanpa sengaja.
Vania menyembunyikan wajahnya ke dalam dua lututnya yang sudah ditekuk.
Vania merasa sangat sedih atas apa yang telah terjadi.
Laki laki mesum itu pun sudah lama ngga menongolkan tampangnya di hadapannya.
Kalo bertemu lagi, Vania ingin sekali bertanya, kenapa dia tega melakukan hal sejahat ini padanya.
Vania sangat menyesali pertemuan pertemuan yang pernah terjadi di antara mereka. Mumgkin sekaranglah saatnya dia menghapus bayangan laki laki yang jahat itu dari pikirannya.
*
__ADS_1
*
*
"Ngga ada yang ketinggalan?" tanya Sujatnata pada putrinya yang akan memasuki mobil.
"Ngga. Papa," sahutnya dengan senyum manis di bibirnya.
Papinya tersenyum dan mengusap kepalanya lembut.
"Sabarlah atas segala apa yang terjadi. Kamu putri papa yang kuat," ucap Sujatnaka lembut.
"Iya, pa," sahut Vania berusaha tegar.
Kemudian Vania pun masuk ke dalam mobil diikuti papanya. Kali ini papanya bertindak sebagai supir.
Satu mobil pengawalnya meluncur lebih dulu, baru nobil yang di supiri papanya.
Belum lama mereka melaju, sebuah motor balap hitam tiba tiba memepet mobil papa Vaniia dan mengacungkan pistolnya membuat Sujatnata melengak kaget.
"Papa!" seru Vanita kaget dan jantungnya berdebar keras.
Sial! maki Sujatnata yang yakin kalo itu Arsen walaupun wajah pengendara motor itu mengenakan helm fullface.
DOR!
DOR!
DOR!
DOR!
BRAKKK!
Kejadian ini berlangsung sangat cepat dan setelah berhasil menembak.empat ban mobil Sujatnata, pengendara motor itu oun berlalu dengan kecepatan tinggi dan tau tau sudah menghilang.
"Papa!" jerit Vania lagi ketika merasa mobil sudah oleng dan terdengar beberapa kali letusan pistol dan ban. Mobil Sujatnata pun menabrak pembatas beton jalan dengan sangat keras.
Mobil pengawal Sujatnata langsung menepi dan segera keluar untuk menolong bos dan nonanya yang terlihat pingsan. Bagian samping mobil penyok dan posisi kèduanya seperti terjepit.
Kurang ajar, maki Andra yang sudah lebih dulu keluar dari mobilnya.
Dengan sepenuh tenaganya, Andra menarik kuat pintu mobil hingga terlepas. Beberapa pengawal.yang terdiri dari lima orang segera membantu. Mereka terdiri dari lima orang laki laki kekar.
Mereka saling berpandangan saat melihat tetesan bensin.
__ADS_1
"Cepat! Mobil akan meledak," seru Andra menyadarkan kelimanya yang langsung sigap.membantu Andra menarik Sujatnata
Posisi Vania agak sulit karena posisi kursinya dihimpit pembatas beton. Sementara api mulai terlihat.
Beberapa anak buah Sujatnata memyemprotkan busa pemadam.api, tapi api sudah telanjur membesar. Yang lainnya sudah membawa Sujatnata yang pingsan menjauh.
Pertolongan hanya dari laki laki yang barusan muncul dan jalan masih sepi karena masih sangat pagi.
Dengan nekat Andra memecahkan kaca mobil di dekat Vania.
PRANG!
Kemudian berjalan memutar ke arah pintu mobil Vania.
Andra memasukkan sebagian tubuhnya ke dalam mobil. Dia sedikit kesulitan melepaskan seatbelt Vania. Berbeda dengan Sujatnata.
"Sial!" makinya di saat yang ngga pas, juniornya menegang karena tanpa sengaja Andra menyentuh bagian sensitif Vania ketika akan mengangkat kakinya yang terjepit dashboard.
Andra kembali mengumpat melihat dress pendek di atas lutut yang di kenakan Vania.
Miliknya kembali menegang ketika Andra menggenggam paha gadis itu dan menariknya. Apalagi wajahnya sangat dekat dengaj bagian dada Vania.
Sial! Sial! Sial!
Andra terus mengumpat berkali kali.
"Cepat! Apinya sudah membesar!" teriak para pengawal panik karena tidak berhasil memadamkan kobaran api.
Andra pun menarik dengan cepat tubuh Vania dan mereka berdua pun jatuh bergulingan di turunan jurang sedalam enam meter lebih.
Jalan itu dibangun di atas sebuah bukit dengan bagian kanan dan kirinya jurang yang dipenuhi pohon dan semak belukar.
Bersamaan dengan itu mobil pun meledak.
DUAAARRR! BLAAAMM!
"Nonaaa!" seru para pengawal itu kaget karena ngga melihat nona dan laki laki yang sudah menolongnya itu keluar dari mobil.
Mereka saling pandang, tapi memutuskan membagi tugas. Dua orang membawa Sujatnata, bos mereka ke rumah sakit. Sementara tiga yang lainnya mencari nonanya ke dalam jurang dengan peralatan seadanya.
Matahari yang belum menampakkan kegarangan sinarnya dan kerimbunan semak dan pohon pohon yang ada di situ, juga udara panas dan asap akibat mobil yang sedang terbakar sangat mengganggu pencarian.
Akhirnya keduanya memutuskan menunggu bantuan teman temannya yang akan datang dengan membawa alat alat yang lebih lengkap untuk menemukan nonanya.
Walaupun kecil kemungkinan nonanya selamat dari ledakan.
__ADS_1