Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Membenci


__ADS_3

Arjuna kembali menghabiskan bergelas gelas minuman alkohol dengan perasaan masih panas.


Membayangkan pengkhianatan Emilia sangat menguras emosinya..Gadis itu berani beraninya mempermainkannya.Ngga ada kata maaf baginya untuk seorang pengkhianat.


Harga dirinya terluka. Begitu ganpangnya gadis itu menggodanya abis abisan kemudian mencampakkannya setelah keinginannya tercapai.


Bodoh!


Bodoh!


Bodoh!


Entah sudah berapa kali Arjuna memaki dirinya sendiri dalam hatinya. Kemudian dia kembali menenggak minumannya saat kemarahannya kembali berkobar.


Arjuna melihat ke lantai dansa dengan mata nyalang. Dia mengingat lagi betapa liarnya gadis itu bergoyang. Kemudian mereka berdansa berdua dengan sangat intim.


KRAAK


Sang bartender kaget mendengar suara retakan gelas dan melihat darah yang menetes di jari jari pelanggannya.


"Kamu berdarah," serunya sambil mencari kotak p3k nya di bawah laci mejanya.


"Cukup, Juna," jerit seorang gadis sambil mengambil dengan hati hati gelas yang sudah retak.


Arjuna membiarkannya. Dia hanya melirik sebentar.


"Veli?" Walau sudah minum bergelas gelas alkohol, kesadaran Arjuna masih penuh.


"Kenapa kamu sampai melukai diri seperti ini? Siapa yang menyakiti kamu," panik Veli kemudian meraih kotak P3K yang diulurkan bartender.


Sita dan Tantri yang berada di dekat mereka berdua juga terlihat panik melihat darah.Arjuna yang mengalir di sela sela jarinya


Dengan dibantu Tantri, Veli memperban jari jari itu.


"Kamu ngga pernah seperti ini, Juna," lirih Veli sambil menahan air matanya, tapi tetap saja menetes.


Apa gadis sialan itu yang menyakitinya? Setelah menghabiskan jutaan rupiah di master card yang diberikan Arjunanya, sekarang malah menyakiti hati pemilik maater card itu.


Veli benar benar membencinya. Dia yang sejak dulu selalu bersama Arjuna tidak pernah mendapatlan perlakuan seistimewa ini darinya. Padahal.dia sudah mengatakan mencintai laki laki itu. Tapi laki laki itu selalu mengabaikannya.


Sangat berbeda dengan gadis matre liar itu. Dalam waktu singkat bisa membuat Arjuna jadi kacau balau. Sampai melukai dirinya sendiri.


Apa yang gadis itu punya, bahkan ngga ada secuil pun yang bisa menandinginya.


Dia lebih cantik, lebih seksi dan lebih kaya. Tapi Arjuna selalu mengabaikannya.

__ADS_1


Sita dan Tantri sama menatap Veli dengan tatapan kasian. Cintanya yang besar ngga dqpat membuat Arjuna balik mencintainya.


Sita pun mengirim pesan pada Mars agar segera datang dan membawa pulang Arjuna.


Setelah jari jari tangannya selesai.di bebat perban, Ajuna bangkit dari kursinya meninggalkan setumpuk lembaran merah dan hendak berlalu. Tapi Veli menahann tangannya sambil menangis.


"Kumohon, Juna. Biarkan aku menemanimu," pintanya denga suara memelas.


Arjuna menepis tangan Veli dengan kasar.


"Ngga perlu," katanya sambil pergi begitu tangan Veli terlepas.


"Junaaa!" panggil Veli dengan suara keras, mencoba mengalahkan bunyi musik yang berdentam. Dia pun berlari mengejar Arjuna yang sudah menjauh dengan sangat cepat.


"Vel," panggil Sita dan Tantri bersamaan lalu menyusul Veli dengan khawatir.


Veli agak kesusahan menyelip di antara kerumunan pemgunjung Club. Hingga akhjrnya dia sampai di luar club. Arjuna sudah menghilang bersama mobilnya.


"Kita harus menyusul Juna, Sita. Dia mabok," marah Veli ketika Sita menahan lengannya .


"Tenanglah. Tantri sedang mengambil mobil," kata Sita membuat kemarahan Veli meredup.


"Apa kurangnya aku, Sita. Apa?" Kini ganti tangisnya yang meledak di bahu Sita.


Sita hanya diam terpaku. Posisi Veli mengingatkannya akan Mars. Bedanya Mars memperlakukannnya dengan lembut dan sopan. Tapi hatinya sudah diberikan pada gadis lain. Sita tau karena pernah sekilas melihatnya ketika laki laki itu melamun di kantornya. Tapi Sita ngga tau siapa gadis pemilik hati Mars itu. Hatinya pun iri. Tapi dia mencoba menerima. Asalkan Mars tetap bersamanya dan bersikap baik, dia akan selalu di samping Mars.


"Sudah pergi ke arah sana," kata Tantri sambil menunjukkan arah keman Arjuna pergi.


"Oke. Thank's," ucap Mars sambil memalingkan wajahnya ke arah mobil yang mendekat.


"Kemana dia?" tanya Arby sambil melongokkan kepalanya di kursi supir.


"Pake GPS aja nyari dia," kata Galih sambil masuk ke dalam mobil yang sudah ada Jery di samping Arby


Saat Mars akan masuk, dia menatap Sita sebentar.


"Kalian naek apa?" tanyanya kemudian.


"Kami bawa mobil," kali ini Sita yang menjawab.


"Hati hati pulangnya," kata Mars sambil melirik Veli yang masih menangis di bahu Sita sebelum masuk ke dalam mobil.


"Kamu juga hati hati," kata Sita lembut sebelum mobil melaju pergi. Hatinya senang melihat Mars tersenyum padanya.


"Dia benaran patah hati," gumam Galih setelah mobil melaju kencang.

__ADS_1


"Arjuna ngga akan memaafkannya," kata Mars yang mendengar gumamannya Galih.


"Ya," balas Galih pelan.


Dia ngga menyalahkan Arjuna yang ngga bisa menolak pesona Emilia..Gadis itu sangat cantik dan seksi.


"Kalo nurut gue yang dilakukan Emilia ngga sepenuhnya salah. Dia harus membela keluarganya. Papi Arjuna selalu membuat Arjuna terpaksa melakukan hal hal kotor untuk menghancurkan Sagara grup," kata Jery panjang lebar memberikan pendapatnya


Mereka ngga menjawab, tapi dalam hati membenarkan apa yang dikatakan Jery.


Kini Arby sudah menghentikan mobilnya ngga jauh dari nobil yang digunakan Arjuna. Mereka ada di parkiran sebuah mini market. Dan Arjuna tanpak bersandar di pintu mobil sambil merokok.


"Kita samperin?" tamya Arby sambil melihat teman temannya.


"Kita di sini saja," putus Galih


"Biarkan dia sendiri," tambah Jery.


"Oke," sahut Arby setuju..Mereka pun menunggu di dalam mobil sambil memperhatikan Arjuna.


Ngga jauh dari mobil mereka, ada satu lagi mobil yang terparkir. Mobil yang membawa Veli, Sita dan Tantri. Tantri berhasil menyusul mobil Mars dan teman temannya dan berhenti di seberang jalan.


Saat Veli akan keluar, Sita menahan tangannya.


"Gue harus menemui Juna," kesal Veli bersikeras.


"Jangan."


"Kemapa?" seru Veli marah. Dia ngga suka temannya melarang keinginannya. Apalgi untuk menemui Arjunanya.


"Yang ada lo akan dicuekin," sarkas Tantri kesal.


Veli selalu bersikap sesuka hati jika menyangkut Arjuna. Kadang membuat Tantri dan Sita kesal.


"Biarin!" ketus Veli tersinggung.


"Lo maunya apa? mending dia berhenti, dari pada dia ngebut trus nabrak. Itu mau lo!" geram Tantri yang langsung mendapat isyarat dari Sita. Veli termangu mendengarnya.


Tantri pun membuang nafas kesal


"Gue mau tidur. Kalo nanti Juna pergi lagi, lo naek taksi online aja. Ambulamce sekalian," kata Tantri ngga kalah ketus sambil memejamkan mata, setelah memundurkan jok kursinya agar lebih nyaman.


Sita menghela nafas panjang. Dia menatap Veli yang jadi bergeming karena kata kata Tantri.


"Kita lihatin aja Juna dari sini. Terlihat jelas, kan," bujuk Sita sambil menepuk bahu Veli lembut.

__ADS_1


Akhitnya Veli menurut. Dia takut kata kata Tantri jadi kenyataan. Dia ngga ingin Arjunanya celaka.


__ADS_2