Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Prahara Sujatnata


__ADS_3

Sujatnata memegang dadanya yang terasa sangat sesak. Paru parunya terasa susah mengikat oksigen.


Pagi pagi sekali asistennya menelponnya tentang pemberitaan syur putri tercintanya. Jam tiga subuh.


"Ada apa?" tanya istrinya terkejut sekaligus panik melihat suaminya memegang dadanya dan wajahnya terlihat meringis menahan sakit.


Istrinya pun dengan cepat mengambil obat suaminya dan menyerahkannya pada beliau. Kemudian mengambil segelas air putih.


Setelah suaminya menelan obatnya dan meneguk minumannya, keadaannya mulai lebih baik.


Beliau pun mengatur nafasnya perlahan.


"Sudah lebih baik?" tanya istrinya lembut sambil mengambil gelas kosong yang masih dipegang suaminya.


Tapi tangan suaminya terasa bergetar.


"Kamu kenapa?" tanya istrinya cemas lagi.


Tanpa suara suaminya menunjukkan ponsel yang tadi dipegangnya.


"Vania?" Pupil matanya membesar menatap slide foto putrinya yang sedang terpejam dengan pakaian yang sudah tersingkap kemana mana. Tapi ada bagian bagian tertentu yang seperti sengaja disensor.


Bahkan ada foto putrinya seperti sedang dirudapaksa, tapi dari wajahnya seperti sangat menikmatinya. Walau hanya kesorot dari wajah sampai leher, hal itu sangat mengguncang hati dan perasaannya.


Kecemasan yang amat besar tentang keselamatan putrinya membuat jantungnya berpacau sangat kencang dan seperti mau lepas.


Beliau menduga putrinya sudh diberikan obat hingga mau melakukan hal yang selama ini ngga pernah dia lakukan. Vania sangat menjaga kepercayaan brand brand terkenal yang memakai jasanya. Apalagi sebentar lagi dia akan menikah dengan Arjuna. Kejadian ini bisa menjadi skandal besar


Apa yang nanti akan dikatakan keluarga besar mereka dan keluarga besar Arjuna. Belum lagi bagaimana Vania akan menjalani hidupnya setelah skandal foto foto dan video ini tersebar luas.


Memikirkan sampai di sana membuat jantung dan kepalanya ngga kuat untuk menanggungnya. Mamanya Vania pun jatuh pingsan dengan ponsel masih tergenggam lemah di tangannya.


Sujatnata langsung shock melihat istrinya yang terkulai pingsan ngga berdaya di sampingnya.


"Sayang, bangun," serunya panik dan kalut sambil menepuk nepuk lembut pipi istrinya. Tapi tetap ngga ada reaksi apa lagi sampai terbangun. Istrinya masih belum juga sadarkan diri


Sujatnata langsung menelpon kepala pelayannya dan ambulance untuk secepatnya mendapatkan pertolongan.


Siapa yang sudah berani menyentuh keluarga Sujatnata, geramnya dalam hati dengan menatap kalut pada istrinya yang terlihat semakin pucat.


*


*


*


Tim Sujatnata sudah bergerak menghapus semua postingan Vania di media media online tersebut.


Dari jam tiga pagi, timnya sudah bekerja keras untuk memblokir semua situs yang berani menayangkan berita berita negatif tentang Vania putrinya.


Bahkan mereke sudah menyiapkan tim pengacara untuk menuntut media media yang sudah dengan lancang menyebarkan hal hal yang ngga baik tentang putrinya.


Saat ini para pengawal pribadi Sujatnata sudah bergerak ke apartemen Vania untuk mengamankan putrinya.


*


*


*


TOK TOK TOK

__ADS_1


Vania terbangun dari tidurnya.


Siapa?


Vania tersentak saat melihat dressnya yang sudah berada di atas perutnya dan menampilkan dada polosnya.


DEG DEG DEG


Jantungnya berdebar keras mengingat apa yang sudah terjadi.


Vania bisa melihat banyaknya tanda kemerahan di sekitar dadanya.


Vania memejamkan matanya, seakan masih merasakan bibir basah itu menempel kuat di sana.


TOK TOK TOK


Tapi ketukan keras di pintu apartemennya menyadarkannya lagi.


Vania melihat jam dindingnya


Jam empat subuh.


Siapa yang mau maunya bertamu subuh subuh begini?


Tapi karena suara ketukan itu makin sering terdengar, Vania merapikan dressnya.


Dia pun mengambil cardigannya dan menatap cermin.


Wajahnya terlihat pucat dan rambutnya acak acakan. Sepasang matanya terlihat lelah.


Vania pun merapikan rambutnya ala kadarnya karena suara ketukan pintu itu masih terus terdengar.


Dia terkejut melihat tiga pengawal perempuan papanya yang datang dan langsung masuk begitu saja setelah menggangguk hormat padanya


"Apa?" Vania yang sejak tadi mengawasi dua pengawal perenpuan yang memasuki kamarnya, sontak menolah pada Hesti. Tentu saja dia ngga percaya mendengar kabar ini.


Ketika tadi malam berpamitan dengan.mamanya, beliau masih baik baik saja.


"Apa yang terjadi pada mama?" tanya Vania dengan perasaan takut.


"Ayo, kita bisa bicara di mobil," kata Hesti sambil memberikan isyarat pada kedua temannya untuk.tinggal. Dia dan putri bos besarnya akan pergi duluan.


Saat menunggu lift yang terbuka, Vania mengangkat telpon dari menejernya.


Tapi keningnya berkerut karena banyaknya pesan dari menejernya sepagi ini.


"Ada apa?" tanyanya langsung.


"Kamiu sudah buka sosial media kamu?" tanya Mba Mer dengan suara sangat cemas.


"Belum."


TING!


Pintu lift terbuka dan dua pemuda yang keluar dari dalam lift seperti mengamatinya dengan agak nakal. Perasaan Vania agak ngga enak.


Hesti segera menarik tangan Vania agar masuk ke dalam lift hingga pintunya tertutup.


Dan perasaan Vania makin ngga tenang karena dia orang pemuda itu terus menatalnya dengan nakal.


"Maaf nona " kata Hesti sambil.memgeluarkan masker dan topi. Dia lupa.saat di dalam kamar apartemen Vania, karena memgira ngga mungkin akan berpapasan dengan orang lain. Karena tadi saat mereka berangkat, mereka ngga bertemu siapa pun.

__ADS_1


Vania oun langsung mengenakan masker dan topinya. Pandangan dua orang laki laki tadi yang seakan mene*la*njanginya membuat dia sangat risih dan tersinggung. Seakan akan dia baru saja membintangi film po*rno yang sudah meledak dengan sukses.


"Vania, sebenarnya apa yang terjadi sama.kamu?" tanya Mba Mer terdengar frustasi. Vania adalah model kesayangannya. Musibah yang menimpanya terlalu kejam.


"Mba Mer, ada apa?.Aku sama sekali ngga ngerti?" Vania tambah heran.


Sebenarnya ada apa?


"Sekarang kamu di mana?" tanya Mba Mer mencoba menahan diri untuk ngga menceritakan lewat telpon.


"Aku mau ke rumah sakit. Mama sakit, mba."


"Apa? Yaa Tuhan. Ya udah, mba akan nyusul ke rumah sakit. Kamu hati hati."


TING!


Pintu lift terbuka. Vania ngga sempat bertanya maksud ucapan terakhir Mba Mer karena telpon sudah terputus.


Tapi langkah Vania terhenti.ketika banyaknya kliatan blitz yang menyambutnya.


"Vania, apa ini anda?"


"Anda sedang bercinta dengan siapa?"


"Vania, jujurlah."


"Jadi anda sudah punya kekasih?"


"Kenapa rekaman dan foto foto anda bisa tersebar?"


"Vania, bicaralah. Katakan kalo ini hoax."


"Vania."


"Vania."


Hesti langsung melindunginya dan berada di depan untuk menutupi wajah dan tubuh Vania.


Ini di luar dugaannya. Untung kepala pengawalnya tadi menyuruhnya membawa bodyguard yang cukup banyak dan kini sedang menghalangi para wartawan yang terus merangsek berusaha mendekati Vania.


Vania tentu saja tambah panik. Tubuhnya terdorong dorong hampir jatuh. Untung Hesti dan para pengawal papanya yang berjumlah puluhan itu berhasil membawanya masuk ke dalam mobil.


Mobil pun melaju meninggalkan kerumunan para pencari berita itu.


"Sebenarnya ini ada apa?" tanya Vania dengan suara bergetar.


Belum pernah para pencari berita itu bersikap sangat ngga sopan padanya.


Dia seakan akan sudah menjadi target mereka.


Hesti yang menemaninya ngga menjawab. Menatap Vania tajam


"Anda benar ngga tau apa.yang sudah terjadi, nona?"


Vania menggeleng, walau dalam hati sudah punya dugaan buruk.


Kata kata para pencari berita tentang foto dan video membuatnya langsung memeriksa sosial medianya.


Matanya membesar ketika melihat foto foto nya yang sedang bercinta dengan laki laki mesum itu tersebar di sosmednya.


Saat dia membuka rekamannya, hatinya mencelos saat melihat dirinya yang hanya tersorot seorang diri sedang merintih dan mende*s*ah tiada henti. Dia ingat saat itu laki laki mesum itu sedang membuainya di tubuh bagian paling sensitifnya.

__ADS_1


TUK!


Ponselnya langsung terjatuh dari tangannya dan tubuhnya yang sudah bergetar hebat.


__ADS_2