Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Penawar Arjuna


__ADS_3

Saat ini Andra sudah berada di apartemennya. Dia sedang menyeleksi foto foto.dan rekaman yang akan.dia tampilkan di berbagai media online.


Andra ngga mungkin akan melakukannya di rumah. Para sepupunya pasti akan menentang rencananya. Tapi menurutnya, inilah cara terbaik agar pertunangan keduanya batal.


Dan yang lebih penting, ini adalah balasan buat kedua orang tua yang ngga sadar umur terhadap perbuatan licik dan kejam mereka.


Kelicikan harus dibayar dengan kelicikan.


Sujatnata pasti akan sangat shock karena sekarang putrinya lah yang akan menghiasi media media online. Menjadi pusat berita. Bukan dalam karir positifnya yang selalu cemerlang. Tapi dalam keterpurukan yang sangat memalukan. Sebagai bintang por*no yang sangat sensasional.


Tapi Andra masih punya hati. Andra memblur dan bahkan menutupi bagian sensitif gadis itu dengan emotion icon.


Bahkan rekaman videonya hanya menunjukkan wajah saat gadis itu sedang mencapai puncaknya. Tubuh bagian bawahnya ngga diexpose. Andra pun ngga menampilkan dirinya sama sekali.


Dalam mengedit pun Andra merasa gairahnya naik lagi melihat keseksian Vania. Gadis itu begitu memukaunya saat merintih dan mende*s*ah di bawahnya. Andra menekan sangat jauh perasaan kasiannya akan perbuatannya yang sama kejinya dengan perbuatan papanya Vania.


Sayangnya setelah ini Andra akan menghilangkan semua bukti yang dia punya. Dia ngga akan bisa melihat lagi rekaman dan foto foto utuh Vania. Dia ngga mau ketahuan dengan cepat kalo dialah penyebarnya.


Dan keberuntungan kembali ada padanya. Untungnya mobil yang dia gunakan untuk mebawa Vania ke apartemannya adalah mobil baru yang platnya belum dia pasang.


Andra pun sudah menghapus jejak cctv dari club ke apartemen Vania. Ngga susah dia melakukannya, karena club itu milik temannya.


Semuanya berjalan lancar. Andra melihat lagi foto foto dan rekaman asli di ponselnya.


"Kamu harus membayarnya," gumamnya dingin.


Kemudian Andra menghapusnya dan memilih send pada laptopnya.


Dan foto foto itu beserta rekaman yang sudah dieditnya menampilkan wajah Vania dengan sangat jelas saat dia dalam keadaan kli*ma*ks di berbagai media online.


Andra pun menghapus segala data itu di laptopnya dan membuatnya tersebar tanpa tau dari mana file itu berasal. Dia kali ini menggunakan kepintarannya untuk hal hal yang sangat kejam. Dia lupa dan sama sekali ngga membayangkan bagaimana perasaan Vania jika melihatnya nanti.


Yang pasti karir modelnya yang selalu bersih akan hancur. Sehancur hancurnya sampai dia ngga akan mampu bangkit lagi.


Yang ada dalam hati Andra hanya rasa kepuasan karena sudah berhasil membalas perbuatan Arga Taksaka dan Sujatnata-Papa Vania.


Sekarang sudah pukul dua dini hari. Kehebohan akan segera di mulai. Bibir Andra tersenyum miring membayangkan Arga Taksaka dan Sujatnata akan mendapat heart attack saat melihatnya.


Mereka yang dengan heboh selalu memposting berita pertunangan Arjuna dan Vania, pasti akan langsung diserbu massa demgan adanya skandal tabu Vania.


Rasakan karma kalian!


Andra sudah ngga sabar menunggu besok. Kehancuran moral mereka kini sudah berada di depan matanya.


*


*

__ADS_1


*


Arjuna menatap ponselnya yang menampilkan wallpaper Emilia yang sedang tersenyun sangat manis.


"Gimana kabar kamu? Aku rindu," gumamnya dan tanpa sadar memencet nomer Emilia.


Dia agak terkejut karena dalam waktu yang ngga lama, Emilia mengangkat telponnya.


Rupanya tadi Arjuna memilih vcall.


"Hai," sapanya ketka melihat Emilia terpaku cemas menatapnya.


Pasti pandangan Emilia membentur pada selang infus yang tertangkap kamera.


"Aku ngga apa apa," senyum Arjuna hangat. Arjuna dapat melihat sepasang mata Emilia berkaca kaca.


Keadaannya memamg cukup memprihatinkan.


"Jangan khawatir. Aku malah membuat kamu cemas, ya?" ucap Arjuna panik.


Emilia hanya bisa menganggukkan kepala tanpa suara.


Hajaran kakak laki lakinya sudah membuat Arjuna mengalami luka yang cukup parah. Hatinya ikut sakit melihat penderitaan Arjuna.


"Aku akan menikahimu," kata Arjuna berjanji. Dia sudah memutuskan untuk meninggalkan segala atribut Taksaka agar bisa bersama Emilia. Perbuatan papanya sudah ngga termaafkan baginya.


Kemudian Arjuna mendekatkan layar ponselnya dan mengarahkan bibirnya ke bibir Emilia.


Seperti sedang mengecupnya dalam dunia nyata.


Arjuna tersenyum melihat Emilia memejamkan matanya, seolah sedang menerima ciuman Arjuna secara langsung.


"Aah, aku ingin menciummu. Tapi aku belum bisa menemuimu," erangnya frustasi.


Dia begitu merindukan bibir mungil yang lembut itu. Mungkin bisa.menjadi obat yang membuatnya akan lebih cepat sembuh.


"Emm... aku akan mememui kamu."


Arjuna terkejut mendengarnya. Ditatapnya wajah Emilia lekat.


"Kamu sungguhan?"


Emilia kembali tersenyum sangat manis.


"Kak Bima sudah membolehkan aku bersama kamu."


Ucapan Emilia bagai air hujan di gurun yang sangat kering bertahun tahun lamanya.

__ADS_1


Arjuna sampai terpana ngga mampu menjawabnya.


Bima sudah bisa menerimanya? soraknya dalam hati senang dan terharu.


Arjuna merasa malu. Papanya sudah bertindak sangat kejam, tapi Bima masih bisa menerimanya untuk berhubungan dengan adiknya.


Seharusnya dia sudah malu sejak dulu. Ketika papanya selalu aja mencuri ide ide keluarga Bima dan dia sendiri yang merealisasikannya.


"Emm... aku ingin merawatmu," cicit Emilia pelan dengan wajah merona.


Arjuna tersenyum melihatnya. Jantungnya berdebar ngga karuan. Emilia semakin cantik saja.


Bibir Arjuna menyunggingkan senyum simpatiknya sebelum pudar oleh kata kata Emilia selanjutnya.


"Tapi kamu bentar lagi tunangan dengan gadis lain."


Suara Emilia yang terdengar sangat sedih memukul jantung Arjuna sangat keras.


"Aku akan membatalkannya."


Ngga ada senyum di wajah Emilia. Tapi rasa bersalah karena sudah merasa berbuat jahat pada kaumnya.


"Vania juga berharap aku membatalkannya. Kamu ngga perlu merasa bersalah," kata Arjuna seakan tau apa yang ada dalam pikiran Emilia saat ini.


"Kamu serius?" Ada nada ngga percaya dalam suara Emilia.


"Iya. Aku dan Vania sudah membicarakannya. Vania juga tau aku sudah punya kekasih. Dia hanya ngga bisa menolak permintaan papanya," jelas Arjuna panjang lebar.


Vania memintanya mencari alasan yang ngga terbantahkan agar pertunangannya dibatalkan. Karena dari Vania sudah ngga mungkin. Papanya ngga menerima penolakan.darinya.


Arjuna bisa melihat binar harapan di sepasang mata yang indah itu.


"Kamu jadi ke tempatku? Nanti Galih yang akan menjemput kamu," kata Arjuna yang ngga ingin membuang kesempatan bisa berduaan dengan penawar sakitnya.


Berdua dan diobati Emilia? Pasti dia akan cepat sembuh, batinnya senang.


"Ya," sahut Emilia setuju.


"Kamu nunggu di toko kue biasa, ya. Aku cuma takut anak buah papa membuntuti kamu," kata Arjuna agak khawatir.


"Oke."


Arjuna tersenyum hangat melihat Emilia membalas senyumnya dengan malu malu.


Jantungnya sedari tadi berdebar sangat kencang. Rasa bahagia memenuhi rongga dadanya karena besok Emilia akan merawatnya.


Dia sudah jatuh cinta sangat dalam pada gadis itu. Mungkin sejak dia salah dan mengira koper gadis itu adalah miliknya di bandara dulu.

__ADS_1


Pertemuan awal mereka memang menjengkelkannya. Tapi karena itu juga dia ngga bisa melupakannya.


__ADS_2