Love U Like FIRE

Love U Like FIRE
Pembalasan yang sempurna


__ADS_3

PLAK!


"Bu, jangan begitu," tegur Sujatnata pada ibu kandungnya yang sudah menampar keras pipi putrinya.


Saat ini Sujatnata memeluk putrinya yang masih saja menangis sejak sampai di rumah sakit karena merasa sangat bersalah.


Vania tau.kenapa mamanya bisa pingsan dan berakhir di ICU. Semua gara gara dirinya.


"Diam Nata!" bentak ibunya-Oma Ningsih galak. Nafasnya pun tersengal. Kakak dan adik perempuannya sedang berusaha menenangkan beliau.


"Kamu mendapat karma akibat perbuatanmu yang menolong Arga! Sudah ibu katakan, jangan turutin dendam Arga lagi. Dia ngga ada puasnya! Bahkan Revi sudah meninggal. Kalian masih saja ngga mau berhenti," serunya marah.


Arga Taksaka yang sudah berada di situ menundukkan kepalanya. Setelah orang tuanya meninggal, mama Sujatnata lah yang selalu menyayanginya.


Kini mendengar kemarahan wanita yang sangat dihormatinya membuatnya tertunduk dan mulai berpikir.


Apa Vania mendapat karma akibat perbuatan mereka?


"Dulu kamu menampilkan foto foto syur anak Revi padahal Revi baru saja meninggal. Kini putrimu yang dipertontonkan karena ulah bodohnya sendiri! Mau ditaruh dimana muka ibu dan keluarga besar kita, haaah!"


"Tenang, Bu. Tenang. Ibu duduk dulu. Minum, Bu," bujuk Arsila, kakak perempuan Sujatnata sambil memijat lembut bahu ibunya yang sudah tersengal sengal.


Oma Ningsih menurut dan adik perempuannya Ratna memberikan ibunya segelas air mineral.


Sementara ayah Sujatnata terdiam mendengar perkataan istrinya. Orang tua dari istri anaknya pun hanya diam saja, menatap kalut ke arah kaca yang membatasi mereka dengan putrinya yang sedang ditangani oleh tim dokter.


"Nenek mau tanya, siapa laki laki yang bersama kamu?" tanya Oma Ningsih setelah nafasnya mulai teratur.


Sujatnata menepuk punggung putrinya pelan.


"Katakan, Vania, apa yang sebenarnya terjadi sama kamu?"tanya Sujatnata lembut.


Dirinya yakin putri polosnya di jebak oleh laki laki kurang ajar.


Sayangnya mereka ngga bisa menemukan wajah laki laki itu dengan jelas. Dia terlalu pintar, sudah antisipasi dengan mengenakan masker dan topi. Bahkan merusak cctv sepanjang jalan yang dilalui.


Sujatnata yakin, laki laki ini punya dendam besar pada keluarganya dan menumpahkannya pada putrinya.

__ADS_1


Sungguh laki laki pengecut, geramnya dalam hati.


"Aku... aku cuma berniat menolomgnya, pa. Aku... aku ngga tau siapa dia... Maaf, pa. Maaf," isak Vania makin menyayat hati Sujatnata.


Bener, kan, sentaknya dalam hati. Putrinya terlalu baik sampai ngga berprasangka buruk akan dijahati begitu keji.


Yang membuat emosi Sujatnata semakin naek karena ngga ada pengawal yang mendampimgi putrinya.saat peristiwa itu terjadi.


Memang salahnya juga memberi ijin putrinya ikut merayakan ulang tahun temannya di club. Putrinya pasti mengecohkan lagi para pengawal sehingga mereka bisa kehilangan jejaknya.


Sujatnata menghembuskan nafas kasar. Beda dengan ibunya yang kembali histeris mendengarnya dan harus ditenangkan putri putrinya kembali. Karena walau bagaimana pun mereka betada di rumah sakit.


"Jadi kamu ngga kenal?" sentak Oma Ningsih ngga abis pikir.


Bisa bisanya cucunya menyerahkan kehormatannya pada laki laki ngga dikenal.


Sekarang siapa yang akan bertanggungjawab kalo.cucunya sampai hamil?


Digugurkan akan mendapat dosa besar. Tapi jika dilahirkan akan membawa aib seumur hidup dan menjadi noda hitam dalam trah keluarga mereka.


Kepalanya menjadi pusing. Sayangnya dalam hal ini beliau ngga pernah tau kalo cucunya masih perawan. Masih tersegel.


Papa Galih dan Papa Mars yang baru saja datang dan segera menghampiri Arga Taksaka.


Keduanya sudah membereskan media media online yang menayangkan foto dan rekaman hot Vania. Tapi sayangnya ngga ada yang bisa dituntut karena pengirim foto foto dan rekaman itu menggunakan alamat domain yang gratis dan berisi identitas palsu.


Saat mendapat kiriman yang sama sekali mgga minta bayaran itu, mata mereka melotot melihat isi emailnya. Skandal ini terlalu besar. Hanya keuntungan saja yang mereka pikirkan. Apalagi foto foto dan rekaman ini asli.


Bahkan para pemilik media online dengan berani mengancam akan menuntut balik Vania yang sudah berani beradegan vulgar.dan melanggar norma norma kesopanan.


Masalah Emilia bisa cepat diredam dam diatasi karena dia hanya gadis biasa, padahal fotonya jauh lebih hot.


Tapi Vania adalah model terkenal tingkat internasional. Entah sikap apa yang akan di ambil brand brand terkenal itu yang sudah memakai jasanya.


Menejer Vania dan pengacaranya sedang mengusahakan untuk menyelesaikannya dengan baik baik.


Yang paling pahit akan Vania terima adalah pemutusan kontrak, namanya di blacklist dan karir modelnya tamat.

__ADS_1


Kecerobohan yang pasti akan sangat disesali Vania seumur hidupnya.


Karir yang dibangunnya sejak kecil dengan susah payah akan hancur ngga bersisa. Akan susah dan butuh waktu lama untuk membangun image positif dan membuat orang orang lupa akan skandal yang pernah dia buat. Tapi yang jelas jejak digitalnya ngga akan bisa hilang. Akan terus menjadi noda hitam dalam jejak perjalanan karirnya sebagai model nanti.


Sementara itu Arga Taksaka sedang menatap tajam sahabatnya, papa Galih yang bersikeras ngga tau keberadaan Galih dan Arjuna. Begitu juga Papa Mars yang ikut membela Galih. Karena dia pun ngga tau dimana Mars saat ini.


"Aku rasa anak anak kita sudah bersekongkol," kata Arga Taksaka sambil membuang nafasnya kasar.


Seperti layaknya mereka orang tuanya, persahabatan anak anak mereka juga sangat kental. Sangat sulit membuka mulut mereka.


"Kamu bilang Arsen menghilang?" tanya Papa Galih mengganti topik.


"Iya. Dia ngga bisa aku hubungi," sahut Arga Taksaka stres.


Papa Galih dan Papa Mars yang memang ngga tau sedikit pun tentang siapa Arsen menatap Arga Taksaka bingumg. Hanya Sujatnata yang tau rahasia besar Arsen.


"Apa anak itu mengalami kecelakaan hingga ngga memberimu kabar?" tanya papa Mars mencoba menebak.


"Aku rasa bukan karen itu," jawab Arga Taksaka cepat. Dia sangat yakin Arsen pergi karena suatu hal besar yang sudah dia ketahui. Hal ini membuat perasaannya ketar ketir.


Andai saja kedua temannya itu tau kelakukan jahatnya pada mama Arsen, pasti akan memarahinya abis abisan.


"Seperti bukan Arsen saja," timpal Papa Mars yang dianggukkan Papa Galih, setuju.


Karena setau mereka Arsen sangat setia terhadap Arga Taksaka. Apa pun permintaan Arga Taksaka akan dilakukannya tanpa menawar lagi. Menghilangnya Arsen turut menjadi tanda tanya besar dalam hati keduanya.


Apa yang sebenarnya telah terjadi pada Arsen?


"Masalah Vania ini, apakah keluarga Sagara terlibat?" Papa Mats kembali topik awal.


"Metodenya sama seperti saat kamu dan Sujatnata mengekspose semua foto anaknya mendiang Revi," lanjut Papa Galih kurang suka. Dirinya ngga pernah menyetujui ide itu.


"Sayangnya Vania ngga tau siapa laki laki itu," sahut Arga Taksaka pelan. Beda dengan Emilia yang sedang bersama putranya, yang wajah putranya sengaja beliau blur kan.


Keberadaan Arjuna yang ngga diketahui, Arsen yang ngga bisa dihubungi. Sekarang muncul masalah foto foto dan rekaman video Vania dalam waktu berdekatan.


Tadi saja dirinya berhasil menghindari para pencari berita yang sudah berkumpul di depan rumahnya. Mereka menanyakan kepastian berita pertunangan Vania dengan putranya yang belum bisa dirinya jawab.

__ADS_1


Arga Taksaka menghela nafas panjang berkali kali. Kalo ini perbuatan Sagara, sungguh pembalasan dendam yang sangat sempurna.


__ADS_2