
Seorang pria turun dari mobil mewahnya ia hanya menatap datar kedepan tanpa menghiraukan banyak sorot cahaya menyinarinya dari jepretan kamera.
Biasanya ia akan marah jika ada yang mengambil potretnya tapi kali ini ia sudah memberi izin lewat pengawalnya untuk memperbolehkan para wartawan itu mengambil gambarnya dan seseorang yang ia bawa.
Hanya untuk kali ini saja tidak ada lain kali!.
Para wartawan berbondong-bondong mengambil potret sebanyak mungkin dan akan membuat berita yang menggemparkan besok pagi,pergerakan mereka terhenti ketika pria yang menjadi sorotan mereka terlihat membukakan pintu untuk seseorang yang menjadi pendampingnya.
Tidak mungkin,satu kata yang lolos dari para wartawan setelah melihat pria itu membawa pendamping wanita saat mendatangi pesta tidak seperti biasanya hanya bersama asiatennya saja,bahkan mereka semakin terdiam melihat wanita yang keluar dari mobil dengan gerakan slowmosen.
Cantik,anggun,elegan,menawan,
semua tercetak jelas diwajah wanita itu sangat cocok menjadi pasangan pria itu,serasi!,apalagi raut wajah mereka sama-sama datar membuat yang melihatnya hanya mampu menghela nafas.
Setelah pemeran utama bagi mereka melewati karpet merah barulah para wartawan itu bisa bernafas lega,entah kenapa menatap wajah datar wanita yang menjadi pendamping pengusaha terkenal di negara ini membuat mereka tenggelam dalam kegelapan tanpa bisa mencari jalan keluar.
"G*la!,mereka sangat serasi"
"Benar,tatapan mereka seperti lubang hitam dilaut marimar"
"Aku bahkan tidak bisa bernafas"
"Parahnya lagi aku tidak mendapatkan foto mereka karna terlalu terpesona dengan keduanya"
Mereka mendengus kesal untuk diri sendiri saat tersadar tidak terlalu mendapat potret yang banyak tentang pengusaha yang sangat sulit didekati itu,, ahhh mereka merutuki diri sendiri,,tapi setidaknya mendapatkan foto mereka untuk berita besok,siapa tau ada kesempatan bagus suatu hari.
Seorang wanita cantik menggunakan gaun malam berwarna ungu kehitaman dengan lengan sebahu dan juga bagian d*da berbentuk V mengapit pria yang menjadi pasangannya malam ini,pria itu memakai tuksido hitam sangat kontras dengan baju yang wanitanya gunakan,terlihat serasi bahkan beberapa orang tidak bisa mengalihkan pandangannya pada mereka.
Entah wanita ataupun pria menatap mereka dengan tatapan kagum.
"Aku ingin menusuk mata mereka" ujar pria itu dengan nada geram dan juga sesekali menatap pria-pria yang berani menatap wanitanya dengan tatapan lapar seolah wanitanya adalah makanan yang menggoda selera.
Gadis disampingnya melirik malas pada pria itu,"Aku akan membantumu"ujar nya membuat pria itu tersenyum senang.
"Kapan kita lakukan?" tanyanya dengan semangat.
Gadis itu mengedikan bahunya acuh,"Aku ingin ke toilet"
"Akan aku antar"
"Tidak perlu,aku akan segera kembali" tolaknya sebari melepaskan apitan tangannya pada pria yang menjadi pendamping,magsudnya memaksanya menjadi pendamping pesta malam ini.
"Aku bukan meminta ijin hanya memberi tahu" ungkap pria itu membuat gadisnya mendengus.
"Diam atau aku akan pulang tanpa bisa kau temui!" ancam nya membuat pria itu mendengus.
"Baiklah cepat kembali" pasrahnya.
Jika diancam tidak bisa ditemui lagi ia tidak akan bisa,cukup beberapa tahun menganggapnya sudah tiada walau di hatinya ia percaya gadis itu masih hidup dan hatinya benar,apapun yang akan terjadi ia akan membuat gadis itu selalu di sisinya walaupun dengan cara paksaan sekalipun ia tidak peduli,yang penting gadisnya berada di sisinya!.
Ia akui itu bukan cinta namun obsesi,tapi jika tidak punya obsesi maka cinta tidak akan bertahan lama.
"Selamat malam tuan muda" sapa seorang peria paruh baya menghampirinya dengan sopan.
"Hmm" jawabnya.
Melihat respon pria didepannya membuat pria paruh baya itu merasa gugup,bukan kenapa tapi pria didepannya walaupun lebih muda darinya sangat berpengaruh didunia bisnis ia tidak boleh menyinggung pria itu demi keselamatannya sendiri.
"Terimakasih sudah datang ke pesta pertunangan putri saya tuan muda Amlias,saya sangat tersanjung" ujar nya takut-takut.
Ia pikir pria itu tidak akan pernah datang diacara pesta seperti ini mengingat kekejaman pria berkuasa itu,ia hanya menjajal keberuntungan mengundang pria ini ke pestanya dan bomm,ia mendapat jekpot dengan kedatangan pria itu,,, ahhh pesta pertunangan putrinya pasti akan sangat meriah dan juga masuk berita utama besok pagi karna kedatangan pria ini.
"Hmm saya datang karna ingin memeriahkan pesta anda saja" jawabnya sangat dingin dan datar namun perkataannya membuat pemilik pesta sangat tersanjung.
"Saya sangat berterimakasih atas kepedulian anda tuan,,rasanya ini seperti mimpi" belum selesai berkata pria itu sudah ditinggalkan Afra ketempat minuman.
Sial
Yah pesta meriah namun bodohnya minuman saja harus diambil sendiri,jika bukan ingin memeriahkan pesta ini maka afra sudah menghancurkan pesta ini sejak tadi,,,norak sampai-sampai mengundang paparazi apa reporter saja tidak cukup?!.
__ADS_1
Pria paruh baya itu mengeram kecil untuk memedam kekesalannya karna diacuhkan seorang Maringgai Azonafra Amlias,,dia hanya seekor serangga yang tidak akan Afra lirik sekalipun.
Pria itu kembali larut dalam pesta pertunangan putrinya dengan menyambut kolega-kolega bisnisnya sebari sesekali memastikan kenyamanan seorang Maringgai Azonafra Amlias agar pria itu tidak pergi dari pestanya,,maka dari itu ia bisa pamer kepada koleganya sekaligus menyeret pebisnis untuk bekerja sama dengannya menggunakan pria itu.
Licik.
Entah disadari atau tidak seorang wanita menggunakan gaun berwarna merah maron tersenyum smirk kearah Afra,sekian detik senyuman itu berubah menjadi manis dengan derap kaki yang semakin mendekat kearah pria itu.
Afra sendiri sedang menahan kesal saat beberapa orang yang tidak ia kenal mendekatinya seolah mereka saling kenal,bodoh!,ingin sekali afra membunuh mereka,berani-beraninya!.
Apalagi gadisnya sejak tadi belum juga kembali dari toilet,Afra tentu saja menghawatirkan gadisnya apalagi tidak ada yang gadis itu kenal dipesta ini,ahhh lebih bodohnya bagaimana jika gadisnya bertemu dengan musuhnya dan diculik.
Afra terlalu berpikir buruk tentang itu tidak mungkin gadisnya diculik,tidak akan mudah!,gadisnya itu bukan gadis biasa,dia bahkan bisa membunuh tanpa menyentuh!.
Sabar
Puk
Sorot mata pria itu sangat tajam menyorot kearah tangan yang sudah lancang berada di pundaknya,jika bukan karna ingin menyenangkan sang kekasih Afra akan mematahkan tangan lancang milik siapapun itu.
Pria itu berbalik menatap siapa pemilik tangan lancang itu dengan sorot semakin menajam,"kau"
"Hai,aku pikir salah lihat ternyata itu benar dirimu Afra" ujar orang itu dengan senyum merekah,"Sepertinya kabar itu benar bahwa kamu sudah sembuh,aku pikir itu hanya gosip semata,aku turut senang dengan kondisimu sekarang"ujarnya dengan nada lembut tidak merta membuat Afra mengubah raut dinginnya.
"Maaf aku tidak bisa menjenguk mu dikediaman itu,,aku tidak enak hati pada kekasihmu" ujarnya dengan mengepalkan tangan saat mengatakan kekasih dan kediaman itu yang dimagsud adalah kediaman Abana.
"Keberadaan mu tidak dibutuhkan" ujar Afra dengan tatapan ke penjuru arah mencari kedatangan gadisnya yang sudah lama pergi,tidak mungkin kaburkan?.
Perkataan monohok pria itu membuat mona tersenyum kaku dengan tangannya semakin kencang mengepal,"Apa kamu ada keperluan disini?,ah magsudnya aku hanya heran saja seseorang yang sibuk seperti mu mau mendatangi acara kecil seperti ini"ujar mona sebari membenarkan magsud pertanyaannya sendiri.
"Ingin"
Ingin:Afra melakukan apa yang ia inginkan tanpa peduli dengan orang lain dan tidak akan merugikan diri sendiri,orang lain tidak berhak mengomentari!.
Mona mangengguk kaku,"Dimana Azkara?,kenapa aku tidak melihatnya?"
Afra hanya mendengus kesal dengan wanita didepannya yang selalu mencari topik agar bisa berbicara dengannya,"Bukan urusanmu"
"Tidak peduli"
Afra terus berkata monohok namun tidak membuat Mona menyerah untuk terus mengajaknya bicara bahkan engga untuk pergi.
Kapan lagi bisa berduaan dengan teman lama dinginnya ini,bahkan jika wartawan menyorotinya bersama penguasa bisnis maka akan ada berita yang akan menguntungkan,sekali dayung dua tiga pulau terlampaui.
Mona semakin gencar bahkan mendekatkan dirinya pada lengan Afra,entah keberanian dari mana wanita itu mencoba meraih jemari Afra yang bebas.
Afra mendengus pria itu memasukan tangannya dalam saku,"Lancang!"ujarnya membuat Mona tersentak.
"Ah apa aku melakukan sesuatu yang berlebihan Afra?" tanya Mona pura-pura tidak mengerti dengan perkataan AFRA.
Afra mendelik tajam pada wanita itu,"Kau harus tau batasan nona!"
Mona meneguk salivannya susah,"Maaf jika aku melakukan hal yang salah Afra"ujarnya sebari menunduk dan masih menjadi pihak tidak tau apa-apa.
Pria itu hanya mendengus tanpa peduli lalu menatap lorong yang sudah membawa kekasihnya pergi,seutas senyum lebar terbit dari pria itu membuat suasana menjadi hening,senyap dan menyeramkan secara bersamaan.
Semua yang memperhatikan Afra sejak tadi dibuat bungkam dengan senyuman pria itu seolah sebuah ancaman bagi mereka,namun bagi kau wanita adalah berkah.
Xia menatap afra dari kejauhan bersama seorang wanita entah siapa, dari jaraknya ia tidak bisa melihat jelas siapa wanita itu.
Dari interaksi mereka terlihat akrab,wanita itu banyak berkata terlihat dari bibirnya yang terus bergerak lalu menunduk dengan malu-malu,mereka seperti sepasang kekasih,dengan adegan sang wanita yang malu mendapat pujian dari prianya.
Xia berdecih jika ia orang awam maka akan berpikir seperti itu,oh ayolah pria dingin itu tidak akan mau membuang waktu memuji orang lain.
Xia melangkah dengan anggun melewati beberapa orang namun ada saja yang menggangu karna pria-pria mencegah langkahnya seolah-olah saling mengenal, cih, pria yang tidak sabaran menghampirinya dengan nada marah pria itu berkata,"Berani sekali anda menghalangi jalan kekasih ku!"bukan bertanya,"Ingin mati hmm!"
Pria-pria yang berdiri didepan Xia dengan tangan yang menjulur angin melihat kearah suara,mereka tersentak saat melihat siapa yang berbicara,,mereka meminta maaf pada afra dan Xia setelah itu pergi terburu-buru demi nyawanya sendiri.
"Ck hama" guman Xia terdengar ditelinga Afra.
__ADS_1
"Benar" Afra membenarkan sebari merangkul pinggang gadis yang sejak tadi ia tunggu,"Ck kenapa lama sekali?"tanyanya dengan cemberut.
Xia mengedikan bahunya,"Ada kotoran kecil tersumbat"
Afra mengangguk,"Apa aku perlu bertanya keadaanmu?"tanya pria itu dengan wajah polos seperti anak kecil,terlihat seperti Iaz keponakan Xia saat bertanya hal yang tidak dimengerti.
"Kenapa berkata seperti itu?" tanya Xia.
"Perlu aku jelaskan?" tanya Afra di iyakan Xia dengan anggukan kepala.
"Akan aku ceritakan nanti"imbunya sebari tersenyum tipis.
"Ck"
"Jangan berdecak,decakan bibirmu membuatku ingin menyes*pnya"Xia mendelik tajam pria yang berubah mesum tanpa tahu tempat.
Lalu tersenyum manis,"Ingin merasakan senap*n ku?" tawarnya membuat Afra ikut tersenyum manis.
"Jika senap*nnya adalah ini maka aku mau" jawabnya mengusap bibir Xia.
"Senap*n ku ini bisa melubangi kepalamu yang kosong ini"ujarnya tanpa melunturkan senyumnya.
"Aku merasa tersanjung" jawab Afra.
Keduanya terlihat serasi bahkan menjadi atensi pesta seolah mereka pemeran utama malam pesta ini yang seharusnya dimiliki sepasang kekasih yang akan bertunangan,bukan mereka yang statusnya tidak jelas.
Namun suasana romantis itu terhenti ketika suara wanita menyapa,"Hai nona Xia,kita bertemu lagi,apa kabar?"ujarnya membuat kedua pasangan yang asik berdebat dengan menampilkan senyum mendengus.
"Apa kita saling kenal nona?" tanya Xia dengan ujung bibir tersenyum smirk tanpa disadari siapapun selain Afra.
Mona mengepalkan tangannya jelas ia sadar bahwa gadis yang bersama pria yang ia cintai sejak kecil ingin mempermalukannya,"Sepertinya anda lupa nona,saya Mona teman kecil nya Afra,saya memaklumi jika anda lupa karna kita hanya bertemu dua kali saja,saya tidak punya waktu untuk bersenang-senang"jawabnya dengan penekanan pada pengakuan menjadi teman kecil seorang Afra.
"Sebenarnya anda tidak penting untuk saya ingat nona" ujar Xia dengan senyuman mengejek.
Mona tertawa kaku,dengan tangan semakin terkepal bahkan kuku-kuku menancap pada kulitnya"Hhhh seperti nya anda terlalu banyak mengingat-ingat cara mengikat Afra agar tidak direbut,mengingat banyak wanita yang mengaguminya,hingga tidak ada ruang untuk mengingat saya"ujarnya tidak menyerah untuk menjatuhkan Xia.
"Tanpa saya ikat pun dia tidak akan lari,bukan begitu sayang?"tanya Xia melirik Afra dengan senyuman.
Afra tentu saja senang dipanggil 'sayang'walau hanya untuk membuat wanita lain memanas.
"Tentu saja,tanpa kamu melakukan apapun aku sudah jatuh dalam pesonamu" jawabnya sebari mencuri kecupan dibibir ranum milik Xia hingga gadis itu menahan kesal tanpa ekpresi.
Kurang ajar,mengambil kesempatan dalam kesempatan karna tidak ada kesempitan disana.
"Kau dengar nona,saya tidak memungkiri banyak wanita yang menginginkan kekasihku ini,termasuk anda,jika ada yang menginginkannya dia bisa berusaha,tapi belum tentu mendapatkan" ujar Xia dengan nada santai sejak tadi tidak ada nada kesal ataupun marah yang ia keluarkan.
Mona tersenyum paksa ingin merendahkan wanita saingannya malah ia yang direndahkan,sialan!,hingga ia diselamatkan suara pembawa acara.
Acara dimulai lumayan mewah dan megah disalah satu hotel ternama di negara ini.
Mona menahan geram melihat anteraksi sepasang kekasih di sampingnya siapa lagi jika bukan,Xia dan Afra,Afra beberapa kali mencium pelipis wanita itu dengan senang dan tangannya tidak lepas dari pinggang wanita itu,sialan!.
Tanpa diketahui siapapun kecuali a
Afra,Xia berbisik"Aku akan membunuhmu lebih cepat jika tidak melepaskan tangan mu!"pria itu hanya terkikik.
"Jika,aku lepaskan apa kamu tidak akan membunuhku?"
"Hanya akan mengulur waktu" jawabnya membuat Afra terkekeh dengan tangan yang masih bertengger dipinggang gadisnya.
"Nona Xia bagaimana jika kita memberi selamat pada pemilik acara bersama-sama" ujar Mona menahan geram.
"Sayang bagaimana jika kita segera memberi selamat,kita bisa menghabiskan waktu bersama" ujar Xia melirik pada Afra dan tidak memperdulikan Mona yang menahan emosi.
"Kencan?" binar dimata Afra memancar.
"Cepat!" Xia berjalan beriringan dengan Afra,tangan pria itu juga tidak berpindah tempat dari pinggang gadisnya itu.
Sebelum langkah mereka berada didepan pasangan yang bertunangan malam ini,langkah mereka berhenti didepan sepasang paruh baya yang memakai pakaian mewah.
__ADS_1
"Selamat malam nyonya dan tuan,saya sangat senang bisa kembali bertemu dengan mantan istri tuan Anka Abana" ujar Xia lembut dengan senyuman lebar namun tanpa diketahui siapapun di ujung bibir gadis itu adalah seringgaian,yang menandakan bahwa pesta malam ini akan menjadi berita utama besok.
Akan menjadi trending topik.