
Mendengar semua pembicaraan dari sebrang panggilan membuat wajah afra memerah penuh amarah,tangannya mengepal saat seseorang yang entah siapa memikirkan untuk berfantasi dengan gadisnya,gadis yang hanya boleh dimiliki olehnya.
Namun sayangnya ia tidak bisa berbuat apa-apa,semua percuma,bahkan ia belum tau dimana gadisnya berada dan bersama siapa?.
Yura merasakan aura marah dari afra bukan hanya dia tapi juga Azkara,Yura menghela nafas walaupun dirinya ikut marah,namun dengan alasan berbeda,alasannya karna ia tidak diajak dalam kesenangan kali ini,tidak adil.
"Anda diam saja tuan!,anda akan melihat nasib dari pria itu sebentar lagi,walaupun kau tidak diam kau tidak bisa berbuat apa-apakan?,jadi kita tonton saja,disini bukan hanya kau yang marah,tapi akau juga,ingin sekali aku robek mulutnya,berani sekali berfantasi seperti itu,aku ingin membunuhnya sekarang juga!"
"Woy Ans cepat cabut nyawanya"teriak yura kesal.
Mendengar suara Yura dari laptop membuat atensi kearah sana,tak terkecuali orang itu.
"Siapa itu?"John membalikan laptop kearahnya,matanya berbinar saat mengetahui siapa disana.
"Hai,gadis cantik,dimana dirimu,kemarilah kita bersenang-senang bersama"
"Hhhh dasarnya b*j*ng*n,kau belum kapok ternyata"cibir Yura menatap remeh.
"Hhhh kau masih bisa mencibir ternyata,padahal ketiga wanita yang berhubungan denganmu ada ditanganku,hanya tinggal kau saja,gadis cantik,jadi kemarilah,aku tidak tau tempat ini dimana,tapi aku yakin kau mengetahuinya kan"
"Jadi datanglah sendiri,untuk simulasi kau bisa menonton dari sana oke,lihat bagaimana aku berada diatas tubuh kakak dan adik mu,membayangkannya saja sudah membuatku bergairah"ujarnya dengan mesum menatap tiga gadis didepannya yang masih menatap datar.
"Kita mulai saja sekarang oke,jangan dimatikan tonton saja!"
"Baiklah aku akan menonton!"ujar Yura bersemangat sampai menaikan kedua kalinya dan duduk menyilang diantara pahanya.
Menyaksikan nasib pria bodoh itu tentunya!.
"Gadis pintar"
"Duduklah disini!,kita menonton bersama,maka kalian akan tau siapa kami sebenarnya,jangan menyimpulkan apa yang kalian dengar saja"ujar Yura meminta dua pria didepannya untuk duduk di sampingnya untuk menonton pertunjukan yang segera dimulai.
"Kau yakin akan melakukannya? "Tanya Ans menatap remeh pria yang berjalan kearahnya.
"Hmm tidak diragukan lagi,aku akan melakukannya padamu lebih dulu,kau takut hmm?" tanya John tersenyum.
"Bukan kami yang harus takut"jawab Ans tersenyum,membuat John terdiam ditempatnya,sedari tadi ia merasa diintimidasi oleh ekpresi wanita yang akan ia hancurkan itu,namun sebisa mungkin john menyangkal,tidak mungkin ada orang yang tidak takut ditodong senjata walau negara bebas ini.
Dirinya pernah dipermalukan diclub sebulan lalu dan berakhir dipenjara,tidak akan ia lepaskan wanita-wanita yang menjadi penyebab dirinya merasakan dinginnya jeruji besi,apapun yang terjadi dendamnya akan terselesaikan.
"Lihat anak buahmu kawan"ujar Ans seketika membuat john menoleh kearah dimana anak buahnya berada,yang sejak awal tidak menimbulkan suara.
Pria itu mengkerutkan dahinya,pemandangan yang ia lihat membuat ia bingung kenapa anak buahnya menodongkan senjata kearahnya bukan kearah ketiga wanita yang seharusnya.
"Kenapa kalian,todongkan senjata kalian kearah yang benar!"pekik John kesal.
__ADS_1
Namun mereka yang menodongkan senjata seolah tuli mereka tidak mendengarkan perintah pria itu.
"Kalian ingin aku bunuh hah?"ancam pria itu.
"Ckckck,bukannya sebaliknya kau yang akan mereka bunuh hmm"ujar Xia yang baru saja bersuara.
"Diam kau j*l*ng,kalian akan aku bunuh setelah ini"ancam pria itu membuat xia dan ans terkekeh.
Xia berdiri dari duduknya,"bereskan"
"Aku rasa dia tidak pantas mendapat kehormatan dari senapan mu,pisauku, atau katana kakak, bagaimana jika diberikan pada wei wei saja"usul ans.
"Tidak pantas!"tolak Xia tegas.
"Baiklah,tapi aku ingin bermain sebentar"ujar ans terkekeh ia tahu betul gadis itu sangat menyayangi peliharaan yang diberi nama wei wei itu,singa berawakan besar yang awalnya dirawat sang ayah sebelum ia pinta.
"Bersama"ujar Xia.
"Kalian mau apa hah!,akan ku bunuh kalian!"ancam John sebari mengambil pistol yang sempat ia taruh dimeja lalu menodongkan nya kearah kepala ans.
" Ikat ditempat biasa"titah Xia melirik kearah anak buah yang dibawa john yang ternyata adalah orang-orang gadia itu.
"Baik nona"jawab mereka serempak,sekitar dua puluh orang yang dibawa john dan mereka semua adalah anak buah Xia yang sengaja menyamar,dua orang maju untuk melakukan tugas yang diberikan Xia.
Wanita yang belum mengeluarkan suaranya sudah memegang ujung gagang katana yang menggantung di pinggangnya.
"Tembak saja!,"tantang Yura membuat dua pria yang sudah beralih posisi menjadi duduk disampingnya mendelik tajam kearah gadis itu.
"Mereka perlu diberi pelajaran,tidak setia kawan,tidak berperikeadikakaan"oceh Yura seolah sedang menonton film.
Dor
Pelatuk ditarik tepat dibagian jantung Ans,gadis itu seketika terdiam sebari memegangi arah dadanya yang sudah mengeluarkan cairan merah,gadis itu menatap tangannya.
Sunyi hanya suara tawa John yang terdengar ia merasa puas dengan apa yang baru saja ia lakukan," Sayangnya kau mati sebelum aku mencicipi tubuh mu,mengecewakan memang tapi tidak apa masih ada sisanya disini"
Semua menatap melongo kearah Ans,orang-orang yang menonton lewat leptop juga dibuat terdiam,dengan tatapan cengo.
Ans melihat tangannya lebih dekat kearah mata,melihat cairan merah yang sudah membasahi tangannya,lalu beralih kearah dimana jantungnya berada didalam sana,"Aku akan mati"ujar gadis itu lalu menutup mata dengan kepala yang sudah bersandar diujung sofa.
Kedua wanita yang masih membuka mata beradu tatap seolah meminta persetujuan,dengan langkah selanjutnya karna semua ini awalnya rencana Ans,jika gadis itu mati maka rencana selanjutnya akan berubah.
"Bagaiamana nona?,kau masih berani melawanku,satu saudarimu sudah tiada,jika kau ingin hidup turuti keinginanku"nego John tersenyum smirk.
"Menuruti keinginan mu?"tanya Xia masih dengan nada dan raut datar andalannya.
__ADS_1
"Benar!,maka kalian berdua akan pulang dengan selamat,dan kalian"tunjuk John kepada orang-orang yang masih ia anggap anak buahnya.
"Aku akan mengampuni kalian jika sekarang bersujud meminta permohonan ku"
"Kau setujukan nona?"seringgai John.
Tawaran itu tentu di dengan Yura dan dua pria disampingnya,dua pria itu sudah menatap tajam,ingin sekali mereka bertindak namun,Yura terus melarang dan meminta mereka dian jika ingin tau tempat dimana gadis itu berada.
"Aku lelah berhentilah mendrama,dia tidak pantas"ujar Xia kembali duduk bahkan menyandarkan kepalanya dengan nyaman di sandaran sofa.
Semua atensi mengarah ke gadis itu tidak mengerti,teruntuk siapa perkataannya tadi,siapa yang main drama?,apa ini sedang melakukan pembuatan film?.
Ans mendengus kesal mendengar ucapan adik berbeda orang tua satu itu,sulit sekali diajak kerja sama,setidaknya diakan bisa diam anteng seperti anna yang sedari tadi belum bicara.
" Kau susah diajak kompromi "keluh Ans sebari membuka matanya dan duduk tegap menatap kesal kearah Xia.
Sedangkan Yura sudah terbahak disebrang sana,mengajak Xia memainkan peran sama saja dengan mencairkan kutub utara,mustahil!.
Mereka tahu jelas bahwa Xia sebenarnya tidak suka berbelit-belit,lebih suka langsung bertindak,menyelesaikan dengan singkat tanpa ada adu argumen yang memakan banyak waktu sia-sia.
"Rencana mu itu bodoh kawan,jika aku yang kau ajak semuanya akan lebih seru!" cibir Yura membuat Ans setuju kali ini.
"Kau benar,dia tidak hebat dalam hal ini"pembenaran Ans.
"Kau bagaiamana mungkin?"heran John bahkan pria itu sudah mundur dua langkah dari tempat ia berdiri,syok melihat gadis yang baru saja ia bunuh dengan menembak area jantung gadis itu,seharusnya mati,kenapa ini terlihat baik-baik saja seolah tidak pernah ada tembakan.
"Kamu nanya?,kamu bertanya-tanya?"cibir Ans sebari menggunakan lagat yang sedang tren dinegara yang Yura tempati kali ini,ans mengetahui perkataan itu dari yura yang suka mengajaknya bergosip online.
"Apa yang anda katakan hah?"pekik john kesal karna tidak bisa bahasa indonesia.
Ans memutar matanya jengah," Bodoh,kau memang bodoh,cepat ikat dia!"
Dua pengawal yang tadinya terdiam kembali melanjutkan tugasnya,walau John mengancam akan menembak,namun nihil usahanya sia-sia walau dengan baku hantam sekalipun,pria itu tetap kalah,padahal tidak ada kecurangan satu lawan satu, tetap saja kekuatan John tidak sebanding.
Pria bernama John sudah babak belur bahkan kini dirinya diikat dengan cara sedikit menggantung,kedua tangan diikat keatas sesuai arah tangan kanan dan kiri keatas tiang besi,sedangkan kakinya bebas tanpa ikatan.
Pria itu sempat pingsan karna anak buah Xia tidak bermain-main,pria itu benar membuat john itu tidak bisa bergerak lagi sesuai perintah, asalkan jangan sampai mati.
"Auhkk"ringis pria itu "Perih b*ngs*t,lepaskan aku!" histeris John saat merasakan sensasi perih di kulitnya.
Air cuka disiramkan salah satu anak buah Xia sesuai intruksinya untuk membangunkan pria itu dari pingsannya,dan itu berhasil,air cuka membasahi setiap luka yang diberikan anak buah Xia.
"Apa yang kalian lakukan,lepaskan!"pekik John dijarak lima meter didepannya berdiri tiga wanita cantik dengan meja kecil diatasnya berisiĀ kotak yang berukuran sedang dari ukuran meja tersebut,kotak segi empat itu terbuat dari kayu,benda tersebut tidak terbuka.
Sempat dibuka beberapa detik lalu oleh salah satu gadis dari tiga gadis itu,gadis itu mengambil beberapa paku yang berukuran cukup panjang dan runcing lalu menyeringgai.
__ADS_1