MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
sisakan kedua nona itu!


__ADS_3

"Apa kau gila!"pekik Azkara ketika sadar dengan ucapan Yura.


"Tentu saja tidak!,,tadi aku terkejut dengan suaramu dan tidak sengaja menggunting salah satu kabel bomnya tanpa sadar"jawab Yura jujur membuat mereka yang ada disana menatapnya penuh arti.


"Lihat mobilnya tidak meledak itu artinya bomnya sudah aman!"sambung Yura sebari menatap mobil yang ia gunting kabel bomnya.


Azkara terdiam,bukan hanya azkara yang dibuat syok dengan kejujuran yura tadi tapi apa yang yura katakan ada benarnya:,mobil itu tidak meledak mengartikan Yura tidak salah memotong kabel walau tidak sengaja!.


"Pastikan!"ujar Xia menghancurkan keheningan,gadis itu berdiri disisi lain dari Yura sebari sesekali menatap kearah belakang, yang memandangkan begitu banyak pepohonan.


Yura mendengus kesal saat perkataan Xia tidak dimengerti mereka kecuali dirinya,gadis itu memilih berdecak dan menyeret Azkara melangkah mendekati mobil.


Azkara menghentikan langkahnya membuat Yura yang berjalan lebih dulu sebari memegang pergelangan Azkara juga ikut berhenti,"ayo!"ajak Yura sebari menarik pria itu namun tidak berhasil.


"Kemana?"


"Ck memastikan bom tadi!,kau ini bagaimanasi?"decak Yura kesal.


"Biar aku saja,kau sebaiknya berdiri bersama xia!"


"Ck aku ini gadis bertanggung-jawab,jika bomnya meledak setidaknya kita terkena ledakan bersama dengan begitu aku tidak akan dihantui rasa bersalah sebab kita yang sudah menjadi hantu"oceh Yura lalu melanjutkan langkahnya meninggalkan Azkara.


Beralih kearah Xia yang sedang berdiri cukup jauh dari mobil berisi bom dengan dua pengawal dan sisanya sedang mengurus cara mematikan bom,dan sebagai lagi memastikan kondisi sekitar.


"Ada apa?"tanya Afra saat melihat gadis yang ia klaim miliknya sesekali melihat kearah belakang yang rimbun dengan pepohonan,pria itu juga mengikuti arah pandang Xia namun tidak menemukan apapun kecuali pohon.


"Pohon"jawab Xia masih menatap kearah belakang.


'Kenapa dengan pohon?,,,ada sesuatu dibaliknya?"tanya Afra sebari mengikuti arah pandang Xia.


Xia mengedikan bahunya acuh lalu beralih menatap kearah iringan mobil mereka tadi,"Kita kembali kesana!"ajaknya tanpa mengidahkan jawaban pria itu mendorong kursi roda milik Afra.


Afra tentu saja protes ia tahu identitas gadis itu walau keasliannya masih dipertanyakan namun tetap saja jika urusan nyawa sang gadis ia tidak akan gegabah dan akan egois,sama halnya dengan pria yang mengejar bahkan sempat menarik gadis yang terus berjalan kearah mobil tanpa mengidahkan perkataan pria yang sedari tadi mencegatnya.


Azkara juga tidak mau Yura celaka,jika kabel yang digunting tadi kabel yang benar itu artinya keberuntungan bukan?,belum tentu bom lainnya tidak meledak mengingat sisa bomnya masih aktif dan belum tersentuh,bukan Yura namanya jika ia menurut.


.


.


.


.


Mobil berwarna hitam dikendarai asisten dengan tuannya duduk di kursi penumpang,hanya keheningan yang terjadi sebelum suara deringan ponsel memecahkannya,setelah sambungan tersambung beberapa detik selanjutnya sambungan itu terputus dengan sengaja.


"Tuan"


"Hmm"jawab sang tuan yang sedang memeriksa map yang ia pegang dengan tatapan datar,"mereka sudah melapor?"


"Sudah tuan"


"Katakan!"


"Mereka sudah menyadari bahwa mobil yang mereka kendarai dipasang bom,,namun kita masih memiliki kesempatan,jika informasi yang kita dapat benar maka kemungkinan mereka selamat lima puluh lima puluh tuan"jawab sang asisten.


Wajah pria yang ia panggil tuan memerah dengan rahang mengeras dan gigi bergelatuk,"Mereka dimana sekarang?"


"Masih dipersimpangan Tuan,mobil pengawal dibagian depan lebih dulu menyadari jika mobil mereka telah dipasang bom,,mereka berhenti dipersimpangan jalan dengan hanya para pengemudi saja yang tidak keluar dari mobil agar bom yang dipasang dibagian rem tidak meledak"jelas sang asisten seperti yang dilaporkan bawahannya.


"Target utama sudah diluar?


"Sudah tuan,Tuan Azkara juga sempat terjebak didalam mobil sebab ia yang mengendarai mobil,namun berhasil bertukar posisi dengan salah satu pengawal mereka,Mmm ada yang mencurigakan tuan"


"Apa?, katakan?"tanya sang tuan masih menunjukan amarahnya sebab rencana yang ia rancang menurutnya gagal sembilan puluh sembilan persen.


"Mmm salah satu gadis yang bersama mereka sepertinya berhasil menonaktifkan salah satu bomnya tuan"jawabnya membuat mata sang tuan melotot sempurna,dan akhirnya sang asisten menceritakan ulang secara detail yang diceritakan bawahannya ditelepon.


Setelah mendengar semuanya pria yang dipanggil tuan itu dibuat penasaran dengan identitas kedua gadis yang berhasil masuk dalam dunia mereka yang kejam ini,dalam dunia yang penuh ambisi dan obsesi,ia yakin jika gadis itu bukanlah gadis biasa sebab identitasnya sangat tersembunyi.


"Rencana B,kita akan memberikan serangan bertubi-tubi hingga mereka tak tersisa!"perintah sang tuan diangguki kepala oleh sang asisten yang masih menyetir.


"Keberhasilan hanya milikku!"guman sang tuan didalam hati.


Pria yang dipanggil tuan itu memberi intruksi untuk rencana b yang ia katakan tadi sebab rencana cadangan itu terancang secara tiba-tiba.


.

__ADS_1


.


.


Kembali mereka yang sedang berhadapan dengan bom dengan suasana dinginnya malam,dengan rasa mencekam.


Mereka menyambungkan earphone untuk saling berhubungan,setelah melewati perdebatan yang lumayan panjang dengan Xia dan Afra sebagai penengah,mereka kini sedang bergelud dengan kabel-kabel bom yang memiliki warna berbeda.


Satu pengawal memegang satu bom sisanya masih dengan pekerjaan awal mereka,sisa tiga bom yang tersimpan dalam rem mobil setelah satu bom dinonaktifkan tanpa sengaja oleh Yura,Yura yang yakin dengan pendapatnya yaitu 'bom yang sama jika kabel yang sama diputus maka bom tidak akan meledak!' ,seperti yang kalian tebak Yura tentu saja berdebat dengan Azkara yang tidak setuju dengan penuturan gadis itu.


" Konyol!"ujar Azkara mewakili pendapatnya.


Ketidak percayaan mereka atas pendapat yura semakin besar apalagi setelah gadis itu mengatakan hal ini,"Aku ini ahli bom tau!,,setiap kabel berbeda warna itu memiliki pungsi yang berbeda,,merah artinya berhenti,kuning artinya berhati-hati,hijau artinya jalan,putih artinya suci dan hitam artinya gelap"membuat semua semakin menegang.


'Namun tidak ada salahnya mencoba bukan anggap saja sedang bereksperimen!'itulah kata yang menjadi umpama untuk keadaan sekarang.


Tidak ada raut tegang dari sana kecuali dari dua pria yang menyembunyikan perasaan mereka dengan wajah datar,mereka memang takut,mereka takut mati,bukan untuk diri mereka sendiri, namun mereka hanya takut kedua gadis itu juga akan ikut mati jika bomnya meledak.


Sifat keras kepala kedua gadis itu tidak ada yang bisa melawan seperti keadaan sekarang mereka hanya bisa pasrah,para pengawal sudah memejamkan mata sebari bersiap menggunting kabel yang sama warnanya dengan kabel yang yura tidak sengaja gunting tadi,sebagian lagi terlihat menahan napas dengan apa yang akan terjadi selanjutnya.


"Stop "suara itu berhasil membuat pergerakan para pengawal terhenti dan melihat kearah suara.


Keempat orang yang mereka hormati telah kembali berdiri menjauh dari mobil untuk menghindari hal yang terburuk,yaitu boknya meledak.


"Kalian harus hati-hati agar jika gagal setidaknya kalian sudah mengeluarkan perasaan didetik napas terakhir" sambung Yura membuat orang disana menatapnya dengan raut kesal,kondisi sedang menegangkan tadi gadis itu sedari tadi bercanda.


"Diam!"ujar Xia membuat Yura yang akan kembali bersuara menjadi bungkam,jika adik kecilnya sudah mengeluarkan nada perintah itu artinya dia akan menurut.


Pengawal yang berada didepan kap mobil sebari memegang gunting yang akan memotong kabel bom berwarna hitam warna yang sama dengan yang Yura potong tanpa sengaja.


Krek


Mereka serempak memejamkan mata sebari menahan napas,sekian detik mereka terdiam menunggu hal yang terbaik.


"Mereka kenapa?"monolog Yura sebari menatap mereka yang tengah memejamkan mata.


Xia kebetulan mendengar monolog Yura gadis itu hanya merespon dengan kedikan bahu,dan melenggang pergi disusul Yura.


"Ronde selanjutnya"ujar Xia membuat Yura yang berjalan beriringan dengan gadis itu menghela nafas.


"Giliran aku oke!"ujar Yura hanya dijawab anggukan kepala oleh Xia.


Teriak Yura berhasil membuat mereka yang sejak tadi memejamkan mata menunggu ledakan bom yang untungnya tidak terjadi menatap sekitar,lalu menyusul gadis itu mendekati mobil.


"Semua sudah aman!,sudah aku katakan aku ini ahli meledak"ujar Yura kini mereka berkumpul didekat mobil.


Para pengawal menjadi sangat kagum dengan keberanian para nona itu sejak tadi mereka tidak menunjukan raut wajah takut,tentu saja bagi mereka kejadian tadi bukanlah kejadian besar.


"Nyawa bukan mainan,kau tidak bisa bisa melakukan apapun tanpa memikirkan keselamatan dirimu sendiri "ujar Azkara.


"Kenapa?,,kau menghawatirkan ku?" tanya Yura sebari menatap Azkara dengan tatapan nakal.


"Tentu saja!,jika kau terluka Xia akan bersedih"jawab Azkara.


"Ck jujur saja,kau menghawatirkan ku bukan karena alasan itu,tapi karna kau takut kehilanganku"


"I,,tu tidak benar!,,aku hanya tidak ingin melihat Xia bersedih itu saja"elak Azkara,tentu saja ia bohong tentang alasan mengkhawatirkan Yura, dirinya juga heran kenapa ia begitu mengkhawatirkan gadis pengganggu sekaligus cerewet itu.


"Jujur tidak merugikan tuan"ejek Yura


"Aku tidak berbohong"elak Azkara.


Para pengawal yang melihat perdebatan antara Yura dan asisten sang tuan itu hanya menatap aneh kepada keduanya,sejak kapan asisten pribadi sang tuan itu menjadi begitu ccerewet bahkan membahas hal yang tidak masuk akal.


"Waspada! "Suara barton Afra terdengar membuat mereka melakukan apa yang diperintahkan sang tuan.


"Kita akan pergi!"sambungnya segera mendorong kursi rodanya semakin mendekat kearah mobil dengan tangannya yang menggenggam tangan xia.


Baru saja pria itu memegang pintu mobil hingga tatapan nya teralihkan saat suara gaduh terdengar begitu memekik telinga.


Dor


Dor


Dor


Tiga tembakan bersarang dibadan mobil sebelah kanan untungnya kedua orang berbeda jenis kelamin itu berada disebelah kiri mobil membuat mereka aman dari timah panas yang bisa saja bersarang dibutuh mereka.

__ADS_1


Dengan respon yang bagus mereka yang mendengar suara tembakan langsung berlindung disisi kiri mobil lainnya,sebari mengedarkan pandangan melihat sisi depan yang hanya kosong jika dilihat dengan mata.


Bisa dilihat suara tembakan terdengar dari sisi pepohonan yang sempat menjadi tempat berlindung mereka dari ledakan bom yang untungnya tidak meledak,disana hanya ada pepohonan yang tinggi dan begitu rimbun seperti hutan,memang sebab jalan yang sedang menjadi tempat menjeda mereka kali ini adalah jalan sisi kanan dan kirinya dipenuhi pohon jati yang begitu besar dan banyak.


"Mereka bersembunyi dibalik pohon Tuan"lapor salah satu pengawal sebari membalas tembakan kearah pohon yang mereka yakini ada seseorang yang bersembunyi disana,mungkin bukan seseorang tapi sekelompok.


Dor


Dor


Dor


Dor


Mereka terus saling balas menembak dengan sesekali menunjukan diri lalu kembali bersembunyi,sama halnya dengan mereka para pengawal juga melakukan hal yang sama,mereka tidak ingin gegabah,bisa saja kelompok yang menyerang mereka kali ini berhubungan dengan bom dimobil,atau mereka hanya sekelompok rampok bersenjata yang sedak beraksi.


Jalan ini memang selalu menjadi sasaran empuk bagi perampok sebab jauh dari masyarakat,setiap mobil yang melewati jalan ini selalu berakhir dikantor polisi membuat laporan perampokan,polisi juga sudah menurunkan anggotanya untuk menangkap para perampok kawasan jalan ini,hasilnya hanya kekecewaan sebab mereka gagal dan menyebabkan beberapa polisi meregang nyawa.


Afra masih duduk di kursi rodanya dengan wajah memerah rahang mengeras menandakan dirinya sangat marah,permainan ini berhasil menguras waktunya dan gadisnya,pria lumpuh itu entah sejak kapan sudah memegang senjatanya.


Mereka semua saling membalas tembakan,karna dari pihak musuh tidak ada tanda-tanda akan menunjukan diri membuat Yura yang hanya menonton mendegus kesal.


"Ck lama"gumannya sebari sesekali mengintip kearah tembakan musuh.


Ingat Yura memang pembuat onar namun jika bagaian adu mulut ia akan senang dan akan mengeluarkan perkataan pedas mematikannya,jika urusan perang senjata gadis itu paling tidak suka,ia akan membuat perang selesai secepat mungkin dengan cara elegan.


Kelompok Afra yang menjadi sasaran tembakan masih terkendali,tembakan  yang musuh luncurkan hanya berhasil mengenai badan mobil,hingga membuat beberapa bagian bolong dan ringsek.


"Giliranmu bukan?"tanya Xia yang sama seperti Yura hanya berlindung tanpa ada niatan membantu menembak sebab mereka tidak memegang senjata.


"Benar!,,,kau bisa membuat pengawal yang dekat dengan mobil lain mendengar suara ku?"tanya Yura sebari menatap Afra yang menjadi objeknya.


Yura berjongkok bersama beberapa orang salah satunya Xia dan afra,sedangkan Azkara berlindung dibalik mobil yang lain.


Afra melirik sekilas kearah Yura dengan datar sebari sesekali menembak musuh yang masih saja bersembunyi dibalik pohon,pria itu merogoh saku tuxedo nya dan mengeluarkan benda berbentuk memanjang jika dilihat sekilas terlihat seperti bolpoin berwarna hitam,afra menekan ujung benda mirip bolpoin,bersaman dengan  suara 'klik' terdengar berganti suara barton yang mereka kenali.


"Tuan mereka terus menyerang tanpa berniat menunjukan diri!"suara itu yang terdengar dari polpoin,setelah suara itu terdengar benda yang mirip bolpoin tadi sudah berpindah tangan.


"Aku punya rencana agar mereka menunjukan diri"ujar Yura menjawab suara dari palik bolpoin.


"Bagaimana Yura?,,jika idemu konyol lebih baik diam!"


"Ck Berprasangka buruk,,ideku selalu bagus dan berhasil,,diamlah!,,lakukan apa yang aku katakan!,,,minta salah satu pengawal mengambil semua bom yang terpasang dikap mobil tadi dan berikan padaku!"


"Apa yang akan kau lakukan setelah itu?"tanya nya.


"Tidur,,jangan banyak bicara kak Azkara!,,lakukan saja cepat kita tidak memiliki banyak waktu!"jawab Yura sebari menekan setiap kalimat sebab kesal.


Ya pemilik suara dibalik benda mirip bolpoin itu adalah Azkara,sedari tadi ia dan sang tuan memang saling menghubungkan untuk mengetahui keadaan sekitar.


"Baiklah"jawab Azkara pasrah dirinya sadar tidak akan  menang jika melawan perempuan,apalagi perempuan itu adalah Yura dan Xia.


Azkara mengintruksikan beberapa pengawal untuk melakukan apa yang Yura katakan tadi menggunakan benda mirip bolpoin seperti milik tuannya yang dipegang Yura tadi.


Dor


Dor


Dor


Tembakan masih bersautan namun hanya bagian musuh saja,beberapa detik tadi Afra mengintruksikan agar anak buahnya berhenti membalas tembakan,kelompok Afra hanya diam sebari mengawasi sekitar dan menunggu intruksi dari tuannya itu.


Dari pihak musuh mereka saling pandang dibalik beberapa pohon yang menyembunyikan tubuh mereka,lalu kembali menembak walau dari pihak Afra tidak lagi membalas,mereka yakin kelompok yang mereka serang sedang merencanakan sesuatu untuk mengalahkan mereka.


"Sekarang apa?"tanya salah satu orang yang bersembunyi dibalik pohon.


Mereka hanya menembak tampa menunjukan diri,ingin sekali mereka menunjukan diri dan menyerang kelompok Afra secara terang-terangan namun mereka hanya bawahan yang menuruti perintah atasan.


Tidak seperti biasanya atasan mereka menyuruh mereka menembak tanpa menunjukan diri,bahkan mereka dilarang membunuh salah satu dari pihak yang mereka serang sangat aneh sebab biasanya mereka selalu dihukum jika tidak berhasil mencelakai musuh bebuyutan sang tuan itu setidaknya hanya tergores sebab membunuhnya tidaklah mudah,entah tujuannya untuk apa,namun sekali lagi mereka hanya pekerja.


Dan saat pihak lawan tidak membalas tembakan mereka,membuat mereka bingung harus bagaimana,sebab belum ada perintah selanjutnya dari sang atasan,mereka hanya terus menambak ke arah mobil seperti yang diperintahkan hingga bodi mobil ringsek dibagian kanan.


Salah satu dari pihak penyerang menekan benda di telinganya hingga terdengar suara sang tuan disebrang sana,sambungan terputus setelah sang tuan memberikan intrusi selanjutnya,pria yang tadi berbicara dengan atasan mereka kembali menekan benda ditelinganya agar bisa tersambung dengan kelompoknya lalu mengatakan rencana selanjutnya.


"Sisakan kedua nona itu!"setelah pria pengintruksi merapatkan bibirnya suara ledakan terdengar.


Doarrrrrrr

__ADS_1


Suara ledakan memekak telinga,mereka yang terkena ledakan terpental jauh dari tempat mereka berdiam tadi,bahkan tubuh mereka sudah hancur beberapa bagian penyebab dari ledakan bom yang tidak mereka sadari itu,efek bom bukan hanya berpengaruh pada tubuh saja namun juga terhadap sekitar,setelah ledakan terdengar kepulan asap mengelilingi mereka yang sudah tidak bernyawa sebab tubuh mereka sudah hancur sebagian,sebagian pohon disana juga terkena dampak dari ledakan.


__ADS_2