MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
mengejar kasih sayang


__ADS_3

Berhasil pergi tanpa diketahui siapapun kecuali pengawal pribadinya, tubuhnya masih lemah dengan kepala yang dililit perban,begitu juga dengan beberapa bagian lain yang lembam,ia merutuki dirinya,tujuan nya saat itu hanya ayahnya,yang berada di negara lain.


Setelah melakukan perjalanan berjam-jam diudara,menggunakan pesawat,akhirnya menyentuh permukaan,didepan sana seorang pria memakai kemeja putih dengan balutan jaz hitam sedang menunggu kedatangannya.


Xia berjalan tanpa membawa barang bawaan,begitu juga beberapa pengawal yang mengawalnya dibelakang,hanya empat orang sisanya berada ditempat Yura,bersama Gama.


Xia berlari kearah pria yang sedang menunggunya,saat saling beradu tatap mereka bersamaan melempar senyum,barulah setelah itu Xia berlari menghampiri pria itu, pria itu hanya terkekeh melihat tingkah adik beda orang tua itu sekaligus nonanya.


"Apa kabar kak?"tanya Xia dengan wajah datarnya.


"Kau bisa melihatnya bukan?,aku sehat-sehat saja"jawab Theodeo.


"Aku hanya basa-basi kak!"sengak Xia membuat Theodeo terkekeh.


" Iya-iya,maaf"ujarnya sebari mengelus pucuk rambut Xia,barulah ia membukakan pintu untuk gadis itu.


Mereka duduk berdampingan dengan Theodeo yang menyetir,barulah percakapan kembali terbuka.


"Kenapa kamu tiba-tiba pulang?,ada masalah?"tanya Theo memecah keheningan.


"Hmm"jawab Xia hanya berdehem dengan raut wajahnya yang datar.


Theo melirik sekilas sang adik barulah ia menghela nafas,percuma jika sudah seperti ini aku tidak akan mendapat jawaban"pikir nya.


"Apa yang membuat dia kembali tanpa memberi tahu siapapun kecuali aku?"guman theo didalam hati.


"Mmm bagaimana dengan Yura,kenapa kau meninggalkannya?"tanya Theo memiliki topik lain untuk percakapan mereka.


"Biarkan saja!"


"Kenapa kepalamu diperban?"kini Theo terlihat cemas sedari tadi itu adalah pertanyaan pertama yang ingin ia tanyakan namun ia kesampingkan dulu.


"Luka kecil "jawab Xia membuat Theo menghela nafas lega.


"Mereka akan mendapat balasan setimpal" guman Theo untuk para pengawal yang mengikuti adiknya karna sudah gagal menjaganya hingga membuat dia terluka.


"Syukurlah,setelah dirumah cek kembali luka mu itu oke"


"Hmm"jawab xia.


.


.


.


Sedangkan disisi Yura,gadis itu tidak henti-henti protes karna dikurung di mansion milik pria yang dipanggil afra,yang memiliki nama asli Maringgai Azonafra Amlias,selama dua hari ini,sejak Xia menghilang entah kemana.


Lagi-lagi Afra merasakan kehilangan yang kesekiannya dan bodohnya lagi pria itu tidak bisa menemukan gadis itu dimanapun,ia juga sudah menyebarkan para pengawalnya ke setiap tempat dan negara.


Namun dua hari ini belum ada kabar tentang gadis yang ia cari.


Yura sudah seperti penjahat bahkan sudah beberapa kali diintrogasi.


Seperti kali ini juga,dihadapannya duduk dua pria yang tampan,namun lupakan hal itu,Yura kesal sekali,kesekian kalinya ia diintrogasi oleh kedua pria itu.


Baiklah aku akan bercerita" pikirnya.


"Oke,aku menyerah!,aku akan bercerita apa yang aku tau"pekik Yura kesal.


"Cepat katakan!"titah Afra,ya pria yang duduk berhadapan dengan Yura adalah Afra dan Azkara.


Yura menghela nafas dan menghembuskannya secara pelan dan teratur,masih diam tidak ada yang bersuara sampai suara Yura akhirnya terdengar,namun membuat kedua pria itu kesal.


"Hayo nungguin ya?"sengak Yura membuat kedua pria dihadapannya geram.

__ADS_1


"Aku masih sabar menghadapi mu,jangan sampai aku menggunakan kekerasan!"ujar Afra memperingati,ia cukup sabar kali ini,padahal bisa saja ia melakukannya dengan kekerasan seperti apa yang ia katakan tadi.


"Baiklah"jawab Yura sebari terkekeh," Pertama aku tidak tau adikku yang pergi meninggalkan kakaknya,yang sudah ia buat tidak berdaya itu kemana,kedua dia pasti akan kembali beberapa hari lagi"


"Kapan?"tanya Afra.


"Tidak tau,yang jelas dia pasti kembali"jawab Yura,tubuh Yura sudah diperiksa dokter dikatakan tulang bagian punggung retak,beserta tangannya dijahit ulah robekan pisau yang Xia berikan dipertarungan dua hari lalu,wajahnya di bagian dekat bibir membiru,cukup parah.


"Kau yakin?"


"Tentu saja,dia tidak akan meninggalkan aku sendiri disini"jawab Yura percaya diri.


" Itu artinya kau tau dimana Xia berada?"


"Tidak"jawab Yura jelas-jelas bohong,sehari setelah Xia menghilang tanpa kabar,sebuah email dari gadis itu terkirim ke akun Yura,mengatakan keberadaanya saat ini dan kelanjutan tugas mereka.


"Yang perlu kau tau tuan Maringgai Azonafra amlias,adikku Xia sudah tau bahwa selama ini kau hanya pura-pura amnesia "ujar Yura membuat dua pria itu terbelalak.


"Bagamana mungkin?"


Yura tersenyum smirk,ternyata pemikiran mereka selama ini kini mendapat jawaban ,"Tidak aku hanya berbohong tadi,tapi melihat reaksimu aku tau kebenarannya sekarang,bagaimana jika Xia tau?" Yura menjeda ucapannya.


"Selama beberapa minggu ini dia ditipu sosok pria yang sudah menyebabkan sebuah trauma dalam dirinya terbentuk,walau bukan seutuhnya terbentuk oleh pria itu,namun masih bisa disebut ikut campur,ups bukan sosok tapi satu keluarga,Hhhhh sungguh permainan yang menarik,menurut anda apa yang akan terjadi setelah ini?,setelah adikku kembali"tanya Yura.


Membuat Afra terdiam beberapa detik terdiam,pria itu bergerak dari duduknya dan pergi meninggalkan Azkara dan Yura.


"Jika kau tidak tau apa-apa sebaiknya diam!,tidak semua yang kau ketahui itu kenyataan "ujar Azkara dingin,membuat Yura memiringkan kepalanya dengan menatap pria itu sebari terkekeh.


"Memang benar,tidak semua yang aku ketahui itu benar,namun aku selalu mengetahui apa yang harus aku lakukan selanjutnya" Yura menjeda ucapannya sebari terkekeh dan menyandarkan kepalanya ke ujung sofa.


"Kau ingin mendengar cerita?"tanya yura.


"Aku orang sibuk"jawab azkara menolak halus, sebari bergerak dari duduknya.


" Sebentar saja!,mungkin setelah mendengarkan ceritaku kau menemukan apa yang selama ini kau cari,duduk lah!"titah yura entah kenapa Azkara menurut begitu saja,padahal ia cukup sibuk untuk duduk bersantai seperti ini.


"Dulu ada kumpulan keluarga yang sangat bahagia,ada ayah,ibu,adik dan kakak,sampai suatu hari ada musuh dari orang tua sepasang saudara itu,yang menyerang membasmi setiap anggota keluarga,untungnya nasib baik masih menyertai kedua sepasang saudara itu keduanya berhasil kabur dari penyerangan tidak dengan kedua orang tuanya,mereka mati!,namun sepertinya nasib baik tidak begitu lama karna nasib buruk masih mengikuti mereka,ditengah pelarian mereka, mereka terpisah sampai sekarang"Yura menjeda ucapannya untuk melihat ekpresi pria di depannya terlihat sendu.


"Menurutmu apa yang akan mereka lakukan jika kembali dipertemukan setelah bertahun-tahun terpisah?"tanya Yura namun tidak ada jawaban.


"Kau melamun?kau tidak mendengar dongengku?,hei"pekik yura diakhir kalimat membuat Azkara tersentak dan sadar dari pemikirannya.


"Kenapa nona?"tanya Azkara.


Yura memutar matanya malas," Tadi ada cicak sedang terbang"jawab Yura asal,lalu bergerak dari duduknya,melihat pergerakan gadis didepannya membuat Azkara berdiri dan mendekat kearah Yura.


Membantunya berjalan,Azkara tau gadis itu mendapat banyak luka atas pertarungan dua hari lalu,entahlah,pertarungan saudara mungkin,mereka baru tau keduanya sangat hebat dalam bela diri,sampai melukai lawan cukup parah,namun menurut dokter cukup parah nyatanya kedua gadis itu tidak merasakan sakit.


Azkara membantu Yura berjalan kearah ranjang,seperti yang gadis itu katakan,Yura menerima saja bantuan Azkara lumayan pengawal gratis,jangan disia-siakan apapun yang gratis racun sekalipun.


.


.


.


Kembali kearah Xia yang sudah berbeda negara satu bumi dengan Yura.


Sudah beberapa kali gadis yang tengah menatap indah taman dimansion menghela nafas.


Pikirannya tengah bimbang dengan rencana sebenarnya yang ayahnya ceritakan tentang misi yang sedang dijalankan,setiap misi memang menguras fisik dan mental namun tugas kali ini sangat berat rasanya.


Seorang pria yang terlihat datar di wajahnya dan berwibawa menghampiri gadis yang berada di balkon kamar milik gadis itu.


"Ternyata kamu disini,kakak sedari tadi mencari mu,kenapa hmm? "Tanya pria itu sebari mengusap gadis yang sudah memeluk tubuhnya.

__ADS_1


"Aku rindu kakak" jawabnya membuat pria itu terkekeh.


Vans membawa sang adik untuk duduk di kursi yang tersedia disana, "Mau bercerita?"tanya Vans,pria dingin itu berbicara dengan nada lembut seperti yang pernah dikatakan,pria itu akan lembut hanya jika berbicara dengan para wanitanya.


Xia lagi-lagi menghela nafas," Aku ragu kak,dengan rencana ayah"


"Apa alasannya hmm?"tanya Vans yang sudah duduk disamping adiknya.


"Aku,,,"Xia menunduk entahlah harus bagaimana menceritakannya.


Melihat keraguan dari sang adik,vans sangat mengerti,pria itu mengusap pucuk kepala gadis itu," Temui kakak iparmu,dia merinduka mu"ujar Vans memberi solusi,jika bicara sesama wanita mereka akan leluasa.


Xia mengangguk lalu memeluk pinggang sang kakak tentu saja dibalas pria itu,"Aku meninggalkan wanita cerewet itu,hmm aku merindukan kakak ipar cantikku"


Vans terkekeh,lalu mengusap kepala adiknya,"Senang hmm?"mengerti dengan nada kakaknya yang sedang bertanya,Xia menghela nafas.


"Tidak,,,dia akan mengomel sangat banyak saat aku kembali"


"Bujuk saja!"ujar Vans memberi solusi tentang reaksi Yura nanti saat mereka kembali bertemu.


"tentu saja,tidak ada cara lain" Xia mendongkak masih memeluk pinggang sang kakak,yang sudah beberapa minggu ini tidak bertemu, "Menurut kakak kenapa dia tidak ingin menemuinya kak?"


Tau arah pembicaraan sang adik,vans langsung meresponnya,"Kenapa kamu tidak bicara saat pertama kali kembali bertemu kakak?"bukan menjawab Vans malah memberi pertanyaan.


Xia menunduk masih dengan posisi memeluk sang kakak,"Maaf apa kakak marah?"


"Tidak,kakak hanya bertanya,mungkin pertanyaan yang kamu tanyakan tadi jawabannya ada padamu sendiri"jawab Vans sebari tersenyum, senyuman yang mempesona,senyuman yang tidak pernah orang lihat,kecuali.


"Aku,aku hanya takut waktu itu,takut kecewa adalah alasan semua sikapku"jawab Xia mendapat kecupan dari sang kakak dipucuk rambut.


"Bisa saja jawaban kalian sama,kisah kalian sedikit mirip,apa yang dilakukan adalah reaksi untuk menjaga diri sendiri"ujar Vans masih dengan nada lembut.


"Ya kakak benar,kisah kami sedikit mirip,apa kakak marah dengan sikapku waktu itu?"tanya Xia membuat Vans mempertahankan senyumannya sejak tadi.


"Tidak,kakak senang bisa mengejar kasih sayang adik kecil kakak ini"jawaban Vans selalu sama setiap Xia bertanya soal sikapnya waktu bertemu setelah beberapa tahun terpisah.


Jawaban sama itu membuat Xia tersenyum kakaknya tidak pernah berubah,selalu yang terbaik ketiga setelah sang ayah,untuk yang pertama mendiang ibu yang menempati tahta itu.


"aku akan menemui kakak ipar,ka"


Vans mengangguk sebari mengusap kepala sang adik,"kakak antar,memberinya kejutan"


"Kakak ipar tidak tau aku pulang kan?"tanya Xia sebari melepas pelukannya,Vans menjawab dengan gelengan kepala.


Xia pikir kabar kepulangannya sudah tersebar dikalangan keluarga tanpa harus dirinya ikut campur seperti biasanya,banyak yang mengawasi dirinya sejak kembali kedalam keluarga ini,sepertinya kali ini ayah ikut campur.


"Kejutan"Xia mengerti,ia tersenyum yang dibalas senyuman oleh sang kakak,mereka berjalan beriringan sebari mengobrol sesuatu hal,untuk menebus waktu yang pernah mereka lewatkan.


.


.


.


Sedangkan pria yang  keluar dari kamar Yura dengan bantuan kursi roda yang di setelah otomatis,pria itu pergi keruangan kerja miliknya dilantai tiga yang sebagian dirobak menjadi kamar berukuran kecil.


Pria itu terlihat frustasi,pria yang selalu terlihat rapi dengan setelah hitamnya,berubah menjadi terlihat seperti,mm monster,dengan bagian bawah mata yang menghitam pekat,rambut acak-acakan,pria itu belum tidur selama dua hari ini.


Pria itu tak lain adalah Afra yang frustasi mencari gadis yang ia tipu selama beberapa minggu ini demi tujuannya.


"Kamu kemana?"tanya Afra pada dirinya sendiri,setelah mengutak atik leptop yang terduduk dimeja,sebuah vidio tersiar,vidio yang dikirim beberapa hari lalu oleh anak buahnya.


Vidio seorang gadis tengah menunggangi kuda dengan lihainya dibawah guyuran hujan yang lumayan deras,orang dalam vidio itu adalah xia,tanpa sepengetahuan siempunya dirinya dividiokan pengawal suruhan dan dikirim pada bosnya,dibab(46)


Terlihat sangat mempesona.

__ADS_1


Afra tidak bisa menemukan keberadaan gadisnya sejak menghilang,semua CCTV yang ia pasang di sekitar gadisnya tidak menunjukan pergerakan mencurigakan,ia menyesal tidak menyembunyikan pelacak ditubuh gadisnya seperti perencanaannya.


Kejadian keributan dikantor lebih dulu terjadi sebelum dirinya memasang pelacak ditubuh gadisnya


__ADS_2