MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
Hanya memberitahu


__ADS_3

Merasa pria arogan yang sempat mencuri ciumannya dan kini tengah tidur dengan memeluk dirinya,membuat gadis itu hanya pasrah tidak bisa lepas dari kunjungan pria arogan itu sementara waktu.


Tidak perlu menunggu lama xia yang tidak bisa tidur, tertidur dalam pelukan afra dalam sekejam,membuat senyuman tipis terbit dibibir afra dalam sekejap mata pria itu kembali mendatarkan wajahnya.


Pria itu mengecap lidahnya sendiri untuk memastikan rasa anyir yang menyergap di mulutnya padahal ia tidak memiliki luka dirongga mulut,pria itu menghela nafas lalu mengecup lama kening gadisnya dengan khidmat,barulah ikut terlelap masih dengan memeluk xia di sampingnya.


"Kamu terlalu banyak menyembunyikan rahasia"guman pria itu sebelum terlelap.


Mentari kembali bersinar setelah terlelap malam.


Kejadian semalam membuat Xia semakin dingin lebih dari biasanya,sejak bangun dari tidur Xia belum mengeluarkan suara indahnya walau sekedar menyapa atau membalas sapaan,gadis itu hanya menatap datar.


Untuk penyebab semua itu hanya anteng saja bahkan seolah tidak terjadi apa-apa,,Afra terus menunjukan senyumnya kearah Xia rasanya ingin Xia patahkan saja lehernya jika dia tidak berguna,tapi sayangnya pria itu masih berguna sampai akhir membuat Xia hanya bisa mengumpatinya dalam hati dan mematahkan lehernya lewat mimpi.


Afra bahkan semakin berani menunjukan rasa sukanya setelah Xia sadar dari komanya tempo hari,pria itu tidak ingin menyia-nyiakan waktu lagi,ia memang takut gadisnya tidak nyaman saat ia menunjukan rasa sukanya secara gamblang tapi sekarang tidak,entah gadisnya akan suka atau tidak Afra akan memastikan Xia selalu berada di sisinya selamanya!'tekadnya penuh obsesi.


Setelah sarapan Xia kembali ke kamarnya dilantai dua tanpa mengatakan apapun mampu membuat mereka merasa bernapas.


Sejak Xia berkumpul bersama mereka aura gadis itu menyeramkan mampu mempersulit pernapasan mereka dan rasanya membatasi oksigen yang masuk,jadilah mereka merasa bisa meraup oksigen sesuka mungkin saat Xia pergi.


"Ckck" Rayma berdecak tanpa mengatakan hal lain.


Rayma menahan semua umpatan untuk gadis yang sudah mengeluarkan aura seram itu demi kelangsungan hidupnya,jika sampai ia mengatakan hal buruk ia bisa mati berdiri oleh dua pria yang beberapa hari memperebutkan gadis itu,mungkin dua pria pedofil.


Untuk masalah pelecehan yang terjadi pada Cean ditangani Afra,untuk mengetahui pergerakan mereka memutuskan untuk Cean tinggal bersama mereka dikediaman abana.


"Kau mengusik singa yang tengah tidur" ujar Yura menatap punggung Xia yang berjalan menuju kamarnya.


"Dia akan merasakan akibatnya" ungkap Wiz sebari menatap kesal ke arah Afra.


"Nona muda Amlias bisa ikut setelah selesai sarapan,kita akan memulai pemeriksaan kesehatan pada dirimu dan kau juga"sambungnya berakih menatap Cean dan Yura bergantian.


"Apa Yura juga perlu melakukan pemeriksaan tuan?" tanya Azkara.


"Hmm untuk mensterilkan racun ditubuhnya,dia masih harus melakukan beberapa pengobatan lagi,carikan aku rempah-rempah ini" jawabnya sebari menaruh not dimeja.


Wiz berdiri dari duduknya sebelum pergi dia melempar tatapan permusuhan pada Afra dan dibalas pemuda itu.


"Kakak terkena racun? " tanya Cean pada Yura.


"Iya menyeb*lkan" jawab Yura menyusul langkah Wiz dan Cean juga menyusul.


"Carilah semua yang diperlukan pria tua itu untuk pengobatan jangan ada yang terlewat sedikitpun!" titah Afra.


"Baik tuan,saya akan mencarinya secara pribadi" jawab Azkara.


"Hmm masalah harga jangan kau pedulikan asal semua kau dapatkan,,dan ambilkan gaun pesanan ku siang ini!"


"Baik tuan,apa ada yang anda perlukan lagi?"


"Tidak ada!" jawab Afra.


"Baik jika begitu saya ijin pamit,permisi tuan"


"Kembalilah secepatnya" ujar Afra.


"Baik tuan" jawab Azkara.


"Saya akan ikut dengan anda" ujar Anna yang sejak tadi hanya menyimak.


"Tidak perlu,kau disini saja bersama Xia dan Yura" ujar Afra tidak setuju.


"Benar anna mereka membutuhkan mu disini" timpal Azkara membuat anna mengepalkan tangannya.


"Jangan merendahkan orang yang bahkan tidak kalian kenali!,,saya hanya memberitahu bukan meminta ijin" ujar Anna dingin lalu pergi lebih dulu meninggalkan meja makan.


"Jika aku nilai gadis itu tidak patuh pada aturan ataupun siapapun jadi percuma saja kalian melarang,dia akan tetap ikut" ujar Rayma menatap kepergian Anna.


"Kau benar!,bawa saja wanita itu dan pastikan keselamatan nya" ujar Afra.


"Baik tuan" jawab Azkara "Saya ijin pamit" sambungnya sebelum pergi.


"Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Rayma yang hanya menyisakan dirinya dan Afra dimeja makan.


"Kita?,jangan harap!" cibir Afra membuat Rayma mendengus.


"Aku seperti pengangguran saja disini" guman Rayma.


"Memang!" jawab Afra mendengar gumanan itu.


"Ck kau menyebalkan sekali menjadi teman,seharusnya aku ikut saja kembali dengan Savion,tapi jika waktu itu aku kembali maka aku akan melewatkan penyerangan disini" oceh Rayma.


Rayma kembali berdecak sebal karna ditinggalkan sendiri dimeja makan setelah Afra memilih pergi tanpa memperdulikan dirinya.


"Tamu itu raja tapi aku disini terlihat seperti gelandangan!" cibir Rayma pada dirinya sendiri.


"Ahh aku hampir lupa jika masih memiliki pekerjaan disini,aku selesaikan saja dari pada bertingkah seperti gelandangan" gumannya sebari melegang pergi.


.

__ADS_1


.


.


Waktu terus berjalan tanpa ada niatan berhenti pada satu titik apapun itu.


Afra kini sedang duduk santai bersama Wiz dikamar kakek tua itu,sebenarnya Afra menemui pria itu untuk menanyakan sesuatu yang penting.


Dan sayangnya bukan hanya berdua namun ada Xia diantara mereka.


"Bagaimana kondisinya?"tanya Afra pada Wiz


"Psikisnya sedikit terganggu dia juga terkena self-injury, self-injury dapat berupa tindakan melukai tubuh dengan benda tajam atau tumpul, self-injury dilakukan untuk melampiaskan atau mengatasi stres,marah,cemas,bahkan benci pada dirinya sendiri,sedih,kesepian,putus asa,mati rasa atau merasa bersalah,dia melakukan itu sebagai pengalihan pikirannya"yang menjawab adalah Xia.


Mendengar suara merdu dari gadisnya setelah terdiam berjam-jam membuat semburan senang tidak bisa disembunyikan Afra dari wajahnya,berhasil membuat Wiz berdecak berkali-kali.


"Apa yang tidak kamu bisa?" tanya Afra membuat Xia yang sedang menjelaskan tentang self injury terdiam.


Xia memutar matanya malas,"Kalian lanjutkan saja bicaranya,kita bicara nanti saja kek aku akan kembali ke kamar"ujar Xia.


"Baiklah" jawab Wiz senang karna dengan begini pria tidak sopan disampingnya akan jauh dari cucunya walau sementara.


Xia pergi dari sana membuat suasana menjadi canggung antara dua pria beda usia itu.


"Xia sudah menjelaskan keadaan adikmu sekarang apa lagi?" tanya Wiz memecah keheningan.


"Bagaimana dengan keadaan Xia,racun ditubuhnya apa sudah hilang?"


Wiz menghela nafas entah apa magsud pria itu,apa pria itu tau ditubuh Xia banyak racun bersembanyang semenjak ia belum lahir,dan keajaiban gadis itu masih hidup sampai sekarang.


"Racun apa?" tanya Wiz untuk memastikan kecurigaannya.


"Racun phip" ujar Afra dengan halis naik sebelah.


Sebelumnya Wiz sudah menjelaskan tentang racun yang diberikan Gerald Grogio bukanlah racun verme melainkan racun phip,racun itu tidak terlalu berbahaya ataupun mematikan,racun itu seperti obat penenang pada hewan buas jika terkena manusia maka manusia itu akan kehilangan fungsi tubuhnya selama beneran jam.


Wiz tidak menjelaskan tentang racun phip pada mereka,kakek tua itu hanya menyebutkan nama racunnya saja,dan itu yang membuat afra bingung.


Afra sudah mencari tau tentang racun phip jika tidak mematikan lantas mengapa saat ciuman semalam pria itu merasakan rasa anyir dari mulut Xia,bukan disebabkan oleh dirinya,maka jika disebabkan oleh racun,dengan begitu racun ditubuh Xia bukanlah racun phip yang kakek Wiz ceritakan,lalu racun apa?,tidak mungkin pria tua itu menipunya atau salah mendiagnosa pasiennya kan?.


"Anda tidak salah mendiagnosa bukan?" selidik Afra.


"Kau salah meremehkan orang anak muda" desis Wiz.


"Bukannya aku meremehkan,hanya saja efek racun phip tidak separah itu,aku bisa melihat perubahan pada gadisku setelah dia sadar dari komanya" jawab Afra.


Wiz hanya mampu menghela nafas,"Jika begitu tanyakan saja pada gadis mu itu,,,dan ya tawaran perjodohan antara kau dan cucuku masih berlaku jika kau berubah pikiran"


Wiz mengedikan bahunya "Aku hanya memberi jalan pintas,jika menerimanya maka tidak akan kehilangannya"


"Tidak akan pernah aku terima tawaran mu itu" jawab Afra pasti membuat Wiz terkekeh.


"Kau akan menyesali perkatanmu ini,,suatu hari kau akan datang dan memohon padaku untuk meminta cucuku menjadi pendamping hidupmu"


"Mimpi" ujar Afra membuat Wiz terbahak.


"Kita lihat beberapa tahun kedepan"


"Tidak perlu membahas hal tidak penting,katakan apa yang terjadi pada Xia?" tanya Afra tidak suka bertele-tele,bahkan sampai membahas hal yang tidak akan terjadi menurutnya.


"Tanyakan saja padanya" jawab Wiz sebari menaikan sebelah kakinya pada kaki lainnya,"Aku bukan pria perusak privasi wanita"


Afra mengeraskan rahangnya dengan gigi bergemelatuk tidak senang dengan jawaban yang dia dapatkan,"Kau terlalu bertele-tele pria tua!"


"Jika terjadi sesuatu yang parah pada gadisku,kau lah penyebabnya,tidak seharusnya kau menjadikan gadisku memegang identitas palsu sebagai cucumu!" sambung Afra dengan kesal apalagi setelah mengetahui,Xia pernah berpura-pura menjadi cucu pria itu untuk menyelamatkan identitas asli cucu pria tua itu.


"Cari tahu kebenarannya agar tidak menyesal,,,aku memang penyebab semua penderitaan dari cucu-cucuku" ujar Wiz tidak menyanggah,sebab semua memang terjadi karna ulahnya,jika saja dia bukan seorang dari kalangan mafia maka tidak mungkin istrinya dan putri satu-satunya serta anak-anak dari putri putrinya itu mengalami penderitaan hingga sekarang.


"Akan pastikan semua mendapatkan kebahagiaan mereka sebelum ajal menjemput ku" sambung pria itu dengan tatapan bersalah.


"Tidak perlu melodrama,,aku tidak punya waktu mendengar penyesalanmu" ujar Afra membuat Wiz mendengus kesal.


"Aku akan membawa gadismu pergi" ujar Wiz terdengar seperti keputusan.


"Jangan harap!,bahkan jika tidak aku ijinkan kau tidak akan melihat dia sekarang" ujar Afra.


:pertemuan Wiz dengan Xia atas perijinan Afra jika tidak maka mereka tidak akan bertemu, dengan artian kemanapun gadisnya pergi akan selalu dengan ijinnya jika tidak,maka tidak akan ada perjalanan.


"Simpan saja sikap sombongmu aku tidak memerlukannya,,,kau harus menjaga gadisnya,Gerald Grogio merencanakan hal besar untuk menyerang gadismu" ujar Wiz memperingati.


"Tanpa kau suruhpun akan aku lakukan"


"Baguslah,perketat keamanan adikmu juga,dia kunci keberhasilan Gerald Grogio ataupun kau,jika gadis itu dalam kendalimu maka kau tidak perlu khawatir" ujar Wiz.


"Hmmm,pria itu terlalu memandang remeh diriku!" geram Afra dengan rahang mengerah dan tangan mengepal.


"Kali ini kau benar,dia terlalu ceroboh untuk melawan ketua Devil"ujar Wiz membuat Afra terkekeh.


"Memang tidak mudah menyembunyikan identitas dari seorang mafia" ujar Afra.

__ADS_1


"Tentu saja" jawab Wiz sombong.


"Kau harus berhati-hati juga mulai sekarang" ujar Afra memperingati.


"Untuk apa?,berhati-hati darimu?,ck kali ini kau terlalu memandang dirimu tinggi"


"Aku adalah musuh Eagles,walau aku bukan mafia tapi kekuatan ku setara dengan kalian jangan lupakan itu"


"Tidak juga,kau bahkan memintaku menjadi dokter mu lalu untuk gadismu,untuk apa aku berhati-hati,kau berhutang empat nyawa padaku!"


"Jangan terlalu menyombongkan diri jika kau belum bisa mengetahui identitas gadis yang kau akui sebagai gadismu itu"sambung Wiz dengan seringaian.


"Kau terlalu naif jika percaya dengan identitas yang kau dapatkan selama ini" sambunya dengan senyum tipis,"Memang tidak salah namun juga tidak benar.


.


.


.


'Memang tidak salah namun juga tidak benar'perkataan Wiz tadi siang terus terngiang dikepala Afra.


Diketerdiaman pria itu,siluet seseorang berpakaian tertutup mengendap-endap memasuki ruang,siluet itu menunduk dibelakang Afra yang sedang memperhatikan pemandangan jalan kantor yang cukup ramai karna sudah memasuki pulang kerja.


"Perketat penjagaan kalian!"ujarnya tanpa mengalihkan pandangan.


"Baik tuan" jawabnya setelah itu hening sejenak sampai siluet itu memberanikan diri untuk bicara.


"Maaf tuan ada yang ingin saya laporkan"


"Katakan!"


"Saya rasa nona mengetahui bahwa dirinya diawasi,setiap ponsel nona berbunyi maka nona akan pergi ke toilet,nona juga sering menatap kearah saya bersembunyi,maaf tuan bukan saya lancang,saya juga pernah melihat nona terbatuk darah saat dikamar nona" ujarnya hati-hati.


"Sejak kapan Xia terbatuk darah?"


"Saya tidak tau sejak kapan tuan" jawabnya karna siluet ini pengganti pengawal bayangan sebelum penyerangan terjadi.


Semua pengawal bayangan sebelumnya sudah diberikan hukuman berat untuk kesalahan mereka yang tidak kompeten dalam bekerja,hingga nona mereka terkena racun cukup beracun,hingga dia koma.


Afra mengepalkan tangannya,ia yakini bahwa batuk darah yang xia alami terjadi setelah wanita itu diracuni,dalam hatinya ia bersumpah akan membuat perhitungan pada'Gerald Gergio',yang sudah bermain-main dengannya,dari meracuni gadisnya dan merusak adik sepupunya,dia akan mendapatkan balasan setimpal hingga kematian jalan terindah untuk pria bedebah itu.


"Perketan keamanan jangan sampai kejadian keracunan kembali terjadi,jika terjadi maka kalian akan saya kirim ke pulau angin"ujarnya sebari mengisahkan tangan untuk mengusir siluet itu.


Mendengar pulau angin siluet itu bergidig karna disana secara langsung tempat penyiksaan bagi siapapun yang disiapkan afra.


"Maaf tuan masih ada yang ingin saya sampaikan"


"Katakan!"


"Sejak saya bertugas,para nona sepertinya merencanakan sesuatu yang cukup besar,tuan"


"Apa?"


"Untuk itu saya tidak tau tuan,hanya saja pergerakan nona seperti memberitahu saya bahwa nona sedang merencanakan hal besar,saya merekam apa yang saya lihat tempo hari tuan" ujar siluet itu sebari menunjukan plasdik ditangannya.


Afra berbalik menatap siluet itu dengan dingin,semua informasi yang diberikan anak buahnya itu terlalu tidak berguna,tidak memiliki ujung,dan hanya penerkaan saja.


Afra mengambil plasdik yang diberikan siluet itu,"Ada lagi?"


"Tidak tuan saya ijin pamit, permisi" ujarnya menunduk hormat dan menghilang dikegelapan.


Afra menatap flasdik ditangannya lalu menggenggamnya sangat kencang seolah jika dilebar maka benda itu akan hilang,pria itu beranjak menuju laptopnya berada.


Vidio tersiar setelah flasdik dipasang,Afra menatap dingin rekaman yang ia lihat.


Disana entah apa yang diobrolkan mereka,tiga gadis itu!,hanya saja sesekali Yura terkekeh,dan dua gadis lainnya hanya menunjukan raut datar tanpa minat.


Setelah itu Yura mengeluarkan pistol merek terbaru bahkan baru dipamerkan dua bulan lalu belum diperjual belikan,bagaimana Yura memilikinya?.


Setelah menunjukan barang miliknya,Yura terkekeh dengan ucapan yang ia katakan,Afra bisa membaca gerak bibir mengetahui apa yang para gadis itu ucapkan walau vidio itu tidak disertai suara.


Kini Anna mengeluarkan pisau kecil seukuran kepalan tangan dewasa,tangannya menekan sudut pegangan berukiran garis abstrak,setelah itu pisau yang kerukiran kecil dengan panjang jari kelingking bergetar bersamaan dengan pisau itu memanjang,semakin panjang hingga membentuk katana yang sangat tajam.


Pantas saja!,saat peperangan waktu itu Anna tidak membawa katana namun tiba-tiba memegang benda itu,ternyata pisau kecil yang bisa diubah menjadi katana.


Anna tidak mengatakan apapun dari pergerakan bibirnya selain,'hadiah dari anda akan selalu saya jaga nona'


Terakhir,vidio yang Afra lihat ini seperti pertunjukan senjata siapa yang paling keren.


Xia mengambil tas berukuran memanjang dari lemarinya,gadis itu menaruhnya ditempat paling depan,seolah sengaja untuk pamer!.


'Hanya memberitahu'


Xia membuka tas berkode tersebut,munculan senapan laras panjang dengan ukiran cantik di seluruh bentuknya.


Afra mengerutkan keningnya senapan laras panjang yang Xia pamerkan baru ia lihat,apa benda ini keluaran terbaru?,entahlah namun Afra baru melihat senapan berukiran setangkai bunga mawar dengan ukiran daun ditangkainya.


"XZK" gumannya membaca ukiran kecil berada ditangkai yang ia zoom dalam vidio.

__ADS_1


"Kamu terlalu menarik untuk aku lepaskan sayang"sambungnya dengan kekehan.


__ADS_2