
"Aku minta maaf"lirih Afra bermonolog sendiri diruangannya.
"Jika kamu bilang aku egois,memang benar aku egois,semua akan aku lakukan untukmu,aku mohon kembalilah dimanapun kamu berada,aku sadar,,,, aku sadar dengan perasaanku,,, aku sadar kali ini,,, aku mencintaimu,,,,aku sadar dengan perasaanku,aku mohon kembalilah"Afra menghela nafasnya dan kembali memutar vidio yang berhenti di ujung waktu siaran.
"Dulu aku pikir,aku hanya penasaran dengan mu,,,aku pikir apa yang aku rasakan hanya rasa bersalah,,,namun setelah kamu menghilang aku menyadari semuanya,aku mencintaimu,sekarang aku kembali kehilangan mu,aku memang bodoh"Afra bernafas seolah ia baru saja tercekik.
"Saat kamu membantuku saat itu,ada perasaan takut dalam diriku,saat aku bertemu kamu yang aku pikir kedua kalinya,ternyata ketiga kalinya,aku sangat senang melihatmu baik-baik saja setelah aku gagal menolongmu dipertemuan pertama kita,kamu begitu takut saat kita bertemu kembali,untuk menebus rasa bersalah ku,aku mengawasimu dari jauh,menjagamu dalam diam dan ternyata mencintaimu dalam diam juga"
"Namun sebelum aku menyadari perasaanku ini,aku sudah dulu kehilangan mu,,aku sudah berjanji akan menjagamu disisiku selamanya saat kita kembali bertemu,,,namun lagi-lagi aku gagal"tanpa terasa ceceran air mata membasahi pipi pria yang divonis lumpuh untuk sementara itu.
"Tapi aku tidak akan menyerah,lima tahun,cukup lima tahun aku hanya berharap kamu masih hidup tanpa tau kenyataan,kali ini aku tidak akan membiarkan mu menghilang lagi!,tidak akan pernah,bahkan saat kamu tidak ingin bersamaku kamu tidak akan bisa pergi!"egois Afra kini mengutak atik laptopnya setelah keluar dari aplikasi yang menyiarkan vidio yang ia simpan.
"Kamu akan menjadi milikku saat kembali dan itu tidak lama lagi!"tatapan Afra menajam lebih dari biasanya dengan raut wajah lebih dingin dari biasanya dengan tangan masih mengutak atik lepton didepannya.
.
.
.
Disisi Xia,sudah hampir lima hari ia dinegara kelahirannya yaitu italia, dimana keluarganya berada.
gadis itu baru turun dari mobilnya dengan dua wanita berbeda usia tengah mengikuti dari arah samping,keduanya mengapit Xia.
Ketiganya memakai pakaian couple, bukan hanya pakaian namun juga raut wajah yang sama-sama datar.
Disisi kanan Xia terdapat wanita cantik dengan wajah mulus dan kulit seputih susu diusia yang baru saja menginjak dua puluh tahun ini,seperti yang dikatakan tadi,gadis itu memakai setlan berwarna serba hitam.
Disisi kiri Xia seorang wanita diusia diatas dua puluhan,tak kalah cantiknya seolah tiga bidadari baru saja turun dari kayangan menggunakan mobil,seperti outfit kedua gadis di sampingnya,wanita itu juga memakai setelan hitam,yang membedakan dari keduanya adalah sebuah benda yang terbuat dari kayu dengan bentuk memanjang dan lancip dibagian ujung, yang diikat dipinggang wanita tersebut jangan lupakan benda pipih yang dipegangnya.
Dengan langkah anggun juga dagu terangkat,wanita yang berusia paling dewasa diantara mereka membuka pintu dengan cara mendorong bagian pintu,ruangan didalam sana gelap gulita hanya cahaya matahari yang menyinari setelah memaksa masuk melewati pintu yang dibuka lebar.
Dua sofa panjang seling berjejer dengan meja berbentuk bulat diantara kedua sofa tersebut,saklar dinyalakan,mereka memejamkan mata untuk menyesuaikan cahaya,barulah apa yang ada didalam ruangan itu terlihat jelas.
Tidak ada yang menarik sebenarnya hanya benda yang tadi disebutkan didalam ruangan ini tidak ada yang lain,dan tidak ada ruangan lain.
Dengan tidak sabaran gadis yang tadi berdiri disisi kanan Xia,melompat keatas sofa, "Aku tidak sabar lagi,akhirnya dia akan selesai juga" guman gadis itu memekik penuh kesenangan.
Xia ikut menyusul dengan langkah anggun dan duduk disamping gadis yang tadi memekik, "Sabar sedikit" ujar Xia datar.
"Iyaiya,semua akan sesuai rencana,huh akhirnya aku bisa bersenang-senang,aku tidak sabar melihat reaksi gadis itu,,,bagaimana kalo kita meneleponnya sekarang?"tanya gadis itu dengan posisi duduk disamping Xia dengan kaki menyilang diantara paha.
"Hmm"
__ADS_1
Gadis itu bertepuk tangan kecil menanggapi deheman Xia yang ia anggap persetujuan,"Sekarang kak!"intruksinya meminta wanita berwajah datar yang sedari tadi ikut dengan perjalanan mereka.
Wanita itu menaruh laptop yang ia bawa kemeja dan memasuki area antra panggilan dengan seseorang.
Panggilan itu tersambung membuat layar yang tadinya menampakan warna hitam berubah menjadi wajah seorang gadis.
"Kenapa baru menelepon hah?!"pekik gadis itu.
"Tidak usah teriak Yura,kami tidak tuli ko"jawab gadis yang sempat berdiri disisi kanan Xia.
"Aku kira kalian sudah tuli,Ans"ujar yura menekan semua kalimat yang ia lontrakan.
"Ternyata adik ku menghawatirkan kakaknya disini"ujar Ans mendrama.
"Menjijikan,diamlah kau Ans,menyebalkan,kau juga Xia pergi tidak mengajak,kau tau aku sudah diperlakukan seperti penjahat saja,tidak boleh keluar kamar,kau tau aku suntuk"cecar Yura menceritakan kehidupannya yang menderita setelah ditinggalkan.
Xia tidak menjawab gadis itu masih saja datar.
Berbeda dengan gadis bernama Ans yang sudah menyemburkan tawanya,saat mendengar salah satu adik berbeda orang tuanya itu mengeluh.
"Diamlah kau Ans,menyebalkan"kesal Yura.
Ans menghentikan tawanya,ia sudah melihat wajah adiknya yang ternistakan membuat ia sangat bersemangat,bukannya merasa kasian gadis itu malah mencibir.
"Xia akan kembali hari ini?"tanya Yura bersemangat itu artinya ia akan mendapatkan kebebasannya kembali.
"Ralat,kami,kami akan datang setelah membersihkan hama"jawab Ans bersemangat.
"Hama?"tanya Yura dengan dahi mengkerut,dengan antusias ans menjawab.
"Yap,hama!"jawab Ans penuh penekanan,yura yang selalu bersama mereka kecuali hati ini dibuat mengerti,namun ia masih bertanya.
"Hama yang mana?"
"Yang masuk penjara satu bulan lalu,setelah keluar akan masuk kembali,namun bukan kepenjara,,,, keliang lahat"jawab Ans masih dengan antusias yang sama bahkan bibirnya sampai tersenyum membayangkannya saja sudah membuatnya senang,berbeda dengan yura.
"Kalian sudah melakukannya?"pekik Yura tidak terima,bahkan gadis itu berdiri dari duduknya dengan berkaca pinggang.
"Akan,sayang,akan kami lakukan,kau bisa melihatnya secara live dari sana"
"Tidak!,aku tidak ingin melihatnya,aku juga ingin melakukan nya bodoh"pekik Yura lagi-lagi menjadikan dirinya menjadi atensi.
"Tidak bisa,jarak sudah memisahkan kita,terima saja takdir kita yang tidak bisa bersatu jangan dipaksakan"jawab Ans mendrama sampai dirinya memegangi dada dengan sendu.
__ADS_1
Membuat Yura berdecih,sudah hal biasa baginya melihat tingkah aneh dari orang terdekatnya.
"Diam ku b*d*bah!,,,Xia kalian tidak adil kenapa tidak mengajakku?"Yura kembali duduk dengan bibir cemberut kesal.
"Benar yang dikatakan Ans,kita dipisahkan jarak,makanya kau tidak diajak"jawab Xia datar membuat Ans yang di sampingnya tersenyum penuh rasa kemenangan.
" Kau bisa mengajakku kesana kemarin!,kenapa malah aku kau tinggalkan?"kesal Yura dengan nafas memburu.
Xia mengerikan bahunya barulah menjawab,"Lupa"jawaban Xia berhasil membuat Ans tertawa sedangkan Yura semakin memanas,hanya wanita diatas dua puluhan yang masih berdiri di ujung sofa yang tidak menunjukan perubahan pada wajahnya.
Semua itu tidak lepas dari pandangan dua pria yang duduk didepan yura tepatnya di belakang laptop yang sedang menyambungkan vidio call diantara Yura dan Xia.
Keduanya tak lain dan tak bukan adalah Afra dan Azkara,saat Yura mendapat panggilan tepat saat itu,kedua pria itu tengah lagi-lagi mengintrogasi Yura dengan pertanyaan yang sama,dimana Xia berada?,awalnya Yura tidak akan mengangkat panggilan namun kedua pria itu mengancam.
Yura menurut bukan karna takut tapi demi menyelesaikan tugasnya ini,namun gadis itu mengajukan syarat,mereka tidak boleh muncul dan bersuara disaat panggilan tengah tersambung,mereka hanya diijinkan mendengarkan saja.
Keduanya setuju asal bisa melacak keberadaan gadis yang Afra cari itu.
"Kalian menyebalkan,akan aku laporkan kalian!"ancam Yura tegas.
"Kami tunggu surat panggilannya"tantang Ans membuat yura mendengus kesal,karna Yura memang tidak bisa melakukan ancamannya.
Suara barton memaksa mereka mengalihkan atensi untuk mengetahui siapa yang berbicara,dari suaranya adalah seorang pria.
"Ckckck,kalian ternyata disini!"
"Kau!"ujar Ans dingin.
"Hai,kita kembali bertemu,hei kenapa pormasinya berbeda,tempo hari tiga wanita cantik sekarang juga wanita cantik,namun mana wanita yang aku magsud,jika dia ikut,kalian menjadi empat bidadari cantik,aku tidak sabar mencicipi"ujar pria itu sebari melangkah menuju dimana ketiga gadis itu berada.
Dibelakang pria itu ada puluhan pria lainnya sedang menodongkan senjata kearah tiga wanita yang hanya menunjukan raut datar.
"Sepertinya kau tidak lelah setelah keluar dari penjara"cibir Ans menyeringgai.
"Benar,apalagi saat berpantasi bersama kalian,rasanya semua lelahku hilang"ujarnya penuh kemesuman namun masih ditanggapi dengan datar.
"Seharusnya kau bersenang-senang dulu sebelum menemui kami"masih Ans yang berbicara.
"Untuk apa,aku akan bersenang-senang bersama kalian disini,setelah itu kalian akan aku berikan ke anak buahku,untuk di cicipi, kecuali kalian membuatku puas,aku tidak akan membaginya"ujarnya menyeringgai.
"Sekarang kalian tidak bisa apa-apa lagi!"sambungnya tersenyum kemenangan.
" Kau benar"
__ADS_1