MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
Sama-sama tampan dan gila kerja


__ADS_3

Seorang gadis menggeliat dalam tidurnya membuat pria di sampingnya terganggu.


Azkara terbangun dari tidurnya,ia terduduk lalu mengucek kedua matanya setelah memindahkan ponsel didadanya keatas nakas.


Semalam ia ketiduran saat menonton.


Pria itu turun dari brangkar lalu meregangkan ototnya yang terasa kaku,bahkan lehernya terasa sakit.


Pria itu pergi ke kamar mandi setelah menatap beberapa menit gadis yang masih tertidur.


Wajah tenang dengan senyuman yang terbit dari gadis itu,sepertinya gadis itu sedang bermimpi indah,terlihat sangat cantik.


Azkara terpesonan beberapa detik sampai ia kembali tersadar,gadis cantik itu akan menyebalkan ketika membuka mata.


Azkara hanya membasuh wajah,ia meminta pengawal didepan membelikan sarapan untuk mereka,barulah ia membangunkan gadis yang selalu membuatnya kesal saat membuka mata,lebih baik ia tidur bukan?.


"Nona,bangun,nona yura"panggil Azkara sebari menggoyangkan tubuh mungil gadis itu.


"Nona" panggil Azkara berkali-kali,sampai merasa mulutnya sudah berbusa gara-gara membangunkan gadis itu,namun gadis itu belum juga membuka mata.


"Dia tidur atau mati si?"guman Azkara kesal.


"Nona belum bangun tuan?"tanya Gama yang terbangun karna kebisingan Azkara yang mencoba membangunkan Yura.


"Belum"jawab Azkara sebari mengambil gelas berisi air dari nakas.


Pria itu menuangkan air dari gelas itu kearah tangannya lalu mencipratkannya ke wajah gadis itu dengan harapan gadis itu terbangun.


Gama membulatkan matanya,ingin sekali memutuskan tangan pria yang sudah berani itu,namun ia tahan demi rencana para nonanya.


Sungguh lancang pria itu.


Sudah lima kali cipratan air ke wajah yura barulah gadis itu terbangun,dengan berteriak.


"Tolong aku tenggelam,aku tidak bisa berenang"teriaknya membuat kedua pria di sampingnya sepontan menutup telinga.


Teriakan Yura juga membuat para pengawal masuk untuk memastikan tidak ada masalah didalam.


Setelah melihat kode Azkara yang menyuruh mereka kembali keluar,mereka yakin tidak ada hal berbahaya yang terjadi.


"Berisik"pekik Azkara.


Yura cengo saat menatap sekitar lalu berguman, "Aku tidak diair,bagaimana bisa tenggelam?"


Mendengar gunakan itu membuat Azkara memutar matanya malas,"Kau harus bangun,ini sudah siang"


Yura langsung menatap Azkara,saat melihat gelas ditangan pria itu,Yura menatapnya tajam,lalu menunjuknya dengan jari,"Kau mengguyurku?"tanya Yura menggebu.


"Tidak! "jawab Azkara "Aku hanya mencipratkan nya sedikit"sambungnya tanpa merasa salah.


"Berani nya kau! "pekik Yura kesal.


"Anda berisik nona,ini rumah sakit,kau bisa menggangu pasien lain dengan suaramu yang merusak gendang telinga itu"


"Aku tidak akan melakukan itu jika anda mudah dibangunkan "sambungnya tanpa merasa salah.


Yura berdecak kesal,lalu bergi kekamar mandi untuk membasuh wajah,perasaannya sungguh dongkol namun ia tahan,tentu saja ia akan membalasnya nanti.


Yura kembali dari kamar mandi,disana sudah ada dokter yang tengah memeriksa Gama.


Setelah pemeriksaan pria paruh baya dengan stetoskop dilehernya menjelaskan keadaan pasiennya.

__ADS_1


"Kondisi pasien sudah sangat baik,Anda pasien pertama yang pemulihannya sangat cepat tuan,saya sangat kagum,mengingat tusukan pada perut Anda yang cukup dalam,namun untungnya tidak mengenai fital anda" ujar nya dengan penuh kekaguman.


"Kapan pasien bisa pulang dok?"tanya Azkara.


Yura menghampiri para pria itu dan berdiri disamping Azkara.


"Melihat kondisi pasien yang sangat baik,beliau bisa pulang hari ini"


"Kesehatan anda harus dijaga! ,jangan biarkan jahitan pada perut anda terkena air,dan konsumsi obat dengan teratur agar mempercepat pemulihan,walau tubuh anda sudah baik-baik saja namun obat masih harus dikonsumsi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,dan perbanyak istirahat untuk sementara waktu jangan terlalu banyak bergerak"sambungnya menjelaskan.


"Baik dok terimakasih "jawab Gama datar.


"Sama-sama,kalo begitu saya permisi dulu" ujar nya lalu meninggalkan kamar VVIP yang ditempati Gama.


"Syukurlah semua berjalan sesuai rencana"guman Yura dalam hati.


"Saya bersyukur anda sudah lebih baik dari kemarin,kalo begitu kita bisa pulang sekarang"ujar Yura antusias.


"Saya akan urus administrasi dulu,kalian sarapan lah dulu saya sudah menyiapkan yang dimeja"ujar Azkara senunjukan paper bag dimeja,yang pengawalnya taruh beberapa detik setelah yura masuk kamar mandi.


"Oke,jangan lama-lama!,aku sudah merindukan ranjang ku"ujar Yura sebari mendekati meja tempat paper bag berisi makanan.


"Baiklah"jawab Azkara malas mencari ribut,ia pun keluar untuk mengurus administrasi seperti yang ia bilang tadi.


"Apa perlu saya patahkan tangannya nona?"tanya Gama dengan wajah datar,setelah Azkara keluar.


Yura duduk disamping brangkar Gama dengan memangku makanannya,dan sarapan Gama sudah terletak dimeja mayo.


" Siapa?"Yura malah bertanya bukannya menjawab.


"Pria tadi,dia sudah berani mencipratkan air pada wajah anda,nona!"ujar nya dingin penuh penekanan,sedari tadi ia menahan keinginannya untuk mematahkan tangan pria lancang itu.


"Ouh,Azkara magsud mu"Gama mengangguk sebagai jawaban.


" Tapi nona pria itu sudah sangat lancang pada anda"ujar Gama tidak Terima dengan keputusan sang nona.


"Tenang kak!,tidak ada kata melepaskan dalam kamusku,aku punya cara sendiri untuk membalasnya,orang yang berani mengusik maka harus berani diusik"jawab Yura sebari mengaduk bubur di mangkuk tangannya.


"Aku akan urus sendiri,kita fokuskan pada rencana Xia saja untuk saat ini"sambungnya sebari menyuap satu sendok bubur kedalam mulutnya.


"Baik nona,maaf saya terlalu menggebu untuk masalah tadi"


"Tidak usah dipikirkan kak!"ujar Yura dengan matanya menatap bubur.


Dilain tempat Xia baru turun dari kamarnya.


Dengan memakai dress berwarna putih selutut dengan tangan sebahu mengekpos kulitnya yang putih,dan rambutnya yang diikat kuda.


Dia bagaikan bidadari yang baru turun dari langit.


Dan pria itu,pria yang semalam tidur dikamar Xia,dia belum turun setelah diusir dari kamar Xia.


Xia keluar dari lift, saat melewati para main pria,karna semua orang dimansion ini pria kecuali dirinya dan Yura.mereka menyapa sebari membungkuk hormat.


Xia yang diajarkan sombong oleh keluarga kandungnya hanya menjawab singkat tanpa menunjukan ekpresi berlebih.


Xia mendaratkan bokongnya dikursi meja makan,setelah itu seorang pria menghampirinya.


"Maaf nona Anda ingin sarapan apa hari ini?"tanya chef pria yang umurnya mungkin seumuran bosnya.


"Apa saja"jawab singkat Xia.

__ADS_1


"Apa saja nona?"pria itu terdiam sebari berpikir makanan apa yang akan ia sajika hari ini.


Jangan sampai ia kehilangan pekerjaan karna ketidak puasan tuannya.


"Hmm"jawab Xia


"Baik nona,saya akan memasak makanan khas italia,bagaimana menurut Anda?"


"Terserah!"ujar Xia datar.


"Baik nona"jawab chef itu setelah mendapat persetujuan dia kembali kearah dapur,menyiapkan sarapan untuk para tuannya.


Xia kini pokus menatap layar ponsel.


Ia merasa bersalah saat mengingkari janjinya semalam.


Gara-gara bereksperimen semalam,ia jadi melupakan janjinya pada sang ayah,pria itu pasti sedang merajuk sekarang.


Ditambah pria paruh baya satunya lagi juga sedang merajuk karna dia merasa disisihkan.


Dua pria baruh baya itu selalu saja tidak mau kalah satu sama lain,apalagi kasih sayang gadis ini.


"Ayah aku minta maaf,semalam aku tidur,tidak sempat menelepon ayah"isi pesan Xia pada sang ayah.


"Paman jangan marah!,nanti paman bisa keriputan jika marah terus,nanti paman bisa kalah saing dengan ayah,hubungi aku jika paman punya waktu"dan ini pesan Xia terhadap pria yang ia panggil paman.


Xia menghela nafas jengah,ada-ada saja pria paruh baya itu selalu saja bersaing untuk mendapatkan perhatiannya.


Sudah seperti anak kecil saja.


Suara notifikasi dari ponselnya terdengar dibarengi dua pesan datang bergantian.


"Huh,,,putriku sudah dewasa aku terlupakan sekarang"balasan dari sang ayah membuat Xia menggelengkan kepalanya,apalagi pesan itu diakhiri emot sedih.


"Mana mungkin aku melupakan cinta pertama ku,ayah"balas Xia diakhiri emot love merah.


Lalu ia beralih pada pesan satunya lagi,pesan dari sang paman.


"Tidak mungkin!,ketampanan ayah mu tidak ada apa-apa nya di bandingkan pamanmu ini,paman selalu punya waktu tidak seperti ayah mu itu,diakan pria gila kerja"


"Kalian berdua sama-sama tampan dan gila kerja,paman jangan lupakan itu"balas Xia terkirim dengan balasan sang ayah yang datang.


"Ayah tidak percaya tuh"balasnya bersamaan dengan pesan sang paman yang datang.


Lalu deretan pesan datang bersautan dari kedua pria itu.


Xia menaikan sebelah halisnya,sebari berpikir, "Mereka mulai beradu cepat"pikir Xia tidak aneh dengan deretan pesan yang bersautan secara bersamaan itu.


Xia hanya menatap ponselnya yang terus mengeluarkan bunyi berderetan pesan yang datang.


Sudah hampir lima puluh pesan yang diterima ponselnya,Xia tidak berniat membuka pesan itu,ia akan menunggu sampai para pria itu berhenti.


Seperti dikatakan tadi kedua pria itu terus mengirimi pesan dengan saling melemparkan tatapan tajam.


Mereka sedang diruang keluarga mansion milik salah satu pria itu.


Tadinya mereka sedang membahas soal pekerjaan dengan damai,namun setelah Vihan mendapat pesan bujukan dari sang putri,memiliki ide untuk memanasi pria yang duduk di depannya.


Pria itu adalah seseorang yang Vihan anggap sebagai adik kandung,karna sudah merawat kedua anaknya selama ini.


Awalnya Samuel iri dengki dengan Vihan,beberapa detik setelah Vihan memanasinya,ia juga mendapat pesan dari gadis yang sama.

__ADS_1


Ia juga membalas Vihan,dengan menunjukan pesan itu,mereka bahkan membandingkan banyak kata yang gadis itu kirim.


__ADS_2