MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
nyawa dibayar nyawa!


__ADS_3

Disebuah ruangan,entah ruangan apa, karna keadaannya gelap gulita tanpa penerangan,namun ditempat itu ada satu sofa over size yang diduduki seorang pria.


Pria dengan jaz hitam dengan kemeja putih.


Suara ketukan terdengar diluar ruangan,setelah mendapatkan ijin muncul seorang pria memasuki ruangan dan mendekati pria tadi yang tengah terduduk dengan menyilangkan sebelah kakinya kekaki lain.


Pria itu menunduk hormat,walau gelap gulita pria itu tau dimana atasanya hanya dengan aura nya saja.


Pria itu menyerahkan dokumen yang sudah ia selidiki dan siap dilaporkan.


Pria itu mengambil dokumen yang anak buahnya berikan,dan sudut bibirnya terangkat.


"Sudah lengkap?"


"Sudah tuan"merasakan keheningan anak buah pria itu kembali bersuara.


"Orang yang mereka cari sudah berhasilĀ  mereka temukan tuan,dan sepertinya mereka mempunyai masalah besar dengan orang-orang ini,saat tuan dan nyonya Amlias bertemu,mereka mendapat penolakan,dan kami terus mengikuti keduanya sampai kami mendapatkan informasi yang bisa membuat,tuan senang"


Pria yang dipanggil tuan itu menaikan sebelah halisnya,hal yang membuatku senang hanya kehancuran mereka.


Anak buah pria itu memberikan ponsel dengan sopan.


Pria itu mengambilnya dan menonton apa yang anak buahnya dapatkan.


"Terus awasi dia juga mereka,cari informasi tentang mereka dengan lengkap"


"Baik tuan"setelah tidak ada perintah anak buahnya itu menunduk sebagai rasa hormat dan pergi.


Namun saat dirinya membuka pintu sebuah suara terdengar ditelinganya.


"Jangan ada yang terlewat walau sekecil debu"


"Baik tuan"jawabnya lalu menghilang dibalik pintu.


Pria yang masih didalam ruangan tersenyum,senyuman yang bisa menenggelamkan dunia,senyuman yang bisa menculik orang yang melihat senyuman itu.


Senyuman yang sangat indah,namun tidak ada yang tau arti dari senyuman itu selain pemiliknya.


Pria itu berguman"menarik sangat menarik"


"Orang-orang yang sangat menyedihkan sampai aku ingin membantu mereka"gumannya masih tersenyum.


.


.


.

__ADS_1


Xia manatap Azkara dengan datar,setelah masuk Azkara meminta ijin untuk bicara berdua namun setelah berduaan pria itu malah terdiam.


Entahlah sepertinya dia melamun.


"Aku harus bagaimana?,yang benar saja,jika ekting ku tidak meyakinkan,bisa kehilangan kepala dari tempatnya,ayolah az,masalah begini saja kau tidak bisa,banyak misi yang kau selesaikan ini hanya masalah kecil"ucap azkara menyemangati dirinya dalam hati.


Sekarang ia tengah pusing dengan perintah atasannya itu,Tiba-tiba membuat rencana tak terduga,huhuhu azkara ingin menghilang saat ini juga.


"Hmm"Xia berdehem untuk menyadarkan pria didepannya itu.


1


2


3kali ia berdehem namun tidak ada respon,Xia menghela nafas kasar,dan membuka bibirnya.


"anda mau bicara atau diam?"


Azkara tersentak,lalu tersenyum canggung sebari menggaruk pelipisnya yang tidak gatal.


"Maaf nona,saya akan bicara,nona anda seperti tuan saat sedang kesal"perkataan terakhir hanya berakhir didalam hati azkara,tentu saja mana berani dia berkata seperti itu.


Namun jujur azkara merasa terintimidasi dengan tatapan tajam wanita yang lebih muda darinya ini.


"Nama saya azkara,saya asisten pribadi tuan Afra"ucapnya memperkenalkan diri sebari mengulurkan tangannya.


Satu sampai beberapa detik tangan Azkara masih diatas angin,merasa diabaikan,Azkara semakin canggung,ia menarik kembali tangannya dengan masih tersenyum canggung.


"Anda pasti pernah bertemu tuan saya,"


"Kecelakaan?"


"Hah?"tanya Azkara kikuk


Xia memutar matanya malas"Liam Kenrika kakak saya"


Azkara terdiam sebentar namun detik kemudian sepertinya ia mengerti.


"Aku akan semakin pusing kedepannya"rutuk azkara dalam hati.


"Oh,iya nona,tuan saya adalah Maringga Azonafra,beliau terlibat dalam kecelakaan bersama kakak anda,namun saya tegaskan bahwa kejadian itu murni kecelakaan."


"Bagaimana kalo tidak?"tanya Xia dengan posisi seperti tadi.


"Bila ada unsur kesengajaan saya pastikan yang merencanakan adalah musuh tuan,tapi anda tenang saja kami akan mencari penyebab pastinya"ucap Azkara,ia harus hati-hati jika membicarakan musuh tuannya yang lebih dari satu,agar calon nyonya nya tidak ketakutan,pikirnya.


"Kami juga akan bertanggung jawab atas semua biaya kakak anda nona"

__ADS_1


"Membicarakan tentang uang,menarik "guman Xia dengan nada meremehkan.


Azkara melanjutkan ucapannya,sebenarnya ia mendengar gumanan Xia tadi,namun ia tidak ingin memusingkan hal itu.


"Semua biaya akan kami tanggung nona,dan sebenarnya saya ingin meminta bantuan dari nona"


"Tuan saya mengalami hilang ingatan saat beliau terbangun,dan hal pertama yang ia lihat adalah anda,tuan beramsumsi anda adalah tunangannya,jadi kami mencari nona selama seminggu ini untuk meminta bantuan"


"Dokter melarang kami untuk mengatakan kebenaran tentang anda,jadi yang bisa kami lakukan hanya meminta bantuan anda,apakah anda mau menolong kami nona,anda tenang saja kami tidak akan meminta bantuan dengan cuma-cuma,kami juga akan membayar sekaligus membayar pengobatan kakak anda"ucap Azkara dengan hati-hati.


Jika ada pilihan azkara akan memilih perang dengan musuh saat ini juga.


"Bertanggung jawab" ucap Xia dengan menekan kata.


"Menurut anda bertanggung jawab itu seperti apa?apa seperti memberikan uang?"


"Apa yang anda dapatkan dari uang?,apa uang dapat mengembalikan nyawa yang telah hilang?,baiklah jika uang bisa mengembalikan nyawa maka cepat berikan saya uangnya"


Azkara merasa kedinginan sangat-sangat dingin bahkan dirinya merasa akan membeku"diluar memang hujan tapi tidak mungkin sedingin inikan?"monolog azkara dalam hati.


"Apa magsud anda nona?"Azkara bergidig dengan aura didekatnya ini, entahlah aura ini seperti dihadang singa yang belum makan berminggu-minggu.


"Membayar semua biaya,biaya apa yang anda bayar jika kakak saya tidak bernyawa lagi,nyawa dibayar nyawa tentunya"ucap Xia santai.


"Hah"Azkara melongo dengan mata membulat,ia tidak tau dengan keadaan kakak nona didepannya ini,terahir kali ia tahu,pria itu tengah koma dan dipindahkan entah kerumah sakit mana.


Azkara jadi bersalah,"maaf nona saya tidak tau tentang kakak anda,saya turut berduka"


Melihat Azkara yang menundukan kepala sebari berbicara dengan suara sendu,Xia menghela nafas dan berkata.


"Dia masih hidup,jika akan bertanggung jawab saya terima,namun untuk bantuan yang anda minta akan saya pikirkan lagi"ucap Xia sebari berjalan melewati Azkara.


Ya walaupun pria itu tidak mengatakan bantuan apa yang ia minta namun Xia cukup mengerti,apalagi pria yang disebut tuan itu sudah memperjelas semuanya.


Azkara melongo dengan raut wajah heran"apa magsud nona?,apa dia tadi bercanda?atau bagaimana, aku jadi pusing"monolognya sebari memijat pelipisnya.


Xia kembali keruangan dimana ada Afra dan Yura.


Yura tengah tersenyum penuh arti sebari menatap Afra,saat mendengar langkah kaki wanita itu mengalihkan atensinya kearah suara.


Dan munculah Xia,Yura juga menatapnya dengan tersenyum penuh arti yang membuat Xia memutar matanya malas.


"Sayang apa kamu sudah selesai?, apa yang kamu bicarakan dengan asisten ku?"pertanyaan dari siapa lagi jika bukan dari afra yang mengaku sebagai tunangan Xia.


"Huh dia seorang asisten saja belagu"cibir Yura,lalu Azkara datang dan mendengarnya.


Azkara jadi menggerutkan dahinya saat Yura mencibir,namun ia tak ambil pusing,toh ia tidak merasa.

__ADS_1


__ADS_2