
Xia dan Yura bisa keluar dari mansion dengan beberapa pengawal yang akan mengikuti.
Pria itu sangat menjaga ketat mereka,itu cukup bagus untuk bab selanjutnya.
Tadinya pria itu juga akan ikut untuk menemani namun sesuatu mengharuskan ia pergi ke suatu tempat.
Kedua gadis itu meminta supir untuk menjalankan mobil sangat pelan,agar bisa melihat pemandangan disekitar mansion.
Sangat indah dan menarik.
Kedua gadis itu belum meminta sang sopir untuk berhenti disuatu tempat,mereka hanya melihat pemandangan yang mereka lihat dari jendela,tanpa tengah bertengkar seperti biasanya.
Itu cukup membuat si pengemudi dan orang disampingnya heran.
Setelah mereka tinggal di mansion,mereka sedikit tahu sikap kedua gadis istimewa yang selalu berdebat itu.
Sampai Yura meminta sopir untuk mengatarnya kesebuat restoran.
Restoran yang pertama kali,ya pertama kali rasanya.
Restoran yang membuat mood mereka berdua memburuk tempo hari.
Restoran yang letaknya dekat dengan rumah yang terbakar,kalian akan tahu letak restoran yang dimagsud jika terus membaca.
Saat mereka masuk atensi semua orang,yang berada disana fokus pada titik yang sama, yaitu pada kedua gadis yang memakai kaos putih dengan ros span hitam,dan satu gadis lagi memakai kaos berwarna hijau dengan celana jeans keduanya memakai blazer yang panjangnya sampai kelutut,beserta keempat pria berwajah datar dan terlihat sangar dengan setelan serba hitam dibelakang mereka.
Entah itu pengunjung atau pegawai atensi mereka tidak terlihkan beberapa menit,ada rasa takut,iri,kagum,bermacam-macam yang mereka tunjukan terang-terangan.
Xia mengusir para pengawal dengan isyarat, menggunakan sebelah tangannya namun sepertinya mereka tidak mengerti membuat Yura angkat suara.
"Kalian tunggulah diluar!"ucap yura tanpa ekpresi.
"Maaf nona kami tidak bisa pergi"tolak salah satu pengawal dengan halus.
"Kami bukan tahanan yang harus dijaga bahkan saat makan,pergilah tunggu kami diluar"Yura bicara dengan dingin dan sedikit ada nada kesal didalamnya.
Para pengawal saling pandang,seolah bertelepati,mereka cukup terkejut dengan nada dingin yang gadis itu keluarkan,mereka belum pernah melihat kedinginan diwajah Yura,jika Xia mereka selalu melihatnya bahkan akan sangat aneh jika gadis itu terlihat ramah.
Mereka saling menatap sampai mengangguk secara bersamaan,lalu salah satu pengawal angkat bicara mewakili teman-temannya.
"Baiklah nona,kami akan menunggu diluar jika ada masalah tolong hubungi kami nona"
"Hmm"
Mereka keluar bersamaan dengan itu seorang wanita menghampiri meja kedua wanita tadi.
Sebelum itu mengatakan bahkan menawarkan sesuatu suara Xia lebih dulu terdengar.
"Tuan lykalos sudah datang?"tanyanya dengan dingin membuat pelayan yang menghampirinya tersentak saking kagetnya.
"Ma-maaf nona apa yang anda magsud tuan lykalos pemilik restoran ini?"tanya pelayan itu memastikan.
"Ya"
"Tuan lykalos kebetulan hari ini beliau ada di ruangannya,apa anda ingin bertemu beliau nona?"
"Ya"
"Ma-maaf nona apakah anda sudah punya janji,maaf namun hari ini tuan sudah memiliki janji dengan tamu penting,dan tidak bisa melakukan janji temu lain"ucap pelayan itu dengan nada takut.
Aura kedua gadis itu menyeramkan walau yang satu menunjukan wajah ramah.
__ADS_1
"Kau tau ruangannya?"tanya Yura sebari menatap pelayan itu dengan tatapan malas.
"I-ya nona saya tau"jawabnya dengan gugup
"Tunjukan jalannya"Yura bicara sambil menggerakan tubuhnya dan berdiri.
"Maaf nona saya tidak bisa mengantarkan anda,tuan memiliki janji temu dengan klain pentingnya jadi beliau mungkin tidak bisa menemui anda"pelayan itu bicara dengan nada gugup bahkan kakinya sudah gemetar ia teringat pesan bos pagi tadi.
"Jangan ijinkan siapapun menemui ku hari ini,karna aku memiliki tamu penting yang akan datang kemari!"pesannya
"Apa kau ingin membuat bos mu marah dan memecatmu,kami klain penting yang bisa mu tunggu lohh"cibir Yura sebari tersenyum miring.
Pelayan tadi semakin gemetar bahkan tidak bisa menahan tubuhnya,dan melorot kebawah kakinya berubah seperti jely,namun tangan Xia menahan tubuh wanita itu agar tidak terjatuh.
Bisa gagal rencana selanjutnya.
Xia menatap kearah luar tepatnya kearah para pengawal yang sedang mengawasi mereka.
"Ma-maaf kan saya nona,saya tidak tau tolong maafkan saya"ucapnya sebari gemetar bahkan matanya sudah mengeluarkan air.
Entahlah padahal kedua gadis itu tidak melakukan hal buruk,mereka hanya bicara saja sejak tadi.
"Jangan buang waktu lagi cepat tunjukan jalannya"Yura berkata memotong perkataan pelayan itu.
Wanita pelayan mengangguk sebari menghapus air mata,yang tiba-tiba keluar,ia mencoba menghentikannya agar tidak mengalir,namun entah mengapa air itu malah semakin terjun dengan deras,ia hanya bisa agar tidak mengeluarkan suara dan terus mengusap matanya agar bisa berhenti.
Xia dan Yura saling pandang saat menyadari kedua bahu pelayan yang memimpin jalan.
Mereka yakin pelayan itu sedang menangis tanpa suara namun keduanya heran.
Sejak tadi mereka hanya bicara oke.
"Ah bodoh"guman Yura.
"Tidak perlu diketuk!"ucap Xia.
Pelayan tadi menoleh kearah Xia dengan menundukan kepala"baik nona"suara pelayan itu terdengar serak.
"Ada yang harus kau lakukan,anggap saja sebagai permintaan maafmu tempo hari"ucap Xia dengan dingin.
Pelayan itu tersentak sampai mundur satu langkah dengan wajah tertunduk"maaf kan perlakuan saya waktu itu nona,saya tidak bisa berbuat apa-apa waktu itu"
"Mengerti,kau akan melakukannya atau tidak?"
"Saya akan melakukan apapun yang anda minta nona,asalkan anda mau memaafkan kesalahan saya waktu itu,saya benar-benar merasa bersalah"ucapnya jujur setelah kejadian waktu itu,wanita itu tidak bisa hidup dengan tenang ia terus merasa bersalah karna tidak bisa melakukan apapun.
Xia menyenggol tangan Yura agar gadis itu yang bicara.
Yura menatap Xia,lalu menatap wanita yang terlihat ketakutan didepannya ia jadi ingin main sebentar.
"Apa perlu kita maafkan?"tanya Yura sebari memindai wanita didepannya
Xia memutar matanya malas.
"Akan kami pikirkan jika kau melakukan tugas dari kami dengan baik"sambung Yura.
"Baik nona,apa yang perlu saya lakukan"ucap nya terdengar bersemangat.
Xia dan Yura bersamaan membuka blazer yang mereka pakai,lalu memberikannya pada pelayan itu.
Wanita itu terdiam menerima kedua blazer.
__ADS_1
"Minta dua orang temanmu memakai itu,dan duduk ditempat kami tadi,dengan membelakangi arah jendela dengan rambut mereka yang dicepol "ucap Yura menjelaskan tugas yang mereka minta.
"sajikan empat menu terbaik di restoran ini, dengan minumannya dan sajikan dimeja kami tadi"sambungnya
"Baik nona" tanpa bertanya wanita itu setuju.
"Pastikan tidak ada yang melihat mereka dari luar!"tegas Yura.
"Baik nona akan saya pastikan"
Setelah pelayan itu pergi Yura dan Xia membuka pintu,tanpa mengetuk membuat orang didalamnya kaget dan marah.
Namun saat melihat siapa yang datang kemarahannya tiba-tiba menghilang.
Seperti yang dikatakan mereka di ajarkan untuk bersikap sombong.
"Nona Xia,nona Yura selamat datang silakan duduk"sapa pria yang tadi hendak marah, namun kemarahan itu tiba-tiba hilang saat melihat siapa yang datang.
"Nona-nona ingin minum apa biar saya siapkan?"sambungnya
"Tidak perlu,kami tidak akan lama"jawab Xia dengan dingin.
Pria itu mengangguk lalu menyusul duduk disofa didepan kedua nona hanya terhalang meja.
"Bagaimana?"tanya Xia.
Pria bernama lykalos itu menjawab"saya sudah menyelesaikan sesuai keinginan nona,bahkan saya merekam agar nona bisa melihatnya"pria itu mengambil tab dimeja mengutak-atiknya sebentar lalu memberikannya.
Namun yang menerimanya bukanlah Xia melainkan Yura.
Gadis itu menonton vidio yang direkam orang lykalos,suara jernih begitu juga dengan gambarnya,nilai penuh untuk kameramen.
Xia hanya mendengar ia tidak tertarik untuk menonton.
"Bagaimana perusahaan mu tuan?"tanya Xia sebari mengedarkan pandangan melihat sekeliling.
Restoran ini miliknya namun hari ini pertama kali ia memasuki ruangan menejer,bahkan sedari tadi ia selalu mengedarkan pandangan untuk melihat seperti apa bentuk restoran yang ia danai sejak 3tahun terakhir.
Cukup bagus.
Namun cukup mengecewakan!.
"Cukup bagus nona,perusahaan saya mengalami kemajuan yang sangat bagus atas kerjasama kita"jawabnya jujur.
"Bagus,pertahankan atau kau akan kehilangan segalanya,pastikan kesetian hanya pada satu tuan"Xia menasehati yang lebih terdengar seperti peringatan.
"Tentu nona,saya pastikan semuanya!"jawab pria yang lebih tuan dari kedua nona itu.
Yura masih menonton sesekali terkekeh sebari tersenyum ia memandang pria yang jauh lebih tua darinya itu"aku bangga dengan sikap pria itu"
"Konsisten,sombong sampai mati!"sambungnya sebari tersenyum lebih tepatnya menyeringai.
Didalam rekaman menunjukan seluruh pegawai di restoran ini berkumpul disatu ruangan tanpa terkecuali.
Bahkan seorang pria yang tidak mereka ketahui sebagai bos,atau pemilik kafe,karna tidak pernah datang untuk memeriksa restoran secara pribadi,tengah duduk didepan mereka dengan elegan dengan menunjukan raut wajah menyeramkan.
Para pengawal yang tidak tahu identitas itu hanya bisa bertanya dalam hati,mereka tidak ada yang berani mengeluarkan satu patah katapun.
Yang mereka tahu pria dibab sembilan, sebagai pemilik restoran dan hanya pria itu juga yang mengetahui identitas pria yang duduk di depannya.
Dia sendiri sangat heran biasanya bosnya itu hanya mengirim utusan untuk memeriksa restoran,pertemuan terakhir mereka dua tahun lalu saat dirinya diangkat jadi menejer di restoran ini.
__ADS_1
Apa ada masalah serius?.
"Apa bos akan memberikan restoran ini padaku?,aku yakin itu!,dia memiliki begitu banyak cabang restoran dan perusahaan, memberikan satu untukku bukan hal yang besar,aku bekerja keras selama ini kerjaku sangat bagus"gumannya dalam hati bersemangat dan percaya diri.