MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
Tonton saja!


__ADS_3

Mata semua orang disana,berbinar menatap kuda cantik tersebut dengan hening.


Sampai suara seorang wanita yang bernama Bella terdengar mengalihkan atensi mereka untuk menatapnya.


"Kuda itu sangat keren!,akan lebih keren jika kamu menunganginya sayang"ujarnya sebari bergelayut manja di lengan kekar seorang pria yang ia panggil sayang.


Pria itu menatap sang kekasih lalu menatap kuda,pria itu membenarkan apa yang dikatakan sang kekasih.


"Aku ingin menunggangi kuda ini! "ujarnya sebari menunjuk kearah kuda yang membuat mereka terpesona.


Manajer yang memandu mereka,menyeka keringat di dahinya dan mendekat dengan takut.


"Maaf Dafa,kuda ini milik tuan muda Saul,dititipkan di sini,beliau tidak pernah mengijinkan siapapun selain peternak untuk menyentuhnya"ujar manajer membuat pria bernama Dafa itu kesal dan marah.


Ras isabella sangat berharga dan memiliki tempramen yang kuat,tidak ada yang bisa menjinakannya kecuali tuan muda saul,sang pemilik,mari kita pergi saya berjanji akan memilihkan kuda yang baik untukmu untuk bersenang-senang,tapi jika kuda ini aku tidak bisa mengijinkannya."sambung manajer sebari menatap kuda yang ia bilang sebagai ras isabella.


Dafa menatap kuda ras isabella tanpa mendengar apa yang dikatakan manajer.


"Apa sulitnya mengendalikan hewan ini?,aku tetap memilih kuda ini"kekeh Dafa dengan kesombongan yang ia miliki.


Begitu juga dengan kekasihnya bernama Bella,gadis itu terus menyemangati kekasihnya untuk menunggangi kuda ras isabella tersebut.


Gadis bernama Bella itu ingin menunjukan kekuasaannya didepan seseorang.


Manajer itu sangat khawatir,kuda tersebut disentuh orang lain tanpa ijin dari pemiliknya,walau sang pemilik sudah kudanya didambakan banyak orang,dia takut kehilangan pekerjaannya.


Manajer itu benar-benar tak habis pikir dengan anak-anak muda ini,sepertinya orang tua mereka tidak mendisiplinkan mereka.


Orang yang dipanggil tuan muda Saul adalah orang yang terkenal kejam dengan kekuasaannya ia tidak segan menghancurkan siapapun yang menganggunya.


Xia menatap kuda itu tanpa memedulikan keributan disekitarnya.


Gadis itu menatap dengan senyuman indah,kuda itu benar-benar menarik perhatiannya.


Tanpa disadari tubuh seseorang mendorong tubuh gadis itu sampai limbung dan terjatuh disamping kandang kuda tadi.


Brak.


Itu adalah tubuh Bella,ia tersentak kesamping saat sangat kekasih mendorong tubuh gadis tersebut,karna pria itu merasa kesal,ulah manajer yang terus melarangnya untuk menunggangi kuda ras isabella tadi.


Kuda ras isabella tersebut terkejut,kuda itu berlari mendekat dengan langkah yang kuat dan indah.


Ada celah dipagar tersebut yang cukup menembus kepalanya.


Karna keterkejutan mereka spontan menahan nafas,dengan terbelalak.


Manajer itu berteriak,"Nona pergi dari sana!,dia akan menyakiti anda!"


Xia dengan replek yang ia miliki bisa saja gadis itu menghindar namun entah apa yang dipikirkan gadis tersebut,ia malah mendongkak dan menyaksikan kuda yang terus mendekatinya.


Isabella adalah kuda betina yang ganas dengan rasa torirorial yang kuat,dia sangat tangguh dan bisa melukai orang sangat parah!,sekarang  kuda itu sangat dekat dengan Xia.


Gama hendak mendekat untuk membantu nonanya namun gadis itu memberi kode agar pria itu tetap ditempatnya.

__ADS_1


Gama pasrah ia tahu nonanya tidak akan ceroboh!,hampir semua nonanya kuasai.


Serangan yang diantisipasi tidak terjadi,isabella hanya menatap Xia,setelah kepalanya keluar melalui celah dari kandangnya.


Kedua sosok yang berbeda tersebut beradu tatap,mata sejernih air dan penuh rasa penasaran.


Semua orang dengan replek tidak bereaksi mereka masih syok dengan apa yang sedang terjadi.


Xia menyadari kuda tersebut tidak ingin menyakitinya,kuda yang sangat cantik!,pikir gadis itu saat mereka beradu tatap.


Nafas isabella yang berat dan panas menyembur ke wajah cantik xia,mereka seperti dunia dongeng,seekor kuda yang menyelamatkan seorang tuan putri cantik.


Xia menggunakan celana jeans panjang dengan robekan dibagian lutut berwarna biru polos dengan kemeja berwarna senada.


Xia menjulurkan tanganya untuk menyentuh kepala isabella,namun isabella menghindarinya,membuat Xia menatap sebari menaikan sebelah halisnya.


Tidak hanya itu isabella mengerang keras lalu mundur,pergerakan yang kuda itu tunjukan membuat Xia mendengus kesal.


Isabella kembali dan menjulurkan kepalanya didepan Xia.


Setengah kesal,Xia berdiri setelah itu menepuk-nepuk debu yang mengenai tubuhnya,barulah ia menatap isabella.


Xia hanya menatap dingin kuda tersebut,membuat isabella kesal dan mengerang dengan keras,disertai dirinya semakin memajukan kepala kearah gadis di depannya.


Xia terkekeh melihat tingkah kuda tersebut,barulah ia mengusap kepalanya yang disambut baik isabella,kuda tersebut semakin menekan kepalanya diusapan tangan xia.


Sang manajer pulih dari keterkejutan nya dan berujar,"Isabella sepertinya menyukai anda nona!"


Semua atensi kini menatap sang manajer.


"Kuda yang ganas?,yang benar saja!,, Ah,,"belum selesai bicara.


Isabella menyentak kepalanya kedepan,Bela didorong kuda tersebut,membuat semua orang terbelalak,bagaimana bisa kuda itu bereaksi?.


"Kuda saja tau produk bagus" cibir Bala lirih.


Yura yang berdiri disamping Bala menatap gadis tersebut,ia melihat tatapan benci dari gadis disampingnya untuk wanita bernama Bella ,padahal nama mereka hampir mirip,kebetulan bukan?.


"Kau membenci wanita itu?"tanya Yura.


"Tentu aja!,dia anak pertama dari paman Cer Atmaja"jawabnya sebari menoleh kearah Yura.


Yura hanya mengangguk sebagai jawaban.


Kembali ke situasi kuda,isabella yang tinggi dan kuat,menendang tanah dengan kaki belakangnya.


Kedua kaki belakangnya terangkat tinggi mulutnya mendesis dan menghentak dengan marah,jika tidak ada pagar,sudah dipastikan bella akan sudah mati saat ini juga.


Momentum yang menakutkan membuat Bella memucat,kakinya lemas seperti jely,ia baru saja merasakan dejavu.


Ketiga gadis yang tak lain adalah,Xia,Yura dan Bala,tidak peduli hanya menanggapi dengan tersenyum miring dengan kedua tangan melipat didepan dada.


Wanita-wanita gila!.

__ADS_1


Bella dibantu berdiri oleh kekasihnya,kekasihnya bernama Dafa berwajah sangat merah,ia marah sekaligus malu dengan tingkah Bella.


Sekarang Bella benar-benar sangat takut untuk memprovokasi isabella,ia melirik Bala yang tengah tersenyum kearahnya.


Bella mengepalkan tanganya marah,namun tidak punya tenaga untuk melakukan sesuatu.


" Ouh,kau tidak papa?"tanya Balla dengan wajah polos.


Dimata Bella gadis itu sedang menghinanya,dan itu semua benar!.


"Aku baik-baik saja,bagaimana jika kekasihku mengajari kau menungang kuda"ujar Bella sebari menyeringgai.


Yang ia tahu Balla tidak bisa menunggang kuda,melihat Balla yang ketakutan dan menangis saat belajar kuda,membayangkannya saja sudah membuatnya senang.


Dafa memindai adik sepupu dari kekasihnya,ia mengagumi gadis cantik tersebut beserta kedua temannya.


" itu benar,aku akan mengajarimu"ujar Dafa percaya diri.


Jika dibandingkan ketiga gadis tersebut tidak dapat dibandingkan dengan siapapun,wajah yang mulus,putih,juga imut menyatu diwajah ketiganya.


Sungguh rugi jika dianggurkan.


"Kekasihmu hebat dalam menunggang kuda?"tanya Xia membuat semua atensi menatap gadis yang menyemburkan aura menyeramkan dari tadi,namun mereka berusaha menyangkalnya.


Xia bicara masih dengan wajah andalannya,datar, "Jika ya,aku ingin belajar juga!,jika kau tidak keberatan"


"Tentu tidak,, "ucapan Dafa terhenti disaat teman-teman prianya berteriak.


"Aku pandai mengajari!,bagaimana jika aku mengajakmu berkeliling,meski kudaku tak sebanding dengan isabella,dia juga kuda ras ternilai tinggi yang jinak"


Segerombolan laki-laki menghampiri Xia meninggalkan para wanita yang ikut bersama mereka.


Teman wanita mereka sangat marah,begitu pula dua pria disana,dafa marah karna teman-teman nya menggangu dirinya dengan gadis cantik tersebut.


Satu lagi adalah Gama,pria itu sangat marah dengan wajah memerah,namun ia masih menahannya.


"Akan ku bunuh mereka,sudah berani didekat nona"guman Gama didalam hati dengan tangan mengepal.


Yura terkekeh saat merasakan aura yang familiar ia menoleh kebelakang dimana pri situ berdiri.


"Kak Xia tidak bisa berkuda?"tanya Balla menatap Yura yang sedang menatap kebelakang.


Yura mengalihkan pandangannya kearah gadis tersebut,Yura mengedikan bahunya sebari tersenyum geli mengubah pandangannya kearah segorombolan pria yang sedang mengelilingi Xia.


"Giliran dia,kita hanya perlu menonton "jawaban Yura tidak dimengerti balla.


Gadis itu kembali bertanya," magsud kakak?"


Yura menghembuskan nafas,ia harus bisa menjelaskan dengan versi gadis kecil disampingnya, "Dari tadi Xia hanya diam kan?" Balla mengangguk mengiakan.


"Dia hanya sedang menonton,sekarang waktunya dia bermain,dan giliran kita yang diam dan menonton,kau akan lihat sosok lain diwajah dingin kakak Xia mu itu"Yura terdiam untuk mengambil nafas.


"Akan sangat menyenangkan menontonya,kau harus menyaksikan dengan seksama agar bisa belajar,kecerdasan dibutuhkan dalam kehidupan,aksi nanti bisa kau contoh dan praktekan mengerti"sambung Yura sebari menatap Balla.

__ADS_1


Balla menjawab," masih tidak mengerti"ujarnya membuat Yura menepuk keningnya.


"Tonton saja!"


__ADS_2