MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
Pantai


__ADS_3

Waktu sudah menunjukan jam enam pagi kedua gadis berbeda usia satu tahun berkutat didapur dengan drama mereka.


"Ikannya potong Yura!"titah Ansya melihat Yura hanya memandang ikan didepannya sebari memegang pisau.


Yura mendelik tajam kearah Ansya,"Bersihkan sisiknya dulu"jawabnya lalu melempar pisau hingga menancap ditubuh ikan.


"Yura bukan ditusuk begitu"pekik Ansya melihat tingkah Yura.


"Lalu bagaimana,,,nih kamu saja yang potong"ujar Yura sebari mendorong ikan kearah Ansya.


Kedua gadis itu berkutat di dapur atas kesepakatan keduanya yang ingin mencoba masak,padahal selama ini mereka tidak pernah sekalipun memasak,sebenarnya pernah sekali,waktu itu keduanya memasak demi membuatkan bubur untuk Xia yang sedang sakit alhasil bukan bubur yang tersaji namun dapur yang kebakaran tak tersisa,dari perbuatan mereka para maid yang disalahkan.


Dan sekarang keduanya akan mengulang sejarah mereka ternyata.


"Aku dibagian bumbu"tolak Ansya sebari mendorong ikan kearah yura.


"Huh,,lebih baik tinggal makan dari pada bersusah payah begini"ujar Yura disetujui ansya, "Makan diresto saja!" putus Yura disetujui Ansya,keduanya saling lirik.


'Bereskan semuanya dulu sebelum Xia melihatnya,,, kita bisa dijadikan lelucon jika ketahuan"ujar Ansya disetujui,keduanya membereskan dapur villa seperti semula dan membuang semua bahan olahan yang akan mereka masak tadi.


"Pagi"sapa Xia saat menghampiri dapur,kedua gadis disana tersentak kaget,untung saja semua sudah seperti semula.


"Pagi"jawab keduanya.


"Kamu butuh sesuatu?"tanya Ansya tersenyum kikuk.


"Mandi"jawab Xia seadanya,dirinya baru bangun sedikit heran melihat kedua gadis yang selalu dia bangunkan sudah berada di dapur,"Sedang apa?"


"Air"ujar Yura


"Iya air"setuju Ansya"kita mau ambil air,haus,iyakan Yura?"Yura mengangguk setuju lalu mengambil gelas kosong dimeja.


Xia mengedikan bahu tidak peduli selepasnya dirinya pergi kekamar mandi tujuan awalnya,yaitu mandi,villa yang mereka beli benar-benar minimalis,dua kamar dan satu kamar mandi didekat dapur,dirinya dan ansya sepakat mencoba hal baru seperti tinggal ditempat kecil,Yura juga sudah diberitahu tadi malam.


Kedua gadis di dapur menghela nafas lega selepas melihat Xia menghilang dibalik pintu kamar mandi,"Untung saja"guman keduanya.


Keduanya beriringan meninggalkan dapur menuju ruang tengah sekaligus ruang tamu di villa ini,disana ada Azkara yang sedang melipat selimut yang sempat membungkus dirinya saat tidur disofa.


"Selamat pagi nona"sapa Azkara.


"Pagi,,,ingat kak Azkara kita sudah sepakat tidak memanggil secara formal"ujar Ansya mengingatkan pria yang baru ia temui.


"Saya lupa nona"jawab Azkara.


'Maklum sudah tua,,,faktor usia"ujar Yura membuat dirinya ditatap tajam Azkara yang tidak Terima.


Azkara ingin membalas perkataan Yura namun ia urungkan saat melihat sang Tuan keluar dari kamar,semalam pria itu berbagi kamar dengan Xia, ingat hanya tidur tidak lebih.


"Selamat pagi Tuan"sapa Azkara.


Pagi,,, dimana kamar mandinya? "Tanya Afra karna dirinya tidak menemukan kamar mandi didalam kamar.


Yura mengambil buah di meja,buah yang dirinya beli semalam beserta beberapa barang lainnya seperti pakaian dan lainnya,"dekat dapur" jawabnya setelah menggigit apel yang ia ambil.


Pria itu langsung pergi ketempat yang Yura tunjukan saat di dapur dirinya tidak perlu mencari lagi,disana hanya ada satu pintu lagi yang sudah pasti adalah kamar mandi.


Ceklek


Deg

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka memperlihatkan Xia yang keluar hanya memakai kimononya,susah payah Afra menelan salivanya,melihat Xia yang hanya memakai kimono dengan wajah yang terlihat basah dan rambut yang digulung handuk terlihat begitu sexy,dirinya pernah satu kali melihat pemandangan  seperti ini dengan orang yang sama membuat jantung tidak aman.


Xia tidak memedulikan apapun disekitarnya, gadis itu berjalan melewati afra begitu saja tanpa sekedar basa-basi,bahkan terkesan tidak melihat pria yang duduk di kursi roda itu.


Afra menghela nafas gusar langsung masuk kamar mandi,dirinya menggerutu saat melihat kamar mandi yang hanya ada shower,tanpa batkap,untungnya alat mandi lainnya komplit seperti sabun dan lainnya,namun tetap saja dirinya kesusahan, seorang CEO sekaligus pemilik perusahaan mandi dikamar mandi seperti itu,baru pertama kali dan tidak akan mau kembali.


Mempercepat drama kamar mandi ala minimalis yang Xia ciptakan membuat permasalahan sendiri,ketidak nyamanan adalah kuncinya.


Mereka sudah siap untuk sarapan diluar sekaligus berjalan-jalan dipantai bali yang dikatakan tempat yang dirugikan jika terlewat.


Keenamnya memakai outfit ala pantai dengan Xia memakai midi dress berwarna biru tanpa lengan dengan tali diikat dikedua pundaknya dengan rambut digerai,tentang rambut Xia sudah mengubah fansionnya,yang tadinya lurus sepanjang pinggang kini hanya sepanjang lengan dan ala kriting gantung,sudah sejak dirinya sampai di mansion keluarganya hanya saja baru disadari mereka yang bersamanya karna selama ini rambutnya selalu ia ikat cepol.


Untuk Anna pengawal pribadi Xia,gadis dua puluh lima tahun itu terlihat manusiawi setelah melepas katana dari pinggangnya seperti perintah Xia agar tidak terlalu mencolok,dan menunjukan identitas mereka,gadis itu memakai midi dress sama seperti Xia hanya saja berwarna hitam.


Yura gadis itu memakai outfit serba putih dengan kemeja dengan tali dikerahnya dipadukan hotpants bahan kain.


Ansya memakai dress pyramid tanpa lengan berwarna putih bermotif bunga sakura,tidak lupa ketiganya memakai topi ala pantai dan juga kacamata hitam terlihat cantik dan modis.


Untuk kedua pria yang bersama mereka,keduanya sama-sama memakai kemeja tanpa dikancing memperlihatkan kaos dalam mereka dipadukan celana selutut jangan luapkan kaca mata yang bertengger dihidurng mancung mereka.


Tatapan kagum dan juga iri tercetak jelas untuk mereka,seperti sebelum-sebelumnya mereka hanya acuh dengan sekitar selama tidak menganggu aktifitas mereka,bahkan setiap orang yang melihat keenamnya langsung bersuara kagum dengan ketampanan dan kecantikan mereka.


Keenamnya sudah berada disalah satu restoran yang menyediakan berbagai makanan sambil menunggu pesanan datang,keenamnya menyusun rencana liburan mendadak mereka kali ini,sebenarnya hanya mereka bertiga siapa lagi jika bukan Yura,Ansya dan Azkara,yang lainnya hanya merespon saat ditanya.


"Kita kepantai dulu selepasnya kita kepasar tradisional,katanya disana banyak barang-barang bagus bagaimana setuju?"tanya Yura antusias.


"Menurut saya kita kepasar tradisional dulu saja setelah itu baru kepantai"usul Azkara.


"Tidak-tidak kepantai dulu baru kepasar"kekeh Yura.


"Pasar baru pantai"kekeh Azkara.


"Jaga mulut mu!"tegur Yura tidak terima.


Ansya terbahak melihat wajah masam Yura "iyaiya,,,begini saja hari ini kita puas-puas dipantai dan besok baru pergi kepasar tradisional setuju?" tanya Ansya meminta persetujuan.


"Tumben idemu bagus "ujar Yura membuat ansya berdecak kesal.


"Heh"sentak ansya tidak terima,"kamu pikir selama ini ideku buruk? "


"Tidak sadar anda?"ledek Yura"selama ini idemu buruk,lupa?,sebelumnya ide bodohmu itu membuat aku dikurung selama satu minggu"ujar Yura menggebu mengingat ide ansya yang membuat dirinya dikurung di mansion oleh sang ibu.


'Kamunya saja ya bodoh,begitu saja ketahuan"elak Ansya membuat Yura menatap gadis itu tajam.


"Ngajak berantem ayo sini"tantang Yura sebari berdiri dari duduknya dan menggulung lengan kemejanya dengan tatapan permusuhan.


"Makan yang anteng!"suara itu berasal dari Xia yang sedari tadi hanya pokus pada makanan yang sudah tersaji sesuai pesanan.


Yura berdecak kesal barulah kembali duduk namun masih menatap ansya yang sedang meledeknya lewat tatapan.


Setelah acara makan dan perencanaan yang tidak tersusun selesai,mereka pergi kepantai sesuai agenda tidak tersusun mereka,sesampainya disana yura dan ansya langsung berlari kearah pantai,sedangkan sisanya masih berdiri disekitar jalan raya.


"Kenapa kalian tidak pergi?"tanya Xia menatap Anna dan Azkara bergantian.


"Saya disini saja nona,menemani anda"jawab keduanya.


Terlihat dari kejauhan Yura dan Ansya berlari kearah keempatnya dengan nafas terengah-engah keduanya menarik Anna agar mengikuti mereka namun sebelum itu mereka terlebih dahulu ijin.


"Xia kami pinjam kak Anna sebentar"ijin mereka disetujui Xia dan langsung saja menarik Anna untuk mengikuti mereka,entah apa yang mereka lakukan namun terlihat dibibir pantai Yura dan Ansya tengah berdebat dan menjadikan Anna sebagai penengah mereka.

__ADS_1


"Aku boleh meminjam kak Azkara?"tanya Xia pada Afra yang tengah menatapnya,pria itu mengkerut kan dahinya namun masih menyiakan.


"Bisa kak Azkara temani mereka,takutnya hilang jika tidak dijaga"ujar Xia sedikit terkekeh dengan perkataannya sendiri.


Azkara terdiam bingung,apa yang dikatakan Xia memang benar jika tidak ditemani ketiga gadis itu bisa saja hilang mengingat mereka turis baru,namun jika dirinya pergi bagaimana dengan sang Tuan yang mungkin saja masih diincar anggota eagles untuk dibunuh sesuai bayaran mereka.


'Pergilah jaga mereka!"ujar Afra mengetahui isi pikiran asistennya itu.


"Baik Tuan, saya permisi Xia"ujarnya berpamitan pada Tuan dan gadis disamping sang tuan.


Azkara hanya bisa menuruti perintah sang Tuan yang tidak pernah menerima penolakan,Azkara langsung saja bergabung dengan ketiga wanita itu,yang salah satunya anna hanya duduk di pasir dengan memandang laut didepannya dengan ekpresi datar.


Sedangkan Yura dan Ansya,keduanya sudah seperti anak kecil yang baru bertemu banyak air,mereka saling menyiram air satu sama lain sebari tertawa.


Disisi Afra dan Xia hening setelah kepergian azkara.


"Pergilah,aku akan disini menunggu kalian"ujar Afra terus memandang Xia yang terlihat sangat cantik dengan gaya rambut barunya.


Xia melirik kearah pria itu,gadis itu memutar matanya malas "Tidak usah kepedean,aku disini bukan menemanimu" jawab Xia membuat Afra terkekeh.


'Benarkah?"selidiknya menggoda "Lalu kenapa tidak bermain dengan sodara-sodaramu?"


"


Hanya ingin menepati janji"


"Janji"Afra mengkerut kan dahinya bingung"kamu punya janji dengan siapa?"


"Kau"


"Aku?"


"Hmm"


"Janji apa?"selidik Afra bingung.


Xia masih memandang wajah datarnya lalu menghela nafas"kakimu belum sembuhkan?"ujar Xia malah bertanya.


Afra berubah menjadi sendu dan mengangguk," Apa hubungannya dengan kakiku?"


Xia menghela nafas jengah"taruhan jika kakimu tidak sembuh dalam seminggu"ujar Xia membuat afra diam bingung.


"Ouhhhh,itu,aku bahkan sudah melupakan kejadian taruhan dua minggu lalu itu"ujar Afra mengingat tentang taruhan mereka.


"Lupa?,,,sudah tua"ujar Xia mengejek dengan wajah datarnya.


"Heihei,,,aku memang enam tahun lebih tua dari mu tapi ketampanan ku mengalahkan pria seusia mu tau"ujarnya percaya diri sekaligus menyombongkan wajahnya yang baka dewa yunani.


Xia memutar matanya malas "Katakan permintaan mu!" ujar Xia kembali ke pembicaraan sebelum pria itu menerbangkan dirinya sendiri ke angkasa.


"Tetap bersamaku"jawab Afra sendu penuh harap.


Xia terkekeh mendengar permintaan pria itu,"jangan ngelunjak,yang lain! "


Afra menghela nafas "Baiklah,,,satu hari,,,,menghabiskan dua puluh empat jam hanya berdua"


"Oke"


"Tapi nanti waktunya akan aku atur"

__ADS_1


"Hmmm"


__ADS_2