
Pria itu masih dengan percaya dirinya mulai bersuara dengan suara arogan nya yang tak tau diri"tuan ada keperluan apa sebenarnya sampai mengumpulkan semua pegawai?,apa ada pengumuman penting?"
"Dimana kesopananmu?!,berani menanyakan perintahku"jawab pria itu dengan tegas.
Pria itu tersentak ia tahu bahwa pria yang notabe bosnya ini,memang tegas dan terdengar kejam banyak berita yang memberitakan,pria itu akan menghancurkan siapapun yang mengusiknya.
"Maafkan kelancagan saya tuan"lirihnya tanpa diketahui siapapun ia mengetukan giginya kesal.
"Saya akan memperkenalkan diri,walau dari kalian mungkin sudah tau siapa saya,ya saya lykalos pemilik perusahaan yang kalian pikirkan,sekaligus pemilik tempat kalian bekerja sekarang"ucapnya dengan tegas.
Para pengawal saling menatap,lalu menatap kearah pria yang mereka ketahui sebagai bos yang arogan selama ini secara bersamaan.
Merasa ditatap dengan tatapan mengejek, dari para pegawai membuat pria itu mengeraskan rahangnya dengan menatap mereka,dengan tatapan tajam sampai mereka memilih mengalihkan pandangan mereka kearah lain.
"Apa ada masalah di restoran akhir-akhir ini?"tanya Lykalos melirik pria yang ia beri kepercayaan 2tahun ini sebagai menejer.
"Tidak ada tuan,seperti biasa keadaan restoran terkendali"jawabnya arogan.
"Kau yakin?"tanya Lykalos sebari tersenyum, lebih tepatnya bukan senyuman namun smirk membuat seisi ruangan bergidig.
Melihat pria yang banyak digosipkan sebagai pengusaha kejam itu saja membuat mereka terkejut,ditambah kejutan sebagai pemilik lalu melihat smirk yang menyeramkan dari pria itu,sepertinya para pengawai akan mati lebih awal karna syok.
"Tentu saja tuan"jawab Aldi (pria bab 9)
Lykalos berdiri dari kursinya lalu berjalan dengan masih menunjukan smirk nya.
Para pegawai semakin gemetar rasanya kaki mereka seperti jely,bahkan jika bisa mereka ingin menghilang saja.
Bugh
Aldi terhuyung ke belakang sampai terjatuh saat wajahnya ditendang Lykalos.
Para pegawai wanita bahkan berteriak ketakutan dan terduduk lemas di lantai,saat menyaksikan kejadian cepat tadi,sebari menangis tertahan tanpa mengeluarkan suara.
Tak jauh beda dengan para wanita pegawai pria juga ketakutan sampai mereka mundur beberapa langkah,bahkan tidak ada yang berani membantu pria bernama aldi itu mereka hanya menunduk.
"Apa yang anda lakukan?"tanya Aldi dengan menggebu,sebari memegangi wajahnya yang baru saja mendapat cap dari sepatu kulit Lykalos.
"Aku salah,seharusnya saat kemari aku menggunakan sepatu sky,hasil lukisanku diwajahmu akan semakin indah"ucap Lykalos kecewa karna tidak menggunakan sepatu sky seperti yang ia katakan.
"Tuan kenapa anda melakukan ini?,saya tidak melakukan kesalahan"pekik Aldi sebari berdiri dengan leher mengeras sebari menahan sakit di wajahnya.
"Yakin?"tanya Lykalos sebari menaikan sebelah halisnya dengan meremehkan.
Pria itu mengangguk dibarengi suara"iya"
"Ini hari keberuntunganmu sepertinya"Lykalos bukanlah orang yang suka bertele-tele,ia akan langsung membunuh orang yang berani menyusiknya,dengan satu kata saat melihat orang tersebut dadah sebari tersenyum lebar,namun seseorang menginginkan hal lain.
"Lawan aku!"ujar Lykalos sebari dirinya menggulung lengan kemeja yang ia pakai.
"Jika kau menang resto ini akan jadi milikmu,namun jika kau kalah kau dipecat dan harus mengembalikan semua yang kau sembunyikan selama dua bulan ini!"sambungnya sebari tersenyum mengejek.
"Aaa-apa magsud anda?"tanyanya gugup,tidak mungkin dia tau perbutanku selama ini,aku melakukannya sangat rapi!"pikir Aldi.
"Jangan bertingkah bodoh,uh aku lupa kau memang bodoh"cibir Lykalos sebari menyeringai.
__ADS_1
"Baiklah anda memang pintar seperti yang dirumorkan itu,saya tidak akan berakting lagi sekarang "jawab Aldi sebari tersenyum tak tahu malu.
Seringaian Lykalos semakin lebar apalagi saat Aldi melancarkan kepalan tangan kearah wajahnya,namun gerakan itu tidak cukup cepat.
Sebelum tangan yang mengepal itu mengenai salah satu tubuh Lykalos,tubuh Aldi sudah lebih dulu terpental.
Para pegawai hanya bisa mundur lebih jauh agar tidak terkena serangan mereka,para pegawai wanita yang terduduk lemas dibantu para pegawai pria untuk mundur.
Kini perut aldi juga mendapat cap dari sepatu Lykalos.
Aldi yang terbentur dinding memegangi perutnya,yang baru saja mendapat tendangan dari kaki Lykalos dengan kencang,namun rasa sakit yang sedang ia rasakan malah membuatnya bersemangat untuk melawan dan menang.
Memiliki restoran ini lebih berarti dari pada rasa sakit yang sedang dirasakan!.
Aldi menegakan tubuhnya lalu berlari kearah Lykalos,ia menyerang dengan cara sama dengan yang Lykalos lakukan tadi,namun sebelum kakinya mengenai tubuh Lykalos hal lucu lebih dulu terjadi membuat orang yang melihatnya sontak menahan tawa.
Situasi tegas begini masih saja ngelawak.
Saat Aldi hendak menendang Lykalos setelah berlari kearahnya,kaki yang menompa tubuh Aldi tiba-tiba tersandung kakinya yang lain, berakhir dengan dirinya terjungkal.
"Ckckck,kau bodoh dalam segala hal,biar aku ajari cara menendang yang benar"cibir Lykalos melangkah,selangkah agar lebih dekat dengan tubuh Aldi yang sudah berdiri dengan tangan mengepal.
Ia lebih marah lebih dari tadi,"akan aku dapatkan restoran ini dan mengusir kalian semua!"ucap Aldi menggebu melihat mereka yang menertawakan dirinya.
Aldi menetap tajam pada Lykalos yang tiba-tiba mendekat ia berdiri dengan waspada.
Lykalos tersenyum smirk menatap remeh pada Aldi,lalu melayangkan kakinya kearah wajah Aldi, namun tidak benar-benar mengenai wajahnya seperti diawal.
Kaki Lykalos terhenti tepan didepan wajah Aldi,hanya sampai sepatunya tepat mendarat di bibir pria tersebut,membuat Lykalos menyeringai.
"Sepatuku jadi kotor terkena mulut sampahmu"cibir Lykalos dengan posisi yang sama.
Aldi menyingkirkan kaki Lykalos dengan kasar membuat Lykalos berdecih.
"Sabar dong"ujar Lykalos mengejek.
Aldi menyerang Lykalos membabi buta, dengan menggebu dengan kemarahan, namun serangannya belum satupun mengenai tubuh Lykalos.
Lykalos juga hanya menghindar sebari menatap malas,merasa sudah jengan ia mengakhiri semua drama yang diminta seseorang itu.
Jika bukan permintaan orang itu,maka sudah Lykalos bunuh sejak awal brengsek ini!.
Lykalos kembali melayangkan tendangan memutar, tendangan yang dibarengi dengan tubuhnya yang memutar menambah kekuatan melukai lawan.
Aldi mendapat serangan tendangan memutar yang sangat cepat dan keras tidak bisa menghindar.
Tubuhnya melayang kesamping dan terdengar erangan kesakitan dari pria itu, sebari memegangi lehernya,yang menjadi sasaran tepat tendangan memutar Lykalos.
Lykalos menepuk sepatu yang baru saja mengenai leher Aldi,seolah membersihkan debu yang menempel,setelah itu ia juga menepuk beberapa bagian seperti pada sepatu tadi.
Pundak,dada terakhir menepuk kedua tangannya,baru menatap Akdi yang sedang mengerang kesakitan tanpa ada yang berniat menolong.
Mereka juga takut akan kemarahan Lykalos yang baru saja mengakui restoran ini miliknya.
'Ini sedikit balasan karna sudah menggelapkan dana restoran,dan menyinggung orang yang salah"cibir Lykalos sebari menetap malas pria yang sedang mengerang itu.
__ADS_1
Lykalos mendekat kearah Aldi yang masih mengerang karna sepertinya ia tidak bisa bernafas dengan baik,berjongkok disampingnya dan berbisik"jika bukan seseorang memintaku membiarkan mu hidup,aku pastikan kau mati ditanganku hari ini!"
Vidio itu selesai sampai disana.
"Saya hanya membuat lehernya patah nona,anda melarang saya membunuhnya"ujar Lykalos sedikit kecewa karna tidak bisa membunuh pria itu.
"Lebih cukup,setelah ini biarkan dia hidup tanpa kaitan dengan kita,jika dia yang memulai,maka kau tau apa yang harus dilakukan bukan?"tanya Xia dengan nada dinginnya.
"Saya tau nona,saya juga pastikan dia tidak akan mendapat pekerjaan dimanapun dikota ini"ucap Lykalos
Julukan pria pembalas dendam sangatlah cocok dengan Lykalos, namun dihadapan kedua gadis itu ia tidak punya harga diri sepertinya.
Lykalos menuruti semua perintah kedua gadis itu tanpa keluhan.
"Apa nona masih punya waktu?,saya berniat mengajak nona-nona makan siang bersama"sambung Lykalos.
"Tidak sibuk"jawab Yura membuat senyuman diwajah lykalos terbit" namun kami memiliki sesuatu yang harus diselesaikan,mungkin lain kali"sambung Yura membuat senyum Lykalos pudar.
"Baiklah nona saya tunggu kabar baiknya"jawab Lykalos sebari tersenyum kecut.
"Kami selesai sekarang,jangan mengurus secara langsung restoran ini,perusahaan anda lebih penting"pesan Xia di iyakan pria itu.
"Biar saya antar nona"
"Tidak!,kita perlu menghindar"jawab Xia dan melegang pergi.
"Ah aku lupa,tuan tolong hubungi satu pegawai wanita disini untuk menemui kami ditoilet"pinta Yura.
"Baik nona"
"Oke terimakasih pertunjukannya"ucap Yura lalu menyusul Xia.
Kedua gadis itu kembali kekursi semula, setelan membayar pelayan yang bekerjasama dengannya sebagai pemeran pengganti,juga menerima maaf mereka atas kejadian tempo hari (bab9).
Namun kedua gadis itu berpesan"jangan menilai sesuatu dari luarnya,tidak semua buah kualitasnya dilihat melalui kulitnya!,anggap kita tidak pernah bertemu!"
Mereka kembali duduk dan makan makanan yang sudah dingin karna mereka tinggalkan,namun sepertinya sudah diganti dengan yang baru!.
Tanpa curiga para pengawal masih mengawasi dari luar,saat kedua gadis itu pergi yang mereka tau mereka hanya ke toilet,berkat pemeran pengganti.
Kedua gadis ini jago dalam bela diri,hanya saja Xia lebih unggul dalam pertarungan jarak dekat,dan Yura ia lebih suka memprovokasi lawan,dari pada bertarung.
Yura hanya akan melawan jika kepepet jika tidak ia lebih suka menonton,dibanding kan kedua saudarinya.
Satu gadis lagi memiliki sifat kombinasi dari Yura dan Xia,suka bertarung sekaligus memprovokasi dalam waktu bersamaan.
Insting mereka juga tidak bisa diragukan,seperti saat ini kedua gadis itu merasakan pergerakan kearah mereka.
Puk
sebuah tangan mendarat dipundak Yura.
Yura yang sudah siap dan tahu siapa yang menepuk pundaknya,karna sudah melihat bayangan orang dibelakangnya itu.
Yura menyeringai tipis sangat tipis tidak ada yang bisa melihatnya.
__ADS_1
Tangan Yura memegang tangan di pundaknya,dengan sekali putaran ia memplitir tangan itu sampai siempunya meringis.
"Ahhh"