
Kedua gadis berbeda usia dengan satu pria menghampiri Xia.
Yura merangkul pundak Xia dengan semangat bahkan senyuman tidak luntur dari wajahnya sejak tadi.
Begitu pula dengan Balla,ia tidak sia-sia mengajak kedua kakak cantiknya menunggang kuda,dia jadi bisa melihat tontonan gratis yang seru!.
Seorang pria berbaju formal mendekat kearah ketiga gadis dan seorang pria tadi.
Dia sedikit menbungkuk sebagai hormat untuk nona nya,"Maaf nona tuan meminta anda kembali"ujarnya memberi tahu pesan yang dikirim sang tuan.
Sejak tadi ia menunggu nona nya selesai berkuda agar bisa membawa nona nya itu pulang seperti yang diperintahkan sang tuan.
Bahkan dirinya sudah mendapat amukan dari pria itu dari balik telepon,karna tidak kunjung pulang,apalagi hujan semakin deras.
Dia merasa diteror.
"Ayo pulang"ajak Xia sebari menatap Yura dan Balla bergantian.
Mereka setuju tanpa memperdulikan orang asing,mereka kembali menuju mansion,setelah berganti pakaian dengan yang kering,kecuali para pengawal.
Mereka hanya bermain saja tadi.
Bersenang-senang!.
Didalam mobil hanya hening,karna kedua gadis cerewet sedang tidur didalam mobil.
Formasi mobil mereka seperti awal keberangkatan menuju tempat pacuan kuda yang menyenangkan.
Xia menatap kearah luar,memandang pemandangan sekitar yang masih dibasahi air hujan yang turun sangat cepat.
Gama pria itu pokus menyetir.
Sesampainya di mansion hujan masih turun dengan deras,keempat orang yang turun dari mobil langsung disambut,para pengawal yang datang membawa payung.
Kedua gadis yang tertidur dimobil sudah Xia bangunkan.
Saat memasuki mansion,dia sudah disuguhkan dengan pemandangan kedua pria tampan yang mungkin sedang menunggu kedatangannya.
Celana yang mereka pakai sedikit basah terkena air hujan.
" Kamu dari mana sayang?"tanya Afra penuh penekanan walau ia sudah tau kemana gadis itu pergi tetap saja,ia ingin mendengarnya dari kekasihnya.
"Aku akan memberitahu setelah berganti pakaian "jawab Xia seadanya.
"Kau sangat tidak pengertian,tuan,tunanganmu itu kedinginan dan kau langsung menanyainya,ckck,sungguh adikku yang malang" cibir Yura sebari menggoda perlakuan Afra.
"Aku tidak bermagsud,mandilah dengan air hangat,aku akan meminta chef untuk memasakan sup,untuk meredakan dingin"ujar Afra diangguki Xia.
Tanpa basa-basi xia pergi tidak memedulikan orang lain.
Disusul Yura namun pergerakannya terhenti dikala Balla memegangi ujung bajunya.
Yura mendelik kearah belakang melihat siapa yang menghentikan langkahnya.
"Apa?"tanya Yura menatap datar Balla.
Balla yang ditanya malah cengengesan "ikut!" rengeknya membuat Yura menaikan sebelah halisnya.
"Kemana?"
__ADS_1
"Kekamar kakak,aku tidak tau harus kemana,,hacim"ujar Balla diakhiri bersin.
Yura menghela nafas,ia mendekati gadis itu lalu mendaratkan tangannya didahi balla.
"Kau demam?"tanya Yura merasakan suhu tubuh dari Balla.
Balla menggelengkan kepala sebagai jawaban.
"Ayo!"ajak Yura dan dituruti Balla.
Afra dan Azkara saling pandang.
Afra sebagai tuan rumah merasa tidak dihargai disana.
"Kau sudah menyelidiki gadis itu?"tanya Afra diangguki Azkara sebagai jawaban disertai suaranya.
"Sudah tuan"
"Bawa berkasnya kekamarku!"
"Baik tuan"
Dikamar Yura,Balla tengah mandi dengan air hangat yang disiapkan Yura.
Ini pertama kalinya ia menyiapkan air hangat untuk orang lain,jika ada maid perempuan sudah dipastikan ia tidak akan melakukan hal tersebut.
Sungguh menyebalkan.
Sedangkan Yyra,gadis itu mandi lebih dulu,kini dirinya sedang mendudukan diri diatas ranjang dengan memegang ponsel,dan sesekali mengutak-atik benda pipih tersebut.
Balla keluar dari walk in closed dengan pakaian Yura yang lumayan kebesaran untuk gadis itu.
Yura terkikik saat melihat gadis yang memakai kaos dirinya itu,kaos itu berubah menjadi mini dress saat gadis kecil itu yang memakainya.
"Hhhhh dasar kurcaci"cibir Yura membuat Balla mendengus kesal.
Balla berjalan kearah yura dengan bibirnya yang maju kedepan beberapa senti,terlihat imut,Yura jadi benar-benar ingin menjual gadis cantik itu.
Harganya akan lumayan.
" Apa tidak ada baju yang lain kak?,aku sudah seperti hantu jika seperti ini"ujar Balla merasa dirinya aneh dengan pakaian yang kebesaran itu.
"Tidak ada!,sudah terima nasib saja! ,salah dirimu seperti kurcaci,pendek"cibir Yura sudah kembali memfokuskan diri kebenda pipih yang ia pegang.
"Aku tidak pendek ya!"ujar Balla tidak terima,"Aku masih dimasa pertumbuhan,tinggiku masih wajar dengan usiaku,jika usiaku bertambah tinggiku juga akan bertambah"
"Teori dari mana?,jika kau tambah usia maka kau akan bertambah tua,dasar gadis bodoh kurcaci"cibir Yura tidak mengalihkan pokusnya.
Balla semakin cemberut,ia selalu saja kalah berdebat dengan gadis didepannya,namun ia tidak akan mengakuinya.
"Itu teori ku kakak jelek"cibir Balla membalas.
Yura menatap tajam gadis yang kini duduk disofa ruangan itu," Apa kau bilang?"
"Jika tidak mendengar ya sudah,itu artinya kau tuli kak"jawab enteng Balla sebari menatap Yura dengan tatapan meledek.
Gadis pemberani.
Dihina dua kali oleh gadis kecil membuat Yura kesal bukan main,jika gadis itu Xia,ia akan mengajaknya bertarung.
__ADS_1
"Berani sekali kau!,mengatakan aku tuli dan jelek"pekik Yura sebari beringsut turun dari ranjang.
Melihat pergerakan Yura membuat Balla waspada,gadis itu gelagapan gara-gara sikap jailnya ia bisa saja celaka.
Masih ingin hidup,Balla mencoba menyelamatkan diri dengan cara berlari kearah luar.
Tentu saja Yura tidak membiarkan hal itu,ia mengejar gadis itu dengan cepat agar bisa menangkapnya.
Pada akhirnya mereka saling berlarian,Yura yang berlari mengejar Balla yang kabur dari amukannya.
.
.
.
.
Seperti yang diperintahkan sang tuan beberapa menit lalu.
Kini mereka sudah di ruangan yang ditempati sang tuan untuk beristirahat.
"Jelaskan!"titah Afra yang masih duduk di kursi roda,karna kakinya yang belum juga sembuh,padahal Xia sudah sering memberikannya akupuntur dan pria itu juga sudah cek up kedokter beberapa kali.
Azkara mengangguk dibarengi dirinya membuka map yang ia pegang.
Map berwarna coklat,berisi beberapa kertas lain yang sudah penuh dengan coretan tinta hitam,informasi yang diinginkan sang tuan beberapa hari ini.
Azkara sudah menyelesaikan tugas ini sejak satu hari diperintahkan,namun sepertinya dia lupa untuk memeberikannya kesang tuan,karna kesibukan kantor dan urusan pribadi.
Untung ada kejadian dimana mereka mengingat kembali map tersebut.
"Nama BALLAYA ATMAJA usia tujuh belas tahun,putri semata wayang dari putra sulung keluarga Atmaja,yaitu ZAF ATMAJA dan istrinya LALA ATMAJA,kedua orang tuanya meninggal tiga tahun lalu dikarnakan kecelakaan"Azkara menjeda untuk mengambil nafas.
"Tuan ZAF ATMAJA memiliki perusahaan yang beliau kembangkan dari nol,sendiri,kekayaan beliau bersipat pribadi,dikarnakan keluarga Atmaja berada di urutan bawah,keluarga kaya dalam negara ini,dan tidak memiliki sangkut paut dengan kekayaan yang dimiliki tuan ZAF Atmaja,hubungan tuan ZAF dan keluarganya juga tidak cukup baik,namun selama ini tuan ZAF mencoba yang terbaik untuk keluarganya"Azkara menaikan sebelah halisnya saat membaca kelanjutan yang ia baca dalam hati.
"Ada apa?"tanya Afra melihat ekpresi dari asistennya itu.
" Ini sangat mencurigakan tuan,setelah kedua orang tua Balla meninggal,sang paman datang,beliau adik dari tuan Zaf,bernama car atmaja,dan merebut semua harta yang ditinggalkan tuan ZAF dengan dalih pembayaran hutang"jawab azkara kembali membaca coretan hitam dikertas.
Afra mengangguk mengerti"lanjutkan!"
Baik tuan"jawab azkara menurut.
Setelah kedua orang tuanya meninggal,BALLAYA atmaja tinggal dirumah yang selama ini ia tinggalin bersama orang tuanya,namun pamannya yang bernama Cer Atmaja itulah yang berkuasa"
Gadis itu sering diperlakukan tidak baik,dari pisik maupun psikologis dari paman dan keluarga sang paman,yaitu istri dan kedua putrinya yang menikmati kekayaan dari sang ayah,namun Balla masih bertahan"semakin kesini Azkara semakin dibuat kesal sekaligus iba.
Rasanya Azkara ingin membunuh satu keluarga tidak tahu malu itu!.
Azkara juga dibuat heran,bagaiamana bisa gadis seceria Balla mendapatkan perlakuan tidak baik dari kelurganya.
Biasanya jika seseorang mendapat perlakuan buruk dari pihak keluarganya,maka akan berpengaruh buruk dengan kepribadian orang itu.
Tapi apa yang mereka lihat gadis bernama lengkap BALLAYA Atmaja itu sangat ceria dan tumbuh seperti gadis normal lainnya.
Atau itu hanya dari sisi penglihatan mereka saja,tidak ada yang tau sisi gelap orang lain jika mereka menutupinya untuk membuat dirinya terlihat kuat!.
Gadis kecil itu juga bisa melakukannya,dan kemungkinan itu bisa saja benar.
__ADS_1
Hanya untuk terlihat kuat dan melindungi seseorang,bisa melakukan apapun untuk melindungi apa yang ia jaga.
Sekaligus mematahkan kekuatan musuh dengan pemikiran mereka,yang berpikir kita lemah padahal sedang mengumpulkan kekuatan untuk membalas dendam,tidak ada yang bisa membaca pikiran orang lain.