MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
semut ini!


__ADS_3

Karna tidak mau membuang waktu untuk menjawab pertanyaan asistennya,Afra memilih menghubungi seseorang lewat ponselnya.


Saat ponsel tersambung sebuah suara terdengar.


"Apa mereka bersenang-senang?"tanya Afra dengan suara tegasnya.


Azkara mendengar percakapan bos nya itu menjadi manggut-manggut sebari berguman"mereka pasti bersenang-senang,ah malangnya nasibku yang terkurung di ruangan sumpek ini"


Afra mendengar gumanan asistennya hanya melirih tajam.


Azkara yang tidak mengetahui lirikan tajam sang bos,kembali berguman sebari menghela nafas.


Sepertinya niat afra akan mencari asisten baru akan terlaksana.


Pria dibalik telepon menjelaskan setiap kejadian,yang kedua nona mereka kawal tanpa ada yang terlewat.


"Tadi nona-nona mengalah dengan seorang nona yang merebut pakaian yang mereka pilih tuan,dan kejadian itu beberapa kali terjadi dengan nona yang sama"jelas si pengawal yang Afra telepon.


Hawa dingin tiba-tiba kembali terasa di ruangan,yang Azkara bilang sumpek itu bersamaan dengan wajah Afra yang seperti akan mengamuk.


"Berikan ponselnya!"pengawal itu mengikuti perintah sang tuan dan kini ponselnya beralih ditangan Xia.


"Apa?"tanya Xia dengan nada datar.


"Kamu bersenang-senang?"tanya Afra dengan lembut.


"Ya"


"Dengar!,apapun yang kamu mau ambil saja,jangan mengalah pada siapapun,uang didalam kartu itu cukup untuk membeli apapun dimall itu,bahkan aku bisa membeli mall nya,jadi bersenang-senang lah dan beli apapun yang kamu suka"ucap Afra terdengar menyombongkan diri ditelinga Xia.


Xia menghela nafas sebelum suaranya terdengar"baiklah tuan,saya tau anda sangat kaya,jadi diamlah agar permainannya lebih seru"


"Permainan?"monolog Afra sebari menaikan sebelah halisnya.


"Ya aku sedang bermain tau,sudahlah kau mengganggu saja"Xia mendengus kesal lalu mematikan telepon,dan melanjutkan kembali permainan yang sedang ia mainkan bersama Yura.


Mereka tengah di arena permainan didalam mall.


Xia memberikan ponsel pada pemiliknya dan kembali berjoget agar mendapatkan poin.


Tarian Xia tidak buruk bahkan sedari tadi poinnya dan Yura selalu seri.


Di ruangan sumpek,Afra menghela nafas ia harus lebih berusaha untuk mendapatkan hati gadis itu.


Satu vidio dikirim oleh anak buahnya.


Afra tersenyum senang saat melihat isi vidio itu sebari berguman"kamu bersenang-senang sayang"


Setelah layar ponsel menghitam,Afra melayangkan tatapan tajam pada asistennya yang tengah berdiri disampingnya sejak tadi.


"Kau lelah bekerja?"tanya Afra.


Mendengar pertanyaan sang tuan, yang terdengar aneh,karna sang tuan tidak pernah menanyakan keadaan bawahannya sebagai bos,membuat Azkara menatap sang bos dengan tatapan heran.


Azkara baru saja akan menganguk namun ia urungkan kembali saat melihat seringaian tipis sangat-sangat tipis bahkan ia hanya melihatnya sekilas tadi.


Pria itu menggelengkan kepalanya sebagai jawaban "tidak tuan,saya tidak lelah bahkan saya sangat bersemangat hari ini" timpalnya mengikuti pergerakan tubuhnya.


Afra manggut-manggut dengan wajah datar"apa tugasmu sudah diselesaikan?"


"Tugas yang mana tuan?"tanya Azkara,


Pekerjaan Azkara yang terlampau banyak membuatnya lupa namun baru kali ini ia mengalaminya.


"Kau semakin bodoh sepertinya?"

__ADS_1


"Maafkan kebodohan saya tuan"ucapa Azkara dipotong afra.


"Yura arlia?katakan!"titah Afra.


"Nona Yura Arlia usia 20tahun,dibesarkan oleh pamannya, nona Yura dan nona Xia bertemu 5tahun lalu,saat itu nona Xia yang kabur jatuh sakit dan ditemukan seorang pria dan diurus pria tersebut, yang ternyata paman dari nona Yura,dari saat itu mereka berteman bahkan layaknya kakak adik"Azkara menceritakan informasi yang ia dapat, walau di hatinya ia merasa janggal dengan informasi tersebut.


"Tinggal di mana?"


"5tahun lalu mereka masih tinggal di negara cina,dipedalaman hutan yang sulit dijangkau,dan dua tahun kemudian mereka pindah ke negara lain,namun sayangnya saya belum mendapatkan informasi dimana mereka tinggal"


"Meeting selanjutnya?"tanya Afra.


Sebenarnya Afra ingin tahu tentang informasi yang asistennya dapat tentang Xia,namun ia akan membacanya sendiri,ia tidak iklas jika ada pria lain yang membicarakan gadisnya itu.


"1jam lagi tuan"jawab Azkara.


Seperti yang dikatakan pengawal tadi.


Xia dan Yura beberapa kali mengalah pada seorang wanita yang berpakaian dewasa yang menurut,Xia dan Yura baju kekurangan bahan.


Wanita beserta teman-temannya itu memakai pakaian yang mencolok bahkan bertingkah arogan.


Untuk menahan kesal Yura memilih pergi kearea bermain,merasa sudah lebih baik ia memutuskan kembali.


"Xia ayo kembali!"ajak Yura lalu meneguk air mineral yang dibeli pengawal untuk mereka.


"Pulang?"tanya Xia dengan menaikan sebelah halisnya.


"Tentu saja,kembali berbelanja,aku belum puas tau"ucapnya sebari mengapit tangan Xia dan membawanya pergi sebari mengomel.


"Jika aku bertemu wanita itu,aku tidak akan mengalah lagi!"


"Tidak ada yang memintamu mengalah"ucap Xia membuat Yura menatap gadis disampingnya itu.


"Sudahlah kau memang paling kaya puas"ucap Xia sebari terkekeh.


"Tidak!,aku akan memberi pelajaran pada wanita jelek itu jika dia berani menunjukan dirinya lagi"grutu Yura kesal.


Para pengawal hanya bisa menggelengkan kepala dengan sikap Yura yang ceplas-ceplos,yang bisa berteman dengan Xia yang dingin.


Namun saat Xia menari bersama Yura tadi,para pengawal sampai terpesona, karna baru pertama kali melihat gadis dingin itu tersenyum di sela-sela gerakan tubuhnya.


Xia dan Yura masuk kedalam toko yang kembali menarik perhatian mereka,dan kali ini para pengawal diminta menunggu diluar tanpa bantahan.


"Aku kesana"ucap Xia sebari menunjuk arah yang ia inginkan.


Yura menganguk sebagai jawaban,Xia pergi meninggalkan Yura yang sedang memindai dress.


Dress berwana merah mencolok tanpa lengan dan dada berbentuk huruf v selutut,dengan bagian punggung yang terbuka,terkesan dengan wanita dewasa.


Yura memegang dagunya dengan menilai dress tersebut.


"Sangat berani,ya mumpung tidak ada para pria menyebalkan,apa aku beli saja,aku yakin baju ini sangat bagus ditubuhku"pikir gadis itu.


Yura memegang ujung dress dengan lembut seolah merasakan sentuhan kain pada kulit,bersamaan dengan seorang wanita menghampiri.


"nona pilihan anda sangat bagus,kebetulan baju yang sedang anda sentuh hanya ada satu ditoko kami"ucap wanita yang menghampiri yura memakai seragam.


"Bahan pada baju ini sangat ELIMITED nona,baju ini juga dirancang penjahit internasional bernama Madie,penjahit yang sangat terkenal diitalia,saya jamin jika anda membelinya anda akan menjadi bahan perhatian dinegara ini,karna sudah memakai baju yang dirancang langsung oleh nyonya Madie"puji nya pada dress yang tadi Yura sentuh.


Yura mendengarkan dengan baik sebari menilai dress didepannya itu.


"Berapa harganya?"tanya Yura.


"Aku akan membeli ini"perkataan itu bukan dari Yura,

__ADS_1


Bahkan Yura dan pelayan toko mengalihkan atensi mereka pada orang yang tadi bersuara.


"Aku yang melihatnya duluan"ucap Yura tidak terima.


"Kau hanya mampu melihatnya saja,jadi diamlah!,cepat bungkus ini aku akan membayarnya"ucap wanita yang baru datang tadi dengan arogan


"Tidak bisa!,aku yang akan menbelinya"ucap Yura dengan tegas.


"Kau"wanita tadi memindai Yura dengan smirk dari bibirnya"kau wanita miskin tidak usah so-soan membeli baju modis,kau lebih pantas pergi kepasar dan membeli baju yang pas untuk kantongmu,tidak usah banyak gaya"


"Hhhh apa yang kamu katakan itu benar,hei kau lebih baik pergi sana baju ini akan Bella beli"ucap setuju teman wanita yang bernama Bella tersebut.


"Kau tidak akan mampu membeli baju ini"timpal temannya yang lain.


"Benar kau hanya mempermalukan diri sendiri,lebih baik pergi!"timpal yang lain.


Wajah Yura sudah merah padam,seperti yang ia katakan tadi,ia tidak akan mengalah lagi dengan wanita ini.


Seperti yang ia katakan juga ia akan memberi pelajaran pada wanita-wanita ini,wanita yang sudah merusak kesenangannya.


Wanita yang selalu merebut pilihan Yura sedari tadi,kali ini dia akan merasakan balasannya.


"Maaf nona tapi baju ini lebih dulu nona ini yang melihatnya"ucap pelayan toko menunjuk Yura sebagai orang pertama.


Pelayan toko mencoba menengahi mereka agar tidak ada keributan lebih panjang,apalagi kini mereka menjadi bahan pembicaraan dari pengunjung lain.


"kau ini hanya pelayan rendahan jadi diam saja!"pekik wanita bernama Bella itu.


"Aku akan membayarnya! "ucap Yura kekeh membuat wajah Bella memerah.


Bella bertekad akan membeli baju itu apapun yang terjadi!.


"Dua kali lipat"suara itu berhasil mengalihkan atensi mereka kearah suara.


Suara yang bukan dari orang yang tadi memperebutkan baju,namun dari kerumunan yang menonton keributan.


Seorang gadis muncul dan berdiri disamping Yura"aku akan membeli baju ini dua kali lipat dari harganya"ucapnya membuat Bella melotot tak percaya.


Dan yura mendengus kesal"3kali lipat"ucapnya bernegosiasi.


"4kali lipat"ucap bella.


"5 kali lipat"ucap gadis yang membuka harga tadi.


" 7 kali lipat"ucap yura tak mau kalah.


"10kali lipat"ucap gadis pertama.


Mendengar tawaran tinggi membuat pelayan toko senang namun tidak dengan Bella.


Wanita itu kesal apalagi teman-temannya memberikan tatapan keraguan pada dirinya.


Tanpa berpikir panjang Bella menyuarakan lagi harganya"20 kali lipat"ucapnya sebari kesal.


Mendengar harga begitu tinggi semakin membuat si pelayan berbunga-bunga.


Mendengar harga yang begitu tak masuk akal hanya untuk sebuah dress kurang bahan,membuat Yura tersenyum didalam hati.


Semut ini!.


Yura menatap gadis yang tadi menetapkan harga diawal,ia melihat seringaian tipis dibibir gadis itu, membuat Yura yakin bahwa gadis itu juga memiliki dendam yang sama.


"Baju ini cocok untukmu"ucap Yura dengan nada mengejek lalu pergi meninggalkan mereka.


"Ah kakak itu berkata benar"ucap gadis pertama dengan nada senang"hei kakak tunggu aku"sambungnya setengah berteriak.

__ADS_1


__ADS_2