MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
Adegan difilm-film


__ADS_3

Dua mobil hitam bermerek BMW,mobil mewah yang mungkin tidak lagi terlihat aneh dimata beberapa orang.


Sebagian sudah memiliki mobil bermerek tersebut.


Setelah menginstruksikan para pengawal beserta Gama untuk menunggu tanpa mengikuti pergerakan mereka,kedua gadis berbeda satu tahun itu memasuki gedung dengan wajah angkuh.


Para pengawal setuju hanya menunggu dikarnakan area yang dimasuki para nona yang harus mereka jaga dalam jangkauan sang tuan,bisa dipastikan mereka aman!.


Kedua gadis yang terkadang akur itu menjadi pusat perhatian setiap orang yang mereka lalui,keduanya tidak memperdulikan hal,semua itu hal biasa bagi keduanya.


Setiap karyawan menatap aneh terhadap dua wanita muda yang memakai kaos bergambar kucing dengan celana jeans yang robek pada bagian lutut.


Outfit aneh jika ditempat mencari nafkah ini,mereka terus menerka siapa kedua gadis yang terlihat sangat menggemaskan dengan outfit mereka, walau keduanya memasang wajah datar disetiap langkah.


Siapa kedua gadis itu?,jika klian sepertinya bukan,jika anak magang juga tidak mungkin,siapa gadis-gadis itu?.


Bisik-bisik mulai terdengar ditelingan kedua gadis itu,namun masih seperti tadi, tidak peduli adalah jalan mereka!.


"Heh,,kalian!"tegur seorang wanita yang tiba-tiba berdiri didepan kedua gadis yang tadi menjadi pusat perhatian.


Dengan terpaksa langkah mereka terhenti,keduanya memindai wanita dewasa didepan mereka,wanita yang memakai kemeja hitam dengan rok span diatas lutut,terkesan pakaian kekurangan bahan.


Yura menatap wajah wanita itu dengan tatapan mengejek," Sepertinya gaji disini sangat kecil"


"Apa magsud perkataanmu?"pekik wanita dewasa itu.


"Aku?"tanya yura sebari menunjuk dirinya sendiri dengan polos," Apa yang aku katakan?"


Wanita itu menghela nafas,"Siapa kalian?kalian tersesat?,ini bukan tempat kalian nongkrong!"


"Is,tanya satu-atu dong,jangan beruntun begitu,coba ulang aku tidak ingat dengan pertanyaanmu itu!"ujar Yura masih menunjukan wajah polos bak anak kecil.


"Kalian!"geram wanita berpakaian kurang bahan tersebut,matanya menajam detik selanjutnya ia akan mengamuk namun seseorang yang menepuk pundaknya berhasil membuatnya meredam amarah.


"Kalian tersesat?,ini kantor bukan tempat club yang kalian cari"ujar wanita yang berpakaian kurang bahan sama seperti wanita pertama.


"Pintu keluarnya disebelah sana!"sambungnya sebari menunjuk arah keluar,namun kedua gadis yang mencoba diarahkan hanya menatap dua wanita yang berdiri didepan mereka dengan datar.


"Jika kalian sudah dijalan raya lurus saja,nanti ada pertigaan dan belok kanan setelah dari sana kalian lurus saja,dua jam kalian sampai"masih wanita kedua yang bicara.


"Sering kesana hmm?"Xia yang bertanya,suara dingin yang ia keluarkan membuat atensi menatapnya.


Kecantikan kedua remaja itu berhasil menghipnotis semua orang.


Yura terkekeh," Bagaimana kalo kau mengantar kami?,sepertinya kau sudah berpengalaman kami bisa belajar"


Wanita itu mengerti dengan magsud perkataan kedua gadis itu,ia hanya terkekeh,"Saya sedang bekerja,mungkin lain kali,silahkan keluar!"ujarnya terdengar lembut namun setiap perkataan dan kilatan mata terlihat emosi.


Keduanya menyadari hal itu,bisa dipastikan tidak ada yang mengetahui nya selain mereka.


"Bagaimana kalo kami tidak mau?,apa yang akan anda lakukan?"tanya Yura menyeringgai.


"Tentu saja mengusir kalian!,pergi sana!,sebelum saya panggilkan keamanan"pekik wanita pertama yang mencegat langkah mereka tadi.


Yura memiringkan wajahnya dengan tersenyum smirk menatap wanita pertama yang setiap bicara menaikan oktanya,berani sekali!.


Keberanian yang harus diberi hadiah bukan?!.

__ADS_1


"Panggil saja!,kami tidak akan pergi"jawab Yura menantang.


"Kalian mencari masalah ternyata,keamanan"pekiknya.


"Ck keamanan"teriak wanita pertama itu.


"Bukan hutan"ujar Xia membuat beberapa orang lagi-lagi menatap kearahnya, bahkan wanita yang tadi berteriak memanggil keamanan seketika terdiam saat mendengar suara dingin itu.


"Hhhh benar,perusahaan bodoh,ups,bukan perusahaannya yang bodoh tapi pegawainya,bagaimana tidak bodoh coba monkey dipekerjakan hhhh"celoteh Yura membuat mereka yang ada disana menatapnya kesal,secara tidak langsung mereka dikatai monyet.


"Heh!"pekik wanita pertama yang kesabarannya setipis tisu," Kau mengatai kami monyet gadis j*l*ng "


"Is sepertinya sudah kodrat monkey kalo bicara teriak-teriak"guman Yura yang sengaja dikeraskan agar terdengar.


"Kau!"tunjuk wanita pertama dewasa dengan garam,wanita itu melangkah lebih dekat kearah Yura dengan wajah yang penuh kemarahan,bahkan nafasnya sudah memburu.


Tangan wanita dewasa yang mengikis jarak antara Yura,ia mengepalkan tangannya sampai kuku-kukunya menanjab dikepalan tangan,jika dicek sudah pasti berbekas.


Saat jarak sudah terkikis,wanita dewasa tadi mengangkat tangannya keudara,hendak menampar pipi mulus Yura,namun sebelum menyentuh,tangan wanita itu sudah lebih dulu ditepis,hingga dirinya terjerembab mundur dan jatuh,kejadian yang sangat cepat hingga mereka yang ada disana hanya bisa menatap dengan cengo.


Tidak ada suara,bahkan wanita dewasa yang terduduk dilantai marmer hanya menatap pelaku,yang menepis tangannya saat hendak menampar,gadis itu,Yura menatap dengan wajah mengejek.


"Ck,lumayan"ujar Yura tersenyum mengejek menyadarkan keterdiaman mereka.


Wanita berkemeja hitam itu menatap geram ia berdiri setelah kesadarannya kembali,nafasnya memburu wajahnya memerah.


Tidak kapok dengan apa yang baru saja ia dapatkan,wanita berkemeja hitam itu kembali mendekati yura gadis yang mendorongnya tadi sampai terjatuh.


Wanita itu kembali melayangkan tangannya untuk menampar wajah mulus Yura,dan,,,,


Plak


Wanita itu mendapatkan tamparan diwajahnya karna dan disebabkan ulahnya sendiri,saat tangan kirinya hendak menyentuh pipi mulus Yura,dengan kemampuannya Yura mundur,hingga tangan kiri wanita itu mendarat di pipi kanan miliknya sendiri,tamparan yang sangat keras dia dapatkan dengan tangannya sendiri.


Kejadian itu kembali membuat keadaan disana kembali sepi,mereka terbelalak dengan apa yang baru saja terjadi,wanita berkemeja hitam itu sungguh sial,dua kali hendak menampar namun gagal,dan dua kali juga sebab hal itu ia kesakitan.


Wanita berkemeja hitam itu memegang pipi bekas tamparan nya sendiri,terasa panas dan perih yang ia rasakan begitu juga marah dan kesal menjadi satu.


"Kau! "Geram wanita berkemeja hitam itu sebari menunjuk yura dengan tatapan tajam setajam silet,hanya silet tidak membuat kedua gadis yang memakai kaos bergambar kucing itu takut.


"Apa?,jangan marah dong,kan itu ulahmu sendiri,aku hanya diam loh,,, sedari tadi" ujar Yura dengan wajah polos semakin membuat wanita berkemeja hitam marah.


"Sakit ya?,kasian,,mau aku beri tau tempat pengobatan free,aku tau lohh,dijamin langsung masuk liat lahat"sambung Yura sebari menyeringgai.


"Aku akan memberimu pelajaran!,j*l*ng s*al*n"geram wanita berkemeja hitam kembali memajukan langkahnya untuk mendekat ke arah Yura.


Namun baru satu melangkah,langkahnya terhenti saat sebuah tangan menyentuh pundaknya,wanita itu melirik siempunya tangan.


"Sabar Mel! ,biar aku yang urus,jangan membuat masalah untuk perusahaan kita "ujar wanita kedua yang diawal.


Wanita berkemeja hitam yang dipanggil Mel itu,menghela nafas mencoba mengatur nafasnya agar bisa meredam emosi barulah ia mengangguk mengiakan perkataan wanita kedua tadi.


"Akan aku coba,maafkan saya sudah membuat keributan bu" ujar wanita yang tadi dipanggil mel.


Wanita kedua yang dipanggil bu,padahal usia mereka setara,hanya menanggapi dengan sekali anggukan.


Wanita yang dipanggil Mel,menatap Yura yang tengah menunjukan wajah polosnya,wanita itu melemparkan tatapan permusuhan,Yura menanggapinya dengan senyuman lebar,membuat Mel kembali tersulut,masih mencoba menahan amarah seperti perintah wanita yang ia panggil bu,Mel mengambil langkah mundur.

__ADS_1


"Jangan membuat keributan di perusahaan kami!,kalian sepertinya tidak memiliki keperluan jadi silahkan pergi"ujar wanita yang dipanggil bu dengan nada lembut seperti sejak awal wanita itu bersuara.


"Bagaimana jika kami memiliki keperluan?"tanya Yura dengan bersedekap dada,Xia hanya menyaksikan seperti keinginan Yura dimobil tadi.


"Baiklah,saya tanya,apa keperluan kalian disini?,ini bukan tempat bermain,jangan menganggu pekerjaan kami,kami sangat sibuk!,jika kalian tidak juga pergi,kamiĀ  terpaksa memakai kekerasan untuk mengusir kalian "ujar wanita yang mungkin memiliki jabatan lebih tinggi dari pada,orang-orang yang menonton,karna sejak tadi wanita itu sangat dihormati.


"Ck,panjang amat itu ngomong,saya kan sudah bilang satu-satu,,ck, ck ga sabaran, kata adikku tersayang orang sabar itu artinya tidak marah" ujar Yura membuat orang disana menganga kecuali Xia dan wanita yang dipanggil bu.


"Kalian sudah mengganggu ketertiban kami,dengan terpaksa kami akan melakukan ini"ujar bu lalu ia menatap salah satu pegawai yang sedang menonton aksi mereka sejak tadi.


"Kamu panggil keamanan kemari!"


"Baik bu"jawab orang itu sedetik kemudian ia berlalu.


"Kalian akan melakukan apa memangnya?"tanya Yura"hari ini aku sedang baik,jadi aku peringatkan jangan bertindak jika ingin selamat"ujarnya sembari menyeringgai.


"Ibu memanggil kami?"tanya dua pria prihatin baya berpakaian hitam putih dengan badan kekar.


"Iya,bawa mereka pergi! "Titahnya lalu melipat kedua tangannya didepan dada.


"Baik" dua pria paruh baya yang terlihat kekar itu melihat kearah kedua gadis yang minta diusir tadi"no-nona"terlihat dari raut wajah keduanya,mereka terlihat terbelalak.


"Maaf bu,apa nona-nona ini yang Anda magsud?"tanya salah satu dari pria paruh baya itu memastikan.


"Siapa lagi,cepat usir mereka!"bukan bu yang menjawab,namun wanita bernama Mel yang menjawab dengan tersenyum bangga.


Kedua pria yang bisa disebut keamanan itu saling pandang,terlihat keraguan dari wajah mereka,dengan menekan ketakutan salah satu dari mereka kembali bersuara.


"Maaf bu,kami tidak bisa melakukannya"


Semua yang ada disana tersentak,keamanan saja tidak bisa,kenapa?.


Bu menatap tajam kearah dua pria keamanan,namun masih menahan kelembutan dalam dirinya,"Kenapa begitu pak?"


"Begini bu,nona-nona ini tamu pribadi tuan Amlias"


Deg


Mendengar nama yang dilontarkan salah satu keamanan tadi,membuat Xia menatap tajam kearah pria itu,entah kenapa Xia merasa dejavu sekarang ini.


Hingga pria keamanan itu merasa bergidig entah kenapa,padahal ia tidak tahu sedang diperhatikan,pria itu bahkan mengusap lengannya beberapa kali,begitu juga yang lainnya,padahal sejak tadi aura menyeramkan terus terasa,namun kali ini lebih dari itu.


Mendengar penjelasan itu semua orang terbelalak,masih dengan aura yang aneh,seolah tidak ada udara didalam sana,mereka terlihat kesulitan bernapas kali ini.


"Anda yakin?,bisa saja mereka penipu"pekik Mel tidak percaya.


"Apa Anda akan bertanggung jawab jika mereka penipu?"tanya bu.


Kedua keamanan itu saling menatap seolah berbicara melewati telepati.


"Saya bisa menjamin bu,agar tidak ada kecurigaan kami bisa memanggil suruhan tuan Amlias,bu"ujar salah satu keamanan.


"Panggil!"titah bu diangguki keamanan.


Hingga salah satu dari mereka pergi untuk memanggil orang suruhan yang keduanya magsud,dan satunya lagi terlihat sedang memantau agar tidak ada hal yang tidak diinginkan.


Dia juga tidak percaya,nona-nona cantik, yang memakai kaos bergambar kucing itu adalah tamu pribadi pemilik perusahaan jika saja,saat pengecekan diluar tadi bukti nyata didepan mata.

__ADS_1


Bukti yang bisa dipastikan mereka adalah tamu pribadi pemilik perusahaan,kedua keamanan tadi sangat kebetulan mereka juga yang melakukan pengecekan saat diluar pos keamanan,al hasil semua tidak sia-sia.


Semuanya bisa selesai dengan cepat, berbeda dengan Yura,gadis itu mendengus kesal karna kegiatannya akan terhenti sekarang,padahal adegannya belum seperti diflm-flm jika begini,Yura kecewa...


__ADS_2