MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
calon suami


__ADS_3

Zeon mengambil botol yang diberikan pengawal bertopeng dan seperti perintah ansya,cairan dari dalam botol disiramkan kearah wajah pria paruh baya yang wajahnya tidak bisa dikenali lagi.


"Ahkkk"erangan kesakitan terdengar dari pria itu,"sakit-sakit"


Ansya bertepuk tangan kecil sebari tertawa membuat yura memutar matanya malas,"kita kembali!"ajak Yura.


"Sebentar lagi aku belum puas menonton!"tolak Ansya.


Mereka yang ada disana menatap datar pria paruh baya yang terus meracau dan mengerang sakit tidak ada raut iba sama sekali,untuk pria yang menjadi dalang semua penculikan dan penjualan orang manusia itu,siapa yang akan merasa iba?,tidak ada!.


Dari aroma cairan tadi mereka sudah mengetahui apa cairan itu,cuka!,iya cuka jika terkena luka sedikit saja akan menyebabkan rasa sakit yang membakar.


"Kita sudah selesai bukan?"tanya Yura kini menatap kearah Zeon,Zeon yang yang merasa pertanyaan itu untuknya langsung saja menjawab.


"Benar nona,kami akan mengurus sisanya,,terimakasih bantuannya"


"Sama-sama"jawab Yura lalu menatap ansya,"Dengar sudah selesai,ayo pulang! "


"Ck kamu buru-buru sekali,pria itu sudah milik orang lain kamu terlambat "ujar ansya menggoda yura.


"Otak mu semakin menyusut saja" cibir Yura, "Setiap hari semakin meracau"


Seperti yang Zeon katakan tadi untuk sisanya akan dirinya dan anak buahnya urus,pengawal ninja adalah anak buahnya sedangkan untuk pengawal bertopeng milik kedua gadis itu yang selama ini mengawal hari-hari mereka.


Awalnya Xia dan ketiga gadis itu pernah mendengar rumor tentang penculikan yang dilakukan kelompok yang mengaku sebagia anggota Eagles,sekalian saat bertemu ketua eagles mereka membahas tentang ini,hingga Xia memutuskan untuk membantu menyelesaikan sebab kelompok tersebut bukanlah kelompok eagles,mereka menggunakan nama eagles agar ditakuti,selama ini kelompok eagles asli telah menyelidiki kasus yang membawa nama baik mereka,namun belum membuahkan hasil kelompok eagles palsu itu sangatlah licik.


Eagles asli hanya melakukan pekerjaan seperti menjadi pengawal atau pembunuh bayaran namun tidak untuk berbisnis menjual organ manusia sama sekali tidak pernah,mereka juga tidak menjual obat terlarang seperti n*rkob*.


Xia dan ketiga gadis itu memperdalam informasi yang sudah didapat anggota Eagles selama mereka menyelidiki,damit,informasi terbongkar dan mereka hanya mengikuti alurnya saja semua tidak tersusun.


Pergerakan Yura dan Ansya sudah dikuntit beberapa orang sejak mereka berlari kearah pantai,tentu saja mereka menyadari itu namun tidak menghiraukannya hingga salah satu si penguntit menghampiri mereka dan mengajak berkenalan,kedua gadis itu masih bersikap natural,hingga mereka dibawa kedalam hutan dan berakhir di gedung penuh lorong yang menyebalkan.


Sebelum memasuki gadung salah satu dari gadis itu menekan tanda hitam di arloji yang ia pakai untuk mengirim lokasi keanggota eagles asli, padahal mereka sendiri bisa saja menyelesaikan semuanya namun masalah ini bukan ranah mereka,mereka hanya bisa sedikit membantu saja, padahal ingin sekali ansya membasmi sendiri.


Untuk menculik gadis-gadis itu tidak akan mudah mengingat mereka hebat dalam bela diri dan selalu diawasi para pengawal bayangan yang bertugas menjaga mereka,jadi jika bukan rencana para gadis itu sendiri semua itu mistahil.


Kedua gadis yang dijuluki ajaib oleh para penculik sudah berada didalam mobil untuk kembali,dengan Gama menjadi supirnya,pria yang kembali menjadi bayangan.


.


.


.


"Bagaimana?"tanya seorang pria yang duduk dikursi oversize terhadap sistennya yang tengah berdiri.


"Maaf tuan mereka gagal,,"jawab nya.


"Ck,,,aku sudah mengetahui ini akan terjadi"ujarnya sebari tersenyum tipis.


Tuan mereka mengembalikan uang yang sudah disepakati dan memutuskan kerja sama"


Pria yang dipanggil tuan itu masih tersenyum padahal sedari tadi informasi yang ia terima hanya tentang kegagalannya,"lanjutkan! "


Sang asisten melanjutkan laporan yang harus ia laporkan kepada sang tuan, "Mereka kalah saat menyerang mansionnya tuan padahal anggota mereka tidak sepadan,,,,beberapa jam setelah itu Tuan Afra pergi menemui Tuan meo di mansion utamanya yang berada dibali,,,, disana tuan Afra kembali bertemu dengan gadis yang beberapa hari ini menghilang darinya,,dengan beberapa gadis lainnya,,mereka masih berada disana untuk berlibur tuan,,,,"


Pria yang dipanggil tuan itu menganggukan kepalanya mengerti,"kau sudah mendapat identitas mereka?"


"Maaf tuan saya masih belum mendapatkannya,,,informasi mereka begitu rahasia ahli IT sendiri tidak bisa menerobos keamanan identitas mereka"


"Menarik,,,terus cari identitas asli mereka! ,,,aku yakin mereka bukan gadis biasa"


"Baik tuan,,,dan tuan anda mendapat kiriman undangan pertunangan dari pengusaha nomor empat dinegara ini"


"Siapa?"tanya sang tuan.


"Tuan lykalos tuan."

__ADS_1


"Apa pria itu juga mendapatkannya?"tanya sang tuan.


"Kemungkinan iya Tuan,dilihat dari bisnis mereka masih memiliki kerja sama"


"Bagus"ujar senang sang tuan lalu menatap sang asisten untuk memberi perintah,"Aku akan datang,,,siapkan semuanya,,,kita perlu menyapa bukan?"ujarnya sebari menyeringai.


"Benar tuan Dion saul"


"Kita lihat sehebat apa pria lumpuh itu sekarang"ujar Dion saul sebari tersenyum smirk.


Semua kegagalan yang ia dapat hari ini sudah ia antisipasi semuanya tidak membuatnya getar sama sekali bahkan malah membuat semakin bersemangat untuk menghancurkan targetnya.


.


.


.


Gadis cantik dengan dress midi berwarna biru dengan rambut tergerai tengah berdiri diujung tebing,tebing yang sangat tinggi di bawahnya terdapat hamparan air.


Gadis itu memejamkan mata sebari menghela nafas panjang dengan kedua tangan direntangkan.


"Jangan terlalu ujung nanti kamu terjatuh"peringatan seorang pria yang duduk di kursi rodanya sedikit jauh dari gadis itu.


Xia membuka matanya melihat datar hamparan laut dibawah sana,setelah bosan dengan segala makanan Xia memutuskan berjalan-jalan menggunakan mobil tentu saja dengan afra yang selalu mengikutinya sejak tadi.


Xia turun dari batu tebing yang ia panjat menghampiri afra dan berkata"ayo kembali"


"Tidak mau berkeliling lagi?"tanya Afra lembut.


Xia tidak menjawab dirinya mendorong kursi roda afra dan membantu pria itu naik kursi penumpang mobil dengan dirinya menjadi pengemudi,untuk couple A Mmm magsudnya Azakra dan Anna entahlah mereka tengah berjalan-jalan kemana.


"Kamu tidak melakukan pengobatan?"tanya Xia memulai percakapan setelah keheningan.


Afra menghela nafas,"Sudah,,,,beberapa pengobatan terbaik sudah aku dapatkan,,,aku juga sudah membuat janji dengan seorang dokter dari temanku"


"Aku tidak tau temu janji itu akan disepakati atau tidak mengingat Dokter itu sudah menutup diri dari keramaian dunia"sambung Afra sendu.


"Jangan lupakan janjimu! "Ujar afra menatap Xia yang tengah pokus menyetir.


"Janji? " xia mengerutkan keningnya sebari fokus mengemudi, "Akan aku tepati"


Afra tersenyum senang saat Xia mengingat kesepakatan mereka,"Akan aku minta saat waktunya"


Setelah itu perjalanan kembali hening.


.


.


.


Setelah kedua gadis yaitu Yura dan Ansya kembali,mereka berkumpul di restoran karna belum makan,jam sudah menunjukan jam dua siang sudah melewati jam makan siangnya mereka,yang dimagsud belum makan adalah kedua gadis yang memiliki julukan baru yaitu 'ajaib',keempat lainnya sudah pasti sudah mengisi perut apalagi xia yang tidak berhenti mengemil,namun mereka tetap memutuskan makan bersama.


"Kalian memangnya berjalan-jalan kearah mana?"tanya Azkara sejak kedua gadis itu, kembali Azkara tidak henti-hentinya bertanya kemana para gadis itu pergi.


Yura memutar matanya jengah,"kami diculik puas"jawab Yura jujur,sejak Azkara bertanya kedua gadis itu selalu menjawab bohong mengatakan kalau mereka berjalan-jalan disekitar pantai saja.


"Hah,,kamu serius,,bukannya tadi mengatakan berjalan disekitar pantai?"tanya Azkara membuat kedua gadis itu mendengus sebal.


"Dijawab jujur salah bohong salah mau dia apasi,cocok dengan Yura,


Si serba salah"cibir Ansya dalam hati.


"Aku sudah lelah menjawab hal yang sama dari pertanyaan yang sama juga dari mu"jawab Yura sebari memijat pelipisnya.


"Semoga kalian tidak berjodoh "ujar Ansya membuat kelimanya menatap gadis itu heran.

__ADS_1


"Kenapa?" tanya Yura penasaran kenapa dirinya dilarang berjodoh dengan Azkara.


Ansya menatap Yura dan Azkara bergantian,"Jika kalian berjodoh bagaimana bentuk sifat anak kalian nanti? "Ansya sengaja menjeda ucapannya lalu melanjutkan dengan nada tinggi hingga mereka terke siap.


"Bom ,bisa dibayangkan anak kalian seperti apa cerewetnya,dari ayah ibu dan nenek sikap yang terpadu"ujar Ansya frustasi bahkan hanya membayangkannya saja.


Xia mengangguk setuju,"semoga Yura bukan tipe kak Azkara"Azkara hanya menatap Yura sedangkan yang ditatap mendengus sebal mendengar kedua saudarinya itu.


"Aku juga berharap begitu"setuju Ansya,"aku akan mencarikan gadis sesuai kreteria mu kak azkara asalkan gadis itu bukan Yura"


Yura menggeram kesal lalu menggebrak meja,"Terus saja kalian buly aku,,belum tentu kak azkara tipe yang aku inginkan"


Ansya tersenyum menatap yura yang sedang menatapnya tajam,"tipemu bisa ditemukan di semua tempat"cibir Ansya.


Ketiga gadis itu tau kreteria yang diinginkan yura sebagai suaminya,kreteria yang sungguh unik seperti kepribadian gadis itu.


"Memang apa tipemu?"tanya azkara ingin tau entah hanya ingin tau atau ada niatan lain,namun tidak melihat yura barang semenit saja sudah membuat hatinya gelisah.


Gadis cerewet yang baru sebulan ia kenal tidak mungkin sudah mengisi hatinya kan?.


"Biar aku beri tau,,tipe Yura adalah pria yang hanya bisa menghamburkan uang"ujar Ansya sebari meminum jus pesanannya.


"Iya kenapa?,kalian keberatan!"kesal Yura jika sudah membicarakan tipe suami maka dirinya akan menjadi bahan lolucon sebab tipe yang yura inginkan sungguh diluar nalar.


Jika gadis lain menginginkan suami yang pekerja keras lain halnya dengan yura,cukup pria itu tampan namun pemalas agar hanya bisa menghamburkan uang keluarganya,agar uang keluarganya habis faktanya lima tarus keturunan pun tidak akan membuat keluarga green bangkrut dan dirinya adalah anak tunggal dari orang tuanya.


keluarga Green memiliki dua orang pria laki-laki salah satunya ayah Yura arlia dan satu lagi ayah dari Ansya,kedua pria itu hanya memiliki satu putri,,,mereka sudah dimanjakan sejak dalam kandungan,,dan yang tertanam dalam diri mereka adalah kesombongan namun masih bisa menghargai siapapun yang menghargai mereka.


"Kenapa begitu?,,,jika wanita lain pasti menginginkan pria yang pekerja keras"ujar Azkara heran.


"Wanita lain bukan aku,,diam deh itukan tipeku,,bukan hak kalian mengomentari nya"kesal Yura lalu menatap intes Ansya"dan anda nona Ansya yang terhormat,,terimakasi sudah ikut campur dalam tipe calon suamiku namun urus saja calon suamimu itu"


Ansya mendelik tajam kearah yura saat mendengar calon suami,,hei calon suami apanya kekasih saja tidak punya!.


"Siapa yang kamu bicarakan?"tanya Ansya tajam.


"Dia yang akan segera menjadi suamimu,,,jangan pura-pura amnesia"jawab yura.


Ansya menendang kaki yura,"Itu semua gara-gara kalian berdua iyakan?!" tanya Ansya menatap Xia dan Yura bergantian.


Xia hanya mengedikan bahunya acuh sedangkan Yura tersenyum jahil,"Ck jangan fitnah dong,,tidak baik,,benar Xia?"


"Hmm,,,kalian kan saling mencintai kami hanya memberi jalan"jawab Xia menimpali ucapan Yura.


"Saling mencintai apanya bedeb*h,,,kalian tidak melihatku frustasi, bagaimana menolak perjodohan itu?"kesal ansya.


Kedua pria yang semeja hanya menyimak jujur mereka tidak mengerti siapa yang dibicarakan,sedangkan anna gadis itu adalah gadis beku sudah seperti manekin saja.


"Masih hidup"ujar Xia membuat Yura terkekeh sedangkan Ansya menatap gadis paling muda diantara mereka itu dengan tajam.


"Aku tidak akan bunuh diri demi pria itu!"kesal Ansya mengerti magsud dari perkataan Xia,situasi terbalik begitu saja kini Ansya yang menjadi sasaran bully dua saudarinya itu.


"Dia pasti menunggumu"ujar Yura menggoda ansya hingga suara deringan ponsel mengalihkan atensi mereka.


Ansya menatap ponsel yang sedang menyala dengan nama yang tertera disana 'playboy ulung' tertulis disana sebagai identitas si penelepon,yura mengintip lalu berkata,"pucuk dicinta diapun menelepon"ujar Yura asal sebari menggoda ansya yang sedang menatap kesal ponselnya yang tidak salah.


Ansya mematikan ponselnya dan menatap yura dan xia secara bergantian," Kalian akan aku balas!"ancam nya.


"Lakukan saja nona Ansya yang terhormat,,kami akan menunggu pembalasanmu,,sebelum itu nikmati frustrasi yang sedang kamu rasakan"ejek Yura.


"Awas saja kalian berdua!"ancam Ansya menjadi akhir dari pembicaraan mereka dimeja makan restoran.


Setelah acara makan dan sedikit perdebatan mereka kembali ke villa,tidak bisa dikatakan kembali sebenarnya karna villa yang kini mereka tempati berbeda dari villa semalam,,,jika villa semalam villa sangat minimalis dengan dua kamar tidur dan satu kamar mandi,yang mereka tempati sekarang adalah villa mewah dengan banyak ruangan dan banyak kamar dengan kamar mandi pribadi.


Para gadis yang awalnya sepakat untuk merasakan hidup sederhana itu menyerah dalam sehari,tepat setelah keluar dari villa mereka meminta salah satu pengawal banyangan membeli villa mewah untuk mereka tinggalin dan disinilah mereka sekarang.


Mereka sudah mengisi kamar masing-masing,dengan sedikit perdebatan,,Afra yang hanya bisa tidur jika bersama gadisnya Mmm magsudnya besama Xia dan juga sebaliknya,Afra meminta gadis itu tidur dengannya namun kali ini dengan tegas xia menolak,perdebatan itu menghabiskan waktu satu jam berakhir dengan xia mengancam pria itu agar menurut dan tidur sendiri di kamar yang sudah disediakan.

__ADS_1


Xia pikir masalah selesai sampai disana tapi ternyata ia salah,perkara tidur kembali berlanjut.


__ADS_2