MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
Begitu licik


__ADS_3

Suasana tengah malam terasa dingin dengan udara yang menyejukan,namun semua itu tidak menghambat rencana mereka.


Ya mereka.


Orang-orang yang baru saja melompati balkon kamar masing-masing.


Kedua sosok melompati balkon kamar mereka yang berada di lantai dua,dengan sempurna,setelah beberapa kali hinggap ditepian dinding,agar lebih mudah turun dan tidak membahayakan diri.


Begitu juga dengan sesosok yang baru bergabung namun ia melompat dari balkon kamarnya yang berada di lantai tiga.


Jika mereka salah perhitungan,maka akan celakan,ada dua pilihan yaitu mati atau tulang mereka akan patah,namun bagi mereka bertiga kemungkinan itu tidak akan terjadi.


Setelah anggota mereka lengkap mendarat di tanah dengan selamat, ketiga sosok itu kembali melompat untuk mencapai ujung tembok pagar.


Mereka bersamaan berdiri diatas tembok pagar yang lumayan tinggi itu,ketiganya menatap tanah dibawah sana.


Jarak mereka menuju tanah lumayan.


Ketiganya menampilkan wajah datar andalan.


Mereka kembali mendaratkan diri di tanah dengan tempat yang berbeda.


Setelah mendarat mereka disuguhkan dengan jalan raya yang sangat-sangat sepi,tidak ada yang berhalu-lalang selain dedaunan yang terbang tertiup angin.


Ketiga sosok itu mendarat dengan sempurna tanpa tangan menyentuh tanah,mereka berdiri dengan tegap.


Seseorang yang hanya dirinya berjenis kelamin laki-laki,diantar kedua orang yang lain.


Pria itu melihat sekitar dengan waspada,memastikan tidak ada yang melihat pergerakan mereka.


setelah yakin pria itu menatap kedua orang yang berjenis kelamin wanita secara bergantian,yang memang sedang menatapnya,beberapa detik kemudian pria itu mengangguk.


Seolah bicara melalui isyarat.


Ketiganya tiba-tiba menghilang jari jalan raya.


Seolah mereka memang tidak pernah berdiri disana.


Jika awalnya ada yang melihat mereka,dan menyaksikan kejadian tadi,mereka akan berpikir baru melihat hantu.


Kita tegaskan mereka bukanlah hantu!.


Hanya saja pergerakan mereka tidak bisa dilihat,mereka menggunakan fotomorgana untuk mengelabui.


Fotomorgana bisa membuat sesuatu hal yang bisa menipu mata,!!!!!


Ketiganya hanya berlari sekencang mungkin,kecepatan mereka tidak bisa dikejar jika tidak menggunakan kendaraan yang memang bisa berjalan sangat cepat.


Kecepatan mereka seperti debu yang tertiup angin kencang,saat terhembus menghilang begitu saja.


Ketiga sosok yang menghilang tadi sudah berdiri dibalkon rumah besar, yang jaraknya tidak terlalu jauh,dari tempat mereka keluar tadi.


Kedua orang yang berjenis kelamin wanita sudah duduk dengan menyandarkan kepala keujung kursi,sedangkan sosok yang seorang diri seorang pria hanya berdiri tegap dengan wajah datar yang selalu ia tunjukan.


"Katakan!,kenapa kau meminta berkumpul disini?"tanya seorang gadis dengan masih mengatur nafasnya yang tersenggal-senggal.

__ADS_1


Terlihat dirinya sangat kelelahan namun disekujur tubuhnya tidak ada keringat yang membasahi begitu pula dengan dua orang lainnya.


"jika tidak penting,kau akan tau balasannya!"sambungnya sebari mengancam.


Gadis itu terlihat kesal,disaat dirinya diminta bangun dan pergi keluar dijam 1 dini hari,padahal dirinya sedang bergelut dengan selimut.


"Kak,kau bisa meminta mereka berkumpul! "ujar Xia menatap Gama, tanpa memedulikan Yura yang sedang menatapnya kesal.


Kesal karna diacuhkan!.


"Baik nona,saya permisi"jawab Gama setelah setengah membungkuk pria itu berjalan masuk,untuk melaksanakan perintah.


Yura menatap Xia dengan tajam.


Sedangkan yang ditatap tidak memedulikan hal itu,gadis itu malah berdiri dari duduknya dan berjalan masuk dengan suara yang mengiringi langkahnya.


"Kita bicara didalam!"


"Dari tadi ke,aku kedinginan nih"cibir nya mengekori langkah Xia dari belakang.


Kedua gadis itu hanya memakai piama,mereka memang tengah tidur sambil menunggu waktu yang ditentukan.


Tidak ingin membuang waktu kedua gadis itu pergi tanpa mengubah penampilan mereka,kini kedua hanya hanya dilapisi kain yang disebut piama bergambar anime robot kucing dari negara Jepang.


Sedangkan pria yang bersama mereka tadi,dia memakai setelah santai,sudah beberapa hari ia meninggalkan pakaian formalnya demi terlihat natural.


Kedua gadis itu duduk tengah ranjang king size di sebuah kamar,keduanya saling berhadapan dengan melipat kedua kaki.


"Jelaskan!"pinta Yura menatap Xia dengan sengit.


Yang ditatap lagi-lagi tidak peduli,gadis itu hanya memutar matanya malas.


"Memangnya rencana awal sudah selesai?"tanya Yura dengan menaikan sebelah halisnya.


"Hmm"Xia menunjuk sebuah koper berwarna hitam dengan dagunya.


"Apa itu?"tanya Yura tak lama setelah itu,gadis itu beringsut meraih koper jinjin berwarna hitam itu,yang terletak diatas nakas.


Yura memangkunya agar lebih mudah untuk mengakses benda tersebut.


Gadis itu terbelalak setelah melihat isi dari koper tersebut,gadis itu langsung menatap gadis yang duduk di depannya penuh tanya.


" Ini milik siapa?"tanyanya tanpa mengalihkan atensi kearah lain,selain melihat wajah Xia yang menunjukan wajah datar.


"Kita,rencana awal sudah selesai dan itu bonus yang kita dapat"jawab Xia sebari menatap koper jinjin yang dipanggil Yura.


"Setelah menyabotase semua komunikasi kita dan mereka,aku berhasil mendapatkan kembali kepercayaannya,transaksi yang kita sepakati berlanjut.


"Setelah mereka menyelidiki dan mendapat bukti,bahwa orang yang menyerang mereka dan menyebabkan mereka lumpuh sementara waktu bukanlah kita,mereka juga sanggup membayar kerugian yang kita alami karna mereka benar-benar percaya,bahwa ada pihak ketiga diantara kita"sambung Xia masih menatap koper berisi uang sekitar 1m.


Gadis itu tersenyum smirk lalu melanjutkan perkataannya,"Untuk mendapat apa yang pria itu inginkan,dia akan melakukan apapun sekaligus memperdamai diri sendiri,dari bom yang kapan saja bisa meledak jika tidak dijinakan,tanpa sadar pria itu telah masuk kedalam permainan"


"Jika aku yang dulu,mungkin aku akan melongo mendengar penjelasanmu yang begitu licik,aku sudah tau siapa dirimu sekarang semua yang kau lakukan bukanlah hal yang aneh,uang selalu uang,tapi untuk apa kau menjelaskan begitu detail?"tanya Yura sebari menaikan sebelah halisnya.


"Tidak ada alasan!,hanya ingin"jawab Xia lalu menatap gadis didepannya dengan tersenyum manis.

__ADS_1


Melihat lengkungan di bibir Xia membuat yura semakin heran,ada apa dengan gadis itu?.


" Ingin memberi tahu,bahwa selama seminggu ini aku tidak hanya bersantai di mansion pria itu,atau hanya sekedar bermain game dilaptop kepada pembaca,aku selalu bekerja siang dan malam,berbeda dengan seseorang yang selalu santai"ujarnya sebari masih mempertahankan lengkungan dibibirnya.


"Kau menyindirku?"tanya Yura sebari menatap tajam Xia.


Xia hanya mengedikan bahunya," Hanya ingin memberitahu para pembaca!,rencana awal sudah selesai,bukankah mereka akan bingung jika dibab selanjutnya kita sedang mengerjakan misi baru,tanpa tahu ending dari misi awal.


"Sebagai tokoh disini kita tidak boleh membuat para pembaca bingung,kita hanya perlu membuat mereka terbawa suasana agar bisa membantu kita untuk rencana selanjutnya,tidak perlu dipikirkan,mereka sudah menunggu"sambung Xia sebari meringsut turun dari ranjang.


Yura menganggukan kepalanya beberapa kali,ia membenarkan sodaranya itu yang sudah lebih dulu turun dari ranjang.


Gadis itu menyimpan kembali koper diatas nakas,lalu menyusul Xia dengan berjalan disamping di gadis itu.


"Ya apa yang kau katakan memang benar,bahkan semua sangat-sangat benar,kau pebisnis yang hanya ingin mendapat keuntungan,bahkan kau mendapat beberapa keuntungan saat kau berbicara panjang"cibir Yura di sela-sela langkah mereka keluar ruangan yang bisa disebut kamar tadi.


"Pertama kau mendapatkan pujian dari pembaca,karna sudah banyak bekerja selama seminggu ini,sekaligus menyindirku yang kerjaannya hanya rebahan dan bermain game"Cia menambahkan perkataan di kalimat yura.


"Menonton drama"ujarnya membuat Yura mendelik gadis itu dengan tajam.


" Ya kau benar nona muda Kay"ujar Yura sebari mendengus kesal,dan mempercepat langkahnya dari Xia sebari menghentakan kedua kakinya.


"Sepertinya saat kami lahir,jiwa kami tertukar"guman Yura kesal.


Gadis bernama Xia itu sangat hebat mencari kesempatan untuk peluang kemenangan,tidak ada kekalahan dalam kamus nya, jika memang kalah itu bukanlah kekalahan yang sesungguhnya,hanya mengalah yang akan berakibat fatal bagi musuh yang memenangi pertarungan.


Xia menuruni tangga,dibawah sana sudah ramai dengan orang-orang yang telah berbaris rapih,jangan lupakan wajah datar mereka.


Setelah berada ditangga terakhir semua orang secuali Yura yang tengah duduk disofa size,menunduk hormat menyambut kedatangan nona muda Kay tersebut.


"Selamat pagi nona"sapa mereka.


Mereka tidak sepenuhnya salah karna waktu sudah menunjukan dini hari sejak kedatangan mereka tadi.


"Hmm"jawab gadis itu singkat.


Gadis itu duduk disofa size disamping sofa yang diduduki Yura.


Ia memindai setiap orang yang sedang berdiri didepannya dengan tubuh tegap namun dengan kepala sedikit menunduk,menunjukan rasa hormat mereka.


Walaupun tidak gila hormat,namun semua itu sudah peraturan yang harus diikuti setiap orang di klan.


Diruangan yang mereka tempati minimal pencahayaan bukan karna tidak ada lampu,atau listrik,namun itu semua sengaja,untuk menghemat.


Jika bisa menghemat kenapa tidak!.


Diruangan tersebut juga hanya ada dua sofa tanpa meja,disekitarnya kosong selain dinding,bahkan tidak ada jendela disana.


Satu hal yang hampir dilupakan dipojokan sebelah kiri ada dua koper besar berwarna hitam.


Hanya keduanya yang berjenis kelamin wanita yang lainnya adalah pria,dengan perawakan beringas,namun tidak semuanya,hanya sebagian,walau begitu mereka tetap sama,memiliki kelebihan masing-masing.


"Antar koper itu ke alamat yang kalian temukan!,dan berikan ini!"ujar Xia memberi perintah sebari menyodorkan jepitan berwarna hitam bergambar daun berwarna coklat.


Seorang pria maju mewakili teman-temannya namun dia bukanlah Gama.

__ADS_1


Pria itu mengambil jepitan dari tangan sang nona.


"Baik nona"jawabnya.


__ADS_2