
Menunggu dokter keluar setelah merawat orang yang menjadi korban penusukan diisi dengan drama.
Drama Yura dan Bala tentang ketampanan Azkara dan Afra.
Walaupun sedikit berisik namun berhasil membuat gadis kecil bernama Bala itu,kembali ceria tidak seperti beberapa menit lalu.
Bala sudah memperkenalkan diri sendiri karna tidak diakui,ia dengan tidak tahu malu mengakui diri sebagai adik Xia dan Yura.
Dan dua pria yang ia akui ketampanannya juga sudah ia ketahui identitasnya,yaitu Azkara sebagai asisten Afra,dan Afra sebagai tunangan Xia.
Walau gadis itu merasa heran,kenapa kakak Xia sudah bertunangan diusia mudanya,apa dia ingin menikah muda?dan mereka terpaut usia.
Oh ayolah usia hanya angka!.
Setelah dokter keluar dari dalam sana, mereka langsung diberitahu bahwa pria korban penusukan itu sudah dalam keadaan baik-baik saja,dan bisa dijenguk jika sudah dipindahkan ke ruang rawat.
Afra juga memerintahkan Azkara agar memastikan pria mendapat perawatan yang terbaik, agar cepat sembung sebagai rasa terimakasih karna sudah menjadi penolong gadisnya.
Mereka juga sudah tau identitas orang yang menjadi penolong Xia itu,Azkara mengatakan pria itu bernama"Gama 28tahun pria yang beberapa tahun ini mengikuti boxing ilegal untuk menghidupi dirinya sendiri,tidak punya keluarga dan bukan asli orang Indonesia dan tidak memiliki catatan krimal"
Kini mereka sudah diruang VVIP yang dipesan Azkara untuk pria itu.
Yura dan Bala masih berdebat,sebelum Xia menegur mereka sebari mengancam akan membuang mereka ke kutub utara jika tidak diam.
Yura yang mendengar ancaman itu tentu saja langsung diam,ancaman gadis itu tidak pernah dimulut belaka,gadis itu selalu melakukan apa yang sudah ia ucapkan.
Dan Bala memilih diam,karna diancam akan diusir dari sana dan tentu tidak bisa bertemu pria tampan dan kedua gadis yang sudah ia anggap sebagai kakak.
Mereka hanya tinggal menunggu pria itu sadarkan diri.
Di tempat lain seorang pria berbaju seperti ninja,yang berusia diatas dua puluhan sedang mondar mandir didepan teman-temannya yang berpakaian sama,dengan wajah bingung,takut dan khawatir.
Teman-temannya yang sedang duduk melihat tingkah pria itu menjadi kesal sendiri"kau diam bisa tidak?"bentak salah satu temannya berhasil menghentikan langkah pria itu namun selang beberapa detik pria itu kembali mundar-mandir.
"Percuma kau seperti itu,tidak akan membuat Gama sadarkan diri"ujar salah satu temannya yang lain.
"Menurutmu bagaimana jika Gama tidak selamat? dan meregang nyawa?"tanya salah satu temannya berbicara dengan nada menakut-nakuti.
__ADS_1
" Dia akan langsung dipenggal"jawab temannya yang lain sebari menunjuk pria yang mondar-mandir dengan dagunya.
Pergerakan pria itu terhenti saat mendengar teman-temannya menakuti dirinya,pria itu sebenarnya takut dengan kegagalan namun ia meyakinkan diri bahwa Gama tidak akan mati begitu mudah.
"Tidak akan!,dia pengawal yang dilatih di militer milik klan sejak kecil,kekuatannya sangat kuat dan hebat,kita juga tau dia sehebat apa,jadi dia tidak mungkin mati semudah itu"ujar pria itu mencoba menenangkan diri dengan perkataannya sendiri.
"Bisa saja,bagaimana jika kau menusuk bagian vital dalam tubuh gama dan membuatnya meregang nyawa?,itu bisa saja tidak terhindarkan"ujar temannya membuat pria itu dilanda rasa bersalah.
"Tidak mungkin,aku memang bukan dokter tapi aku mengikuti perintah seperti yang nona katakan,nona seorang dokter!"belanya pada diri sendiri.
"Kalian jangan menakuti aku!"sambungnya sedikit berteriak sebari menatap keempat temannya yang tengah duduk itu.
"Kami tidak akan menakutimu,kami hanya akan menasehati,persiapkan mentalmu agar jika kau dipenggal kau tidak akan kabur,walaupun kau kabur kau akan tetap tertangkap jadi percuma"ujar salah satu temannya sebari menatap pria itu dengan serius.
"Benar"setuju ketiga temannya"kau tenang saja kau tidak akan langsung mati jika belum menderita"sambung salah satu temannya.
Karna mereka tau tuan mereka adalah orang yang sangat kejam,tidak berbelas kasih terhadap musuh apalagi penghianat,mereka akan menyiksa sampai hanya kematian jalan yang musuhnya minta.
"Kalian b*d*b*h sialan,kalian sengajakan menyarankan agar aku yang melakukan tugas itu dari nonakan?"tanya pria itu menggebu sebari menatap nyalang keempat temannya yang lebih tua darinya.
Dia adalah paling muda dari keempat temannya yang lain.
Karna memang kecepatan yang ia miliki diatas rata-rata,dan hanya beberapa orang yang memiliki kecepatan itu.
Dan tugas yang baru dikerjakan membutuhkan kecepatan diatas rata-rata.
Keempat temanya itu mengangkat kedua bahu beberapa detik sebagai jawaban.
"Lebih baik kalian diam!,lakukan tugas kalian dengan sedikit bicara!"pekik seorang pria yang jengah dengan tingkah kelimanya.
Ditempat yang sedang mereka tempati diisi para pria atau pengawal elite dan pengawal bayangan yang sedang menunggu perintah selanjutnya.
Sekitar sembilan belas orang pria berpakaian seperti ninja disana,namun terpisah regu seperti kelima orang yang paling waras disana.
Bisa dibilang hanya kelima pria itu yang paling waras dibandingkan pasukan lain,karna mereka sering mengobrol dan bertukar pendapat seperti manusia,sedangkan yang lain bertingkah seperti robot yang digerakan menggunakan remot.
Mengikuti pergerakan yang remot arahkan.
__ADS_1
Karna kelima pria itu adalah satu pasukan yang dipimpin langsung oleh gadis bernama Xia,dan sisa dari orang-orang itu adalah orang-orang ayahnya yang diperintahkan mengawal tugasnya kali ini.
Xia memimpin mereka dengan memberi perintah bahwa pasukan yang ia pimpin harus memiliki solidaritas sebagai saudara,dan harus saling memberi nasihat atau bertukar pendapat, awalnya semua tidak berjalan lancar,karna kebiasaan klan yang mengharuskan para pasukannya tidak banyak bicara dan hanya bekerja.
Dan dengan sikap seperti itu juga bisa memunculkan sikap penghianat,apalagi Xia yang tidak percaya pada orang lain selain dirinya sendiri waktu itu,semuanya semakin rumit namun semua berjalan lancar setelah beberapa tahun terakhir.
Para pasukan bayangan hanya menatap kelima pasukan yang berdebat itu,namun semakin lama mereka merasa jengah,karna setiap kali beristirahat mereka akan mendapat ketenangan,namun semenjak ditugaskan mengikuti nonanya istirahat mereka selalu terusik oleh kelima pasukan pribadi nonanya itu.
Pria bernama Gama itu sudah sadarkan diri dua menit setelah dipindahkan ke ruang VVIP.
"Kalian siapa?"tanyanya dengan wajah datar menatap orang-orang yang mengkerumuninya.
"Syukurlah kau sudah sadar"ujar Yura merasa tenang"apa ada yang sakit tuan?"sambungnya.
Pria itu memegang perutnya yang baru dijahit karna luka tusukan yang cukup dalam.
"Tidak nona,kalian siapa?"tanyanya lagi.
"Perkenalkan aku Yura dan dia Xia wanita yang kau selamatkan beberapa jam yang lalu dari penusukan"jawab Yura
"Aku berterimakasih atas apa yang anda lakukan tuan,anda bisa memanggil saya Xia,saya akan bertanggung jawab atas apa yang menimpa anda hari ini,saya akan merawat anda sampai sembuh"ujar Xia sebari menatap pria yang sedang berbaring di brangkar rumah sakit.
Diruangan itu kini hanya berisi ketiga gadis dan pria yang menjadi korban penusukan,sedangkan Afra dan Azkara mereka sedang di luar mengurus sesuatu.
"Saya tidak apa-apa nona,apa yang saya lakukan hanya kebetulan"ujar Gama.
"Hei,gadis kecil kenapa kau diam saja?,panggilkan dokter sana!"titah Yura dituruti begitu saja oleh Bala.
Bala beberapa detik kemudian ia kembali dengan Afra.
Pintu terbuka menunjukan dua orang berbeda usia dan kelamin itu masuk ke ruang rawat Gama.
Afra berdiam disamping Xia,setelah melihat gadisnya yang terlihat senang tidak seperti tadi,mungkin karna orang itu sudah bangun.
Pria itu menatap gama dengan tatapan tajam"kau sudah sadar tuan?,terimakasih atas apa yang anda lakukan untuk tunangan saya,saya akan membiayai hidup anda setelah ini sebagai bayarannya"ujarnya tegas.
Gama membalas tatapan itu dengan tajam beberapa detik namun ekpresinya ia ubah secepat mungkin,"terimakasih tuan,tapi saya tidak akan menerimanya,apa yang saya lakukan hanya kebetulan jadi anda tidak perlu membiayai kehidupan saya setelah ini,saya juga merasa bangga bisa menjadi penolong untuk gadis bernama nona Xia"jawabnya membuat Afra menatap Gama dan Xia bergantian.
__ADS_1
Tak lama setelah itu seorang pengawal mengetuk pintu untuk mengabarkan bahwa dokter sudah datang untuk memeriksa.