
Perkara tidur itu berlanjut saat langkah Xia diikuti hingga memasuki kamar yang menjadi bagiannya.
Xia menatap keduanya bergantian,"Kenapa? "Tanyanya.
"Tidak kenapa,kami hanya ingin tidur bersama saja iyakan Yura?" tanya Ansya sebari menatap Yura.
Ya setelah perdebatan perkara tidur bersama Afra kedua gadis itu mengikuti pergerakan Xia kemanapun gadis itu melangkah,seperti anak ayam membuntuti induknya.
"Benar,,kitakan sudah biasa berbagi ranjang"jawab Yura.
"Bersihkan diri kalian!"ujar Xia memang sejak mereka datang ke villa belum ada yang membersihkan diri.
Keduanya tersenyum menunjukan deretan gigi mereka," Baiklah kami akan kembali setelah membersihkan diri"ujar Ansya disetujui Yura.
Kedua gadis itu memang usianya lebih tua tadi Xia namun dari sikap,kedua gadis itu sangatlah manja dan penurut namun hanya kepada xia,gadis kecil pendiam yang mereka anggap adik,mereka sebenarnya memanjakan xia dengan kasih sayang mereka namun gadis itu sangat sulit menunjukan perasaannya,hingga membuat mereka bingung harus berbuat apa,pada akhirnya mereka memutuskan untuk membalikan semuanya,merekalah yang akan bersikap manja pada gadis kecil yang mereka anggap adik itu,agar semakin mengeratkan tali persaudaraan mereka walau tidak memiliki hubungan darah.
Hubungan sebenarnya mereka hanya sebatas anak dari sahabat orang tua, persahabatan orang tua itu berhasil mengikat anak-anak mereka seperti saudara dan melindungi satu sama lain,walau pernah terpisahkan selama bertahun-tahun karna kejadian berdarah yang menewaskan pemilik hati ketua mafia kay.
"Kamu yakin Xia dan Rain merencanakan sesuatu dibelakang kita?"tanya Yura kini mereka sudah terlihat fresh setelah membersihkan diri dan memakai baju tidur.
"Iya,,aku dengar sendiri saat mereka bicara"jawab Ansya.
"Kalo kamu memang dengar katakan apa rencana mereka!"
"Itu masalahnya,,saat aku mendengarkan"ujar Ansya dipotong suara Yura.
"Menguping "Yura membenarkan kata yang Ansya pakai.
"Sama saja" Ansya segera menyela saat Yura kembali ingin menimpali ucapannya "diam jangan komentar! ,,,saat aku mendengarkan secara diam-diam keberadaanku diketahui Xia,,,kamu taukan Xia memiliki respon yang sangat baik melebihi kita tentang sekitar?"
"Tidak usah merendah dong,,Xia kan sepesies langka "ujar Yura membuat Ansya memukul pelan kepala belakang gadis itu.
"Sepesies kamu pikir Xia apaan?" tanya Ansya sebari terkekeh.
Yura mengusap belakang kepalanya sudah biasa kepalanya selalu menjadi korban pukulan cinta suadarinya yang satu itu.
"Hobi sekali memukul kepala,,kalo otaku geser gimana?"decak Yura kesal dengan kebiasaan buruk saudarinya yang selalu kdrt.
"Memang kamu punya otak?"tanya Ansya enteng membuat Yura berdecak kesal.
"Punya hanya saja sebesar otak udang"jawab Yura asal membuat Ansya terbahak.
"Udang tidak punya otak bodoh"
"Jangan berlanjut jika diteruskan kita akan terus berdebat dan akan ketinggalan informasi,bisa saja Xia sedang berbicara dengan Rain sekarang,,kita akan kehilangan informasi jika itu terjadi"ujar Yura membuat Ansya mempercepat langkahnya meninggalkan Yura.
"Malah ditinggal bedeb*h"cibir Yura kesal.
Itulah tujuan mereka kali ini,,mereka sedang mengorek informasi tentang kerja sama Xia dan rain yang pernah di dengar ansya saat dikediaman kay,entah kerja sama apa yang jelas mereka ingin tau.
Kedua gadis itu terlalu memiliki keingin tahuan sangat besar hingga apapun itu akan mereka dapatkan untuk memuaskan keingin tahuan mereka,,apalagi tentang Xia,,walaupun mereka sangat menjaga privasi namun jika mengenai kerja sama apapun itu mereka akan mencari tahu,agar diikut campurkan dalam kerja sama yang Xia jalani,mereka terlalu takut untuk berjauhan dengan adik terkecil kedua mereka itu,mereka takut akan terpisah kembali dengan xia,adik kecil kedua yang sangat mereka jaga untuk urutan pertama kalian sudah mengetahui namanya,gadis kecil itu pemilik tahta tertinggi dari para setangkai mawar.
Tanpa disadari ada seseorang yang menyaksikan pembicaraan kedua gadis itu dari kejauhan,terlihat orang itu menatap aneh kedua gadis tadi.
__ADS_1
.
.
.
Kedua pria berpakaian brandid serba hitam dengan wajah ditutupi masker hingga keduanya terkesan misterius,keduanya berjalan beriringan hendak memasuki sebuah bangunan didepan mereka.
Tempat dimana sebuah barang dijual belikan,hampir semua barang ilegal diperjualkan di tempat ini dengan cara perebutan angkat atau disebut lebih besar menawar lebih besar kesempatan untuk menang.
Mereka menyebutkannya pelelangan,semua barang yang tidak dijual akan dijual ditempat ini,bagi orang-orang dunia bawah atau orang kaya sekalipun mengenal tempat ini,dari mafia atau orang sok suci yang menjual kebaikan diluar padahal menyimpan kebusukan di dalamnya,,namun memasuki tempat ini tidaklah mudah.
Mereka yang ingin memasuki tempat ini harus memiliki kartu Identitas yang sudah disiapkan pemilik sebagai kunci agar bisa memasuki pelelang,,mereka yang masuk kedalam diwajibkan memakai identitas palsu agar tidak ada kebocoran data yang akan merugikan mereka sendiri,,sudah dipastikan entah mereka saling mengenal atau tidak mereka tidak akan saling mengetahui.
L'asta del diavolo diartikan menjadi pelelangan iblis,,tempat pelelangan terbesar di Italia yang menyediakan segala hal ilegal dari obat-obatan,racun,senjata atau manusia sekalipun mereka menyediakan tinggal apakah ada yang berani membayar.
Anggap saja "L'asta del diavolo" tempat penyombongan harta tanpa menunjukan identitas.
Setelah menunjukan kartu Identitas mereka diijinkan masuk oleh pengawal pintu "L'asta del diavolo" dan duduk di kursi yang sudah disiapkan sesuai angka yang mereka pegang.
L'asta del diavolo hanya menyediakan kursi terbatas hanya bisa ditempati setelah satu bulan pembelian,hanya lima belas orang didalam sana dari berbagai jenis,pelelangan iblis sangatlah ketat agar tidak ada kebocoran data yang merusak kepercayaan pembeli mereka,L'asta del diavolo dinobatkan menjadi tempat pelelangan terbesar di Italia.
Acara dimulai dengan sapaan dari pembawa acara malam ini,hal yang pertama mereka tawarkan adalah racun kecantikan.
"Ini adalah Racun kecantikan jika kalian mengenal racun sebagai ramuan mematikan namun kali ini kami memperkenalkan racun kecantikan,racun ini sangat mematikan bagi kaum pria,mereka akan mati terpesona dengan sekali lihat" ujar pegawai membuat sebagian orang entah hal apa yang mereka tertawakan.
"Kami tidak berbohong tentang itu!,racun ini racikan terbaik untuk kaum wanita jika meminumnya kalian tidak akan menua selama sepuluh tahun dan tidak perlu melakukan perawatan karna wajah anda akan terus berseri selama itu, racun yang kami tawarkan kali ini terbuat dari bahan-bahan terbaik yang hanya didapat di pegunungan dingin dan hanya satu produksi yaitu hanya yang ada ditangan saya ini,,,jangan lupakan hal penting ini racun kecantikan hanya bisa diminum oleh wanita saja jika para pria meminumnya itu artinya anda ingin menjadi cantik" tawa kembali terdengar mendengar perkataan terakhir dari pegawai.
"Baiklah pelelangan untuk racun kecantikan dimulai" ujarnya lalu memukul besi berbentuk bundar berukuran sedang dengan palu yang terbuat dari kayu.
Setelah racun kecantikan berhasil terjual kini beralih pada sesuatu hal dibalik tirai yang sedari tadi tertutup.
Penyanggah tirai ditarik menunjukan apa yang ada dibaliknya,setelah tirai terbuka menyingsikan ruangan persegi minimalis tanpa pentilasi dan dibagian depan terbuat dari kaca yang tadi ditutupi tirai dan di sampingnya ada sebuah pintu untuk akses ruangan itu.
Mereka bisa melihat apa yang ada didalam ruangan itu dari kaca besar yang tapi ditutup tirai,didalam sana ada seorang pria sangat memperihatinkan dengan semua tubuh lebam dengan baju lusuh juga dengan tangan dan kaki yang dirantai,pria itu menatap tajam kearah setiap orang yang menatapnya penuh minat apalagi para wanita,mata mereka berbinar saat melihat pria itu walau keadaannya memperihatinkan namun tidak dapat menyembunyikan ketampanan pria itu.
Para wanita memandang pria itu dengan nafsu mereka pikir pria itu cocok untuk pemuas mereka,sedang para pria mereka juga tidak terlihat kecewa pria itu bisa dijadikan salah satu pengawal mereka,,namun mereka harus melawan orang yang menjadikan tujuannya kemari adalah pria itu,pria yang sedang menatap tajam sekitar bahkan sesekali pria itu berontak mencoba melepas rantai ditangan dan kakinya.
Pegawai L'asta del diavolo mulai membuka harga untuk pria itu,perebutan terus terjadi semua orang disana ikut meributkan pria itu, hingga pertarungan harga menyisakan dua orang yang terus bersikukuh untuk mendapatkan pria itu.
Sautan suara terus terdengar dari kedua pria yang masih saling meninggikan harga untuk pria didalam kotak kaca,membuat atensi orang-orang disana terus silih berganti memandang kedua pria keras kepala itu,tidak ada yang mengalah.
"Tuan sepertinya pria itu mengetahui siapa pria itu "ujar pria yang duduk disamping yang ia panggil tuan tadi.
"Sepertinya begitu kak, pria itu juga bukan orang biasa sepertinya" jawabnya sebari melihat sekilah pria yang menjadi lawan harganya.
Pertarungan harga terus terjadi hampir satu jam membuat orang-orang disana merasa kagum dengan pria didalam kotak kaca, entah untuk apa namun pria itu memiliki harga yang tinggi,sedangkan pria yang sejak tadi dijadikan perebutan sedikit bingung saat dirinya diributkan kedua pria yang entah siapa itu,bahkan dengan tawaran yang semakin gila.
"Sudah satu jam pria itu belum juga menyerah,,,bagaimanapun aku harus mendapatkan pria itu seperti perintah tuan"guman dalam hati pria yang menjadi lawan.
Tanpa diketahui siapapun benda bulat berwarna biru berukuran bola kasti menggelinding menghampiri setiap meja,benda bulat tersebut masuk semakin dalam dan bersembunyi dibawah meja hingga suara 'klik' terdengar disertai benda bulat tadi mengeluarkan tabung.
Tidak berselang lama setelah tabung keluar dari benda bulat itu asap keluar disertai suara rembesan yang terdengar lirih tanpa siapapun ketahui,hingga tiba-tiba asap keluar dari bawah meja membuat mereka yang berada di sana panik,,mereka berlari menyelematkan diri namun sebelum menyentuh jalan keluar kesadaran mereka lebih dulu hilang.
__ADS_1
Tidak ada yang keluar dari tempat itu dengan asap yang semakin tebal.
.
.
.
Ditempat yang Xia dan rombongannya tinggal kini sudah pagi,mereka sedang di ruang tengah ruangan yang paling luar diantara yang lainnya.
Mereka melakukan aktifitas mereka masing-masing,,bisa dikatakan mereka tengah belorahraga bersama.
Seratus"ujar ansya lirih sebari dirinya melakukan pus up,"gantian"sambungnya.
Begitulah cara mereka melakukan olaraga bisa dikatakan ekstrim untuk kalangan wanita,tadi pun kedua pria disana sangat terkejut saat melihat ansya yang melakukan pusaup bukan hal yang aneh jika seseorang pus'up memang untuk wanita pun begitu namun kali ini mereka dibuat tercengang saat ansya melakukan pus'up dengan Yura duduk dipunggung gadis itu dengan tenang.
Tubuh kedua gadis itu bisa dikatakan sama,walau begitu tetap saja bisa membahayakan namun kedua gadis itu menjawab dengan santai dan melanjutkan kegiatan mereka hingga hitungan seratus,dan seperti yang selalu mereka lakukan mereka akan bergantian.
Kini giliran Yura yang melakukan pusaup dengan ansya duduk dipunggung gadis itu,dari raut wajahnya tidak ada kesulitan sama sekali hanya tenang sebari menghitung,Azkara dibuat meringis melihatnya ada rasa takut campur kagum.
Untuk Xia gadis itu sedang duduk didepan kedua saudarinya hanya menonton bersama anna yang duduk disampingnya,jangan lupakan afra pria itu juga hanya menonton bersama tiga orang lainnya yang sama tercengang nya dengan Azkara.
"Xia kamu tidak mau menurunkan berat badan?"tanya ansya yang duduk tenang dipunggung Yura yang sedang melakukan pusaup.
Saat sarapan tadi pagi tiba-tiba mereka mengingat berat badan yang tidak mereka urus selama sebulan ini,karna tidak ingin mendapat protesan dari para ibu saat kembali,para ibu yang mengutamakan etiket,kedua gadis yang paling banyak bicara itu sepakat berolahraga untuk menurunkan berat badan.
"Nanti saja,,,kamu akan pulang nanti malam!"ujar Xia membuat Ansya mendengus mendengar perkataan terakhir gadis itu.
"Iyaiya"jawabnya kesal,"Yura kamu ikut pulang?"
"Tidak mau! "tolak yura lanjuta berhitung.
"Ck kalian menyebalkan sekali,,aku harus pulang demi skripsi"kesal Ansya tidak Terima.
"Agar cepat selesai,,jika sudah selesai kuliah kamu bisa bekerja'ujar Yura.
"Ck aku akan menikmati hidup,,,uang ayah ku tidak akan habis walau aku menjadi pengangguran"jawab Ansya.ketiga gadis itu sama-sama gila kerja dan benci kerja,benci jika harus berada diperusahaan dan mengurus berkas-berkas lebih baik bermain dengan senjata mereka seperti senapa,pisau dan lainnya yang bisa membantu mereka menghabisi incaran.
"Sudah ku katakan menjadi beban keluarga itu sangat enak"ujar Yura membuat Ansya mengangguk setuju.
"Tapi tidak berselang lama kamu akan segera menikah"ucapan Yura kali ini membuat Ansya memukul kepala Yura hingga siempunya tumbang.
Ketidak siapan Yura atas tindakan tiba-tiba Ansya membuatnya kehilangan keseimbangan,"Turun bodoh,kamu berat! "Geramnya saat Ansya masih anteng dipunggung nya walau dirinya sudah terkapar dilantai.
"Lemah" cibir ansya sebari bergerak.
Keduanya terus berdebat tanpa menyadari mereka ditinggalkan keempat lainnya.
Kedua pria yang baru keluar dari ruangan penuh suara perdebatan dua gadis menghirup udara segar dengan rakus.
"Aku akan segera tidak waras mendengar suara mereka"guman Afra di dengar Azkara.
"Anda benar tuan"setuju Azkara membuat Afra memandang aneh pria itu setelah mendengar asistennya itu berguman.
__ADS_1
"Aku harus mempersiapkan mental setiap mendengar ocehan mereka yang tiada habisnya,,belum lagi aku harus mengurus berkas-berkas yang tiada habisnya,,,reel kewarasanku diambang kegilaan"guman frustasi Azkara lirih sebari menatap langit biru.
"Mereka akan tidak waras"guman seseorang di belakang Azkara yang kehadirannya tidak disadari.