
Orang yang tangannya diputar Yura menjerit kesakitan,membuat orang-orang menatap mereka.
"Kakak sakit" keluhannya sebari merengek.
Yura melepas tangan itu setelah melihat siapa pemiliknya.
"Kau" Yura menunjuk gadis yang tadi tangannya ia putar.
Para pengawal yang melihat itu langsung heboh,masuk dan memeriksa nona-nona muda yang mereka jaga,Lagi-lagi membuat keramaian publik.
"Nona anda tidak papa?,apa ada masalah?"tanya salah satu pengawal mewakili teman-temannya.
"Tidak ada,hanya tikus kecil ini"ujar Yura sebari menunjuk dengan dagu,gadis yang masih mengecek keadaan tangannya yang terasa ngilu.
"Klembali saja!,kami belum selesai makan"sambungnya.
"Baik nona"setelah itu para pengawal pergi kembali keluar.
"Uh kakak,kau melukai tanganku!"kesal gadis itu.
"Apa kami mengenalmu?"tanya Yura sebari menaikan sebelah halisnya.
"Ya dan tidak"jawab gadis itu membuat y
Yura memutarkan matanya dengan malas.
" Kita pernah menipu orang dan belanja bersama diwaktu bersamaan kakak,jika kau lupa berarti kau sudah sangat tua!"cibir gadis itu sebari menarik kursi lalu mendaratkan bokong diatasnya.
Saat mendengar gadis itu mata Yura melotot ingin sekali mencekik gadis itu!.
"Bukan aku yang tua,tapi kau yang bodoh,kau tau siapa namaku?"tanya Yura sebari menatap tajam gadis itu.
Dengan enteng gadis itu menjawab"tentu saja! Tidak,hehe"ujarnya sebari tersenyum menunjukan deretan giginya yang ilang satu.
"Namaku balaya atmaja,nama kakak siapa?"tanyanya antusias.
"Atmaja?"Yura menaikan sebelah halisnya.
"Aku tau marga itu jelek,namun aku harus memakainya karna belum menikah,jika sudah menikah margaku akan berubah"ujar Bala.
"Kau benar"ujar Yura membenarkan.
"Lalu siapa nama kakak?"tanya Bala lagi.
" Kau bisa menebaknya!"jawab Yura dan Xia hanya pokus pada makanan tanpa memperdulikan dua beo ini.
Perut lebih utama!.
"Sarah?"tebak Bala
"No"
"Dari kulit kalian yang sangat putih dan wajah kalian yang sangat asing,aku yakin kalian bukan asli Indonesia jadi nama kalian pasti bukan marko"ujarnya bala serius membuat Yura menganggukan kepala.
"Lalu nama kakak siapa dong?"pekiknya menyerah menebak.
"Ya kau tebak bodoh!"
"Ah,kakak nama kakak siapa?"tanya Bala kearah Xia.
Xia menatap malas gadis itu"Xia"jawabnya.
"Nama yang cantik seperti pemiliknya"puji gadis itu"pasti nama kakak tidak sebagus milik kak Xia"tebak Bala kearah Yura.
"Enak saja,namaku lebih cantik tau"ujar Yura tak Terima"Yura alia"
__ADS_1
"Lumayan"ujar Bala membuat Yura melotot.
"Kau bilang lumayan?,enak saja namaku sangat bagus ya!"tekannya.
Acara makan berlanjut dengan tambahan cekcok dari kedua gadis bernama Yura dan Bala,membuat Xia jengah melihat tingkah kedua gadis beda usia itu.
Mereka melanjutkan perjalanan dengan tambahan beban yaitu gadis bernama Bala,
Gadis itu seperti logam yang menempel pada magnet kepada kedua gadis ini,dan entah mengapa Xia dan Yura tidak ingin menolak gadis kecil itu.
Satu mobil berisi lima orang,tiga gadis duduk di belakang sangat ribut dari kedua gadis,siapa lagi jika bukan Yura dan Bala,Xia hanya tutup telinga tutup mata.
Dan supir beserta satu pengawal di depan,sedangkan sisa pengawal berada dimobil lain dibelakang mereka.
Tanpa mereka sadari beberapa orang mengikuti mereka dengan berpakaian seperti ninja.
Xia meminta supir berhenti ditempat yang ditentukan
Ketiga gadis itu turun dan melihat ada penjual pernak-pernik.
Xia bukan gadis terlalu tomboy ia suka mengoleksi hiasan rambut,setiap harinya harus ada satu hiasan di rambutnya entah itu jepitan atau bandana.
Koleksi Xia sudah sangat banyak di rumahnya,dari yang asli dan juga berharga pantastis.
Ada jepitan rambut dari berbagai jenis asli hewan kecil langka,yang dibuatkan langsung oleh sang ayah sebagai hadiah hari ulang tahun yang pertama bersamanya setelah sekian lama,dan beberapa jepitan yang seharga satu mobil dari orang yang sama,dan jepitan yang terbuat dari berlian juga ia miliki.
Membuat Xia marah karna ia lebih menginginkan uangnya dari pada jepitan rambut itu.
Namun dari sekian banyak jepitan yang gadis itu punya,ada satu yang istimewa bukan karna harganya atau bahkan hewannya yang asli,namun kenangan yang diberikan seseorang.
Xia membeli beberapa jenis jepitan berbentuk makanan sangat lucu,bahkan kedua gadis yang bersamanya juga ikutan membelinya walau dari pedangang lecehan.
Setelah membayar ketiga gadis itu kembali ke mobil namun.
Seorang pria berdiri didepan Xia bukan hanya satu namun dua orang yang saling berhadapan,dengan satu didepan sana berpakaian seperti ninja sangat tertutup hanya terlihat bagian mata saja,secepat kilat pria didepan sana menusuk perut orang didepannya dengan belati.
Jleb
Belati itu menancab tepat diperut pria didepan Xia,pria yang mendorongnya,jika tidak ada pria itu maka yang akan jadi korbannya tentu saja gadis itu.
Setelah melancarkan aksinya seseorang yang berpakaian ninja tersebut langsung lari,dan dikejar beberapa pengawal beserta para warga yang tepat dikejadian.
Ditempat kejadian Bala yang berada tepat disamping Xia dengan jelas melihat penusukan tersebut.
Kaki Gadis itu terasa seperti jely dan seketika terduduk ditanah,dengan menatap aneh pria yang berlumuran darah itu.
Yura yang memerhatikan tingkah gadis itu merasa takut"gadis kecil itu pasti syok"
"Kau gapapa?"tanya Yura terhadap Bala, gadis itu tidak menjawab.
Xia langsung meletakan kepala pria yang anggap saja kebetulan menolongnya itu dipahanya,untuk menghentikan pendarahan Xia menarik belati tersebut dari perut pria itu, lalu melakukan pertolongan pertama setelah melempar asal belati yang ia lepas dari pria itu.
"Rumah sakit!"teriak Xia untung dua pengawal lainnya tidak mengejar pelaku jadi mereka bisa cepat kerumah sakit.
Mereka pergi kerumah sakit dengan satu mobil membawa Xia dan pria yang menjadi korban penusukan,dan satu lagi membawa Bala dan Yura,bala yang masih menatap kosong sekitar ditarik Yura untuk ikut tidak mungkin ia tinggal.
Disisi lain pria berpakaian ninja tersebut terus berlari dengan sesekali meloncat menaiki tembok dan berlari diatas rooftop rumah kerumah lain.
Para warga tidak bisa mengejar seperti itu mereka mulai berhenti,berbeda dengan dua pengawal terlatih milik Afra,mereka terus berlari mengikuti pria ninja tersebut.
Sasaran dan rencana mereka berhasil tinggal melarikan diri dan melihat hasilnya!.
Pria ninja tersebut berhasil dihadang setelah dua orang pengawal berpencar,satu menghadang didepan dan satu lagi dibelakang.
Pria ninja tersebut tersenyum miring tanpa diketahui siapapun karna bibirnya tertutup kain hitam,ia menatap pria didepan dan dibelakang secara bergantian.
__ADS_1
Tanpa suara sambutan mereka mulai menyerang.
Pertarungan sengit walau satu lawan dua.
Pria ninja hanya sendiri,namun sedari tadi belum ada satu serangan yang mengenainya,berbeda dengan dua pengawal itu beberapa kali mereka mendapat pukulan keras diwajah mereka.
Serangan pertama kali yang mengenai sasaran,pria ninja itu mengusap sudut bibirnya yang robek akibat pukulan salah satu pengawal,akibat robekan cairan kental berwarna merah keluar dari sana,namun tidak terlihat karna tertutup kain.
Akibat menghindari pengawal lain ia lengah terhadap pengawal satunya menghasilkan pukulan kencang diwajahnya.
"Ah sial,wajah ku yang tampan bisa rusak jika kau pukul,pukul yang lain dong!"pekik kesal pria ninja itu,membuat kedua pengawal saling pandang beberapa menit seolah bertelepati.
"Orang ini pasti gila!"
Mereka kembali bertarung.
Pria ninja itu bisa saja lari kearah lain yang tidak dikepung kedua pengawal tadi,namun sudah tugasnya mencari tau kekuatan lawan.
Sekaligus menjajal dan olahraga beberapa hari ini terlalu santai!.
Bugk
pria ninja itu kembali mendapat pukulan yang sengaja tidak ia hindari walau bisa diwajahnya.
Anggap saja sebagai rasa bersalah karna sudah melukai seseorang!.
Mendengar suara dari earphone membuatnya mengangguk lemah,sebagai jawaban ia yakin yang mengingatkannya disebrang sana sedang menonton.
pria ninja itu menurunkan kecepatan pergerakannya setelah diperingatkan!.
Kedua pengawal itu sudah lelah,dengan luka ditubuh mereka, awalnya mereka tidak mau melakukan ini namun melihat pihak lawan tidak mau menyerah mereka harus melakukannya.
Mereka juga harus cepat kembali untuk memastikan keadaan dua nona yang mereka kawal.
Para pengawal mengeluarkan pistol dan menodongkan kearah pria ninja.
Pria ninja tersebut mengangkat sebelah halisnya,lalu bertanya layaknya orang bodoh"apa yang harus aku lakukan?"
"Menyerah jika kau ingin selamat"jawab salah satu pengawal.
"Cih,bukan itu pertayaan yang aku magsud,saat seseorang ditodong seperti itu"ujar pengawal itu sebari menunjuk kearah pria yang menjawab pertanyaannya tadi"apa yang harus dilakukan orang yang ditodong?"tanyannya yang tidak pernah merasakan ditawan.
"Menyerah"jawab dingin pengawal dengan masih menodongkan senjata.
"Bukannya kalian curang?,aku tidak memakai senjata,bagaimana kalo kalian pinjamkan pistol kalian satu biar imbang?,hei dari tadi kita bertarung tidak imbang,dua lawan satu dan sekarang tidak bersenjata melawan yang bersenjata"grutunya menunjukan kekesalannya.
Para pengawal yang dihadapkan dengan menurut mereka ninja aneh
Yang cerewet menjadi kesal.
"Menyerah dan ikut kami!" tekan pengawal.
"Bagaimana jika aku tidak mau?,tuan ku memintaku mengajak ngobrol kalian bukan untuk mengikuti kalian"ujarnya jujur.
Para pengawal saling tatapan sampai beradu tatap"siapa tuannya yang bodoh itu,meminta mereka mengobrol,memangnya dipikir saat seperti ini waktunya bergosip,walaupun ia mereka memilih berlatih dari pada bicara tidak jelas"
Melihat dua pengawal itu lengah membuat pria ninja tersebut merogoh saku dan mengepalkan tangan.
Tanpa ba bi bu lebih lanjut pria ninja melemparkan serbuk putih yang ia sembunyikan dikepalan tangan,kemata kedua pengawal setelah itu ia pergi dengan melompati beberapa rumah dan menghilang.
Bukannya pengecut,namun karna perintah ia harus melakukannya.
Tuannya sudah meminta untuk kembali!.
Jika ini pertarungan sesungguhnya ia akan memilih mati dari pada melarikan diri seperti pengecut.
__ADS_1