MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
Saya tidak sedang berlari


__ADS_3

Xia kecil yang ditanya semakin menunduk apa yang ditakutkan afra benar-benar terjadi.


"Hiks-hiks"afra gelagapan mendengar isakan gadis kecil di sampingnya,ia langsung memeluk tubuh Xia kecil sebari mengusap-usap punggung sang gadis kecil.


"Sudah ya jangan nangis lagi,disini ada kakak,nanti kita pulang"ujar Afra mencoba menenangkan dirinya beropini gadis kecil yang ia tolong bisa jadi korban penculikan yang berhasil kabur dan berakhir dihutan persis seperti dirinya.


Bahkan gadis kecil ini memiliki luka cekikan dan bekas kuku di lehernya serta di dahinya yang pendarahannya baru saja berhenti.


Afra hanya mengusap punggung Xia kecil sebari memeluknya beberapa menit berganti hingga tangan Afra pegal,Afra melonggarkan pelukannya dan melihat wajah sang gadis kecil yang ia tolong ternyata tengah memejamkan mata dengan nafas teratur walau sesekali terdengar isakan.


"Tidur"gumannya "semoga kita segera keluar dari sini" Afra mengusap pucuk rambut Xia dengan kasih sayang lalu mengecupnya,beberapa jam bertemu sudah membuatnya sayang pada gadis didepannya,keinginannya sekarang hanya keluar dari hutan ini dan mengantar pulang gadis kecil yang ingin ia angkat menjadi adiknya.


Afra merebahkan tubuh Xia kecil sangat pelan seolah dirinya porselen yang mudah pecah,setelah itu kembali mencoba menyalakan api dengan batu sebari sesekali mengusir nyamuk yang hinggap ditubuh Xia kecil.


Akhirnya usaha remaja itu berhasil,percikan api terlihat membuat binar dimata afra terlihat,percikan berubah menjadi api yang afra harapkan sejak tadi.


"Huh"Afra menghembuskan nafas lega setelah melihat api didepannya,Afra mendekatkan kedua telapak tangannya kedekat api setelah itu menempelkan kedua tangannya itu kepipi Xia kecil yang masih terlihat merah mencoba memberi kehangatan.


"Semoga demam mu tidak parah Lara"ujarnya sempat melupakan demam Xia kecil jika tidak menyentuh pipi gadis itu.


Udara malam semakin dingin setiap detiknya,Afra tidak memedulikan kondisi tubuhnya dirinya hanya peduli dengan tubuh Xia kecil demamnya semakin para bahkan gadis kecil itu terus mengigau kata'sakit' 'tolong' 'ibu' dan 'ayah'.


Afra tidak tahu harus melakukan apa,jika pergi mencari air dirinya harus meninggalkan Xia kecil,itu bahkan lebih berbahaya dihutan seperti ini yang bisa saja hewan buas disekitar mereka.


Grk


Baru saja Afra berpikiran hewan buas dirinya kini mendengar suara langkah,entah langkah manusia atau hewan,dirinya menegakan diri waspada sebari melihat sekitar,jika manusia itu tidak mungkin karna waktu sudah sangat malam,manusia mana yang akan pergi kehutan ditengah malam selain pemburu.


Afra menegakkan tubuhnya waspada,suara langkah terus terdengar mendekat,Afra mengambil berbagai daun disekitarnya lalu menutupi tubuh Xia kecil dengan itu,setidaknya bisa menyelamatkan gadis kecil itu jika yang datang orang-orang yang mengejarnya ataupun hewan buas.


Setelah tubuh Xia kecil tertutup rapi oleh daun,afra remaja mengambil kayu berukuran sedang untuk ia jadikan senjata,suara langkah semakin mendekat dan Afra semakin waspada menatap sekitar.


"Roaur"


Deg


seekor Harimau meloncat dari arah semak belukar di hadapan Afra remaja,perasaannya kini terasa Dejavu,masih memegang kayu dengan kuat ditangannya.


Harimau tersebut memindai Afra bersamaan dengan air liurnya yang menetes dari mulut harimau,afra mengayunkan kayunya mengusir harimau sebari sesekali melihat kearah tumpukan daun dimana Xia berada.


Tanpa sadar Perbuatan Afra ternyata membuat dirinya sendiri dalam masalah,harimau itu merasa ditantang oleh mangsa didepannya,harimau itu menyerang afra bersamaan dengan afra yang menghindar.


Pertarungan antara harimau dan sang mangsa yang tak lain adalah Afra pun terjadi begitu sengit,dipikiran afra sekarang hanya menjauhkan harimau itu dari gadis kecil yang ia selamatkan bodoamat dengan dirinya.


Tubuh Afra sudah dipenuhi goresan kuku harimau dari lengan,kaki,dada,sekuat tenaga Afra masih berjuang bukan untuk menyelamatkan diri namun untuk menyelamatkan gadis kecil itu,afra memukul kepala sang harimau dengan kencang membuat si harimau oleng,kesempatan itu tidak disia-siakan afra,dirinya langsung berlari namun dengan memancing harimau itu agar mengejarnya.


Afra berlari tak tentu arah dikejar harimau seperti rencananya.


Sedangkan disisi Xia kecil,gadis itu terbangun kala kepalanya terasa begitu sakit.

__ADS_1


"Ahkk"ringisnya langsung duduk dan menjambak rambutnya.


Sebagian tubuhnya masih tertutup dedaunan"sakit,,kakak afra sakit"keluhnya.


Xia kecil menatap sekitar,kosong hanya ada dirinya membuat rasa takut dalam dirinya kembali "kakak" teriak Xia kecil"kakak Afra"panggilnya masih teriak.


Xia kecil berdiri menahan sakit dikepalanya dan terus memanggil remaja yang menolongnya tadi,entah itu manusia atau hantu yang berbaik hati,Xia tidak tau yang dia rasakan sekarang hanya takut dan kesakitan.


"Kakak afra,,tolong,,kakak dimana hiks"teriak Xia menatap sekitar sebari menangis.


'Jangan tinggalin Lara,Lara takut,,,kakak,,semua orang jahat Lara ditinggal sendiri,,,kakak takut,,,ayah"teriak Xia sebari menangis.


"Ayahhh lara takut,,,ayah Lara mau pulang,,,ayah"Xia kecil terus menangis sebari menjambak rambutnya frustasi "sakit"


Kepalanya terus terasa sakit,terus bertambah sakit bersamaan dengan bayangan yang terus berputar disana bersautan dengan suara yang entah siapa.


Auuuuuuum.


Xia kecil semakin takut mendengar lolongan serigala yang bersautan entah dari mana,dirinya tau bahwa serigala pemakan daging dan bisa saja dirinya dijadikan mangsa oleh mereka,tubuh Xia kecil bergetar takut dan terus menangis,Xia kecil mundur beberapa langkah sampai dirinya terjatuh mengenai tumpukan arang dari kayu yang dibakar tadi,gadis kecil itu mundur beberapa langkah dengan meringsud dan memeluk tubuhnya dengan kepala disembunyikan diantara lipatan tangan.


"Takut,,ayah,,,hiks hiks"Xia kecil terus menangis.


Aummm


Suara lolongan serigala semakin terdengar jelas membuat Xia semakin gemetar dan menangis dirinya hanya bisa menutupi telinga berharap tidak mendengarnya lagi,sayangnya itu tidak terkabul,serigala ralat kawanan serigala bahkan sudah berdiri didepannya sedang memindai dirinya.


Salah satu serigala mendekat kearah Xia kecil memindai nya sebentar lalu menjilat gadis itu,membuat Xia kecil langsung mendongkak,dirinya tersentak kaki dengan air mata yang terus bercucuran seperti air terjun.


Xia menggelengkan kepala takut sebari meringsud mundur menjauh dari serigala,namun satu langkah mundur dibalas satu langkah maju dari para serigala,tubuh Xia kecil gemetar masih mencoba menjauh walau hewan buas didepannya terus mendekat.


Sekita lima serigala berbari didepannya,dengan tubuh besar gigi tajam dan berbulu lembut,sayangnya bulu lembut serigala tidak bisa dimanfaatkan disaat seperti ini.


Dalam pikiran Xia kecil,dirinya hanya ingin pulang,masih menangis dan bergetar hebat Xia kecil mencoba berdiri walau beberapa kali terduduk kembali,saat dirinya berhasil menegakan tubuh,Xia kecil berlari menjauhi kawanan serigala walau tidak ada hasilnya,langkah para serigala lebih unggul dari pada langkah dirinya.


Singkat cerita entah dari mana seekor singa mendekat kearah dirinya dan kawanan serigala,para kawanan membuat barisan hingga menutupi tubuh Xia kecil dari pandangan singa tadi.


Entah karna tidak ingin berbagi mangsa atau hal lain,yang jelas Xia kecil semakin dibuat takut apalagi disaat para kawanan serigala bertarung dengan singa yang baru datang tadi.


Sedikit tenaga yang Xia kecil miliki sekarang tidak ia sia-siakan,dirinya kembali berlari berharap para hewan buas itu tidak mengejarnya atau hewan buas lainnya menemukan dirinya,Xia kecil berlari sambil meraung menangis tanpa sadar dirinya melangkahkan kaki ditepi jurang dan.


Byurrr


Dirinya terjatuh kebawah jurang dari jurang yang bawahnya adalah sungai dengan aliran deras,Xia kecil tenggelam dengan semua ketakutan dan rasa sakit yang sedang ia rasakan.


Nyawa Afra juga berada di ujung tanduk,remaja itu tersudut antara harimau dan jurang yang dibawahnya sungai dengan aliran deras,jika terjatuh makan harimau itu akan kelaparan dan mencari mangsa lain dan bisa jadi mangsanya adalah gadis kecil yang sedang ia coba pertahankan hidupnya,afra memilih mendekat kearah sang harimau setidaknya bisa mengenyangkan harimau itu saat ini dan tidak mencari mangsa lagi.


Sebelum itu terjadi takdir sudah memilih jalan lain untunya,seperti yang terjadi pada Xia kecil,Afra remaja tergelincir dan jatuh kebawah aliran sungai yang dalam dan deras,satu sungai menenggelamkan dua orang sekaligus dalam waktu bersamaan.


Byurrr"

__ADS_1


"Semoga kau selamat Lara "guman afra remaja didalam hatinya saat tubuhnya terus terbawa alur sungai dan pandangannya menghitam.


Flash on...


"Maaf gagal membawamu kembali kepada ayah dan kakak mu" ujar Afra menyesal setelah menceritakan semua yang terjadi dua belas tahun lalu dihutan.


"Diam!"ujar Xia dingin.


Afra tersentak entah dirinya bingung harus bagaimana,apa dirinya harus benar-benar mengikuti alur takdir atau dirinya akan memperjuangkan takdir itu sendiri.


Semua terlalu rumit dengan kisah masa lalu yang menjadi alasan.


Xia menghela nafas panjang sebelum kembali bersuara," Bukan anda yang harus meminta maaf,tapi saya,maaf sudah membuat anda celaka dua belas tahun lalu,maaf sudah merepotkan anda saat itu,maaf sudah membuat kenangan buruk dimasa itu,maaf"Afra menggelengkan kepalanya tidak setuju namun masih tidak bersuara,jelas gelengan kepala afra tidak bisa Xia lihat karna dirinya membelakangi pria itu.


"Juga terimakasi,terimakasih sudah menolong saya,terimakasih sudah melindungi saya,,,, "ucapan Xia disela suara barton Afra


"Diam!,semua tidak seharusnya kamu katakan,,,aku gagal membawamu kembali bertemu ayah dan kakakmu,,aku gagal kamu tidak seharusnya mengatakan semua itu,seharusnya aku yang mengatakannya,,,maaf-maaf aku gagal menepati janjiku,,,maaf" tanpa disangka air mata lolos keluar dari matanya.


Xia berbalik dan menatap Afra yang tengah menunduk,tubuh Xia lebih tinggi karna afra duduk di kursi roda,Xia maju satu langkah didepan pria itu.


Afra menangis dalam penyesalannya yang gagal membawa Xia kecil bertemu sang ayah dan kakaknya,hingga ukuran tangan terlihat didepannya,Afra terpaksa mendongkak melihat pemilik tangan.


"Xlara zadrianka namaku tanpa marga"ujar Xia sebari tersenyum,senyuman yang berhasil membuat Afra tertegun,keterkejutan beberapa kali terjadi hari ini,dari Xia yang mengatakan maaf,kata sakral yang mungkin baru pertama kali Xia katakan,juga senyuman tulus yang baru saja terbit dari gadis itu.


Entah ini anugrah atau apa,namun hari ini akan menjadi awal baru bagi hubungan mereka.


"Sambut ukuran tanganku! "Ujar Xia kembali berwajah datar lagi-lagi membuat Afra tersentak namun berhasil menariknya dari lamunan.


"Maringgai azonafra amlias senang berkenalan dengan nyonya amlias" ujar Afra membuat Xia mendengus dan menarik tangannya yang sudah disambut Afra.


Afra terkekeh melihat wajah kesal Xia, "Kita tidak lagi memiliki urusan,,,, Mmm sejak dulu memang tidak memiliki urusan,,, jadi tidak usah membuat urusan dengan ku,urus saja dunia masing-masing" ujar Xia kembali datar.


Afra menghela nafas kasar,"Apa aku boleh mengejarmu?"


"Saya tidak sedang berlari"jawab Xia membuat Afra mendengus.


"Bukan begitu,mengejar dalam artian seorang yang berjuang mendapat cinta orang yang dia cintai"jelas Afra.


Xia bukannya tidak mengerti hanya saja dirinya malas membahas hal dewasa seperti itu,Xia tidak menjawab gadis itu memilih meregangkan otot tangannya sebari menguap,terlihat gemas dimata afra.


Xia sendiri tidak memperdulikan pria didepannya,Xia berjalan menuju ranjang dan merebahkan diri disana "Jangan ganggu!" ujar Xia sebari menutupi diri dengan selimut sebatas dada.


Afra mendekati sisi ranjang dimana Xia berbaring dengan kursi roda yang di setelan otomatis,afra merapikan helayan rambut yang menutupi wajah Xia,"Jika kamu diam aku anggap sebagai jawaban iya atas pernyataan ku tadi"


Hening Xia sudah memejamkan mata dengan nafas teratur membuta afra terkekeh"iya"guman afra sebari tersenyum dan memandang wajah cantik,semakin lama dirinya dihampiri rasa kantuk,yang hanya ia dapatkan didekat gadis itu,afra ikut terlelap menjemput mimpi yang akan datang ditidurnya.


Keduanya terbangun sekitar jam sepuluh malam dan melangsungkan makan malam sekaligus sarapan dan makan siang yang mereka lewatkan,mereka sepakat berjalan-jalan sebentar disekitar villa dan kembali tengah malam.


Merek juga sepakat tidak memanggil satu sama lain secara formal seperti tanpa nona atau Tuan.

__ADS_1


__ADS_2