MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
Penculikan?


__ADS_3

Yura kembali mengubah raut wajahnya seperti semula,biasa saja,sebari mengusap leher bagian belakang,"Tidak ada" jawabnya.


Semakin membuat kedua pria yang sejak beberapa hari ini menjadikan dirinya tawanan di Mansion mewah ini curiga.


"Ada sesuatu yang disembunyikan,sepertinya penyerangan hari ini berhubungan dengan nona Yura"monolog Azkara didalam hati sama persis dengan afra,pria itu juga sedang memikirkan sesuatu hingga suara gelindingan terdengar.


Semua atensi mengarah kearah pintu yang tiba-tiba terdengar suara gelindingan benda,dan munculah benda bulat berwarna biru sebesar bisbol.


Sekitar lima Benda bulat berwarna biru tersebut memasuki ruangan yang sudah dipenuhi mayat dan beberapa orang yang masih hidup,benda bulat tersebut menggelinding abstrak melewati setiap yang menghalangi jalannya,semua atensi masih menatap benda bulat berwarna biru tersebut.


Kelimanya berhenti ditempat berbeda-beda,salah satunya berhenti tepat dihadapan antara Afra dan pria ninja yang masih bersimpuh,jika ditebak benda tersebut digerakan memakai pengendali terlihat dari gelindingan yang bisa menghindari sesuatu yang menghalangi jalannya,dan mencari jalan lain.


Bersamaan dengan benda itu berhenti,setiap bagian benda bulat berwarna biru tersebut menganga dengan suara 'klik'mengiringi setiap pergerakan benda tersebut,dalam hitungan detik,benda bulat berwarna biru tadi mengeluarkan asap dengan suara rembesan 'besss' mengiringi asap yang keluar dengan pekat.


"Uhuk-uhuk"


"Uhuk-uhuk"


Semua sudah terbatuk dengan asap yang terus keluar dari benda bulat berukuran bola bisbol tersebut,kapasitas asap melebihi ukuran bentuk benda yang mengeluarkannya,ruangan menghitam dengan asap yang terus keluar.


Dalam hitungan detik juga ruangan tersebut berubah gelap diselimuti asap,mengesakan paru-paru dan.


Bruk.


Lima detik setelah asap yang dibawa bola berukuran bisbol tersebut dihirup,membuat siapapun itu tidak sadarkan diri seperti sekarang.


Semua orang tidak sadarkan diri diruangan yang sempat terjadi peperangan kecil terjadi,begitu pula Afra yang melemas dikursi rodanya.


Sayup-sayup pria itu mendengar langkah kaki mendekat kearahnya,kondisinya lemah untuk menggerakan satu jaripun sulit dengan pandangan yang mengabur,sebelum benar-benar kehilangan kesadaran afra mendengar suara seseorang.


"Bawa mereka!"suara barton itulah yang Afra dengar terakhir kali sebelum pingsan.


Segerombolan pria masuk kedalam Mansion Afra,tidak sebanyak tadi,hanya belasan orang saja,namun dalam kondisi seperti ini belasan orang ini bahkan bisa memenangkan peperangan tanpa bertarung.


Pria-pria itu memakai topeng yang dirancang khusus,topeng bergambar dua pedang saling menyilang dengan rancangan khusus untuk bernapas di suasana yang mereka buat ini,suasana menyesakan paru-paru.


Setelah membawa apa yang mereka incar,orang-orang itu segera pergi,namun dengan menyelesaikan suasana yang mereka buat,salah satu dari pria-pria yang memakai topeng melempar dua benda persegi empat seukuran bola bisbol,setelah menyentuh lantai benda persegi empat tersebut mengeluarkan antena dari arah tengah benda persegi empat tersebut,tidak sampai disana,benda kotak itu juga mengeluarkan selang kecil diatas ujung antena,beberapa detik selanjutnya terdengar suara debusan,dibarengi asap yang masuk kedalam selang tadi, tersedot begitu cepat hingga secara perlahan secerca cahaya terlihat,semakin membuat ruangan terealisasikan.

__ADS_1


Setelah sekitar satu jam tidak sadarkan diri,semua yang sempat menjadi korban asap yang datang melalui benda bulat berwarna biru seukuran bola bisbos,kini tengah berkumpul kembali di satu ruangan.


Afra tengah memutar-mutar benda bulat yang menjadikan dirinya kehilangan banyak hal,bukan harta!,lebih penting dari itu.


Satu-satunya jalan keluar dari masalahnya sudah menghilang.


"Tuan saya menemukan lokasi nona Yura saat ini"ujar Azkara memberikan informasi yang sejak tadi mereka cari.


Melihat respon tuannya Azkara melanjutkan perkataannya,"Nona dibawa pria itu"


"Siapa?"


"Pria itu bernama zeon anak angkat pemimpin kelompok eagles saat ini,pria itu sudah diasah untuk memimpin kelompok eagles dimasa depan,pria itu yang menyerang kita tuan,,,,jika yang dikatakan nona Yura adalah kejujuran kemungkinan besar sasaran mereka bukan kita tuan,melainkan nona"


Afra menghela nafas kasar terlalu banyak teka-teki yang semakin lama terbuka bukannya membuat teka-teki tersebut terpecahkan malah semakin bercabang seolah tanpa jalan keluar.


"bukan!,jika dikatakan dia benar,mereka akan turun tangan langsung,mereka memiliki tim khusus pembasmi penghianat"ujar Afra


"Mereka menuju markas utama?"tanya Afra,bagaimanapun dirinya sedikit tahu tentang gengster bernama eagles yang ditakuti dinegara ini,dari rumor gangster tersebut memiliki koneksi dari dunia mafia dari klan,klan yang menduduki nomor penting dalam dunia bawah,namun hanya sebatas rumor berita tersebut belum terbukti selama empat tahun ini.


"Iya tuan"jawab Azkara.


Terlambat sedikit saja bisa membuatnya kehilangan jalan menuju roma,ups maksudnya jalan menuju gadisnya yang keberadaannya tidak bisa dilacak sampai saat ini.


Bisa dikatakan Afra masih beruntung bisa mengetahui keberadaan Yura saat ini,utamanya beruntung tepat waktu memasang pelacak pada gadis itu secara diam-diam hingga tidak akan kehilangan jejak,kecuali Yura mengetahuinya dan melepas benda tersebut.


Afra memerintahkan Azkara untuk memasangan cips berukuran sangat-sangat kecil diaksasoris milik Yura,benda yang tidak pernah lepas dari tubuhnya,benda yang kemungkinan selalu ia bawa,untuk berjaga-jaga gadis itu melarikan diri dan membuat dirinya kehilangan jejak tentang gadisnya.


Setelah persiapan selesai,mereka tidak berlama-lama lagi,akhirnya melakukan penerbangan menuju bali menyusul gadis yang entah diculik atau melarikan diri.


Yang jelas saat mereka tersadar,Afra dan anak buahnya tersadar disana hanya ada sebagian orang dari pihak musuh,sebagian lagi menghilang begitu juga dengan yura,kecuali mereka yang sudah mati dan beberapa yang terluka parah hanya tinggal menghitung detik untuk menunggu ajal tercabut dari raga,segitu parahnya dan masih belum sadarkan diri,entahlah mungkin mereka benar-benar sudah mati!.


Jika gadis itu melarikan diri,itu artinya penyerangan dan asap ini ulah dari gadis itu,namun kenapa Afra  sebelum pingsan mendengar sayup-sayup seseorang memerintah,atau ada sesuatu dibalik penyerangan tadi,sesuatu yang harus diselesaikan jika tidak ingin menjadi masalah besar dikemudian hari.


.


.

__ADS_1


.


Satu hari terlewatkan dengan penuh drama, 'pemikat cinta,'Than','penyerangan singkat', 'eagles',semua saling bertubrukan tanpa menunggu giliran untuk terselesaikan,semua menjadi satu diwaktu yang sama.


"Kapan kita menemui mereka?"tanya seorang gadis yang sudah merebahkan tubuhnya diranjang berukuran kingsize.


"Malam"jawab lawan bicaranya.


"Baguslah,aku ingin istirahat lebih dulu,bangunkan aku jika sudah waktunya"


"Hmm"


Ans memejamkan matanya tubuhnya butuh istirahat setelah melakukan perjalanan jauh,kini dirinya berada disalah satu hotel di kota bali,kota yang selalu menjadi tujuan para turis dinegara indonesia.


Orang yang menjadi lawan bicaranya adalah Xia,gadis itu tengah duduk disofa balkon kamar vila yang memandangkan betapa indahnya hamparam laut dibawah sana.


Tidak sedang menikmati suasana,itulah suasana Xia saat ini,gadis itu terduduk disofa,Satu-satunya sofa yang berada di balkon tanpa meja,tangan gadis itu tengah meremas benda putih yang sudah bercampur tinta hitam.


Terpampang jelas secarik kertas tengah ditatap Xia datar,kertas putih yang sudah dipenuhi coretan tinta hitam dengan bagian tertulis,DNA,dan sembilan puluh sembilan koma sembilan persen cocok,yang mengartikan catatan dari coretan tinta dikertas yang dipegang Xia,mengesahkan hubungan darah seseorang.


Xia menghela nafas berat lalu memegang ujung kertas menggunakan kedua tangannya dan merobeknya menjadi beberapa bagian sampai berkeping-keping,"Dasar hati" cuman gadis kecil tersebut.


Xia bangkit dari duduknya sebari melangkah memasuki kamar vila,diatas ranjang sudah ada ans yang sudah memejamkan mata dengan nafas teratur.


"Semua berhubungan dengan hati,menjengkelkan"guman Xia di sela-sela langkahnya.


Setelah beberapa jam di villa Xia dan rombongan bergegas menuju tempat yang sejak awal tujuan dari kedatangannya.


Mobil Lexus Ls kali ini dikendarai gadis cantik yang paling banyak bicara diantara keduanya.


Pormasi dengan Ansya mengendarai mobil,Anna disampaikannya dan Xia dikursi belakang seorang diri,pengawal yang mengikuti mereka menggunakan kendaraan lain agar tidak terlalu mencolok kali ini.


Hampir satu jam diperjalanan dari jam 9malam kini sudah jam 10 malam,udara semakin dingin ditambah tatapan datar dari ketiganya yang hanya keheningan menyelimuti mobil.


Ansya yang lebih suka dipanggil Ans sudah mengomel sendiri jujur saja dirinya lebih suka saat ada yura,mereka bisa membicarakan banyak hal,lain halnya jika hanya bersama dua wanita kutub minim ekpresi.


"Aku bersyukur Yura terlahir didunia ini"syukur ans terserah jika terdengar lebay namun gadis itu benar-benar menyukuri kelahiran gadis berbeda satu tahun dengannya itu,gadis yang selalu menjadi teman dalam segala hal termasuk bertengkar.

__ADS_1


Mobil yang dikendarai ans berhenti didepan pagar yang tertutup rapat yang di jaga sekitar empat orang berbadan kekar jangan lupakan wajah garang mereka.


Tin-tin


__ADS_2