MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
Menculik dari penculik


__ADS_3

"Ck menyebalkan"decak kesal Rain terdengar dirinya bangkit sebari memajukan bibirnya kesal,"aku pamit kak"


"Hmm"


Rain pergi dari ruangan kerja sang kakak sepupu dengan keadaan kesal,marah,campur aduk,dirinya berjalan dengan lemas sebari menghentakan kakinya beberapa kali.


"Antar aku kesana!"pinta Rain terhadapa asistennya.


"Baik tuan"


Mereka pergi menggunakan mobil,didalam mobil rain terus mengutak atik ponselnya berharap ada balasan dari orang yang ia tunggu-tunggu,namun soalnya tidak ada hanya bisa membuat Rain menghela nafas.


Emre yang melihat kegelisahan diwajah tuannya membuat ia tidak bisa diam saja,"Apa ada yang mengganggu pikiran anda tuan?"


Rain menghela nafas kasar,"iya kak,,para gadis itu membuatku seperti ini"jawab Rain lemas.


Emre terkekeh ia lupa hanya para gadis itulah yang bisa mengubah mood para pria diklan ini dengan ulah ajaib mereka.


"Mereka selalu menyebalkan"


"Maaf tuan apa saya boleh bertanya?"ijin Emre.


"Hmm"


"Apa anda sudah memberitahu kerja sama anda dan nona Xia kepada mereka? "


"Tidak,,ini hanya diantara aku dan Xia"jawab Rain,"Kenapa kakak bertanya?"


"Maaf tuan,saya berasumsi apa yang dilakukan nona Yura dan nona Ansya mungkin bersangkutan dengan kerjasama yang anda jalin dengan nona Xia"jawab Emre sopan.


Rain langsung menegakkan tubuhnya paham dengan perkataan Emre barusan,"Kau benar kak!,mereka pasti sedang mengorek infromasi tentang kerja sama ku dan Xia,,ck kenapa harus menggunakan cara ini?,,,dari mana foto-foto itu?,,editan,,ahh bedeb*h mereka mengerjai ku"kesal Rain merutuki dirinya sendiri membuat Emre hanya menggelengkan kepalanya.


"Awas saja akan aku balas mereka!"guman Rain kesal, hatinya kini terasa tenang seharusnya tadi ia bercerita pada Emre,walau belum tau masalahnya tapi Emre berhasil menyelesaikan nya.


Walau cintanya tak terbalas Rain akan terus berjuang sampai titik penghabisan itulah tekad Rain setelah menyadari perasaan terhadap gadis yang baru ia temui empat tahun itu.


Mobil yang ia tumpangi berhenti di rumah minimalis dengan penjagaan ketat tanpa diketahui siapapun agar tidak dicurigai.


Rain dan Emre berjalan beriringan memasuki rumah,di ruang tamu rumah ini seorang pria usia dua puluh delapan tahun tengah menunggu kedatangannya.


"Anda sudah memutuskan?,,saya harap jawabannya iya!,jika tidak ingin melihat tubuh adikmu menjadi bangkai"ujar Rain langsung duduk disofa singgel.


Pria itu menatap Rain dengan benci,setelah dirinya sadar ia sudah berada didalam rumah ini seorang diri,ada perekam suara dimeja beserta sebuah map,suara terdengar dari perekam suara dengan nada tegas berisi ancaman,entahlah itu ancaman atau bantuan dirinya diberi waktu dua puluh empat jam untuk memutuskan.


"Anda yang membeli saya?"tanya pria itu,bertanya ia masih sadar saat berada di pelelangan dan tengah ditawar,namun dipertengahan penawaran tiba-tiba ruangan pelelangan dipenuhi asap dan semua orang hilang kesadaran tanpa bisa menyelamatkan diri.


"Lebih tepatnya menculik dari penculik"jawab Rain membuat pria itu terdiam tidak mengerti,melihat raut wajah tidak mengerti pria itu rain menghela nafas,"Anggap saja seperti yang anda pikirkan Jay Brigata"


Pria yang dipanggil jay brigata tersentak,"Ba-bagaimana anda mengetahui nama saya?"tanyanya terbata.


"Ck hanya nama,aku bahkan tau dimana adikmu,,cepat putuskan! "Ujar Rain.


"Saya akan putuskan setelah bertemu adik saya" ujar Jay Brigata membuat Rain terkekeh.


"Tidak ada penawaran!,,jawab iya atau tidak sudah cukup,,,aku sudah mengatakan semuanya di rekaman itu cepat putuskan!"


"Bagaimana saya bisa percaya?,Anda hanya memberi saya foto bisa saja itu hanya editan?"ujar Jay mengatakan bahwa foto tentang adiknya yang ditunjukkan rain itu palsu lagi-lagi Rain terkekeh.


"Percaya atau tidak itu urusanmu tidak merugikan ku!,lima menit cepat putuskan "ujar Rain


Jay Brigita terdiam memikirkan ajakan kerjasama dari pria yang entah siapa didepannya dari usia ia yakin pria itu usianya lebih muda.


Jay terdiam dirinya bimbang haruskan ia menyetujui semua itu toh kesepakatannya tidak merugikan,dirinya hanya diminta mengelola perusahaan yang akan dibangun pria didepannya itu dan harus setia bekerja dengannya,,dan dia mendapatkan kebebasannya kembali bahkan bisa bertemu adiknya karna pria didepannya mengetahui dimana adiknya yang telah diculik tiga bulan lalu sebelum dirinya juga ikut diculik dan dijual,sampai sekarang ia tidak tau bagaimana keadaan sang adik tapi setidaknya adiknya itu masih hidup.


Jay menghela nafas tidak ada kesempatan kedua untuk keputusan yang ia ambil hari ini ia hanya berdoa semoga apa yang ia ambil adalah keputusan yang terbaik.


"Saya akan bekerja dengan Anda tuan" jawab Jay setelah terdiam beberapa menit membuat rain tersenyum.

__ADS_1


Jika menolak maka dirinyalah yang akan rugi,belum tentu ia bisa bertemu adiknya bahkan belum tentu bisa hidup setelah menolak,ia semakin yakin orang yang membawanya pergi dari pelelangan adalah pria berkuasa.


"Good,,pilihan bagus,,Rain,namaku"rain menyodorkan tangannya dan sambut ukuran tangan Jay.


"Jay Brigata tuan Rain"


"Anda akan dilatih sebelum mengelola perusahaan"


"Apa Anda tidak percaya dengan kemampuan saya tuan?"tanya Jay merasa direndahkan.


"Iya!,,untuk bertahan hidup!"jawab Rain membuat kekesalan Jay yang merasa direndahkan tersadar,benar apa kata rain dirinya lemah dalam bertahan hidup hingga bisa dijual di pelelangan, dulu ia termasuk pengusaha hebat disuatu negara namun bukan di negara ini,dirinya berada di titik terendah seperti sekarang karna ulah penghianat, sosok yang ia percaya ternyata tidak lain hanya bayangan medusa.


"Kak siapkan sumpah setia untuknya!"ujar Rain sebari melirik sekilah kearah ponselnya.


"Baik tuan"


.


.


.


Sedangkan disisi para gadis pembuat onar di negara Indonesia,mereka sudah kembali dari bali ke ibu kota tanpa gadis bernama Ansya, saat pagi tiba gadis itu sudah menghilang saat ditelusuri ternyata dia sudah kembali ke negaranya.


Afra merasa lega setidaknya gadis yang ia klam miliknya tidak ikut menghilang ia harus semakin menjaga gadis itu agar tidak bisa hilang darinya.


Hari ini Seluruh chanel berita entah dari televisi, ponsel atau koran semua sedang digemparkan dengan kebakaran di'saul ingrup' salah satu perusahaan besar dinegara itu.


Gedung masih utuh namun sebagian sudah berubah warna menjadi hitam,walau tidak terbakar seluruhnya tapi kerugian sangat besar diterima perusahaan itu,garis polisi terbentang disana beberapa anggota polisi juga masih disana guna menyelidiki masalah pembakaran perusahaan tersebut,mereka belum menemukan titik terang siapa kelompok yang sudah membakarnya,para kelompok itu berhasil pergi setelah bangunan terbakar hebat.


Jika tidak ada saksi mata para polisi akan menyatakan penyebab kebakaran ini dikarnakan kosleting listrik sebab orang-orang yang membakar menghilang tanpa jejak hanya saja para saksi tidak kehilangan ingatan,jika iya maka polisi benar-benar akan menyatakan kebakaran disebabkan kosleting listrik.


Dion Saul sebagai pemilik perusahaan  sudah mengamuk saat mendengar berita tentang perusahaannya,pria itu tidak bisa menyembunyikan kemarahannya,bahkan pria itu mengancam saat diwawancara para awak media akan membalas perbuatan mereka yang sudah berani mengusiknya lebih buruk,bahkan pria itu membuat saimbara 'siapa yang berhasil membawa atau memberitahu siapa komplotan orang yang sudah membuatnya kehilangan perusahaan akan diberi hadiah' dan hadiahnya tentu membuat semua orang tergiur hingga berlomba-lomba mencari tau.


Semua tentang kebakaran, ancaman dan saimbara membuat dunia maya heboh,sebagaian menanggapi berita itu dengan serius namun ada juga menjadikan menjadi lelucon yang bisa mengocok perut oleh para netizen.


"Sial!, mereka bermain-main ternyata!"kilatan amarah berkilat di sepasang bola mata milik dion Saul.


"Berengsek!,mereka akan aku balas!"


"Maafkan kami tuan,kami belum menemukan siapa pelakunya "ujar sesal sang asisten.


Dion Saul mencoba mengontrol emosinya agar tidak meledak,"Siapkan pengawal yang ada di negara ini!,,aku akan menyerang mereka! "


"Baik tuan"jawab sang asisten,dipikirannya ada pertanyaan yang ingin ia tanyakan namun ia memendamnya agar tidak membuat emosi sang tuan meledak.


"Aku akan membuat mereka meminta kematian namun tidak akan aku berikan!"guman Dion Saul dengan kilatan emosi masih terpancar dimatanya.


"Pastikan dia datang dengan wanitanya!"ujar Dion membuat sang asisten mengkerutkan dahinya bertanda ia sedang berpikir keras.


'Siapa?,,siapa yang tuan minta awasi? 'Begitulah isi pikiran sang asisten.


"Gunakan senjata yang dibeli satu bulan lalu dari mafia Kay,,sekaligus uji kualitas senjata mereka!"ujar Dion menyeringai membuat sang asisten bergidig ngeri.


Sang tuan memang bukan anggota mafia namun dia adalah pria ambisius yang selalu mendapatkan apa yang dia inginkan dengan cara apapun,dia juga pria yang selalu ingin menjadi nomor satu dimanapun ia berada, menjadi pria ambisius membuatnya menghalalkan segala cara.


Dirinya bahkan rela membunuh ayahnya demi kekuasaan yang ia nikmati sekarang tanpa rasa bersalah,Dion Saul rela membunuh siapapun yang menghalangi jalannya.


Sedangkan disisi mereka yang baru saja kembali ke ibu kota langsung beristirahat dikamar yang mereka tempati sebelumnya,Xia membicarakan tentang hal ini kemarin saat masih dibali.


Gadis kecil itu mengatakan akan menepati mansion Afra yang berada di ibu kota beberapa hari setelah itu mereka akan pergi ke tempat yang akan Xia tempati selama satu tahun kedepan.


Afra tentu saja senang ia akan mengikuti kemanapun gadis itu pergi jika bisa.


Waktu berlalu begitu cepat hingga akhirnya sinar rembulan menggantikan matahari.


Yura dan Xia berada satu ruangan dikamar yang Xia tempati,untuk Anna gadis itu tidak ikut karna harus mengurus masalah dibali dari nona nya.

__ADS_1


"Aku selalu sadar ketika Ansya tidak bersamaku"guman Yura di dengar Xia karna gadis itu duduk berdampingan.


"Kenapa?"


Yura melirik Xia lalu menghela nafas,"Tidak ada yang bisa aku ajak berdebat huaaa"teriaknya sebari memeluk perut Xia.


"Kamu bisa pulang jika ingin"ujar Xia membuat Yura yang tengah memeluknya menatap gadis itu.


"Tidak mau!,, jika aku pulang siapa yang menemanimu?,, aku ini saudari yang solidaritas,, membantu sesama saudari adalah jalan ninjaku"ujar Yura membuat Xia memutar matanya jengah.


"Jalan ninja melarikan diri magsudmu?"datar Xia.


"Ck  kamu memang yang terbaik!"ujar Yura terkekeh saat Xia selalu mengerti perkataannya yang menurut orang lain hanya perkataan tak bermutu.


Yura melepas pelukannya dan kembali duduk dengan tetap namun sebari memiringkan kepalanya untuk menatap Xia dengan lekat, "Apa yang kamu tidak bisa?,,, psikolog iya!, sniper apalagi,peracik racun Mmm magsudku dokter gila iya,petarung juga iya Mmm bisa dikatakan psikopat, apa yang kamu tidak bisa Xia?,,,kamu harus menjawabnya sudah lama pertanyaan itu tidak terjawab!" ujar Yura penasaran,bukannya iri hanya saja setiap manusia memiliki kekurangan masing-masing bukan dan Xia seolah tidak punya kekurangan apa dia bukan manusia,,Mmm ada satu kekurangan gadis itu yaitu terlalu irit bicara,apa itu bisa dikatakan kekurangan?pikir Yura melanjutkan perkataannya.


"Manusia tidak ada yang sempurna bukan?,,jika kamu manusia kamu pasti memiliki kekurangan tidak aneh jika bukan!"sambungnya sebari mengedikan bahu.


"Kenapa memangnya?"awab Xia sebari bersitatap dengan Yura, Xia sedikit terusik dengan pertanyaan Yura yang tiba-tiba membahan kekurangan.


"Bukankah kamu terlalu serakah jika bisa melakukan segalanya sendiri?,,,kami disini sebagai keluargamu tidak bisa melakukan apapun untukmu sebab kamu bisa melakukan semuanya sendiri"ujar Yura sendu sebari menundukan kepalanya.


"Kami merasa tidak berguna,,kami selalu berada disampingmu bukan hanya sebagai mendekatkan diri dan mengganti waktu yang sempat hilang,terkadang kami juga ingin menjadi pelindung untuk kamu hanya saja semua tidak akan terjadi,,,kamu bisa melakukan segalanya sendiri"sambung Yura sebari menghela nafas entah kenapa hari ini suasana hatinya tengah buruk hingga berani mengungkapkan isi hati yang selama empat tahun ini ia pendam.


Isi hati Yura seolah perwakilan dari setiap orang yang ingin melindungi Xia.


"Kami memang bangga memilikimu yang multi talenta tapi tak ayal semua itu membuat kami kecewa,,jadi bisa kamu sebutkan apa yang menjadi kekuranganmu agar kami bisa melengkapi kekuranganmu? "


Xia masih menatap Yura dalam diam sebari mendengarkan isi hati saudarinya itu,apa yang Yura katakan sudah lama ia tunggu,sebagai psikolog muda ia mengetahui setiap gerak-gerik manusia ataupun hewan,ia sudah tidak kaget ataupun kecewa dengan penuturan yang Yura ucapkan,melainkan senang dirinya senang akhirnya hari ini datang juga,hari dimana dirinya dipertanyakan,itu mengartikan apa yang ia pikirkan selama ini memang benar.


"Maaf Xia, aku terlalu banyak bicara!,,, Mmm aku ingin mengganti pertanyaan,menanyakan hal yang mungkin ini akan menjawab rasa penasaran para pembaca"Yura menghela nafas dirinya tidak ingin membuat Xia sedih dengan semua penuturannya dia ingin hubungan persaudaraan mereka terjalin erat,jika diteruskan mempertanyakan tentang memiliki kekurangan atau tidak,tak ayal membuat hubungannya dan Xia renggang.


Mendapatkan kepercayaan gadis paling muda diantara mereka itu sangatlah sulit tidak lucu jika harus hancur karna sebuah pertanyaan bodoh pikir Yura.


Yura lebih baik mengalihkan pembicaraan agar tidak kaku,"Aku yakin para readers juga penasaran,,,apa alasan kak Gama pergi tanpa dicurigai mereka magsudku kak Afra dan kak Azkara?"


"Seperti biasa,memanipulasi,saat aku mengetahui identitas asli kak Afra,aku langsung mengubah rencana,,mengembalikan kak Gama menjadi pengawal bayangan adalah bagian dari rencana baru,,sekarang pemeran utama dalam rencana kita couple A"Xia menjeda sekedar menarik nafas.


"Bersatu atau tidaknya mereka adalah pilihan mereka tugas kita hanya mendekatkan saja!,,,,keluarga "sambung Xia,membuat Yura menatapnya penuh tanya, ya dirinya memang selalu cepat tanggap dengan perkataan simpel Xia,dan ini gadis itu berbicara panjang membuat Yura harus semakin dalam untuk memahami setiap kalimat yang Xia ucapkan.


Xia menghela nafas panjang sebari memejamkan mata dan mengeladah langit-langit kamar,"Keluarga kekuatan sekaligus kelemahan ku" ujarnya membuat Yura tersentak .


Magsud dari perkataan Xia adalah jawaban dari pertanyaannya diawal bukan?.


"Jika ditanya kelemahan,tentu saja aku memilikinya,,seorang wanita bertindak menggunakan hatinya bukan otaknya,begitupun aku, kelemahanku sangatlah banyak jika terbongkar bisa membuat kita semua hancur,maka lebih baik tidak terbongkar,,dan kalian tidak gagal melindungi ku"Xia membuka matanya lalu menoleh kearah Yura yang menatapnya dengan tatapan aneh.


"Jika aku jantung untuk kalian semua,begitupun kalian bagiku,,selama kalian baik-baik saja sudah menjadi pelindung untukku,aku tidak tau bisa hidup atau tidak jika salah satu dari kalian terluka,,, kalian berhasil merubah gadis keras kepala, tidak punya hati apalagi pandangan masa depan, menjadi gadis yang berpikir luas dan banyak membayangkan kehidupan dihari esok"Xia menghela nafas lalu melanjutkan perkataannya.


"Jika perlu ada yang disalahkan,maka itulah aku"


"Tidak xia!"ujar Yura memotong perkataan Xia,"Kamu tidak salah,,,begini  tidak ada yang salah disini"ujar Yura menengahi apa yang akan ia ucapkan sebenarnya ingin menyalahkan diri sendiri yang sudah membicarakan hal kekurangan itu,,namun jika ia ucapkan begitu maka Xia bisa saja mempulangkan dirinya detik ini juga.


"Seperti yang pernah kamu katakan semua ini sudah takdir,,tidak ada yang perlu disalahkan kita jalani saja,,aku akan melakukan tugasku mendekati Coupel A seperti tujuan kamu kembali kemari"sambung Yura sebari tersenyum.


"Semua hanya permainan takdir!,kamu akan mendapatkan semuanya jika bersabar lebih lama"ujar Xia sebari merebahkan kepalanya dipaha sang saudari.


"Aku tidak paham!,, ck sudahlah kita bahas yang lain saja,,,apa alasan untuk mendekatkan Coupel A?"tanya Yura.


"Kesabaran akan menjawab pertanyaan mu!"ujar Xia membuat Yura mengkerucut,dirinya sudah diberi tau tugas yang akan mereka lakukan namun tidak diberikan alasan,membuat Yura kesal namun tetap saja ia tidak mendapat jawaban.


"Ck terserah kamu saja!,,aku sudah memesan gaun yang akan kita pakai dalam acara pertunangan Balla,,, kamu akan merasa puas dengan pilihanku!"Yura menunduk untuk menatap wajah sang adik yang berbaring di pahanya sebari memejamkan mata.


"Hmm"


Kembali ke mode tembok"guman Yura mendengus kesal,"kamu belum mengatakan alasan jelas tentang keputusanmu tentang Balla"


Xia menghela nafas panjang,"berisik"ujarnya tanpa membuka mata.

__ADS_1


__ADS_2