MAFIA 'gadis mawar'

MAFIA 'gadis mawar'
Tontonan yang menyenangkan


__ADS_3

Para teman wanita para pria yang menghampiri dan berebut untuk mengajari berkuda untuk Xia.


Para wanita berpikir gadis ini sangatlah licik,alih-alih belajar menunggang kuda dia hanya ingin merayu para pria.


Namun sebelum amarah para wanita meledak,Dafa lebih dulu bicara dengan geram.


"Kenapa kalian ini?,dia bicara padaku!,minggir" usir nya kini mendekat kearah Xia meninggalkan kekasihnya yang sudah mengepalkan tangan tidak terima.


Dirinya yang menawarkan namun ia tidak terima jika kekasihnya dirayu.


"Nona sebaiknya anda belajar dengan saya,saya seorang profesional jadi anda akan aman,jika bersama saya"sambungnya tersenyum manis kearah Xia,dengan kesombongan dirinya.


Xia hanya menatap datar,tidak ada yang pernah melihat senyum Xia sejak gadis itu datang.


Aura yang dimiliki gadis tersebut sangatlah berbeda,gadis itu sangat menyeramkan,namun mereka mengesampingkan ketakutan mereka,agar bisa mendapatkannya.


Akan menguntungkan jika mereka menjadi salah satu kekasih mereka pikir.


Xia menepuk kepala isabella, "Mungkin sebaiknya aku mencoba sendiri" ujar gadis tersebut.


Hal itu membuat Dafa kesal,namun ia masih memiliki cara lain untuk membujuk gadis cantik tersebut.


"Sulit bagi pemula untuk belajar tanpa guru,lebih baik aku ajarkan saja agar lebih aman"ujarnya menakut-nakuti menjadikan keamanan sebagai alasan.


"Kau bisa menuntun,dengan kuda anda disamping! "Jawab Xia memberi solusi masih dengan wajah datarnya membuat Yura berdecih.


"Dasar muka tembok" guman Yura.


"Baiklah"Dafa menunjukan kesombongannya,bukan ide yang buruk,membiarkan gadis cantik tersebut mencobanya.


Bagaimanapun gadis itu akan segera jatuh ke tangannya cepat atau lambat,membayangkannya saja sudah membuat Dafa senang bukan main.


Bella tidak terima,dia yang awalnya menyombongkan keahlian sang kekasih, namun ia tidak menyangka kekasihnya akan tergoda gadis kecil didepannya.


Sudah tentu dia paling tua diantara ketiga gadis yang datang bersamaan tadi.


"Sayang,jika kamu dengan dia,lalu bagaimana denganku?,kamukan sudah janji akan mengajariku berkuda!"ujarnya sebari bergelayut manja di lengan kekar sang kekasih.


Dafa menatap malas kekasihnya itu," Untuk saat ini minta yang lain mengajarimu,sekarang aku akan mengajari teman sepupumu itu!"ujarnya lembut namun penuh penekanan.


Pria itu tidak menyukai Bella namun karna nama keluarga Bella,Dafa menjadikan wanita itu kekasihnya,selama ini dia hanya memanfaatkan wanita bodoh itu agar semua keinginannya terwujud.


Dia bukanlah pria miskin,namun jika bisa didapatkan secara GRATIS kenapa tidak.


"Tapi sayang aku hanya ingin denganmu saja!"tolak Bella.


"Kita bisa melakukannya lain waktu,bukannya kamu ingin mempermalukan sepupumu itu,aku akan melakukannya untuk mu lewat temannya"bisik Dafa menjadikan alasan kebencian sang kekasih untuk sepupunya agar bisa lepas dari wanita bodoh tersebut.


Mengetahui motif dari kekasihnya membuat bella senang bukan main,ia mengangguk dengan senang,"Baiklah,aku akan belajar dengan yang lain,kamu harus bisa berhasil mempermalukan mereka,dan jangan terlalu dekat dengan mereka!"


Bella memperingati kekasihnya,dia cukup sadar diri ketiga gadis yang salah satunya sepupu dirinya itu sangat cantik,membuatnya semakin dibuat marah.


Dafa tersenyum miring melihat kebodohan kekasihnya, ia mengusap kepala bella dengan sayang.


Kembali ke Xia yang masih memfokuskan atensinya kearah kuda ras isabella tadi.

__ADS_1


Dia sangat ingin mencoba kuda tersebut,namun tanpa ijin ia tidak bisa menunggangi nya,dia juga harus waspada!.


Xia kembali mengusap isabella dengan sendu,"Aku harus pergi,sampai jumpa lain kali"


Kuda cantik itu menyadari gadis yang yang terus mengusap kepalanya akan pergi,dia berlari dengan marah dan mendesis kearah Xia.


Namun gadis berwajah cantik nandatar tersebut tidak menghiraukan nya dan pergi.


Isabella menatap kepergiannya dengan sedih sepanjang waktu,akhirnya ia menundukan kepala.


Manajer mengajak mereka memilih kuda yang sudah jinak.


Manajer juga memberikan setiap orang satu set pengaman untuk menunggang kuda,mereka juga sudah berganti pakaian.


Setelah berdiri di area pacuan kuda mereka menyadari langit kini berawan tebal,padahal tadi biasa saja.


Di cuaca seperti ini membuat kuda cemas.


Ketiga gadis yang tak lain adalah,Xia, Yura dan Balla mereka terlihat gagah berani,bahkan semua orang tidak bisa mengalihkan pandangan mereka kearah lain.


Ingin rasanya Gama mengambil bola mata mereka sebagai bayaran ketidak sopanan,tindakan mereka ini.


Banyak pria yang ingin menjadikan ketiga gadis tersebut sebagai kekasih,kini mereka berlomba-lomba.


Area pacuan kuda tengah kosong mereka bebas berkeliaran.


Yura,Bala dan Gama menunggangi kuda agak jauh dari Xia,untuk memberikan akses gadis itu memainkan peranannya.


Mereka tidak terlalu jauh agar bisa dengan jelas menonton drama yang ditunggu-tunggu.


Sama seperti Yura,Bala dan Gama,bella juga tengan menunggu drama yang menyenangkan dimana teman dari sepupunya itu mempermalukan diri.


semua yang Xia lakukan tidak lepas dari pandangan orang-orang yang ingin gadis itu mempermalukan diri.


Namun hal mengejutkan terjadi,dimana saat Xia menarik tapi kendali,menginjak sanggurdi,dan naik kuda lebih cepat dari pada Dafa.


Terdengar siulan disekitar mereka,"Wow,nona kau sangat luar biasa! "


Xia melakukan kearah Dafa,"Bagaimana jika kau mengajak berkeliling lebih dulu?"


"Baik"jawab Dafa,pria itu sudah merencanakan sesuatu sebelum kuda itu mulai berlari untuk menebus harga dirinya yang hampir saja hilang.


Dia ingin menakuti kuda Xia terlebih dahulu,saat gadis itu terjatuh nanti ia akan menyelamatkan dan tentu saja disebut pahlawan.


Dia juga sudah meminta temannya merekam agar bisa dishare diinternet,bahwa ia menjadi pahlawan bagi gadis cantik itu.


Xia tidak menunjukan wajah berlebih,lebih tepatnya ia tidak berekpresi sama sekali selain datar.


Dua kuda berjalan beriringan,dafa memberitahu inti utama menunggang kuda dan Xia tampaknya mendengarkan dengan baik.


Ketika hampir selesai mengajar,wajah Dafa berubah dingin lalu melaju kearah Xia untuk menakuti kuda gadis tersebut.


Semua sudah terencana!.


Tanpa diduga Xia menarik tali pengendali dan mengarahkannya kearah kanan,untuk menghindar.

__ADS_1


"Kenapa dengan kuda anda?"tanya Xia dengan datar seolah tidak tau apa-apa.


Dafa menjawab dengan hati-hati," Ah,,maafkan saya nona,kuda ku barusan tidak patuh,hampir saja melukai anda"sesalnya.


Xia tentu saja tidak percaya,namun ia masih menunjukan wajah datarnya,Xia memegang cambuk dan dengan lembut memegangnya dengan tanga kiri ditemani hujan yang turun sangat lebat.


Gadis itu belum menunjukan reaksi lebih,mungkin tidak akan.


"Sepertinya cukup menyenangkan,bukan?"begitu Xia selesai bicara.


Xia berlari kencang masih diatas kudanya.


Dafa terkejut,ia takut gadis yang baru saja ia ajarkan akan menabrak dirinya,pria itu berteriak,"Apa yang anda lakukan?,berhenti! "Dia membalikan kudanya dan melaju kedepan.


Xia menyeringai melihat wajah Dafa yang ketakutan,dengan sengaja gadis itu melaju mengikuti Dafa dengan jarak yang cukup dekat.


"Nona berhenti,kau akan mencelakai dirimu sendiri!" teriak Dafa disela pacuannya,sebisa mungkin ia menutupi ketakutannya.


"Aku hanya menguji apa yang kau ajarkan!"jawab Xia dingin.


Dafa ingin menjauh dari kuda Xia yang terus mengikutinya,namun ia seperti permen karet yang terus menempel.


Melihat semua itu Balla tidak tahan untuk tidak tertawa,sedangkan Fama dan Yura belum menunjukan ekpresi lebih,keduanya masih menunggu hal selanjutnya yang akan lebih menyenangkan,untuk ditonton.


Hujan turun semakin deras,membuat dafa tidak bisa melihat dengan jelas dan penjahat seperti Xia memberinya tekanan psikologis.


Dia tahu banyak orang yang memperhatikan mereka,sungguh malu dikejar begitu dekat oleh pemula yang baru saja ia ajarkan,bahkan hari belum berganti.


Setelah berlari setengah putaran dafa masih belum bisa menyingkirkan Xia membuat ia merasa diambang kehancuran.


"Anda sepertinya bukan seorang pemula nona,kau sangat hebat!"ujar Dafa tidak bisa mencegah dirinya mengagumi keahlian gadis cantik tersebut.


Memiliki keahlian menunggang kuda begitu indah,sungguh gadis itu selain cantik juga berbakat,orang yang mendapatkannya akan beruntung,pikir dafa.


Xia mengabaikannya.


Ia ahli berkuda bahkan bisa mengendalikan kuda sejak lima tahun belakangan ini!,namun tidak ada yang tahu keahliannya yang sebenarnya.


Garis psikologis terakhirnya,akhirnya hancur,Dafa terjatuh dari kuda secara tidak sengaja,karna kuda yang pria itu tunggangi tergelincir air.


Kejadian itu kembali membuat Balla terbahak ia sangat terhibur dengan kejadian tersebut.


Sungguh tontonan yang menyenangkan,akan rugi jika melewatkannya walau sedetik.


Begitu pula dengan Gama dan Yura,walau Gama hanya menunjukan kebanggaannya didalam hati,sedangkan Yura ia bertepuk tangan melihat aksi hebat sang adik,yang tidak memiliki ikatan darah dengannya itu.


Saat Dafa kesakitan,dia mendongkak dan melihat Xia meninggalkannya,hal itu membuat dirinya merasa kehilangan harga diri dan martabatnya.


Kejadian Dafa yang terjatuh menyebabkan kekacauan dilaapngan pacu,para staf merawat lukanya.


Ketika Xia kembali kekerumunan,semua menatapnya dengan tatapan yang tidak bisa dijelaskan.


Para pria yang ingin mengajarkan menunggang kuda terdiam karna kagum membuat para wanita mereka cemburu semakin dalam.


Tidak ada yang menyangka gadis itu bisa sehebat itu dalam menunggang kuda,sementata,Dafa long sudah tertipu oleh wanita muda ini,bahkan dia terjatuh dari kudanya,dia sudah kehilangan harga dirinya didepan orang-orang.

__ADS_1


Namun tidak ada yang berani mengolok-olok mengingat keluarga dafa yang masih berada satu tingkat diatas mereka.


Dafa malu sekaligus marah karna dipermalukan,tatapan memuja beralih menjadi tatapan benci ia pastikan akan membalas semua yang terjadi,barusan dengan lebih buruk.


__ADS_2