
Seorang pria tengah berdiri di balkon menatap kosong kelangit malam yang begitu indah,malam ini entah kenapa terasa berbeda,,banyak bintang yang menemani langit malam bersama bulan,entah kenapa ia merasa sesuatu yang besar untuknya segera terjadi.
Sejak pagi tadi detak jantungnya berdetak begitu cepat hingga dirinya khawatir dan memeriksa diri kerumah sakit,namun tetap tidak membuatnya sembuh dan semakin membuatnya gelisah.
Deringan ponsel menariknya dari lamunan,nama seseorang tertera jelas dilayar ponsel 'Big Bos' membuatnya menyegerakan memencet ikon hijau.
Setelah panggilan tersambung pria itu hanya menjawab setiap pertanyaan yang dilontarkan dari seseorang dengan nama 'Big Bos' itu.
Wajahnya dipenuhi kebingungan,entah ia harus bahagia atau takut saat mendengar semua perkataan sang 'BigBos',tubuhnya menjadi lunglai dan terduduk disofa singgel disana.
"Ini mimpi kan?"monolognya setelah panggilan terputus.
Plak
Pria itu menampar dirinya sendiri beberapa kali untuk menyadarkan apa dia sedang bermimpi atau tidak,kedua pipi yang sudah membiru akibat tamparan nya sendiri,rasa sakit ia rasakan saat merasa semua yang baru ia dengar bukanlah mimpi.
Hingga membuat kedua sudut bibirnya tertarik keatas,dengan wajah berbinar namun seketika wajahnya berubah murung,pria itu menghela nafas dan berguman,"Aku harus melakukannya?,,,itu terlalu berbahaya bukan?,,,apa ini saatnya?"
Namaku Lykalos beberapa menit yang lalu aku mendapat telepon dari seseorang yang menjadi penyelamat hidupku,aku bersumpah setia padanya,saat orang itu memerintahkan maka aku akan melaksanakan walau nyawa taruhannya,beberapa menit lalu seseorang itu memintaku memilih dua opsi yang dia ajukan.
Entah opsi yang mana yang harus aku pilih,jika memilih opsi pertama maka aku akan mendapatkan apa yang selama ini aku jaga,namun membuatnya dalam bahaya,jika memilih opsi kedua aku harus kehilangan nya jujur aku tidak rela jika itu terjadi,namun pilihan pertama juga bukan pilihan terbaik.
Aku berdiri dari duduk ku dengan pikiran kalut dan melangkah masuk kedalam kamar,setelah membersihkan diri aku memutuskan merebahkan diriku diranjang king size dengan pikiranku yang masih kalut.
Aku harus memutuskan opsi itu sesuai perintah 'BigBos',seseorang yang di namai 'BigBos' dipanggilan adalah sosok penolong dipertemuan pertama kami,saat itu..
Aku akan mati ditangan keluarga ku jika bigbos tidak menolongku waktu itu,selain menyelamatkan hidupku sosok bigbos itu memberiku bantuan lain yaitu menyelamatkan perusahaan yang mendiang orang tuaku bangun dari nol.
Aku bingung pilihan mana yang harus dipilih,apa aku sanggup jika harus kehilangan gadis yang selama ini aku jaga dalam diam,namun jika memintanya bersamaku nyawa gadis itu dalam bahaya.
Aku mengusap wajahku kasar lalu mengambil benda pipih yang sempat aku simpan dinakas,dan mengutak atiknya sebentar hingga ponsel itu menunjukan gambar sosok gadis imut yang tengah tersenyum sebari memakan eskrim.
Aku menghela nafas gusar dan mencium foto gadis itu lalu berguman,"Semoga pilihan yang aku pilih adalah yang terbaik untuk mu!"harapnga mulai memejamkan mata untuk memikirkan semuanya dalam tenang.
Hari ini adalah bukti dari pilihan yang aku putuskan,aku berharap keputusan ku tidak salah.
Hari ini aku akan bertunangan dengan gadis yang usianya sangat muda dariku gadis itu baru berusia delapan belas tahun ini,tadinya acara hanya akan dihadiri keluarga pihak wanita saja,namun lagi-lagi karna perintah sang 'bigbos' Lykalos mengundang beberapa orang yang didaftarkan 'bigbos' untuk acaranya.
Entah untuk apa,aku hanya melakukan perintah!,aku sengaja ingin menyembunyikan acara ini demi keselamatan tunanganku,aku bahkan tidak mengundang sosok yang dipanggil keluarga,keluarga yang selalu menanti kematianku.
Aku sudah memakai tuxedo namun masih berada didalam kamarku,acara pertunangan akan dilakukan dikediaman wanita.
Seorang pria masuk setelah mendapat ijin dari lykalos.
"Anda sudah siap tuan?"tanya pria itu penuh binar rasanya bahagia bisa melihat tuannya ini akan mempersunting sosok gadis yang ia jaga dalam diam selama beberapa tahun ini,walau perbedaan usia mereka sangatlah jauh.
Lykalos menghela nafas mencoba menguatkan keputusan yang sudah ia ambil,"Tugas mu bertambah Rajid!,,mulai sekarang lindungi gadisku apapun yang terjadi!"
"Saya melakukannya setiap hari tuan,,tanpa pengetahuan nyonya kecil "jawab pria bernama Rajid itu sedikit terkekeh.
Seperti yang Rajid katakan semua itu benar.
"Harus semakin ketat!,,mereka akan mulai mengincar dia" ujar Lykalos.
"Saya mengerti tuan,,,apa salah boleh bertanya? "
"Sejak kapan kau meminta ijin terlebih dahulu Rajid?"heran lykalos terhadap asistennya itu.
"Sejak tadi"jawabnya sebari terkekeh geli, dirinya dan Lykalos bukan sekedar hanya atasan dan bawahan namun juga sebagai sahabat walau mereka saling mengenal tidak terlalu lama,hanya tiga tahun,namun sudah saling sepercaya itu.
" Kenapa kau mengundang Tuan Maringgai Azonafra Amlias dan Tuan Dion Saul,kau tau bukan mereka saling bermusuhan?"
"Kau ingin jawaban?"tanya Lkalos membuat Rajid mengangguk dengan jawaban iya dari bibirnya.
"Tanyakan pada bigbos baru kau akan mendapat jawaban!"
Rajid mengusap kepala bagian belakang ragu,"Aku akan diam saja kalo begitu"ujarnya.
Aku dan rajid sama-sama anak buah dari bigbos yang sedikit diberi keistimewaan yaitu diberi kebebasan,namun jika kami berhianat maka semua yang bersangkutan dengan kami akan musnah.
Aku harap tuan dion saul sibuk dengan perusahaan nya yang terbakar agar mereka tidak saling bertemu"guman salah satu dari pria itu dalam hati.
Kami pergi ke kediaman wanita untuk menyelenggarakan acara,disana tentu saja aku disambut paman dari gadis yang akan menjadi tunanganku beberapa jam lagi.
Kami berbincang sebentar hingga tiga wanita menghampiri kami dan mengubah mood ku.
Ketiga wanita itu adalah istri dan anak-anaknya dari paman tunangan ku,anak pertama nya berusia dua puluh tiga tahun dan anak bungsunya berusia tujuh belas tahun sama seperti calon tunanganku.
Kedua wanita itu lebih pantas dipanggil ular,sebab mereka berbisa,mereka pikir perbuatan mereka pada gadisku selama ini tidak aku ketahui,semua penderitaan gadisku akan terbalas setelah ini,hanya tinggal menunggu waktu maka mereka akan merasakan rasa sakit lebih dari gadisku alami.
Kedua ular itu juga sempat merayuku membuatku semakin jiji melihat mereka,ingin sekali aku tenggelamkan kedua ular itu.
Mereka hampir sampai dihadapan aku dan Car Atmaja,saat aku mengedarkan pandangan seseorang yang sudah aku tunggu akhirnya datang.
"Saya permisi dulu tuan Car"ujarnya sebelum meninggalkan Car Atmaja membuat ketiga gadis yang baru bergabung mengeram kesal.
Lykalos menghampiri dua pria memakai tuxedo yang salah satunya duduk di kursi roda bersama dua gadis cantik dan imut,salah satu gadis itu memakai gaun berwarna ungu dan satunya lagi berwarna navy.
__ADS_1
Keduanya terlihat sangat cantik,berjalan anggun seperti bidadari yang menyempatkan turun dari kayangan untuk acara ini.
Lykalos mendekat dengan langkah berwibawa pria itu sesekali melirik dan menundukan kepala.
"Selamat datang dipesta kecil saya tuan-tuan,dan nona-nona"sapanya
" Selamat atas pertunangan anda tuan Lykalos "
"Terimakasih Tuan muda Amlias "jawab Lykalos memanggil nama afra seperti biasa,sebab panggilan afra hanya bisa diucapkan keluarga saja baginya.
"Selamat tuan lykalos" ujar Azkara yang berdiri disamping seorang gadis dengan gaun berwarna navy.
"Terimakasih tuan Azkara"jawab Lykalos,Lykalos sosok yang tidak suka mengurusi urusan orang lain jika tidak mengusiknya.
"Apakah nona ini pasangan anda tuan Azkara?"
Azkara menaikan sebelas halisnya sebari menatap Yura yang sangat cantik dengan gaun navy membalut tubuhnya,ada perasaan aneh saat pria menatap Yura dengan kagum rasanya azkara ingin mencongkel kedua bola mata itu dan meremukannya.
"Ahh iya,perkenalkan saya Yura tuan Lykalos saya teman dari calon tunangan anda"ujar Yura sebari menyodorkan tangannya untuk bersalaman.
"Ouh ya salam kenal nona Yura,saya Lykalos,senang anda bisa hadir di acara kami hari ini"ujar Lykalos bersikap natural agar tidak terlihat bahwa dia mengenal kedua nona di depannya ini.
Azkara melihat tangan Yura yang digenggam Lykalos membuat darahnya mendidih,ingin rasanya memotongnya.
"Dan gadis disamping saya ini juga teman dari Balla"sambung Yura sebari melepas jabatan tangan mereka.
"Anda bisa memanggil saya Xia"ujar Xia datar tanpa melakukan jabat tangan.
"Baik nona"
"Dia tunangan saya"ujar Afra dengan suara sedikit tinggi,menyorot dingin setiap orang yang menatap kecantikan Xia.
"Benarkan?"ujar Lykalos kaget namun kembali mengondisikan rasa terkejutnya,"Selamat jika begitu atas pertunangan kalian,,sepertinya acara kalian sangat tertutup"
"Kami belum mengadakan acara,kami akan mengirim undangan pada anda nantinya!"ujar Afra masih dengan nada dingin dan angkuh.
"Terimakasih undangannya tuan,,saya"perkataan Lykalos terpotong saat suara barton menyela.
"Undangan atas apa tuan Lykalos"ujarnya sebari bergabung.
"Lancang!"guman Yura dengan nada tinggi yang sanggup didengar kelimanya.
Pria yang baru bergabung itu terkekeh,"Maaf kan kelancagan saya nona cantik,,saya mendengar sekilas tadi jadi saya ikut bergabung,,sebab saya juga tamu dan sewajibnya disambung tuan rumah,bukan begitu tuan Lykalos?"
"Ahk maafkan ketidak sopanan saya tuan Dion Saul,saya terlalu asik berbincang dengan Tuan dan nona Amlias beserta Tuan dan nona inQi hingga tidak menyadari kehadiran anda"ujar Lykalos menyesal.
"Iya selamat atas pertunangan anda tuan lykalos,soal kebakaran diperusahaan menurut saya semua itu hal biasa dalam bisnis,,mana yang akan menjadi tunangan anda saya dengar keluarga atmaja memiliki dua putri?"
"Tiga tuan dion saul,keluarga Atmaja memiliki tiga putri"ujar Lykalos membenarkan.
"Ahk benarkah saya tidak tau itu"sanggah Dion Saul sebari tersenyum aneh.
"Tentu Anda tidak tau,,"atensi mengarahkan arah suara ,"Anda orang yang sibuk benar tuan dion saul?"sambungnya dengan nada sinis dan angkuh,tak lupa menyindir kebakaran yang terjadi pada perusahaan pria itu.
"Anda sangat mengenal saya tuan Maringgai Azonafra Amlias"jawab Dion Saul sebari menyeringgai,dan melirik, "
Hei siapa kedua nona cantik ini?,hingga saya sangat terpesona"
"Kami"jawab Yura sebari tersenyum semakin membuat Azkara kesal hingga mengepalkan tangannya dibawah sana.
"Anda tidak sepenting itu"sambungnya membuat Dion Saul tersenyum bukannya kesal.
"Benarkah?,,sayangnya saya sepenting itu nona cantik"Dion Saul menyodorkan tangannya"Dion Saul"Yura terpaksa menerima ukuran tangan itu namun kali ini langsung ditepis Azkara.
"Ada yang cemburu ternyata"ujar Dion Saul sebari terkekeh aneh.
"Mmm saya sudah menyiapkan tempat untuk tuan dan nona mari saya antar"ujar Lykalos menengahi sebelum peperangan pecah diacaranya.
Sejak tadi aura permusuhan sudah dikeluarkan kedua belah pihak,apalagi afra yang sejak tadi tidak melepas pandangannya dari dion saul yang menatap Xia penuh minat hingga ingin membuat pria itu mati ditempat,namun ia harus mengontrol nya sekarang.
" Tuan Dion Saul saya pamit sebentar"ujar Lykalos.
"Padahal saya masih ingin berbicara dengan kalian,,baiklah kita bisa berjumpa lagi lain kali!"ujarnya penuh keyakinan.
"Sampai jumpa jika begitu"ujar Xia membuat mereka berlima menatap gadis itu yang sedari tadi hanya diam,Xia berjalan lebih dulu meninggalkan mereka lalu disusul Afra, Yura ,Azkara dan Lykalos.
"Menarik"gumannya setelah ditinggalkan,"akan semakin menarik"
Suasana menjadi hening saat lampu menyorot pemeran utama dalam bab kali ini,seorang gadis manis menuruni tangga bersama dua wanita dewasa disamping kiri dan kanannya,gadis yang menjadi pemeran utama kali ini memakai gaun berwarna merah muda dengan lengan tali dipundak hingga memamerkan warna kulit putihnya,dibagian pinggang ada tali merah yang mengait.
Gadis itu terlihat seperti gulali manis dan begitu imut,semua terpesona dengan kecantikan sang pemeran utama hingga menimbulkan rasa iri.
"Cantik"guman beberapa orang merasa terpesona dengan gadis sang pemeran utama.
Saat diujung tangga seseorang menyodorkan tangannya untuk memapah sang gadis,gadis itu menerima uluran dengan jantung berdegub begitu kencang.
Diusia mudanya ia harus bertunangan dan keputusan itu diambil oleh seseorang yang ia anggap kakak,seseorang yang baru ia temui sebenarnya namun ia lebih mempercayai orang itu,sebagai penolongnya.
__ADS_1
Saat pria bernama Lykalos melamar gadis itu membuat keributan kepada dua wanita yang iri dengan apa yang didapat Balla,mereka beranggapan Lykalos hanya pantas bersanding dengan salah satu dari anak Car Atmaja saja buka balla atmaja yang notabenya sepupu mereka.
Balla tadinya tidak peduli bahkan hendak menolak namun saat seseorang yang ia anggap kakak memintanya menerima,ia urung melakukan niatnya walau ragu tapi balla melakukan apa yang diinruksikan seseorang yang ia anggap kakak itu.
Sebelum pertunangan ini terjadi balla selalu dicelakai anggota keluarga pamannya yang sudah merebut semua miliknya,kali ini ia melawan sesuai strategi yang diarahkan.
Keduanya berjalan ke panggung sebari tersenyum bahagia,tersirat dari wajah mereka jika mereka sangatlah gugup,bahkan balla beberapa kali mengedarkan pandangan nya mencari seseorang yang bisa membuatnya tenang,balla menghela nafas lega saat sosok yang ia cari tengah duduk disalah satu kursi tamu sebari tersenyum kepadanya,dan saat saling pandang orang itu kembali tersenyum sebari menganggukan kepalanya membuat kepercayaan diri balla meningkat walau tidak membuat jantungnya berdegup normal.
Saat acara hendak dimulai balla meminta untuk berbicara secara pribadi dengan calon tunangannga hingga terpaksa acara ditunda beberapa menit,dan kini kedua insan itu sedang berada ditaman belakang hanya berdua.
"Apa yang ingin kamu katakan Balla?"tanya lykalos lembut.
Mereka duduk di kursi taman dengan balla yang bar-bar menjadi kalem,gadis itu memainkan jari tangannya sebari menunduk.
"Balla"panggil Lykalos sebab Balla tidak menjawab,'apa dia berubah pikiran?"pikir lykalos.
"Mmm aku harus memanggil anda apa?"tanya Balla kaku sebab inilah bertemuan mereka setelah lamaran.
"Lykalos "
"Itu nama anda,jika memanggil seperti itu,artinya tidak sopan saya tidak mau!"tolak Balla masih menunduk.
Lykalos menghela nafas tidak bisa bohong dirinya juga merasa gugup berbicara dengan gadis pujaan hati dalam diamnya ini,"Baiklah panggil sesukamu saja"
"Baiklah,,ada yang saya ingin bicarakan dengan kakak"ujar Balla masih menunduk.
"Kamu berbicara dengan tanah atau dengan saya?,,tatap saya jika sedang berbicara!"
Balla menurut dengan kaku,"Mmm kenapa anda ingin menjadikan saya tunangan anda?"
"Memang ada salahnya?,,anda bukan penyuka sesama jenis kan?"
"Enak saja,,tentu saja bukan!"jawab balla kesal membuat Lykalos terkekeh gemas dengan tingkah balla yang tiba-tiba menatapnya nyalang setelah tadi menatap takut.
"Magsudku,,kenapa anda memilih saya?,,banyak wanita yang lebih dewasa dan cantik diluar sana,,,lalu kenapa harus saya?"
"Karna itu kamu"jawab lykalos membuat Balla hanya diam dengan mata yang berkedip-kedip dengan jantung berdegup semakin kencang.
Balla memegangi dadanya membuat lykalos cemas,"Kamu kenapa,ada yang sakit?"
Balla mengangguk lalu menggelengkan kepalanya membuat Lykalos semakin khawatir,"kita kerumah sakit saja oke?"tanya Lykalos sekali lagi membuat balla mengangguk.
"Nanti"ujar Balla saat tangannya ditarik dengan lembut oleh Lykalos yang akan membawanya kerumah sakit dari raut wajah cemasnya.
"Kenapa?,sekarang saja ayo!"cemas Lykalos.
"Bagaimana dengan tunangannya?"
"Bisa ditunda,yang terpenting kesehatanmu ayo!"
"Terimakasih "ujar Balla sendu menatap Lykalos,mendengar itu Lykalos mencoba mengontrol rasa cemasnya.
"Kenapa?,,hmm ayo kita kerumah sakit! " ajaknya dengan lembut.
"Nanti saja setelah acara!,kita harus bertunangan dulu baru kerumah sakit,,saya masih bisa menahannya ko,asal tidak terlalu dekat dengan kakak"ujar Balla membuat Lykalos mengerutkan dahinya.
"Kenapa?,apa penyebab sakitnya karna aku?"tanya Lykalos sendu dan dijawab anggukan kepala dengan polosnya oleh bala membuat Lykalos merasa bersalah.
"Bisa kakak duduk dulu!"pintar Balla dituruti Lykalos dengan berjaga jarak,keduanya duduk di masing-masing ujung kursi.
"Apa kamu ingin membatalkan pertunangan ini?,,jika iya lakukanlah asalkan dirimu bahagia"ujar Lykalos dengan perasaan sesal dalam hati.
Balla menggelengkan kepalanya,"bukan"jawaban Balla membuat Lykalos mendongkak dan menatap Balla dengan lucu.
"Kita akan bertunangan,namun sebelum itu aku ingin memberi tahu,saat aku bersiap tadi ada seorang wanita paruh baya yang mengaku sebagai ibu asuhmu"ujar Balla menatap Lykalos dengan takut.
"Lalu?"tanya Lykalos karna Balla tidak melanjutkan perkataannya.
"Wanita itu ingin membantuku melarikan diri dari pertunangan "ucapan Balla membuat Lykalos mengeraskan rahangnya dalam artian marah.
'Lalu kamu mau?" tanya Lykalos masih mengontrol emosinya.
Tentu saja tidak!,jika setuju aku tidak akan disini tau"jawab balla dengan raut wajah kesal,"hanya orang bodoh yang akan kabur dari tempat harta karun, dan aku bukan gadis bodoh,walau aku selalu dipanggil bodoh"sambungnya dengan bibir dibuat maju bertanda ia kesal.
Raut wajah Balla membuat Lykalos gemas dan melupakan amarahnya tanpa sadar Lykalos duduk mendekat lalu mengusap pucuk rambut Balla.
"Jangan!rambutku jadi berantakan"ujar Balla kesal saat lykalos menyentuh rambutnya.
"Maaf"jawab Lykalos sebari merapikan rambut gadis itu.
"Kalo kamu tidak percaya dengan ucapanku tadi,aku punya bukti"Balla mengambil sesuatu yang ia selipkan didalam tapi yang terikat dibagian perut bajunya.
"Dalam chip ini semua perkataan bibi tadi terekam,,Mmm bibi siapa ya namanya?, aku lupa"ujar Balla setengah berguman.
"Alen?"ujar Lykalos membuat Balla mengangguk antusias.
"Benar-benar itu namanya bibi Alen,,bibi tua berhati busuk,dia bilang ibu asuhmu,tapi dia malah mau menghancurkan pertunangan anak asuhnya menyebalkan,ingin aku cakar wajah keriputnya itu sampai hancur"guman Balla seperti tidak berguman sebab gadis itu berbicara dengan kencang dengan raut wajah kesal.
__ADS_1
Wajah Lykalos memerah dengan rahang mengeras dan gigi bergelatuk,mendengar orang yang terakhir yang ia percaya dalam keluarganya ternyata berwajah dua membuatnya ingin menembak mati wanita paruh baya yang sudah menjadi ibu asuhnya itu.