Mafia Story Kembalinya Anak Tak Berguna

Mafia Story Kembalinya Anak Tak Berguna
Eps.30 Pesta


__ADS_3

...Happy Reading...


...🦅...


"Bukankah itu Mr.Leonard, dengan siapa dia datang?"


"Wah, ternyata Mr.Leonard sangat tampan!"


"Siapa wanita yang datang bersama Mr.Leonard?"


"Pasangan yang sangat serasi, lihat mereka sangat cantik dan tampan!"


"Ya ampun, andaikan aku yang berada di samping Mr.Leonard!"


Berbagai macam bisik-bisik dari orang yang berada di area lobby terdengar jelas di telinga tajam Agra.


Sudut bibirnya terlihat tertarik, menujukan seringai tajam dari wajah tampannya.


Edo terus mengikuti sang ketua dengan kewaspadaan penuh. Sesekali dirinya terlihat memberikan kode mata pada anak buah yang bertugas di sana.


"Selamat datang Mr.Leonard, sungguh suatu kehormatan anda mau menghadiri pesta sederhana kami,"


Seorang pria paruh baya berperawakan tambun, dengan perutnya yang terlihat buncit, menyambut kedatangan Agra bersama seorang wanita bergaya mewah dan make up tebal di wajahnya.


"Selamat atas ulang tahun pernikahan, Tuan dan Nyonya Suseno." Agra menerima uluran tangan di depannya.


Wanita paruh baya yang tak lain adalah istri dari Tuan Suseno, memandang Agra dengan mata berbinar penuh hasrat.


Dia mencoba untuk berjabat tangan dengan Agra. Tetapi, sayang lelaki tampan itu, tak ada niat sedikitpun untuk menerima uluran tangan dari Nyonya Suseno.


Agra malah memberikan kode pada Alisya, untuk menggantikannya berjabat tangan dengan Nyonya Soseno.


Agra merasa geram dengan keadaan seperti itu, kalau bukan karena rencananya, ia tidak akan pernah mau mendatangi pesta seperti ini.


"Terima kasih, silahkan menikmati pesta kami," ucap Tuan Suseno.


Agra mengangguk dingin, sedangkan Alisya menyunggingkan senyum tipis, pada kedua paruh baya tersebut, sebelum berlalu menuju kursi yang sudah di sediakan untuk mereka.


"Jangan terlalu ramah kepada mereka," bisik Agra, di sela langkahnya.


"Kenapa, bukannya kita harus bersikap ramah sebagai tamu?" tanya Alisya, mengerutkan keningnya.


"Turuti saja perkataannku, jangan banyak tanya!" Agra gerbang dengan sifat cerewet Alisya, yang selalu bertanya bila di suruh olehnya.

__ADS_1


Para tamu undangan yang sudah datang, langsung berlomba untuk dapat mendekati dan berbincang dengan Agra.


Edo, asisten dari Agra itu lah yang akhirnya harus menangani semua tamu yang ingin menyapa Tuannya.


Dari semua kerumunan pesta, ada tiga orang yang hanya terpaku dengan kedatangan Agra ke pesta itu.


Mereka hanya diam, dengan seluruh rasa rindu dan penyesalan, melihat anak dan adik mereka yang terlihat dekat, namun terasa sangat jauh.


Jangankan mendatanginya dan mengaku sebagai keluarga, hanya untuk menyapa saja, mereka merasa malu dan tidak pantas.


Di sana, di salah satu meja. Mereka, yang tak lain adalah Gerald, Viana dan Fandy Ainsley terlihat memperhatikan Agra dan Alisya dari jarak yang lumayan jauh.


Semua itu karena mereka di tempatkan di sisi yang berbeda, Agra duduk di meja paling depan dengan para tamu VIP lainnya. Sedangkan Keluarga Ainsley duduk bersama para pengusaha biasa, di bagian sisi sebelah kanan.


"Anakku, Sagara." Viana menatap Agra penuh kerinduan. Ingin rasanya dirinya berlari dan memeluk anak bungsunya itu.


Anak yang dia lahirkan dan dia rawat dengan penuh kasih sayang, kini telah berdiri sendiri , dengan bangga mengangkat kepalanya menggunakan nama lain.


'Kamu sudah sukses, Nak. Bahkan tanpa bantuan dari kami,' gumam Gerald dalam hati.


Penyesalan itu memang selalu datang terlambat, keegoisannya dulu kini berdampak penyesalan yang sangat besar di dalam dirinya.


'Kamu hebat, Dek. Kamu sudah gak membutuhkan kita lagi sekarang,' Fandy melihat Agra dengan tatapan sendu.


Saudara satu-satunya yang sangat ia sayangi, kini terasa sangat asing dan jauh dari jangkauannya.


"Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa dia bisa mengenal Mr.Leonard?" gumaman kesal, dari mulut Bima, mengalihkan perhatian istri dan juga anaknya.


"Bagaimana mungkin, gadis urakan itu sekarang bisa bersanding dengan lelaki sempurna seperti Mr.Leonard?" istri dari Bima, menjmpali omongan suaminya.


"Sialan! Apa yang terjadi sebenarnya? kenapa gadis miskin itu, sekarang bisa bersama dengan lelaki tampan dan kaya raya itu?!" umpatan itu keluar begitu saja dari mulut anak perempuan dari Bima.


"Pah, bukannya itu calon istriku? Kenapa dia bisa bersama dengan Mr.Leonard, sekarang?!"


Di meja yang lain Remon, tampak terkejut dengan amarah yang kini mulai menguasai dirinya, melihat calon istrinya berdampingan dengan lelaki lain.


"Seharusnya sekarang dia sudah di sini mendampingi aku, sebagai istriku!" kedua tangannya mengepal kuat di balik meja, bila saja ini bukan di acara pesta, mungkin dia sudah merangsek maju dan menghajar lelaki yang datang bersama Alisya.


"Tenangkan dirimu, Remon. Jangan sampai kami mempermalukan kita di depan para pengusaha sukses lainnya!" Arnold memperingati sang anak untuk tetap diam dan menahan emosinya, setidaknya sampai acara ini selesai.


Agra dan Edo tau tatapan semua orang itu, termasuk tatapan lapar para wanita lajang yang ikut berada di pesta itu.


Pembawa acara terdengar sudah berbicara untuk mengawali pesta tersebut, kedua orang yang menjadi tuan rumah pun di minta untuk naik ke panggung.

__ADS_1


"Saya merasa sangat terhormat karena Mr.Leonard yang kebetulan sedang berada di negara ini, mau datang ke pesta sederhana kami berdua,"


Terdengar, suara dari Tuan Suseno dari atas panggung.


'Penjilat,' gumam Agra dalam hati, seringai di wajahnya dan menganggukan kepala saat lelaki paruh baya itu menyebutkan namanya.


"Saya akan sangat senang bila, Mr.Leonard bersedia untuk memberikan sepatah dua patah kata di dalam pesta kami," dengan lancang, tanpa meminta terlebih dahulu, Susilo langsung meminta Agra untuk naik ke atas panggung.


"Tetap disini, dan jangan pernah jauh dari Edo," pesan Agra pada Alisya.


Alisya mengangguk patuh.


Agra berdiri, membetulakan jas yang terasa sedikit kusut, sebelum melangkah menuju panggung tempat Tuan Suseno dan keluarganya menunggu dengan senyum sumringah.


Riuh tepuk tangan terdengar menggema, memenuhi seluruh ruang pesta tersebut, mengiringi setiap langkah tegas, penuh percaya diri seorang Agra.


Agra berdiri tegak di atas panggung dengan segala kesempurnaan yang terpampang nyata, semua itu terlihat jelas oleh sorot lampu yang terarah padanya.


Mengedarkan pandangannya pada seluruh ruangan pesta tersebut, dirinya bisa melihat jelas kehadiran keluarganya dan keluarga dari Alisya.


Namun dia memilih untuk mengacuhkan mereka semua.


Jerit kagum dari para wanita lajang maupun bersuami, yang ada di dalam pesta itu terdengar kembali.


Wajah tampan, badan atletis di balut dengan tuxedo mewah, hasil rancangan desainer luar negri yang sangat pas di tubuhnya, membuat kesempurnaan itu tampak nyata.


Di tambah dengan berbagai penghargaan dan kesuksesan yang mengiringi di belakangnya.


Semua itu bagai paket komplit, dan tak terbantahkan dari seorang Agra Leonardo Grissham.


"Selamat malam semuanya,"


Decak kagum itu terdengar, saat Agra mulai berbicara dengan penuh wibawa, suara khasnya terdengar sendual dan **** di telinga para perempuan yang memandangnya penuh puja.


"Selamat Atas pernikahan Tuan dan Nyonya Suseno yang ke empat puluh tahu." Agra mengalihkan pandangannya pada sepasang suami istri yang duduk di bangku paling depan.


...🦅...


...🦅...


...TBC...


...🙏😊🥰...

__ADS_1


Sambil nunggu aku up lagi, boleh baca novel keren karya author Chika SSI yang berjudul My Seoul : Love Is Gone.



__ADS_2