Mafia Story Kembalinya Anak Tak Berguna

Mafia Story Kembalinya Anak Tak Berguna
Eps.44 Balapan


__ADS_3

...Happy Reading ...


...🦅...


Malam ini Agra tampak sudah siap ke luar dengan gaya santai khas anak muda tanah air.


Berbalut jaket kulit, lelaki itu mengendarai mobil sportnya menuju suatu tempat, di mana kedua sahabatnya berada.


Udara malam yang terasa dingin dengan aroma wangi hujan yang masih menguar tajam, memenuhi indra penciumannya.


Jalan yang masih terasa lembap, dengan sisa air hujan yang masih menggenang, tak membuat Agra mengurangi laju mobilnya.


Di tengah kesunyian malam yang semakin larut lelaki itu melaju dengan kecepatan di  atas rata-rata.


Tatapannya tajam menusuk, fokus pada jalan di depannya, genggaman tangannya tampak mengerat hingga uratnya terlihat menonjol.


Drrt ... drrt ....


Getar ponsel miliknya mengalihkan fokus, Agra menoleh pada bena pipih yang berada di sampingnya.


Tertera nama asisten pribadinya di layar.


“Ikuti secara diam-diam, jangan sampai ada yang curiga,” desis lelaki itu, saat aerphone miliknya telah terpasang di telinga.


“Baik, Tuan,” jawab Edo dari seberang sambungan teleponnya.


Beberapa saat kemudian Mobil yang di kendarai oleh Agra sudah sampai di tempat yang terlihat ramai.


Pandangannya mengedar melihat situasi sekitarnya, hingga ujung matanya melihat kedua sahabatnya berjalan menghampirinya.


“Agra, syukurlah loe udah dateng!” ucap Roman, menghembuskan napas kasar.


“Ada apa sebenarnya, kenapa kalian bisa bersama mereka?” tanya Agra setelah dirinya berdiri di hadapan Roman dan Luis.


“Biasalah, kita iseng ikut balapan liar sejak beberapa tahun lalu. Kemarin malem tiba-tiba aja ada yang nantangin gue buat balapan, jaid gue terima gitu aja.”


Roman menjelaskan pada Agra apa yang sebenarnya terjadi.


“Tapi, ternyata mereka cuman ngejebak kita doang, buat manggil loe ke sini.” Luis ikut menimpali perkataan Roman.


Agra tampak terdiam, mendengarkan cerita dari dua sahabatnya.


“Jadi, apa yang mereka mau dari gue?” tanya Agra, setelah selesai mendengar semua cerita dari sahabatnya.


“Kita gak tau, lebih baik loe temuin aja mereka,” geleg Roman.


“Hem, baiklah. Yang mana orangnya?”


“Itu, dia di sana.”


Agra melangkah mendahului kedua sahabatnya, menghampiri seorang lelaki yang terlihat sedang duduk di atas sebuah motor, dengan banyak wanita seksi di sekelilingnya.


Sorak sorai penonton, yang di dominasi oleh para anak muda, terdengar memekakkan telinga.


Agra mengacuhkan itu semua, tatapannya tetap fokus pada target yang kini sudah terkunci, untuk menjadi korban berikutnya.


‘Kau sudah bermain-main denganku, maka bersiaplah untuk menemui ajalmu,’ desis Agra dalam hati.


 

__ADS_1


“Selamat datang, Tuan muda Leonard!” teriak lelaki itu.


“Akhirnya laki-laki seperti Anda berani juga datang ke tempat seperti ini hahaha!” ucapnya lagi dengan tatapan remeh.


Tawa dari lelaki yang di yakini sebagai ketua geng itu, langsung di sambut para anak buahnya yang lain, juga para penonton.


“Gak usah banyak basa-basi, mau apa loe?!” desis Agra, ia sama sekali tak terprovokasi dengan banyaknya kata kotor yang keluar dari orang-orang di sana.


Sebagai ketua dari organisasi bawah tanah, ia sudah biasa menerima semua itu, bila sedang menghadapi lawannya, bahkan lebih parah pun pernah. Karena, niat mereka adalah menjatuhkan mental dirinya.


Namun, bukan Agra namanya bila harus terkena omong kosong para pengecualian seperti mereka.


“Wah wah wah, ternyata Tuan satu ini tidak sasaran juga ya ... hahaha!” teriak lelaki bergaya metal itu, dengan tato hampir di sekujur tubuhnya dan tindik di hidung dan lidahnya.


Sebelah bibirnya Agra tersungging sedikit hingga membentuk garis lengkung samar.


Diam dan memperhatikan setiap gerak-gerik yang mereka lakukan, tanpa ada seorang pun yang menyadarinya.


“Ya, baiklah ... karena di sini gue adalah bosnya. Gue mau, loe balapan sama gue sekarang juga!”


“Oke!” ucap tegas Agra.


“Gra, loe serius mau balapan sama dia? Loe tau, dia itu licik banget!” Roman mencoba memperingati sahabatnya itu.


“Iya, Gra. Dia terkenal banget suka curang kalau lagi balapan, mending kita balik aja, yuk!” imbuh  Luis.


“Loe berdua bawa motor kan?” Agra tak menghiraukan kekhawatiran dua orang sahabatnya.


“Gra, bener kata Luis, mending kita balik aja lah!” Roman ikut membujuk Agra untuk menyerah.


“Gue udah di sini! Mana kunci motor loe?” tekan Agra.


Beberapa saat kemudian, Roman sudah berada di depan Agra kembali, bersama dengan motor miliknya.


“Lumayan,” ucap Agra, setelah memeriksa semua kelengkapan motor dan kesiapan untuk balapan.


Suara bising knalpot motor yang saling bersahutan kini mulai terdengar, menambah suasana malam ini semakin mencekam.


Lanjut yang masih hitam pekat tampak adanya bintang di tambah jalan yang masih licin, tak menyurutkan niat Agra.


Kini, Agra telah berada di garis finis, bersama dengan beberapa orang pembalap lainnya, termasuk lelaki yang di sebut sebagai bos mereka itu.


Seorang perempuan berpakaian seksi,  tampak berjalan menuju hadapan para pembalap dengan setelah kain kecil di tangan.


Gayanya yang erotis, membuat riuh para penonton, dan menambah panas suasana.


Suara motor semakin kencang, saat perempuan tadi mulai mengangkat kain di tangannya.


Hingga saat kain itu, jatuh menapak jalan, semua motor ber-cc besar itu mulai beradu dan melesat kencang, namun terkendali.


Ternyata memang benar apa yang di katakan oleh Roman dan Luis, di tengah perjalanan mereka mulai berbuat curang, dengan berusaha membuat Agra jatuh.


Namun, dengan santainya Agra malah asyik bermain-main, tanpa peduli lawan utamanya yang semakin menjauh.


Hingga satu per satu di antara mereka tumbang dan tersisih secara alami, karena ulahnya sendiri.


“Lalat tidak berguna seperti kalian, berani menantangku!” desis Agra, sebelum memacu kembali motornya, untuk mengejar mangsa yang sebenarnya.


Namun, ternyata di tengah perjalanan ada sekelompok orang lagi yang sudah bersiap untuk menghadangnya.

__ADS_1


“Kalian di mana?” tanya Agra, pada orang di balik aerphone.


“Sudah di posisi, Tuan.”


Suara Edo, membuat senyumnya terbit.


“Eksekusi sekarang, silakan satu untuk kita introgasi!” perintahnya.


“Baik, Tuan. Laksanakan!” jawab tegas, Edo.


Beberapa langkah lagi Agra sampai pada segerombol orang itu, tiba-tiba saja satu per satu di antara mereka jatuh tak sadarkan diri.


Agra pun dengan leluasa, bisa lewat begitu saja, tanpa ada pertarungan terlebih dahulu.


“Edo, kamu ikut denganku!” seru Agra lagi, sambil terus memacu laju motornya.


“Baik, Tuan!”


Beberapa saat kemudian, asistennya itu sudah berada di belakangnya, dengan motor sport yang sudah di buat mirip dengan punya Roman.


Agra tersenyum miring, memberi kode agar Edo mendekat.


Setelah mereka sejajar, Agra bersiap untuk segera melompat pada motor miliknya.


Berdiri sambil menjaga keseimbangan, hingga tanpa menunggu lama, Agra sudah berada di belakang Edo.


Duarrr ....


Suara dengan kuat, terdengar, saat motor milik Roman akhirnya meledak karna menabrak trotoar.


Tidak jauh dari sana, lelaki yang menantang Agra, tersenyum penuh kemenangan karena menyangka Agra sudah kecelakaan bersama motornya.


Namun, senyumnya harus terhenti dan berganti dengan terkejut, saat melihat Agra bisa selamat, bahkan dengan motor yang sama, tanpa lecet sedikit pun.


Ya, sebenarnya motor milik Roman remnya sudah tidak berfungsi, sejak ia selesai membereskan para pembalap jalanan itu.


Hingga ia terpaksa menyuruh Roman untuk menembak para pengacau dari jarak jauh, agar ia tidak harus berhenti.


Edo yang sudah terbiasa dengan situasi seperti itu pun, sudah tahu harus melakukan apa.


Riuh penonton kini bertambah kencang, saat melihat bos mereka sudah berada di depan dan sebentar lagi akan mencapai finis di urutan pertama.


Hingga semua itu berubah menjadi tegang saat kemunduran Agra, yang melesat begitu cepat, tanpa terduga.


Dengan mengarahkan salah satu ibu jarinya ke bawah, Agra melewati lawannya begitu saja, tepat beberapa meter lagi menuju garis finis.


Bendera pun di kibarkan dengan di iringi tepukan tangan juga teriakan dari para penonton, saat Agra berhasil melewati garis finis beberapa detik sebelum lawannya.


...🦅...


...🦅...


...TBC...


Maaf karena kemarin aku sempat drop jadi gak bisa up cukup lama🙏


Untuk kalian semua, jaga kesehatan ya, sepertinya sekarang memang sedang musim pada sakit ya mulai dari bapil sama panas sampai omikron.


Semoga kita semua selalu di lindungi dari berbagai macam musibah penyakit dan selalu di berikan kesehatan ... Amiin🤲

__ADS_1


__ADS_2