Mafia Story Kembalinya Anak Tak Berguna

Mafia Story Kembalinya Anak Tak Berguna
Eps.57. Pesta Pernikahan


__ADS_3

 


... Happy Reading...


...🦅...


Pagi datang, dengan membawa terangnya sinar mentari yang menyinari bumi. Memberi semangat kepada setiap orang yang akan memulai aktivitasnya.


Dari pagi buta, kesibukan di beberapa kamar hotel mewah itu tampak sudah terlihat.


Alisya yang sudah mulai disiapkan untuk acara pernikahan dan Agra yang sudah sibuk sejak dini hari tadi, untuk memantau keamanan jalannya acara.


“Wah ... kamu cantik banget, Sya.” Ucapan dari kedua sahabatnya yang baru saja datang ke kamar, membuat senyum Alisya yang masih di rias oleh para MUA mengembang.


Bi Ani yang sedang merapikan beberapa benda yang terlihat berantakan juga ikut tersenyum dengan kedatangan dua orang sahabat anak asuhnya.


Alisya memang meminta Bi Ani untuk menemaninya tidur tadi malam. Kerinduan setelah sebulan lebih terpisah tanpa bisa berkomunikasi satu sama lain, membuat rasa itu semakin dalam.


Alisya duduk di atas sofa dengan kedua sahabatnya di kedua sisi, setelah riasannya selesai. Mereka bertiga asyik berfoto bersama, dengan sesekali mengajak Bi Ani.


Hingga hampir setiap sudut kamar yang begitu indah, telah ia buat tempat berfoto bersama, ataupun bergantian.


Hingga suara ketukan di pintu mengalihkan perhatian mereka, Bi Ani langsung memisahkan diri untuk membuka pintu.


Ternyata yang datang adalah Andini bersama dengan Rega, mereka berdua sudah tampak rapi dengan pakaian yang terlihat pas dipakai keduanya.


“Wah, Aunty Ica cantik sekali!” Rega langsung berlari menghampiri Alisya setelah Bi Ani membukakan pintu.


“Terima kasih, gantengnya Aunty!” ucap Alisya, mencubit gemas pipi Rega.


“Kamu sudah siap? Ayo, Agra sudah menunggumu di bawah!” ucap Andini, menatap lembut calon adik iparnya.


Alisya mengangguk, dengan jantung yang mulai berdetak  lebih cepat, rasa gugup kini mulai menguasai tubuhnya.


Sedangkan Agra sedang gelisah di ruangan tempatnya menunggu, di depannya terlihat Fandy dan Edo, sedangkan para lelaki paruh baya, sedang sibuk menerima tamu yang mulai berdatangan.


“Tuan, apa Anda tidak bisa duduk tenang, sebentar saja. Aku pusing melihat Anda terus berjalan bolak-balik seperti itu.” Edo yang sudah mulai jengah melihat tingkah tuannya, akhirnya memberanikan diri berbicara.


“Benar apa yang dikatakan Edo. Aku juga pusing melihatmu seperti itu,” timpal Fandy, membetulkan perkataan Edo.


Agra menghentikan langkahnya, menatap tajam kedua orang yang tengah duduk di hadapannya, seakan tidak terima protes dari kakak dan asisten pribadinya.


“Kalau kalian pusing ya gak usah dilihat, apa susahnya?!” desis Agra, kembali melakukan kegiatannya untuk meredam rasa gugup, di dalam dirinya.


Fandy dan Edo menghembuskan napas berat bersama, terserah saja, apa yang akan diperbuat Agra, Asal mereka bisa terbebas dari pelampiasan lelaki itu.


“Agra, sudah waktunya kamu keluar, untuk menjemput calon istrimu!”

__ADS_1


Perkataan tiba-tiba dari Andrew yang datang tanpa mengetuk pintu, membuat ketiga lelaki di sana terkejut hingga mengumpatnya dalam hati.


“Dad!” tekan Agra, tidak menyukai sifat seenaknya Andrew.


“Sorry, Boy. Aku lupa,” ucap Andrew, santai. Sama sekali tidak ada rasa bersalah dari raut wajahnya.


Keempat orang lelaki berbeda usia itu, langsung berjalan keluar untuk menunggu kedatangan Alisya yang sedang dijemput oleh Andini.


Agra mematung, saat melihat gadis kecil yang kini telah menguasai hatinya, baru saja keluar dari dalam lift.


Berjalan menghampirinya dengan kepala menunduk dalam, seolah takut untuk melihat wajahnya.


Di apit oleh Bi Ani dan Andini di kedua sisinya, di belakang Delina dan Rima sebagai pengiring pengantin.


Berhenti tepat beberapa langkah di depannya, Agra tersenyum hangat, saat mata mereka bertemu.


Hari ini Alisya tampak sangat cantik dan memukau, dengan gaun pengantin model A-line yang membentuk lekuk tubuh bagian atas, dengan warna putih yang berhias permata di beberapa sisinya.


Riasan pengantin yang terlihat natural pun melengkapi kecantikan gadisnya, dengan rambut didukung indah, berhias tiara kecil di atas kepalanya. Membuat Alisya bagaikan putri dalam dongeng.


Sedikit mendengus kesal saat melihat bahu putih mulus yang terbuka, juga bagian dada yang terlihat rendah, hingga hampir memperlihatkan aset berharga milik Alisya.


‘Kenapa Mama memilih gaun seperti ini sih?’ gumamnya, sedikit tidak suka.


Walau, secara keseluruhan, ia mengakui kalau calon istrinya itu kini tampak sangat cantik.


Dengan wajah merona, gadis itu menerima uluran tangan sang calon suami. Menyelipkan tangannya di antara tangan Agra saat lelaki itu sudah berdiri di sampingnya.


Para anak buah Agra yang bertugas untuk menjaga pintu, langsung membukanya, saat Agra dan Alisya telah berdiri di depan dan bersiap untuk masuk.


Mata Alisya di buat melebar, saat melihat penampakan ruangan mewah yang sudah dihiasi dengan begitu cantik dan berkelas.


Bunga-bunga yang di kirim langsung dari luar negeri, dengan  rangkaian dan tatanan yang begitu cantik, hingga membuat setiap mata tak bisa berpaling.


Kelopak bunga tampak jatuh tepat di atas mereka berdua, seakan menyambut kedatangan sepasang calon pengantin itu.


Para tamu yang hadir, tampak mengalihkan perhatiannya, demi melihat kedatangan dua orang istimewa pada siang ini, terutama Alisya.


Sosok Agra yang terkenal dingin dan jauh dari wanita, membuat mereka semua penasaran, kira-kira gadis seperti apa yang bisa menaklukkan lelaki penuh kesempurnaan sepertinya.


Bisik-bisik dari para tamu yang hadir pun mulai terdengar, saat melihat betapa serasinya calon pengantin itu.


Mereka semua tampak mengagumi kecantikan dan juga ketampanan dua sosok yang menjadi perhatian utama hari ini.


“Wah, benar-benar pasangan yang sangat serasi.”


“Lihatlah pengantin wanitanya, begitu cantik dan anggun.”

__ADS_1


“Iya, pantas saja dia bisa membuat hati tuan Agra luluh.”


“Mereka bagaikan pasangan di negeri dongeng, cantik dan tampan. Benar-benar pasangan yang serasi.”


“Aku sangat iri melihat gadis itu bisa bersanding dengan tuan Agra.”


“Iya, dia begitu beruntung bisa dipilih menjadi istri lelaki sempurna seperti tuan Agra.


“Hah, andaikan aku yang berada di sana. Pasti aku akan sangat bahagia!”


“Sepertinya itu adalah impian setiap perempuan, bukan hanya yang lajang seperti kita, tetapi para wanita bersama pun rela melepaskan suaminya demi bisa bersanding dengan tuan Agra.”


Agra mendengus kesal, saat beberapa obrolan dari para tamu yang hadir, memasuki indra pendengarannya.


Bila saja ini bukan pesta pernikahannya, juga tidak ada Alisya di sampingnya, dia pasti sudah menghentikan omongan tidak jelas itu.


Viana dan Gerald yang berdiri di barisan pertama, tampak berkaca-kaca, melihat anak yang baru saja bertemu, setelah sepuluh tahun menghilang, kini telah menemukan pelabuhan cintanya.


Alisya tampak mengeratkan pegangan pada lengan Agra, saat manik matanya melihat bayangan kedua orang tuanya yang sedang berdiri berdampingan di ujung karpet merah, dengan senyum hangat yang menghiasi keduanya.


Langkahnya terasa semakin berat, kakinya tiba-tiba lemas hingga hampir saja oleng jika Agra tak menahan pinggangnya.


Maniknya tampak dipenuhi kaca yang bersiap untuk pecah, ia tak bisa untuk sekedar berkedip,  terlalu takut kalau bayangan itu nantinya akan menghilang kembali.


Agra menatap perubahan raut wajah calon istrinya, tangannya ia lingkaran kuat di pinggang ramping Alisya, menopang tubuh mungil gadisnya yang terasa melemah.


“Papah, Mamah.”


Agra baru mengerti, apa yang terjadi pada gadisnya, saat gumaman lirih Alisya dapat ia dengar dengan jelas.


Tersenyum tipis dengan penuh ketulusan, saat ia juga bisa melihat bayangan kedua orang tua Alisya di depan sana.


Dalam hati ia berjanji untuk terus menjaga Alisya dengan sepenuh jiwa, ia akan menaruh kebahagiaan gadis di sampingnya di atas segalanya.


Promo dulu ya semuanya, jangan lupa mampir di novel keren karya teman literasi aku, ceritanya bagus banget loh, jangan lupa mampir ya😊


Author : Novi putri ang


Judul: Kembaranku Maduku


Melati Atmaja dan Mawar Atmaja adalah saudara kembar yang terpisah sejak mereka kecil. Mereka dipertemukan kembali setelah dewasa. Diam-diam Mawar mencintai Rafael suami dari kakak kembarnya sendiri. Melati yang di anggap mandul dan tidak bisa memberi keturunan selalu dihina oleh ibu mertuanya. Hingga Mawar merebut suami kakaknya dan didukung oleh ibu mertuanya, karena saat itu Mawar sedang mengandung anak Rafael, setelah mereka melakukan hubungan terlarang itu. Bagaimana kisah hidup Melati selanjutnya, setelah saudara kembarnya menjadi penghancur rumah tangga dalam hidupnya?


...🦅...


...🦅...


...TBC...

__ADS_1


Maaf karena dua hari kemarin saya gak up🙏 kakek saya meninggal, jadi lumayan susah untuk meluangkan waktu.


__ADS_2