Mafia Story Kembalinya Anak Tak Berguna

Mafia Story Kembalinya Anak Tak Berguna
Eps.85 Bonus Chapter 2


__ADS_3

...Happy Reading...


...❤...


Agra terkulai lemas di atas ranjang setelah untuk ke sekian kalinya dia bertarung dengan rasa mual. Seluruh keluarga sudah berkumpul di kediaman besar keluarga Ainsley, bahkan Andrew dan Edo langsung datang begitu menerima kabar dari Nick yang saat itu sedang mengurus Lion di markas.


"Kenapa dia, Nick?" tanya Andrew, begitu dokter khusus Black Eagle itu selesai memeriksa ketuanya.


"Tidak ada yang janggal dengan kesehatan Ketua, Tuan. Aku malah curiga dengan kesehatan istrinya," jawab Nick yang membuat Agra dan semua orang disana langsung menatap Nick dengan tatapan tajam.


"Apa maksud kamu, Nick? Di sini aku yang sakit bukan istriku!" tekan Agra, dengan tatapan tidak suka.


"Bukan begitu, Tuan. Aku hanya mengira kalau mual yang dialami oleh, Tuan, adalah karena ada sesuatu di dalam tubuh istri Anda," ujar Nick, masih terlihat santai.


"Jangan main-main kamu, Nick. Bicara yang benar," Andrew ikut berbicara.


"Dengarkan penjelasannya dulu, Kak, Dad," Alisya yang melihat Nick sejak tadi tak pernah bicara dengan tuntas akhirnya menegur suami dan mertuanya itu.


Kedua lelaki mafia itu hanya bisa menutup mulutnya, sedangkan Edo dan Nick susah payah menutup rapat mulut agar tawa mereka tidak sampai keluar, begitu juga dengan Gerald dan Fandy.


"Ayo, lanjutkan, Nick," titah Alisya kemudian.


"Khem," Nick berdehem untuk menormalkan raut wajah dan suaranya sebelum mulai menjelaskan lagi.


"Saya mengira, rasa mual yang dialami oleh Tuan Agra adalah karena sesuatu telah tumbuh di dalam tubuh Nyonya Alisya." Nick menjeda perkataanya demi melihat raut wajah buas Agra.


"Nyonya Alisya, boleh saya tahu kapan terakhir kali Anda mendapatkan tamu bulanan?"


"Apa urusannya kamu menanyakan tamu bulanan istriku, hah? AKu saja sebagai suami tidak pernah bertanya soal tamu yang dia temui!" sentak Agra, dia salah paham dengan istilah 'tamu bulanan' yang dikatakan oleh Nick.


Sedangkan Alisya mengerutkan kening saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Nick padanya. dia baru sadar kalau setelah menikah dengan Agra selama hampir dua bulan ini, dia sama sekali tidak pernah menerima tamu bulanannya lagi.

__ADS_1


Matanya tampak melihat pada kalender kecil yang berada di atas nakas, dia baru sadar jika bulan ini juga dia sudah telat hampir dua minggu.


Alisya beralih menatap Nick, juga semua orang yang ada di sana, juga Agra, matanya sudah berkaca-kaca dengan tangan perlahan mengusap perut bagian bawahnya.


Viana dan Andini yang mengerti arti dari perkataan Nick menghapiri Alisya, di saat itu juga istri Agra itu menghambur pada pelukan mertuanya, dia menumpahkan tangisnya di dalam pelukan Viana.


Agra yang blum mengerti dengan apa yang sedang terjadi, hanya bisa menatap ketiga wanita yang kini sedang berpelukan dengan kata selamat juga air mata berderai.


"Nick, kamu mau jelaskan atau aku hilangkan salah satu anggota tubuhmu, hah?!" desis Agra dengan mata yang sudah memerah menahan amarah.


"Istri kamu sedang mengandung, Sagara."


Bukan Nick yang menjawab, melainkan itu suara Fandy. Dia yang sudah lebih berpengalaman sudah bisa mencerna apa yang mungkin sekarang ini terjadi, walau dia sendiri masih bingung, kenapa Agra yang mual.


Agra melebarkan matanya, begitu juga Andrew dan Edo yang terkejut dengan berita mengejutkan ini.


"Kak, kamu gak sedang bercanda kan? aku akan jadi seorang ayah?" tanya Agra, otak pintarnya seakan tiba-tiba loading hingga dia tidak bisa berpikir dengan benar.


Agra bangun dari tidurnya, menghampiri Alisya yang kini masih berada di dalam pelukan sang ibu.


Alisya mengurai pelukannya, dia beralih menatap wajah Agra, mengangguk samar dengan air mata masih berderai, walau senyum tipis terlihat menghiasi wajahnya.


Agra memeluk tubuh ramping istrinya, dengan mata merah, menahan emosi yang bercampur di dalam hatinya.


"Maaf, aku tidak mnyadarinya," ujar Alisya, menyusupkan kepalanya di dada bidang Agra.


"Tak apa, sanyang. Terima kasih, kamu sudah mau menerima benihku dan mengandung anakku," ujar Agra tepat di atas puncak kepala Alisya.


"Aku akan menjadi Opa? Ed, ap aku tidak salah dengar?" Andrew ikut terkejut dengan apa yang didengarnya.


"Iya, Tuan. Anda akan segera menjadi seorang Opa ... selamat, Tuan," jawab Edo membenarkan perkataan Andrew.

__ADS_1


Dia tidak pernah menyangka akan kehidupannya dengan seorang cucu yang akan mewarnai, selama ini hidupnya hanya tentang mafia dan perusahaan. Akan tetapi, dengan keberadaan Agra di sampingnya dia bisa menemukan sesuatu yang belum pernah ia rasakan.


Menjadi seorang ayah walau bukan darah dagingnya sendiri, dan sekarang dia akan menjadi seorang kakek. Sungguh kebahagiaan yang tidak terkira, walau semua itu datang dari orang lain.


Keputusan menolong dan mengangkat Agra beberapa tahun lalu, ternyata dapat mengubah kehidupannya, membawa berbagai rasa yang sebelumnya sudah mati bersama dengan mendiang istrinya.


"Saya hanya memperkirakan, untuk lebih detailnya, Anda bisa membawa Nyonya Alisya ke dokter khusus kandungan. Kalau memang benar, saya kira Tuan Agra mengalami sindrom cauvade atau sering disebut dengan kehamilan simpatik," jelas Nick.


Kali ini seluruh keluarga sudah beralih untuk duduk di ruang keluarga, demi mendengarkan penjelasan dari Nick.


"Kehamilan smpatik? Apa itu, Nick?" tanya Agra.


"Itu adalah kasus bagi para suami yang juga bisa merasakan tanda-tanda kehamilan. Pada umumnya tanda kehamilan akan dirasakan oleh ibu yang mengandung. Kasus itu bisa terjadi pada suami yang terlalu sayang danmencintai istrinya hingga menimbulkan perasaan cemas berlebih. Kecemasan itu lah yang menyebabkan tubuh mengeluarkan hormon stres dan berakibat pada ras mual atau rasa yang mirip dengan keluhan ibu hamil lainnya."


Penjelasan dari Nick cukup membuat seluruh keluarga mengerti, apa lagi mereka Bisa melihat sendiri bagaimana rasa sayang Agra kepada Alisya selama ini.


"Lalu bagaimana cara mengurangi rasa mual ini?" tanya Agra lgi.


"Caranya yaitu dari pemikiran Anda sendiri sebagai suami. Jika Anda bisa mengontrol rasa cemas berlebihan pada istri Anda mungkin itu bisa sedikit mengurangi gejala ini. Atau lebih banyak berkomunikasi dengan istri dan janin di dalam kandungan, agar Anda bisa merasa lebih tenang. Aku juga akan memberikan resep obat untuk mual, semoga ini bisa membantu," jawab Nick panjang lebar.


"Baiklah, Nick. Terima kasih."


Sebagian banyak orang sudah pamit pergi dari kediaman rumah Ainsley, termasuk Andrew dan Edo. Kini di sana hanya tinggal para perempuan dan juga Agra yang masih harus beristirahat. Geral dan Fandy juga sudah berangkat ke kantor masing-masing.


"Terima kasih, sayang. Aku berjanji akan menjaga kamu dengan baik, dan memastikan semuanya berjalan dengan lancar sampai hari persalinan tiba." Agra mengelus lembut perut istrinya, dia sudah menghubungi dokter untuk berkonsultasi sore nanti.


Saat ini keduanya sudah kembali ke kamar. Agra duduk bersandar dengan Alisya di pangkuannya.


"Iya, aku tau. Kakak akan selalu menjadi pelindungku dulu, sekarang sampai nanti. Menjadi sosok yang akan di banggakan oleh anak-anak kita juga contoh terbaik mereka," jawab Alisya.


...🦅...

__ADS_1


Tambah lagi, atau selesai sampai di sini? Komen ya🥰


...🦅...


__ADS_2