
...Happy Reading ...
...🦅...
Agra yang mendengar suara gaduh dari area dapur, beranjak dengan membawa Regan dalam gendonganya.
‘’Ada apa, Mah?’’
Lelaki itu langsung menutup mulutnya, dengan tubuh mematung saat melihat sang ibu sedang memeluk Alisya.
‘Mati aku, kalau sampai dia tau semuanya!’’ gumam Agra dalam hati.
Alisya mengalihkan pandangannya pada Agra, air matanya sudah mengalir membasahi wajah cantiknya.
Agra memandang dengan rasa bersalah karena tidak mengatakan semuanya sedari awal.
Sedangkan Sagara meminta turun dari gendongan papinypa seteSag melihat Andini.
‘’Sagara, kenapa kamu gak bilang kalau Ica tinggal sama kamu?’’
Wanita paruh baya itu, mengurai pelukannya dengan Alisya, dan beralih memandang penuh tanya pada sang anak.
‘’Aku mau bertanya dulu pada Ica, Mah?’’ mengulas senyum hangat, menutupi rasa gugup yang ada di dalam dirinya.
Itu hannyalah sebuah alasan agar dia bisa menyelamatkan dirinya dari kedua wanita itu.
‘’Benarkah, lalu kenapa kamu gak bilang sama Ica kalau kamu itu adalah Aga, teman masa kecilnya?’’ tanya Viana penuh selidik pada sang anak.
‘’Aku belum sempat, Mah.’’
Kini tatapannya terkunci pada wajah sendu gadis yang berdiri di samping ibunya.
‘’Mah, bisa tinggalin kami berdua dulu?’’ mohon Agra kepada sang ibu.
Viana tampak menatap Alisya cukup lama, dia baru menjawab anaknya saat mendapatkan persetujuan dari gadis itu.
‘’Baiklah, kalian selesaikan masah kalian dulu. Sagara, awas jangan sampai kamu buat anak perempuan Mama nangis lagi!’’ ucap Viana mengancam anak sendiri.
‘’Iya, Mah,’’ jawab Agra, mengangguk pasrah.
Kedua orang itu melihat Viana sampai menghilang di balik tembok penghalang.
‘’Ca, maafkan aku, aku benar-benar belum memiliki waktu yang pas untuk berbicara dengan kamu mengenai masa lalu kita.’’ Agra mencoba menjelaskan semuanya pada gadis kecilnya.
Tak ada kata yang keluar dari Alisya. Gadis itu hanya menatap Agra dengan penuh rasa kecewa.
‘’Ca, tolong mengerti aku. Aku bingung harus memulai bercerita dari mana sama kamu. Aku takut kamu salah paham sama aku. Jujur aku juga baru tahu kalau kamu itu Ica sewaktu berkunjung ke rumah orang tuaku beberapa hari yang lalu,’’ jelas Agra panjang lebar.
Wajah lelaki itu begitu terlihat panik dengan reaksi Alisya yang hanya diam saja.
Ffttt ....
Gadis itu tampak tersenyum dengan menahan tawa.
__ADS_1
Agra mengerutkan keningnya dengan reaksi Alisya.
Tangannya terulur menyentuh kening gadis itu, seperti orang yang sedang mengukur suhu tubuh. Kemudian menyamakannya dengan keningnya sendiri.
‘’Tidak panas,’’ gumam Agra pelan.
Keningnya berkerut tanda berpikir keras. Lelaki itu tampak bingung dengan apa yang terjadi pada Alisya saat ini.
Kekehan kecil terdengar dari mulut gadis itu, membuat Agra semakin dilanda kebingungan.
Grep ....
Alisya menghambur ke dalam pelukan lelaki di depannya itu.
Tubuh Agra menentang untuk beberapa detik, karena terkejut dengan apa yang di lakukan oleh gadis itu.
Namun, tak lama kemudian lelaki berparas tampan itu membalas pelukan dari Alisya. Walaupun dalam hati masih menunggu jawaban dari sang gadis.
‘’Aku sudah tahu semuanya, Daddy Andrew sudah menceritakan semuanya kepadaku tadi pagi,’’ ucap Alisya membuat Agra langsung membolakan matanya.
Mengurai pelukannya agar dia bisa melihat wajah Alisya. Jantungya seakan berhenti begitu saja, saat mendengar jawaban dari Alisya.
‘’Maksud kamu? Apa lagi yang di lakukan lelaki tua itu?’’ tanya Agra dengan alis bertaut.
‘’Kamu ingat sewaktu aku pamit ke kamar mandi sebelum pulang? Aku menemuinya di dalam kamar.’’
Suara Andrew mengalihkan perhatian lelaki itu.
‘’Dad?!’’ tekan Agra dengan suara rendah namun sangat menekan.
Agra mendengus kesal menatap jengah lelaki paruh baya yang sedang berjalan ke arahnya, dengan gayanya yang sangat santai, tanpa ada rasa bersalah sama sekali.
Padahal dia sudah membuat anaknya kesal, karena merasa di langkahi dan di tikung oleh ayahnya sendiri.
“Dasar tidak tau umur, sudah tua masih saja mau bersaing dengan anak sendiri,” gerutu Agra.
Alisya tersenyum melihat kehangatan hubungan antara dua lelaki berbeda usia di hadapannya.
Air matanya sudah surut sejak tadi, sekarang dirinya malah merasa senang karena selama ini dia tidak salah menggantungkan nasib.
Ternyata selama ini, dia berada di sisi orang yang tepat. Orang yang selama ini ia harapkan untuk bertemu.
Akhirnya ketiganya kembali bergabung di ruang keluarga, dengan Alisya pamit untuk membantu Viana dan Andini meneruskan memasak yang sempat tertunda, akibat pertemuan tak terduga antara Viana dan Alisya.
Andrew menceritakan bagaimana dia memberi tahu Alisya.
Flash back
Tok ... tok ... tok ....
Andrew mengetuk pintu kamar gadis yang tadi sempat menjadi sasaran kejahilannya.
Cklek
__ADS_1
Pintu terbuka dengan wajah bingung dan juga waspada Alisya.
“A-ada apa, Tuan besar,” tanya Alisya dengan suara gagap.
Andrew tersenyum dalam hati, melihat gadis di hadapannya.
“Jangan panggil aku begitu. Panggil saja aku Daddy, sama seperti Agra memanggilku.”
Alisya mengangguk, walau dalam hati ia masih penuh tanya. Untuk apa ayah dari Agra menemuinya di depan kamar.
“Ini ada sesuatu yang harus kamu tau tentang anak nakal itu,” ucap Andrew ambigu.
Alisya mengerutkan keningnya, bingung.
“Maksud, Tuan ... Eh Daddy apa?”
“Kamu punya laptop di kamar?” tanya Andrew.
Gadis itu mengangguk, “Ada, memang buat apa, Dad?”
“Lihat ini semua, maka kamu akan tau apa sebenarnya yang di sembunyikan anak itu.”
“Kami baru beberapa hari bertemu, jadi wajar saja kalau dia menyembunyikan sesuatu.” Alisya tampak biasa saja.
“Iya, memang benar apa yang kamu katakan. Tapi, yang dia sembunyikan adalah ada hubungannya denganmu,” ucap Andrew.
“Kamu ambil saja ini. Agar kamu tidak salah paham nantinya.” Andrew tampak menyimpan sebuah flash disk di telapak tangan Alisya.
“Baiklah, akan saya lihat nanti. Terima kasih.” Alisya tersenyum sebelum masuk kembali ke dalam kamarnya.
“Apa isinya ya, apa aku harus lihat sekarang?” tanya Alisya pada dirinya sendiri, sambil terus melihat benda di tangannya.
Karena begitu penasaran, gadis itu menyempatkan untuk melihat lebih dulu isi Flash disk yang di berikan oleh Andrew.
“Baiklah, aku lihat saja. Lagi pula masih ada waktu sampai dia dia mengajakku berziarah ke makam,” gumam Ayu.
Flash back off
Alisya ikut menyambung cerita Andrew saat sebelum makan malam.
“Jadi kamu gak marah sama aku?” tanya Agra pada gadis yang sekarang sedang duduk di sampingnya.
Alisya menggeleng.
“Buat apa aku marah? Aku malah sangat senang karena sudah bertemu dengan Kak Aga.” Alisya berbisik pada Agra.
Saat ini mereka berdua tengah makan malam bersama dengan semua keluarga Agra.
...🦅...
...🦅...
...RBC...
__ADS_1
...🙏😊🥰🥰...